Pada masa di mana informasi dapat tersebar mudah hanya dengan satu click saja, telah menjadikan online shop sebagai toko virtual yang menghubungkan penjual dan pembeli memiliki tempat tersendiri di dalam masyarakat. Perkembagannya yang pesat dan semakin digemari memaksa para pengusaha atau marketer konvensional mengikuti tren yang berkembang itu.

Jika Anda berpikir bahwa online shop hanyalah mitos dan berjualan secara konvensional tetap lebih menarik, penelitian oleh Experian Simmons mengatakan berbeda. Dari 4,887 online shoppers dengan rentang umur 25-54 tahun, 59.1% online shoppers adalah wanita, dan 57.3% berpenghasilan di atas US$50,000, dan 77.0% berpendidikan sederajat universitas atau lebih tinggi. Artinya, dalam perkembangannya, online shop akan semakin menjanjikan untuk meraup pangsa pasar potensial.

 

59.1% online shoppers adalah wanita (Experian Simmons)

 

Boleh jadi tidak mudah bagi para pengusaha yang masih asing dengan platform online shop untuk memulai apalagi mengintegrasikan produknya dari dunia nyata ke dunia maya. Oleh karena itu, saya akan membagikan beberapa langkah aplikatif yang dapat diterapkan untuk membuat sebuah online shop.

1. Tentukan Target Pasar

Menentukan target pasar sangatlah penting karena ini akan menentukan bagaimana online shop Anda akan berjalan ke depan. Jika kita jeli melihatnya, pasar seringkali telah terfragmentasi dengan sendirinya ke berbagai macam perkumpulan, komunitas atau berbagai macam grup. Misalnya, jika Anda menjual Pizza secara online dan mengarah grup vegetarian sebagai salah satu target pasar, Anda pasti akan menyediakan Pizza non-daging dengan berbagai sayuran organik yang dapat terus dikreasikan dan dijelajahi baik dari aspek jenis bahan yang dipakai hingga kreasi menu yang dijual.

Jika Anda kesulitan dalam menentukan target pasar usaha, tidak usaha ragu untuk menggunakan jasa konsultasi bisnis. Perusahaan seperti Sribulancer menyediakan layanan tersebut. Konsultasi bisnis merupakan investasi jangka panjang bagi usaha Anda, karena jika dilakukan dengan strategis dan sesuai maka return of investment-nya pun akan sepadan.

 

2. Lakukan Content Management

Seperti yang pernah ditekankan di artikel sebelumnya, kunci dalam memenangi “peperangan content” di masa kini adalah dengan membuat dan mengurus blog dengan baik. Platform terbaik untuk menyimpan sub-menu blog tersebut adalah sebuah website produk atau online shop Anda. Menurut Pendiri WebScout, perusahaan online marketing usaha kecil dan menengah, Laura Greeno, sebuah blog adalah penanda keahlian Anda dalam sebuah industri atau pelayanan, dan tujuan dari blog itu haruslah untuk memenuhi segala kebutuhan informasi tentang apa yang pelanggan Anda pikirkan, rasakan, dan tanyakan mengenai produk atau layanan Anda.

OLSHOP3
Content Management melibatkan banyak channel dan berorientasi membantu pelanggan.

 

Mengelola content dalam online shop, termasuk blog, harus dilakukan dengan telaten dan terjadwal. Kemudian, lakukanlah social media marketing dengan membagikan seluruh informasi yang pelanggan butuhkan di pelbagai platform social bookmarking atau microblogging seperti Tumblr, Facebook atau Twitter. Jadilah mudah ditemukan di dunia maya sebisa mungkin sebagai jaminan ketersediaan bagi pelanggan Anda.

 

3. Pertimbangkan User Experience

Ketika saya mencari barang di online shop saya tidak ingin dipusingkan dengan banyak hal. Saya ingin dengan mudah mendapatkan apa yang saya cari dan mendapatkan informasi yang berguna untuk membandingkannya dengan brand atau model lain. Ya, itulah hal yang terpenting, mempertimbangkan intelligent user experience (UX) navigation.

OLSHOP4
UX Navigation penting untuk memudahkan pelanggan menjelajahi online shop.

 

Memposisikan diri sebagai pelanggan adalah langkah awal membuat pertanyaan UX navigation yang tepat. Daripada memikirkan pertanyaan seperti “Apa saja yang harus ada di website ini?” lebih baik mengembangkan pertanyaan yang lebih elaboratif seperti “Fitur apa yang akan menjadi experience tersendiri bagi pelanggan dan memudahkan mereka mendapatkan informasi yang lengkap?” atau “Bagaimana kita bisa menyediakan informasi yang dicari oleh pelanggan dengan cepat dan efisien?”

Jangan lupa juga untuk mengoptimalisasikan fitur calls-to-action (CTAs) seperti buy now, put in cart, contact customer service, dan lain sebagainya. Fitur ini harus mudah terlihat dan fleksibel bagi pelanggan sehingga mereka tidak akan malas untuk kembali ke online shop Anda.

Jika Anda dibingungkan dengan segala istilah teknis di atas untuk mengintegrasikannya ke dalam konsep online shop Anda, Sribulancer dapat membantu masalah Anda melalui jasa pembuatan online shop.

 

4. Buat Mailing List

Di artikel sebelumnya telah dijelaskan secara gamblang bahwa email marketing tidak akan pernah mati, setidaknya dalam 5-10 tahun mendatang. Untuk itu, memiliki mailing list yang yang updated sangatlah penting.

Lalu apa kegunaan mailing list? Bukan, bukan untuk secara frontal berjualan di depan wajah para pelanggan. Ingatlah bahwa Anda ada di sana untuk selalu dapat membantu mereka, memberikan informasi yang komprehensif, memecahkan masalah mereka dengan produk Anda, dan yang terpenting adalah fokus mendistribusikan content yang baik untuk mereka.

Bukankah berdagang tujuannya untuk meraup untung sebanyak-banyaknya? Ya, tidak salah. Tetapi bukan berarti Anda hanya terus menerus melakukan kegiatan selling secara terus menerus. Neil Patel, pendiri KISSmetrics, Crazy Egg, and Quick Sprout, membuktikan, dengan mendefinisikan kembali marketing sebagai usaha untuk membantu pelanggan dan menyalurkan content yang baik, dalam tujuh tahun usahanya mengirim lebih dari 62 juta email, setengah dari revenue blog-nya berasal dari 184,000 lebih alamat email yang dibantu, bukan jualan, jualan dan jualan.

Lebih berfokus pada membantu pelanggan daripada jualan bukanlah statement asal-asalan. Penelitian yang dilakukan oleh GE Capital Retail Bank menunjukkan bahwa ketika mengunjungi online shop, 66% mencari informasi garansi, 52% mencari informasi harga, 51% mencari informasi spesifikasi produk, 47% mencari informasi cara pembayaran/pendanaan, dan sisanya mencari informasi diskon, ketersediaan barang dan tata cara pengiriman barang. Dari hasil riset tersebut Anda dapat meramu informasi yang tepat dalam content dalam online shop Anda.

 

5. Bentuk Tim yang Berkomitmen

Manusia selalu menjadi unsur terpenting dalam melaksanakan seluruh strategi yang telah dibahas di atas. Anda harus dengan jeli memilih personil yang memiliki komitmen dan kesabaran yang tingkatannya nyaris menyamai Mahatma Gandhi. Mengapa? Karena pelanggan dapat sangat menjadi tak terprediksi terutama dari segi emosi ketika melancarkan keluhan baik via teks maupun telepon.

 

[BONUS] Tips Berjualan Online

Beberapa tips langkah praktis yang saya bagikan ini dapat Anda terapkan agar berjualan online bisa lebih efektif:

  • Tawarkan sampel produk.  Bagikan produk secara gratis kepada figur-figur  relevan yang berpengaruh yang berpotensi membantu online shop marketing Anda dalam waktu dekat maupun di masa depan. Follow up dan minta kritik/saran mengenai produk Anda. Jikapun tidak suskes menggaetnya sebagai endorser, setidaknya Anda mendapat masukan yang berarti dari fresh eyes untuk meningkatkan kualitas produk Anda.
  • Hire a Buzzer(s). @Funjunkies berbagi pengalamannya dari perspektif penjual, pembeli dan buzzer secara komprehensif dalam artikel ini. Menurutnya, Anda mesti menjadi penjual yang terpercaya dan memiliki reputasi yang baik sehingga buzzer pun akan memiliki trust kepada online shop Anda, dan tidak perlu mempertaruhkan reputasinya.
  • Sponsori sebuah event. Acara-acara offline yang relevan adalah sebuah tempat beriklan yang sangat potensial dan strategis, terutama untuk face to face marketing. Acara yang disponsori mesti relevan (lakukan riset dahulu) agar waktu dan sumber daya yang telah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.
  • Bagikan Press Release. Ini merupakan langkah yang lebih strategis untuk meningkatkan media presence bagi online shop Anda lebih luas lagi. Lakukan riset untuk mendapatkan daftar media yang potensial dan relevan untuk Anda bagikan press release. Langkah ini juga baik untuk menjaga reputasi Anda melalui media relations.

Konklusi

Online shop merupakan platform yang mau tidak mau mesti diperhitungkan jika produk atau jasa Anda ingin tetap menjadi kompetitif setidaknya selama lima tahun ke depan. Jangan lupa, bantuan selalu tersedia. Jika Anda terlalu ragu untuk memulai, Sribulancer menyediakan jasa konsultasi bisnis dan jasa pembuatan website untuk online shop Anda.

Catatan yang tidak kalah penting mengenai poin-poin dia atas adalah dahulukan untuk melakukan hal yang Anda ahli atau miliki hasrat di dalamnya; jika itu adalah content management, lakukanlah. Jika keahlian itu adalah membentuk tim yang baik, dahulukanlah. Yang pasti, dengan memiliki keseluruhan teknik di atas itu akan memudahkan Anda untuk memulai jualan online.

 

Apakah Anda memiliki pengalaman lain seputar pembuatan online shop? Jangan ragu untuk menceritakan pengalaman Anda melalui kolom komentar di bawah ini!


Meizar Assiry

Meizar Assiry

Twit as @ijey and Co-Founder of @jongpwk. A Music Machine at @KaneronPictures.