freelance

Dalam era perekonomian yang serba penuh ketidakpastian saat ini, sangat banyak orang yang beralih memulai bisnis sampingan atau freelance, dan yang paling banyak diminati adalah bisnis sampingan di bidang online atau internet. Tetapi, kenyataan tidak semudah yang tampak dan seindah yang Anda bayangkan. Pasti akan muncul hambatan dalam berbagai bisnis. Anda harus mencari pekerjaan Anda sendiri untuk membangun citra merek dan menghasilkan pundi uang.

Dalam artikel ini akan dibahas aspek penting dalam freelance desain website. Anda akan menemukan tips penting untuk diingat dalam kelangsungan bisnis ini.

Miliki Perilaku Yang Benar

1.  Jadilah luar biasa pada suatu hal

“Anda harus menjadi seorang spesialis,” tegas Andy Budd, pendiri Clearleft. “Jadilah dikenal sebagai pengembang Ruby terbaik di Brighton atau orang UX terbaik di London. Jangan hanya puas menjadi salah satu dari beberapa ribu freelancer yang biasa saja di antara freelancer lain yang tidak pernah bisa memilih untuk melakukan pekerjaan besar dan hanya akan direkomendasikan oleh kelompok yang lebih kecil dari koneksi Anda. ”

Untuk sukses, Sally Jenkinson, seorang freelance konsultan digital, mengatakan penting untuk “tahu apa yang Anda nikmati dan dimana letak kekuatan Anda “. Jadi, Anda masuk ke dunia freelance untuk melakukan apa yang disukai, bukan?

2.  Ambil resiko

Jenkinson juga menganggap sangat mudah untuk terjebak dalam kenyamanan. Sebaliknya, dengan sengaja melakukan hal-hal yang berresiko, dia percaya akan lebih mungkin untuk melunasi biaya. Dia percaya, “Jika Anda selalu ingin menjadi pembicara di sebuah konferensi tapi tidak ada yang pernah mendekati Anda, hubungi beberapa penyelenggara acara.” Dia juga menambahkan bahwa, “Jika Anda tidak berpikir punya cukup pengalaman untuk memenangkan pekerjaan, tetaplah mencoba. Berkompetisi di luar memang sulit, tetapi jika Anda tidak mencoba, Anda tidak akan berhasil! Berhenti menjadi penakut dan lakukan saja.”

Memperkenalkan Nama

3.  Buatlah website

freemielke

Desainer / pengembang Freelance, Shane Mielke, mengakui pentingnya mempromosikan diri di website komunitas seperti Behance dan Dribbble, tetapi ia juga mengatakan, Anda harus membangun manfaat adanya web lebih luas, karena “pekerjaan Anda juga dimiliki oleh pesaing.” Ia yakin alat promosi terbaik yang masih dapat dimiliki seorang desainer freelance adalah “URL pribadi yang unik dimana menampilkan bakat, keterampilan, kepribadian dan visi kreatif Anda. Ini bisa dibilang ‘kartu nama’ untuk klien potensial”.

4.  Tulis Blog

Pendiri Authentic Jobs, Cameron Moll mengatakan beberapa tindakan nyata lebih bermanfaat untuk promosi diri daripada sekedar suara unik dan berkualitas. “Itulah bagaimana cara saya memulai,” katanya. “Ini membuat saya mendapatkan klien dan muncullah Jobs Authentic, yang saya jalankan secara full-time saat ini. Mengembangkan kemampuan untuk menulis secara konsisten dan semangat tentang mata pelajaran yang Anda sukai dan pahami akan membuat Anda kagum pada hasil yang muncul nantinya,ini membuat bisnis Anda berkembang dan bertahan”.

“Saya pernah dikontrak oleh perusahaan-perusahaan yang ingin bertemu dengan saya setelah membaca sebuah artikel,” tambah mitra Hatch, Mark Kirby, yang juga menemukan keuntungan menulis. “Anda bisa berbagi pengetahuan, dipandang sebagai ahli dan menjadi seseorang yang ingin dipekerjakan perusahaan”.

5.  Improvisasikan Portofolio Anda

freeportfolios

Jangan letakkan konten lama pada portofolio Anda. Desainer produk, Sacha Greif mengatakan portofolio ini harus menjawab kebutuhan Anda, tetapi juga jika Anda dapat mengandalkan: “Fokus pada menjelaskan apa yang Anda lakukan dan membuktikan bahwa Anda dapat dipercaya. Sertakan studi kasus dan tidak hanya memamerkan gambar yang indah.”

6.  Jadilah lebih sosialis

Sebuah situs pribadi hanya bagian dari pemasaran online. Kirby menyarankan selidi pertemuan lokal sebagai alternatif yang lebih baik untuk bertukar kartu nama pada peristiwa apapun. “Anda akan mendapat teman-teman di beberapa industri dan pekerjaan Anda akan dapat pekerjaan dari kontak tersebut. Meskipun, itu jarang ada yang merekomendasikan seseorang yang baru bertemu sekali selama 15 menit.”

Todd Motto, seorang desainer dan pengembang, setuju. “Kesalahan terbesar yang saya buat ketika saya mulai jadi freelancer pada usia 17 berpikir mempunyai sebuah situs online menjawab semua kebutuhan saya,” kenangnya. “Apa yang saya benar-benar perlu lakukan adalah membangun hubungan, belajar dari orang-orang, dan memanfaatkan kontak yang ada.” Hari ini, Motto menghabiskan banyak waktu berbicara dengan orang, dan merekomendasikan pemasaran diri sendiri”seolah-olah Anda tidak pernah punya sebuah situs web dan tidak akan pernah”.

7.  Kembangkan Merek Anda

Motto mengatakan, Anda juga harus membangun merek pribadi dalam setiap hal yang Anda lakukan. “Ini lebih dari sekedar tweet, akun Dribbble dan website,” ia melanjutkan, “itu adalah semuanya, dari logo dan foto pada tulisan, konten dan sikap Anda. Ini mencerminkan pribadi Anda.” Dia merekomendasikan menjadi berkepribadian dan disukai, berhati-hati untuk tidak melebihi batas-batas terlalu jauh – “Mengumpat tidak akan menghasilkan kebaikan” – dan bayangkan semua yang Anda lakukan,baik tatap muka ataupn online menjadi “satu CV yang besar”.

Berhadapan Dengan Klien

8.  Pilih Klien dengan hati-hati

Motto mengatakan sulit ketika memilih klien.”Apakah Anda masuk dalam kelas harga mereka? Apakah Anda membutuhkan mereka? Dapatkan merekan membayar Anda? Jangan biarkan mereka mengendalikan Anda. Bersikaplah tegas dan professional, dan jangan memberi terlalu banyak”, kata Motto.

Desainer web, Janna Hagan setuju, mengatakan, “Ketika Anda bekerja dengan klien yang tepat dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi, Anda cenderung akan berbuat lebih banyak di masa depan.”

9.  Memperluas jangkauan klien

Di era ekonomi yang tidak menentu, desainer Mike Kus mengatakan satu hal yang sangat baik tentang mengandalkan sejumlah klien untuk mencari nafkah. “Sebuah desain dan pengembangan bisnis yang aman adalah salah satu basis yang diinginkan seluruh klien. Hal ini membuat lebih mudah untuk melakukan kerjasama bisnis kembali, yang bahkan lebih besar. Tapi jangan bergantung pada satu atau dua klien untuk bertahan hidup. Sebaliknya, simpan berbagai jenis klien, sehingga, ketika seseorang tiba-tiba pergi, Anda tidak harus merasa kesusahan,” katanya.

Kus menambahkan bahwa Anda juga harus memberitahukan pekerjaan yang dapat Anda lakukan dengan baik untuk menarik klien baru. “Tambahkan beberapa proyek sampingan jika berada di sebuah situasi di mana pekerjaan yang Anda lakukan tidak membuat Anda nyaman,” ia menasihati. “Klien akan bekerjasama berdasar pada kekuatan dan gaya kerja masa lalu. Pastikan untuk mengisi portofolio dengan jenis pekerjaan yang Anda ingin lakukan.”

freegetablog

10. Menjaga hubungan dengan klien

Kepercayaan adalah kunci ketika berhadapan dengan klien. Kus mengakui orang sering mengeluh tentang klien, tetapi ingat, “mereka adalah darah kehidupan bisnis Anda sehingga Anda harus mengirimkan nilai berharga”. Bahkan jika perlu, sesekali datangi mereka.

Jika klien mempercayai Anda, mereka akan merekomendasikan Anda. Designer Laura Kalbag merekomendasikan untuk menjadi “jujur​​, ramah dan transparan” dan untuk “menyatakan jika ada  masalah dan bekerja keras untuk menyelesaikannya”.

Namun, ketika di luar jam kerja, Kalbag menyarankan jangan menghubungi klien. “Jaga komunikasi hanya dalam jam kantor. Jangan berharap Anda akan bekerja malam hari dan akhir pekan hanya karena Anda freelance.”

Membuat ruang kerja yang lebih baik

11. Sesuaikan lokasi

Pengembang Frontend, Anna Debenham telah bekerja di berbagai tempat kerja dan ia mencatat hal penting dari situ bahwa, “membutuhkan waktu menyesuaikan diri”. Meskipun mungkin muncul tanda-tanda ada godaan yang mengganggu, dia menyarankan Anda juga harus membelenggu ego dan belajar untuk segera beradaptasi dengan perusahaan. “Ada lagi kolaborasi lain, politik dan pertemuan. Pastikan bahwa Anda berguna sepanjang waktu dan hormati orang lain yang bekerja di sana. Sesuaikan dengan segera. Jangan muncul hanya dengan celana jins robek dan hoodie. Dan jangan mengacaukan kantor mereka walaupun Anda benar-benar ingin melakukannya!”

12.  Tentukan ruang kerja khusus

Buat ruang kerja di mana Anda dapat fokus dan nyaman untuk menghabiskan waktu dalam melaksanakan rutinitas. Jika Anda merasa sulit untuk membagi antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, carilah sebuah kantor, kata pengembang Frontend, Cole Henley: “Saya mengeluarkan biaya lebih pada sewa ruang dengan tujuan untuk membantu saya fokus di tempat kerja dan beristirahat dari semua beban kerja ketika di rumah.”

freeclearleft

13.  Jangan sendirian

Freelancer bisa merasa kesepian, tanpa orang-orang untuk membangkitkan ide (selain dari situs media sosial). Mark Kirby merekomendasikan untuk mempertimbangkan ruang kerja tambahan. “Anda menyewa meja atau ruang bersama freelancer lain,” katanya. “Setelah seminggu di The Werks, Brighton, saya melakukan pekerjaan dengan berbagi ruang bersama dua perusahaan kecil. Dan ternyata saya dapat mengembangkan karir freelance saya dari bawah dan mitra bisnis saya saat ini justru rekan kerja dari ruang yang sama.”

Manajemen waktu

14. Buatlah keseimbangan kerja / hidup Anda

Desainer website, Paul Boag menyatakan faktor utama dalam menjalankan bisnis adalah mendapatkan keseimbangan kerja / hidup yang tepat. “Kami bertujuan untuk melarikan diri dari ketergantungan pada bos, mengatur jam kita sendiri dan menikmati gaya hidup yang fleksibel, namun banyak freelance bekerja lebih lama, dan terikat dibelakang meja mereka serta hidup di bawah tekanan, ini seakan menipu diri sendiri. Dia bilang Anda harus mengambil waktu untuk bersantai, seperti yang dilakukannya. “Ini tentang menjaga kesehatan. Berdansalah atau ambil kelas kursus, atau keluar dan melihat orang-orang. Pastikan pekerjaan tidak merenggut hidup.”

15.  Jadilah realistis pada jam kerja Anda

Jika proyek rekayasa itu masalah, desainer Elliot Jay Stocks menyarankan untuk menetapkan batas waktu pada semua tugas, baik membuat desain website atau menyelesaikan respon inbox Anda. “Ini disebut Teknik Pomodoro,” ia menjelaskan, “dan saya merancang aplikasi sendiri untuk itu, yang dapat Anda temukan di www.countdone.com.”

freesketch

Masalah bisnis dan hukum

16. Menjaga kontrol faktur

“Sangat mudah untuk melupakan sisi bisnis dari segala hal ketika bekerja untuk diri sendiri,” pengembang Keir Whitaker memperingatkan. “Berlangganan pada salah satu dari banyak aplikasi faktur dan akuntansi online, dimana hal ini akan memberikan cara yang bagus untuk melacak apakah sudah  jatuh tempo dan ada hutang sebaik mungkin agar Anda dapat mengatur waktu untuk itu semua. Juga, ingatlah untuk menyimpan semua penerimaan yang terkait dengan bisnis Anda. Mungkin ini membosankan, tetapi aturlah ini secara bulanan, bersama dengan diterbitkan dan diterimanya faktur, akan meminimalkan kemungkinan stres Anda sebaik mungkin, “katanya.

17.  Mempekerjakan spesialis hukum

Jangan mencoba untuk berurusan dengan masalah hukum. “Dapatkan seorang akuntan yang baik. Ini akan menghemat uang dan ini akan membuat Anda setidaknya lebih tenang karena merasa tidak akan terkena masalah pajak,” kata Whitaker. Pengembang Matt Schiffman setuju. “Jika Anda berencana menjadi kontraktor independen untuk jangka panjang, Anda juga akan membutuhkan pengacara,” tambahnya. “Anda akan terkejut betapa terjangkau jenis layanan ini, namun, yang paling penting, memiliki pengacara dan akuntan yang baik memungkinkan Anda untuk fokus pada menjalankan bisnis dan menyelesaikan segala pekerjaan.”

18.  Buatlah kontrak

Apakah Anda akan bekerja dengan agen atau dengan seorang klien, buatlah kontrak, pendiri Happy Cog, Jeffrey Zeldman berpendapat. “Itu tidak perlu, dan tidak harus, jadilah kompleks, tetapi harus dengan jelas menyatakan pekerjaan yang Anda lakukan, bagaimana dan kapan Anda harus dibayar.” Dia menambahkan harus mempersiapkan segala kemungkinan karena jika kedua sisi ingin mengakhiri kontrak, dan perkiraan jam kerja harus dimasukkan. “Freelancer takut kontrak akan membuat mereka terlihat bermusuhan atau agresif, tapi itu tidak benar,” ia melanjutkan. “Sederhana, kontrak dasar melindungi kedua belah pihak dan menunjukkan sikap profesional, dan bahwa Anda menghargai waktu dan harapan oleh kedua belah pihak.”

freewerks

19.  Gunakan bahasa Inggris sederhana dengan klien

Berbicara masalah hukum kadang-kadang diperlukan, tapi ini merupakan ide yang masuk akal untuk menggunakan bahasa yang lebih umum. Misalnya, freelance desain Ayesha Garrett mengatakan kutipannya sangat sederhana, dengan menggunakan judul seperti ‘apa yang Anda butuhkan untuk dapat memberi’, ‘apa yang telah Anda minta’ dan ‘apa yang akan saya berikan’. Dia menjelaskan hal ini membuat semuanya menjadi lebih jelas dalam pikiran klien tentang ruang lingkup proyek dan juga apa yang diminta dari mereka.

Kerumitan freelancer

20. Jangan terburu-buru

Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk keluar atau masuk di dalamnya, para profesional merekomendasikan untuk menyelesaikan pekerjaan. Seorang pembuat desain website Andy Clarke mengatakan bahwa dia “selalu lebih suka punya pengalaman dengan agen sebelum menjadi freelancer”, terutama untuk mempelajari bagaimana bekerja dengan orang lain. Illustrator dan desainer Kyle Steed setuju. “Luangkan waktu Anda dan persiapkan; cari pengalaman di instansi. Pelajari sebanyak mungkin dari rekan-rekan Anda, ajukan pertanyaan dan catat.”

Bagi seorang freelance di bidang desain website, 20 tips di atas bisa menjadi sangat berguna. Tips-tips di atas merupakan kutipan dari para pelaku freelance yang bisa dibilang telah merasakan sukses. Jadi, apa salahnya mencoba. Tapi ingat, sebagai freelancer, Anda harus pandai dalam manajemen waktu, agar terhindar dari tekanan pekerjaan.


Dhiar

Dhiar

Lahir dan dibesarkan di kota gudeg, hingga saat ini menempuh semester akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di kota yang sama. Salah satu hal yang bisa membuatnya relax adalah mendengarkan musik.