Sewaktu saya kuliah dulu, saya pernah makan kerupuk udang di sebuah restoran di daerah Jakarta Pusat. Kerupuk udang tersebut sangat enak, namun tidak ada nama ataupun logo di bungkusnya. 1 tahun lewat, saya coba mampir ke restoran tersebut lagi dan coba memesan kerupuk udang yang sama, ternyata tidak ada. Padahal apabila saya tahu namanya atau kalau ada logo-nya, pasti akan saya cari dan beli langsung!

Bayangkan apabila Anda adalah pemilik bisnis kerupuk udang tersebut. Apabila produk kamu sangat dicari oleh konsumen, namun konsumen tidak dapat menemukannya karena produk Anda tidak memiliki nama ataupun logo yang menjadi dasar dari identitas produk Anda. Anda akan kehilangan potential sales! dan ini menyebabkan bisnis Anda tidak dapat berkembang.

Pastinya Anda tidak ingin kejadian tersebut terjadi.

Apa Itu Branding?

What-is-a-brand-021

Dari kejadian tersebut pemilik bisnis bukan hanya perlu untuk menjaga kualitas produk/jasa yang ditawarkan; namun juga perlu memperhatikan bagaimana cara membangun brand dan melakukan branding dengan tepat.

Untuk lebih jelasnya, berikut saya berikan kutipan dari Philip Kotler – bapak marketing dunia, mengenai definisi brand.

A brand is a name, term, sign, symbol, or design or a combination of them, intended to identify the goods and services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of the competitor.

Ada ribuan, bahkan jutaan pebisnis yang menjual produk yang sejenis dengan produk Anda. Brand hadir sebagai identitas; untuk membedakan produk yang Anda produksi dengan produk sejenis yang diproduksi oleh pebisnis lain. Dengan adanya brand, konsumen akan dapat memilih produk mana yang akan mereka konsumsi.

Sedangkan branding sendiri didefinisikan sebagai suatu kegiatan untuk membuat nama, simbol atau pun identitas untuk membedakan satu produk/jasa dengan produk/jasa yang lainnya. Maka dari itu, penting bagi entrepreneur/pemilik bisnis/start-up founder untuk mempertimbangkan bagaimana branding untuk produk/jasa yang ingin dijual.

 

Mengapa Anda Butuh Branding?

The-5-Definitive-Questions-to-Ask-When-Building-Your-Brand

Jika Anda adalah seorang pengusaha yang baru ingin memulai sebuah bisnis, mungkin Anda masih belum merasa butuh untuk membuat brand karena Anda sudah cukup percaya diri dengan produk yang sudah dibuat.

Namun sayangnya, produk/jasa yang Anda buat tidak dapat memasarkan dirinya sendiri. Anda harus membentuk sebuah brand untuk produk/jasa yang Anda buat untuk berbagai manfaat sebagai berikut:

1. Memberikan Identitas Produk/Jasa Anda

Sama seperti apa yang sudah saya sampaikan pada beberapa paragraf sebelumnya; brand berfugsi sebagai identitas. Identitas itu lah yang membedakan produk/jasa Anda dengan produk/jasa sejenis milik kompetitor. Identitas brand yang paling dasar adalah logo desain.

2. Menyampaikan Nilai Produk/Jasa Anda

Pada saat Anda membangun sebuah brand, berarti Anda sudah siap untuk menyampaikan pesan berupa nilai yang terkandung pada produk/jasa yang Anda produksi kepada masyarakat. Nilai yang Anda anut dan sampaikan tersebut bisa menjadi magnet tersendiri bagi target market dari produk/jasa yang brand Anda tawarkan.

3. Menjalin Komunikasi dengan Pelanggan dan Target Market

Dengan adanya brand, berarti Anda telah membuka pintu komunikasi dengan target market dan calon pelanggan Anda. Brand akan menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat; nilai, kelebihan dari produk/jasa, unique selling point (USP) produk/jasa dan berbagai hal lainnya. Selain itu, kehadiran brand juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan review dari pelanggan yang telah mencoba produk/jasa dari brand Anda.

4. Membangun Kredibilitas dan Persepsi

Setelah beberapa orang mencoba produk/jasa dari brand yang Anda buat, mereka akan mengetahui kredibilitas brand Anda dan mulai membangun persepsi mereka mengenai brand Anda.

5. Mempermudah Proses Referral

Selain mendorong pembelian, kehadiran brand juga mempermudah proses referral yang mungkin akan dilakukan oleh customer Anda ketika mereka puas dengan produk/jasa yang diberikan brand Anda.

 

Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Branding: Mengembangkan MVB

MVB2

Pada dunia start-up, Minimum Viable Product (MVP) merupakan hal pertama yang harus disiapkan pertama kali sebelum start-up founder menjalankan bisnisnya. Namun, banyak di antara start-up founder dan entrepreneur yang tidak mengerjakan Minimum Viable Brand (MVB) untuk produknya.

Minimum Viable Brand (MVB) terdiri dari elemen penting dari sebuah brand untuk menjaga fokus dan arahan sebaik referensi dari luar produk dan pembeda dengan produk lain. Framework dari MVB ini terdiri dari 6W:

1. What we stand for?

Pada poin ini, sebagai pemilik bisnis, Anda harus dapat menjelaskan esensi dari brand Anda; apa pokok pikiran yang diperjuangkan pada saat membangun brand tersebut. Sebagai contoh, perusahaan besar Johnson & Johnson meyakini bahwa setiap hal yang dibutuhkan manusia haruslah memiliki kualitas yang baik dengan harga yang sesuai. Maka dari itu Johnson & Johnson selalu memproduksi produk yang berkualitas tinggi dengan pelayanan yang baik.

2. What we believe in?

Pada poin ini, Anda harus dapat mendefinisikan hal apa yang Anda percayai ketika membangun brand Anda. Sebagai perusahaan berskala internasional, Procter & Gambler dapat menjadi contoh yang baik; Protect & Gambler percaya bahwa konsumen adalah segalanya. Mereka menerapkan nilai-nilai yang mengutamakan konsumen seperti memahami konsumen, menjadi brand berskala global, brand yang tidak berhenti berinovasi, memiliki kekuatan brand dan juga harus mampu memenuhi kredibilitas pasar.

3. What people we seek to engage?

Setelahnya, Anda harus dapat menjelaskan apa saja tipe audience yang akan menjadi target market dari brand Anda secara tidak langsung. Pada poin ini, perusahaan otomotif ternama, Mercedes Benz membangun brandnya dengan target market yang jelas; yakni orang-orang yang peduli dan memperhatikan masa depan lingkungan. Mobil yang diproduksi Mercedes Benz bukan diproduksi secara ‘wah‘ semata-mata hanya untuk menunjukan kelasnya, tetapi juga menunjukan kecanggihan mesinnya yang ramah lingkungan.

4. What distinguishes us?

Brand Anda harus dapat menjelaskan hal apa saja yang membedakan brand Anda dengan kompetitor Anda. Saat ini, saya dan tim marketing di Sribu menggunakan Asana sebagai project management tools. Sebagai sebuah brand, Asana membawa pesan yang kuat, yakni “we’re empowering teams to do great things together“. Dengan pesan tersebut, saya menjadi tahu bahwa Asana merupakan project management tools yang sesuai untuk mengerjakan sesuatu bersama-sama dengan teman satu tim.

5. What we offer?

Brand Anda harus dapat menjelaskan hal apa saja yang Anda tawarkan, terutama unique selling point (USP) Anda. Akan lebih baik jika brand Anda bisa menjelaskan USP brand Anda dengan kalimat singkat sehingga target audience mengerti dan melihat kesesuaian antara brand dan produk/jasa yang ditawarkan

6. What we say and show?

Pada poin ini, Anda harus dapat menjelaskan bagaimana mengucapkan dan bagaimana wujud dari brand Anda. Anda akan membutuhkan naming untuk brand Anda, tagline untuk brand Anda serta sebuah logo untuk brand Anda. Dengan ketiga elemen tersebut, brand Anda akan semakin nyata di mata masyarakat.

 

BONUS: 8 Langkah Branding yang Baik

brick_wall_clay_80308_2560x1600

Branding adalah sebuah proses di mana identitas bisnis dibentuk dan dimaknai untuk menyampaikan pesan, menciptakan kredibilitas, menciptakan komunikasi antara produk dan pelanggan dan tentunya untuk memotivasi pembelian. Ketika branding mulai membentuk sebuah identitas yang kuat maka kepercayaan konsumen akan melekat pada produk/jasa brand tersebut, sebuah loyalitas terhadap merk, menciptakan persepsi untuk diberitakan baik dari sebuah wujud fisik maupun dari mulut ke mulut. Untuk branding yang baik, Anda harus melakukan 8 langkah berikut:

1. Gunakan Logo yang Sesuai

Logo yang digunakan untuk brand Anda harus sesuai dengan semua jawaban dari pertanyaan pada bagian MVB sebelumya. Dengan desain logo yang sesuai, Anda juga dapat meletakkannya di setiap produk hingga marketing material yang Anda siapkan. Apabila Anda belum memiliki logo desain, kami dapat membantu Anda membuat logo yang sesuai dengan dengan kebutuhan usaha Anda.

2. Tuliskan Pesan dari Brand Anda

Pastikan pesan yang ingin disampaikan pada brand Anda disampaikan dengan baik melalui branding. Anda bisa membuat sebuah tagline yang terdiri dari kalimat pendek untuk menyampaikan pesan tersebut. Dengan begitu, branding Anda akan semakin sinkron dengan MVB yang telah Anda siapkan. Contoh tagline yang bagus di seperti Nike dengan Just do it.

PS: Sribu juga dapat membantu membuatkan tagline yang cocok untuk usaha Anda juga. Sribu tidak hanya dapat menangani keperluan desain :)

3. Integrasikan Brand Anda

Brand akan terkomunikasikan dengan baik jika Anda meletakan branding pada setiap aspek kegiatan bisnis Anda. Anda bisa menambahkan logo pada produk dan desain kemasan produknya, menambahkan logo pada desain booth hingga menyematkan logo pada salah satu desain banner ads yang ada di website. Dengan begitu, brand akan terintegrasi dengan baik dan masyarakat akan semakin sadar dengan keberadaan brand Anda. Contoh-contoh ini dapat dilihat di portfolio desain kami.

4. Ciptakan Pesan yang Sesuai untuk Merefleksikan Brand Anda

Gaya komunikasi yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan brand Anda; apakah Anda menginginkan kesan friendly, atau kesan profesional? Dengan memilih gaya komunikasi yang sesuai, maka pesan akan dapat diturunkan sesuai dengan kebutuhan dan media komunikasinya.

5. Desain Template dan Ciptakan Standar Brand untuk Kebutuhan Marketing Anda

Tentukan standar untuk semua kebutuhan marketing Anda. Banyak brand besar yang menciptakan template untuk setiap kebutuhan marketingnya; misalnya desain brosur untuk Crown Sky. Mereka menggunakan guidline/template brosur yang dibuat desainer Sribu sehigga jika suatu saat nanti mereka harus membuat brosur lain, mereka hanya perlu mengikuti guidline/template yang sama.

6. Jadilah Brand yang Jujur

Jalankan bisnis Anda sesuai dengan semua nilai yang sudah Anda berikan melalui branding. Karena tidak akan ada satu pun pelanggan yang akan kembali jika produk/jasa yang diberikan tidak sesuai dengan branding.

7. Konsistensi

Ketika branding sudah rampung, satu hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah konsisten. Anda harus menjalani segala aspek bisnis sesuai dengan branding yang sudah diciptakan sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat, target market dan juga customer Anda.

 

Dengan banyaknya hal yang harus diperhatikan dalam branding, semoga serangkaian hal yang saya sampaikan pada paragraf-paragraf sebelumnya dapat membantu Anda dalam memenuhi segala keperluan branding untuk produk/jasa Anda sehingga produk/jasa yang Anda tawarkan dapat segera dikenal dan dicintai masyarakat.


Shriyadita Yenie

Shriyadita Yenie

Copywriter di Sribu.com. Pembaca buku yang memiliki banyak cerita. Penikmat Indomie Goreng Spesial dan berbagai teh yang mendapatkan gelar sarjana ilmu komunikasinya di Universitas Tarumanagara pada tahun 2014.