Apa saja keterampilan utama yang harus dimiliki seseorang untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang baik? Kebanyakan dari kita pasti akan memberikan jawaban ini:

– Komunikasi

– Kerja sama tim

– Mudah beradaptasi

– Negosiasi

– Kalkulasi

……..dst

Deretan jawaban tersebut masih panjang lagi dan akan semakin spesifik tak hanya pada soft skill, tetapi juga technical skill. Saya merasa cukup yakin bahwa seiring bertambahnya jawaban tersebut, satu jawaban di bawah ini akan memiliki kemungkinan kecil untuk muncul.

 

LIHAI MEMBUAT CV PROFESIONAL

Contoh CV kreatif & profesional
Contoh CV kreatif & profesional


Sadar tidak sadar, keterampilan satu ini sangat penting. Bahkan, menjadi salah satu yang utama karena CV merupakan “kunci pintu gerbang” pekerjaan dan karir kita. CV yang tidak tepat akan membuat semua pintu gerbang tersebut enggan terbuka.

Sayang, umumnya kita menganaktirikan keseriusan menggarap CV. Kita memandang CV sebagai sebuah formalitas, yang penting informasinya lengkap, dan bisa terbaca. Tak pelak, CV yang isinya template dan tidak menarik untuk dilirik semakin banyak bertebaran.

Kita harus kembali menempatkan CV dalam prioritas penting. Apalagi jika kita seorang freelancer. Ketika akan dealing dengan klien, kita kerap diminta untuk menunjukan CV sebagai referensi mereka dalam membuat keputusan (terutama jika kita tengah mengikuti pitching atau melamar pekerjaan di lowongan kerja terbuka).

Bayangkan betapa banyak kompetitor yang juga mengirimkan CV. Jika kita tetap tidak membuat CV yang menarik, ending-nya sudah terlihat : “Berakhir di tumpukan dokumen yang enggan ditengok lagi oleh perusahaan/calon klien”.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin mengajak Anda untuk kembali mengakrabi diri dengan keterampilan membuat CV profesional. Saya akan membahas prinsip utama mengenai cara membuat CV profesional yang baik dan menarik secara sederhana namun mengena.

Namun, sebelum kita mengetahuinya, jauh lebih penting jika kita memahami dulu kesalahan utama yang perlu dihindari dalam membuat CV. Jika hanya tahu cara membuat yang baik, maka tidak heran jika ujung-ujungnya kita tetap terjebak dengan membuat yang baik dan salah, dibanding yang baik dan benar.

7 Dosa utama dalam membuat CV profesional

Terlalu-sederhana1


Dosa utama ini adalah kesalahan yang paling sering ditemukan dalam CV profesional. Kesalahan ini juga berakibat sangat fatal, tak sekadar menurunkan derajatnya menjadi tidak profesional. Anda pun memperbesar kemungkinan CV tersebut berakhir di kotak sampah seketika baru mulai dibaca oleh perusahaan/calon klien penerima CV.

1. Tidak menyertakan surat pengantar/surat lamaran (cover letter)

Meskipun perusahaan/calon klien yang Anda tuju menyebutkan hanya meminta CV, bukan berarti Anda tidak perlu menyertakan cover letter. Tanpa cover letter, Anda seperti bertamu ke rumah orang tanpa permisi. Cover letter adalah semacam “salam pembuka/ucapan permisi” yang menyampaikan maksud dan tujuan Anda mengirim CV. Surat tersebut haruslah singkat, padat, jelas, menarik, dan berkesan di mata penerima surat agar mereka tertarik untuk menyimak CV Anda.

 

2. Tidak sesuai kualifikasi

Anda seorang lelaki, sudah menikah, dan lulusan D3. Lalu Anda melamar untuk pekerjaan dengan kualifikasi “wanita, lajang, lulusan S1”. Tidak perlu satu menit bagi penerima CV tersebut untuk meletakan CV Anda dalam posisi tertutup di tumpukan dokumen tak terpakai.

 

3. Typo error everywhere!

Jangankan salah ketik di banyak kata, salah mengeja satu kata atau salah penempatan tanda baca lebih dari satu kali saja sudah sangat bisa membuat penerima CV mengecap Anda sebagai orang yang tidak teliti. Ingatlah, tidak ada perusahaan yang mencari karyawan/vendor yang tidak teliti.

 

4. CV template

Template CV mudah ditemukan di internet
Template CV mudah ditemukan di internet

 

Saat ini memang sudah banyak sekali contoh template CV yang baik dan benar. Tapi, itu tidak mengartikan Anda bisa menggunakannya untuk semua klien/perusahaan yang Anda tuju. CV seragam seperti ini hanya akan membuat Anda tidak menonjol dari kompetitor. Dosa ini akan semakin berat jika Anda tidak pernah meng-update isi CV tersebut.

 

5. Hanya fokus pada tanggung jawab, bukan peran

Ketika menjelaskan pengalaman kerja, Anda hanya menjabarkan apa saja tanggung jawab dalam posisi tersebut. Jujur saja, pada umumnya klien/tim HRD perusahan pasti sudah memahami tanggung jawab setiap posisi profesi pekerjaan. Yang mereka ingin ketahui sebenarnya lebih pada detail peran apa yang sudah Anda lakukan secara spesifik dalam posisi/proyek tersebut (dan lebih bagus lagi jika ada penghargaan/prestasi yang Anda capai di sana).

 

6. Terlalu lengkap

CV yang menjabarkan pendidikan, pengalaman, serta minat yang tidak relevan dengan posisi/proyek yang Anda lamar hanya akan memperlihatkan Anda sebagai seorang yang tidak fokus dan tidak tahu posisioning. Idealnya, cukup jabarkan hal-hal yang berkaitan dengan posisi/proyek yang sedang Anda incar saja.

 

7. Desain CV buruk

 

Contoh CV yang kurang profesional
Contoh CV yang kurang profesional

Desain CV yang buruk bisa jadi : monoton, terlalu kaku, font kompleks dan kurang profesional, kreasi terlalu berlebihan. Hal tersebut hanya akan membuat penerima CV Anda terkejut dan mungkin tanpa sadar menghempaskan CV tersebut saking kagetnya.

Sekarang kita sudah tahu dosa utama yang harus dihindari. Setelah ini, marilah kita mengasah keterampilan membuat CV profesional yang baik dan pastinya menarik.

 

Prinsip CV Profesional yang Baik dan Menarik

Dalam membuat CV profesional, ada beberapa hal yang perlu kita jadikan prinsip utama. Semakin Anda berpegang pada prinsip ini, semakin Anda bisa membuat CV yang menarik perhatian.

1. KISS (Keep It Simple Shiny)

Tampilan CV profesional yang clean dan elegan untuk semua kalangan
Tampilan CV profesional yang clean dan elegan untuk semua kalangan


Pastikan CV dibuat  dengan tampilan yang sederhana namun bersinar (menarik perhatian). Apalagi jika Anda seorang desainer grafis, buatlah CV secara kreatif namun tetap elegan. Kreasikan tampilan CV sesuai karakter Anda, tanpa mengurangi kesan profesional. Buatlah CV Anda maksimal 2 halaman A4. Tidak usah menerangkan terlalu detail. Justru sebaliknya, berilah ruang informasi secukupnya agar penerima CV penasaran dan memiliki banyak bahan pertanyaan saat interview. Terkait desain, tetaplah menyediakan clean area pada layout agar tidak membuatnya sesak dan melelahkan untuk dibaca.

 

2. Be classy

Saat membuat CV, sertakan surat pengantar/lamaran (cover letter) sebagai summary profil Anda sebanyak setengah halaman A4 saja. Hal ini berguna untuk memberikan kesan pertama yang lebih elegan dan profesional (berkelas). Gunakan bahasa aktif untuk meningkatkan kesan positif.

 

3. The Rule of Number 3

Contoh penggunaan font
Contoh penggunaan font


Biasakan untuk berpegang pada aturan angka 3. Maksimal 3 jenis font, maksimal 3 kombinasi warna, dan maksimal 3 kolom (apabila CV dibuat dalam bentuk kolom, bukan berbaris). Apalagi jika Anda ingin bermain typography.

 

4. Choose The Right Font

Font yang ideal untuk CV profesional
Font yang ideal untuk CV profesional

Pemilihan jenis dan ukuran font sangat memengaruhi kenyamanan membaca. Para ahli profesional menganggap jenis font Sans Serif sebagai salah satu yang terbaik untuk dokumen bisnis (termasuk CV). Font paling umum yang digunakan untuk CV standar adalah Times News Roman ukuran 12, warna hitam. Terkait CV kreatif, untuk tetap profesional, buatlah CV yang menggunakan font Sans Serif (atau berpola serupa) dengan rentang ukuran 9-20 poin (ukuran di atas 12 poin biasanya untuk headline yang dipertegas dengan efek bold/italic/underline/kapital/penggunaan warna yang berbeda).

Beberapa font Sans Serif yang mantap untuk CV Anda adalah:

– Tahoma

– Century Gothic

– Arial

– Georgia

 

5. Basic Content

Sebuah CV profesional yang baik, sekurang-kurangnya harus memuat konten berikut ini :

Data pribadi (Nama, alamat serta nomor telepon yang aktif). Posisikan di paling atas dan menonjol.

Pernyataan singkat posisi pekerjaan yang Anda lamar serta poin singkat alasan Anda patut diterima.

– Keterampilan utama. Buat daftar keterampilan utama Anda yang sesuai dengan pekerjaan/proyek yang dilamar. Bila perlu, tambahkan dengan industri apa saja yang relevan dengan keterampilan Anda.

– Pengalaman kerja. Urutkan mulai dari pekerjaan terakhir disertai peran dan tanggung jawab Anda dalam posisi/proyek yang sudah Anda kerjakan tersebut.

– Pendidikan. Sampaikan riwayat pendidikan dengan singkat padat dan jelas. Sebaiknya cukup infokan dari jenjang SMA – kuliah karena jarang sekali perusahaan/klien yang mempertimbangkan latar belakang pendidikan tingkat TK-SMP untuk menerima Anda bekerja bersama mereka.

– Penghargaan. Poin ini sangat penting sebagai nilai tambah. Pastikan untuk mengurutkan dari yang paling bergengsi/terbaru dan tampilkan yang relevan dengan pekerjaan/proyek yang Anda tuju saja.

 

Kesimpulan

Keterampilan membuat CV profesional sudah seharusnya menjadi prioritas penting dalam karir. Semakin lihai membuat CV, semakin besar peluang kita untuk dilirik dan berhasil mendapatkan pekerjaan/proyek yang kita inginkan untuk karir. Kelihaian tersebut bisa kita kuasai dengan memahami dosa utama yang harus dihindari, serta berpegang pada prinsip CV profesional yang baik dan menarik.


Ambargamala

Ambargamala

Pengacak kata-kata.. usia masih muda.... cukup bisa menulis karena terbiasa. Sehari-hari mengisi waktu dengan membaca atau menulis apa saja selama mengandung kata. Orang yang bengong sedikit pasti lapar dan lapar sedikit pasti gampang ngamuk.

  • hahahah entahlah saya mulai bingung dalam membaca artikel di atas