Quick note dari Ryan: Apabila di artikel sebelumnya dan sebelumnya lagi saya sharing mengenai pengalaman berbisnis start-up, di artikel ini kami akan membahas sesuatu yang berbeda….bukan pengembangan produk, pembahasan traction atau client development. Namun pengalaman kami pindah kantor…..

”Pindah Kantor??”

Mungkin itu pertanyaan yang akan muncul di benak Anda dan apa hubungannya dengan start-up. Namun jangan sampai kalian melewatkan artikel kali ini karena semua jenis usaha pasti ada masanya berkembang dan ketika tumbuh besar, Anda akan merasakan juga yang namanya mencari dan pindahan kantor untuk support bisnis Anda. Saya bagikan pengalaman ini karena sebelumnya kami merasa pindah kantor adalah hal yang mudah dan tidak penting. Salah besar! Kami underestimate hal ini. Mulai dari titik awal hingga office go-live, ikutilah cerita kami ini…

 

Featured Image QA 11

 

“Home is where one starts from.” – T.S Ellot

 

Di kehidupan corporate kita, selain pekerjaan yang diberikan, rekan kerja, hal lain yang melekat di lingkungan kerja adalah tempat kita bekerja. Layaknya setiap karyawan pasti ingin bekerja di perusahaan idamannya. Setiap pemilik perusahaan tentu ingin memiliki tempat kerja yang ideal. Tempat kerja yang ideal tidak terkecuali juga perlu dimiliki bisnis start-up. Kantor start-up ternama seperti Linkedin, Etsy, Dropbox masing-masing memiliki kantor yang bagus dan menarik. Interiornya didekorasi agar mencerminkan ciri khas start-up tersebut, brand dan juga history-nya.

 

Sebagai seorang founder, kantor bukan hanya sekedar tempat bekerja bagi kami. Saya menginginkan lebih; saya ingin kami semua merasa bahwa kantor Sribu merupakan rumah kedua kami. Rumah kedua yang nyaman untuk ditempati dan dihuni, serta menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan bisnis dan juga personal development masing-masing personil tim Sribu.

 

Sejak awal berdiri Sribu di tahun 2011, kami sudah beroperasi lebih dari 3 tahun di kantor lama kami di Wisma Gandaria. Namun, pada bulan Maret 2015, Sribu resmi pindah di kantor baru kami di The Maja karena beberapa alasan ini:

  • Kantor lama kami berukuran 80 sqm(square meter) sedangkan tim kami berjumlah hingga 21 orang. Biasanya kantor yang ideal untuk bekerja adalah minimum 6 sqm/1 orang, namun situasi kami saat itu telah melewati batas tersebut. Kantor lama terlalu kecil dan sempit.
  • Kontrak kami dengan kantor lama akan segera habis dan kantor lama kami tersebut akan direnovasi menjadi showroom mobil oleh pemiliknya.
  • Kami membutuhkan kantor baru yang dapat meningkatkan speed dan agility kami dalam bekerja serta memiliki suasana ideal untuk environment working under pressure. Karena kami ingin drive bisnis kami cepat ke level selanjutnya.

 

Leaving The Old Office

inilah kantor pertama kami
inilah kantor pertama kami

 

Di September 2011, ketika baru merintis startup pertama saya Sribu, saya dibantu oleh teman ayah saya dan dipinjamkan ruangan kecil 20 sqm di Wisma Gandaria. Setelah kami mendapatkan pendanaan dari East Ventures, saya memutuskan untuk menyewa ruangan yang lebih besar, tetap di wisma tersebut, di Lantai 1-nya sebesar 125 sqm. Seiring dengan berjalannya bisnis kami, di tahun 2013 kami harus pindah lagi. Tempat kami di lantai 1 sudah habis masa kontraknya dan akan disewakan ke tenant lain yang ingin mengambil 1 lantai penuh. Kami pindah ke lantai dasar Wisma Gandaria dan menggunakan ruangan seluas 80 sqm yang ada di lantai dasar selama 1.5 tahun. Namun meskipun 3 kali pindah, kami belum ‘benar-benar’ merasakan pindah ke tempat yang baru sehingga setiap kali pindah, suasana yang kami dapatkan sama.

 

Pada Februari 2014 kami mendapatkan investasi dari Infoteria, dan mulai merekrut lebih banyak lagi tim baru sehingga kantor kami yang mungil (80 sqm) terasa sangat teramat sempit dan tidak ada lagi ruang gerak bagi 21 orang tim kami. Kami membutuhkan kantor yang lebih luas. period.

 

Saya membuat keputusan untuk langsung menyewa 1 lantai di lantai dasar Wisma sebesar 225 sqm. Namun sayangnya, pemilik gedung telah memiliki rencana untuk menjadikan lantai tersebut menjadi showroom mobil sehingga itulah yang menjadi faktor pemicu perjalanan awal kami mencari kantor baru…

 

Selama hampir setahun saya meninjau berbagai lokasi untuk kantor baru Sribu. Perkantoran, gedung, hingga rumah biasa saya datangi untuk mendapatkan lokasi kantor yang tepat untuk kami. Tantangan kami bervariasi dari budget, ukuran, legalitas dan juga lokasi. Kantor pertama yang paling potential dan hampir kami sewa berada di…

1. Slipi

Office Slipi - Inside (1)
Grand Slipi Tower – Lt 11

 

Pada awalnya, saya terpikir daerah Slipi mungkin akan cocok untuk start-up seperti Sribu. Salah satu alasannya adalah karena di daerah Slipi terdapat kantor dari beberapa start-up besar lainnya seperti BerryBenka dan juga Traveloka, pusat-nya startup kata komunitas sehingga kadang disebut juga dengan nama Slipicon Valley (slank dari Silicon Valley)

Lokasi dan ukuran yang paling ideal bagi kami ada di lantai 11 Grand Slipi Tower. Saat ini adalah di bulan Maret 2014 ketika kami pertama kali meninjau lokasinya dan kelihatannya positif dan potential akan kami sewa. Namun pada saat itu kondisi lantai masih raw dan belum diplur dan poles terutama flooring dan ceilingnya sehingga kami tidak dapat masuk begitu saja. Kami harus menunggu hingga pemilik lantai selesai merenovasi fondasi ceiling dan flooringnya baru kami dapat memulai renovasi unit yang kami inginkan. Kami tunggu dan menunggu…

1 bulan lewat, 2 bulan lewat, hingga 3 bulan tidak ada yang berubah. Kami ke lokasi kembali dan kami sadar bahwa kami dipermainkan oleh pemiliki lantai karena apa yang kami bicarakan diyakinkan bisa namun eksekusinya nihil. Setelah saya meminta penjelasan, klarifikasi kebenarannya mengenai what is happening baru pemilik lantai menceritakan bahwa lokasi tersebut tidak akan siap hingga Maret 2015….(jeduk kepala ke tembok). Saatnya mencari lokasi lain, kali ini tidak jauh dari kantor lama kami…

Untuk mempermudah pencarian saya waktu itu, saya coba mencari melalui rumah.com, rumah123.com dan juga UrbanIndo.com. Dari ketiga situs tersebut, UrbanIndo.com lah yang menurut saya paling efektif. Hampir semua referensi rumah yang diajukan mendekati spesifikasi yang saya inginkan. Fitur pergerakan harga sewa dan juga seberapa strategis lokasi rumah tersebut banyak membantu dan mempermudah saya dalam mencari kantor yang tepat..

 

2. Gandaria

Pengalaman dari kejadian di Grand Slipi Tower membuat saya belajar bahwa saya tidak boleh terlalu yakin hanya pada 1 lokasi saja, harus alternatif lokasi lainnya dan itulah yang kami lakukan, langsung mencari lokasi kedua…

Tepat di belakang kantor lama, ada rumah yang sesuai dengan spesifikasi yang saya cari selama ini. Setelah survey lokasi, kami cukup menyukai tempat tersebut meskipun saya yakin cukup banyak renovasi yang dibutuhkan untuk tempat tersebut. Sebelum done dealing, saya ingin memastikan bahwa legalitas yang pemilik rumah tersebut miliki sah dan lengkap. Namun pemilik rumah dan agent-nya enggan memberikan dokumen yang lengkap untuk dicek di depan notaris, dan terus menyakinkan untuk mempercayai mereka saja apapun alasannya itu.

Sekali lagi apabila ingin menyewa tempat untuk kantor atau tempat tinggal, penting untuk menyelidiki dan cek setiap dokumen yang dimiliki pemilik terutama KTP, kepemilikan rumah, IMB (izin bangunan) dan domisili. Jangan sampai setelah Anda menyewa tempat tersebut, dan tiba-tiba ada yang pihak berwenang yang datang untuk menyegel tempat sewa Anda dikarenakan masalah legalitas…Bayangkan biaya yang Anda perlu keluarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut dari hal uang, waktu dan juga opportunity lost. Pilih tempat dan lokasi yang aman dan legal untuk berbisnis.

Kejadian ini juga membuat kami kehilangan sekitar 1.5 bulan…namun untungnya secara parallel saya juga mencari lokasi lainnya, berbekal pengalaman dari kejadi di Grand Slipi Tower :).

3. Panglima Polim

Saya mencoba berkeliling ke area di sekitar kantor lama kami terlebih dahulu sampai akhirnya saya menemukan rumah yang cukup bagus di area Panglima Polim. Rumah tersebut luas dan memiliki 2 lantai. Sebelumnya digunakan oleh sebuah agensi selama 5 tahun sebelum kontraknya berakhir.

Namun kami survey secara lebih teliti, karena umurnya rumah tersebut yang sudah cukup tua dan pondasi tersebut yang ternyata tidak terlalu kokoh sehingga sepertinya kami perlu melakukan renovasi yang cukup besar apabila membuat keputusan untuk pindah ke sana. Selain itu, letaknya bukan di jalan utama, aksesnya susah dan cukup sulit untuk ditemukan sehingga sekali lagi kami membuat keputusan untuk tidak menyewanya…

 

4. The Maja

Setelah pencarian panjang, tanpa sengaja saya menemukan sebuah gedung bernama The Maja. Letak gedung ini hanya sekitar 3 menit dari kantor kami saat ini. Gedungnya bagus, kokoh dan masih sangat baru. Tenant di gedung tersebut saat itu hanya satu yaitu Blue Jasmine Restaurant yang ada di lantai dasar. Setelah itu saya coba mencari tahu lebih lanjut apakah lantai atas disewakan oleh pemiliknya karena masih kosong.

Dalam kurang dari 1 minggu, saya bertemu dengan owner The Maja, yang juga pemilik restoran Blue Jasmine yaitu Pak Joe. Beliau mengajak saya berkeliling untuk melihat lantai atas dan saya pun semakin yakin bahwa The Maja merupakan tempat ideal yang selama ini kami cari. Karena sudah cocok dengan gedung dan juga ownernya, negosiasi harga pun berlangsung dengan cukup cepat. Pada bulan Januari 2015, akhirnya kami pun deal untuk menyewa lantai 2 dari The Maja sebagai headquarter kami yang baru.

 

 

Preparing For The New Office

Gedung yang bagus, harus memiliki dekorasi yang sebanding juga. Kami ingin start-up office yang baru dapat memberikan suasana yang refreshing meskipun bekerja under pressure, memberikan agility bagi tim kami dalam bekerja, open office dimana setiap personel tidak stuck di satu tempat setiap harinya namun mereka dapat berpindah sesuai dengan keinganan dan tentunya google-like. Brian Wong adalah salah satu start-up kid terkenal New York dan juga founder dari start-up mobile loyalty reward bernama Kiip. Kantor Kiip adalah kantor yang saya, Wenes dan tim banyak bahas sejak 2013 ketika nonton TC Crib dan kami jadikan referensi untuk kantor baru kami.

Setelah mendapatkan tempat ideal kami, saatnya masuk ke tahap renovasi dan di sinilah tantangan yang lebih berat menunggu…

20150402_124336
Bersama salah satu tukang yang mengerjakan renovasi kantor

 

Ketika kami menyewa The Maja, kami diberikan 2 bulan waktu untuk renovasi. Sebelumnya di kantor yang lama, kami pernah 2 kali menggunakan seorang kontraktor kenalan yang membantu kami untuk pindahan dari lantai 3 ke 1 dan dari lantai 1 ke dasar. Hasil kerjanya cukup bagus, maka kami undang kembali untuk membantu renovasi ini.

Setelah setuju dengan penawaran harga, estimasi dan juga design scheme, maka renovasi mulai dikerjakan dan armada dikerahkan oleh kontraktor kami.

Kesalahan #1: Meremehkan medan lokasi.

5 hari berjalan, renovasi yang dilakukan hanya sebatas pemasangan batu bata sebanyak 5 rows saja. Saya cek dengan kontraktor kami dan juga tukang yang ada dia pakai dan ada on site. Ternyata mereka mengalami kendala dengan pengadaan material di lokasi. Ini disebabkan karena di lantai dasar adalah restoran maka dari jam 11 am hingga jam 10 pm malam, material tidak dapat didelivery dan dimasukan ke lokasi. Sementara toko material sendiri baru buka sekitar jam 9.30 am dan tutup jam 5.30 pm malam. Kontraktor kami tidak dapat stock material karena tidak memiliki gudang.

20150330_141430
Salah satu sisi pengerjaan yang terabaikan karena kehabisan material

 

Jadi yang sering terjadi adalah tukang-tukang yang berada di on site tidak bekerja karena tidak ada material. Lebih parahnya lagi, dikarenakan lokasi kami di Lantai 2, maka material yang datang harus diangkut ke lantai 2 dan tukang yang bekerja terkuras energinya untuk mengangkat material-material tersebut.

 

Kesalahan #2: Terlalu mengandalkan kontraktor

Kami terlalu percaya dengan kontraktor, dan itu fatal. Meskipun ada mandor di lapangan, namun perencanaan dari sang kontraktor kacau balau. Mulai dari pengadaan material yang payah, perencanaan tukang yang tidak matang hingga instruksi yang tidak benar kepada para pekerjanya. Dikarenakan kesendat soal material, maka banyak tukang yang tidak dapat bekerja. Pekerjaan yang tadinya memakan waktu 7 hari, menjadi 12 hari dan itu menyebabkan bengkaknya biaya manpower bagi kontraktor.

Ada juga kejadian dimana tukang kaca datang untuk memasang kaca dan mendapatkan bahwa rangka besi belum dipasang sehingga tukang kaca pulang lagi dan tidak mengerjakan apa-apa. Ini semua mencerminkan koordinasi yang tidak matang dari kontraktor dan menyebabkan kami terpaksa banyak turun ke lapangan dan menghabiskan banyak waktu. Padahal pekerjaan kami sendiri sangat banyak terutama untuk fokus ke growth start-up kami.

 

Kesalahan #3: Kualitas Tukang yang Kurang

Tugas kontraktor adalah merencanakan sementara tugas tukang adalah mengeksekusikan atau mengerjakannya. Oleh sebab itu penting bagi tukang yang mengerjakan untuk menguasai teknik-teknik renovasi. Misalnya tukang kaca harus menguasai teknik memasang kaca, karet dan silen yang benar atau tukang batu harus menguasai teknik untuk plur dan poles lantai. Yang terjadi apabila kalian menggabungkan kontraktor dan tukang yang kurang = proyek kacau balau dan itulah yang terjadi. Salah satu contoh adalah ketika kami memutuskan untuk menggunakan cemented flooring. Ini adalah teknik membuat flooring tanpa keramik, jadi hanya cement dan diaci. Apabila caranya tidak benar (komposisi mix semen, air dan pasir) maka yang terjadi adalah lantai akan retak. Itulah yang terjadi pada kami dan terpaksa setelah percobaan pertama, lantai retak dan harus diulang kembali. Hal tersebut menelan banyak biaya dan waktu juga.

20150404_122744
Lantai yang retak setelah diplur.

 

Kesalahan #4: Salah Memilih Kontraktor

Ujung-ujungnya kami sadar bahwa kami telah memiliki kontraktor yang salah. Bukan artinya apabila kami kenal maka dia pasti dapat dipercaya dan dapat mengerjakan segala sesuatu yang diminta. Di industri construction ada yang namanya tingkatan atau level dan ternyata memang kontraktor kami belum capable untuk mengerjakan renovasi skala medium-large. Setelah kesalahan dan kejadian yang terjadi, kontraktor kami kabur dan membiarkan renovasi 3/4 selesai.

 

Dari kejadian ini, kami langsung mencari kontraktor pengganti dan untungnya kami dikenalkan pada kontraktor yang membangun The Maja. Meskipun meneruskan pekerjaan orang lain bukan hal yang enak, namun kontraktor kedua tetap mau membantu kami untuk menyelesaikan semua renovasi ini.

Tidak luput juga ketika mereka menyelesaikan renovasi yang tersisa, beberapa hal harus dibobok dan direnovasi ulang karena fondasi yang kurang kokoh atau adanya kebocoran. Kesalahan yang kami lakukan ini menyebabkan delay yang cukup significant. Pekerjaan baru selesai setelah 2.5 bulan, dan tanpa adanya bantuan kontraktor kedua…tentunya tidak ingin saya bayangkan apa jadinya…

 

Proses pindahan yang melelahkan

20150503_093908 (1)
Proses pengangkutan barang ke mobil pick up

 

Mengingat banyaknya barang yang harus dipindahkan dari kantor lama ke kantor baru, saya akhirnya memutuskan untuk menyewa 1 mobil pick up untuk 2x mengangkut barang dari kantor lama ke kantor baru. Untungnya jarak antara kantor lama dan kantor baru sangat dekat sehingga kami tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pindahan barang ini.

Proses pindahan barang ini kami lakukan dalam waktu singkat, yaitu 1.5 hari. Hari pertama kami hanya melakukan pengepakan barang untuk perisapan pindahan. Proses tersebut hanya membutuhkan waktu setengah hari di Hari Jumat, 1 Mei 2015 . Pada Hari Minggunya, saya bersama tim Sribu mencoba merapihkan seluruh bagian kantor berikut dengan pemasangan perabot dan juga PC sehingga Hari Senin semua anggota Tim kami dapat langsung bekerja seperti biasa.

20150413_114651
Proses penurunan barang bersama Tim Sribu

 

Kami melakukan hampir semuanya; membersihkan kaca, menyapu lantai, hingga memasang meja. Namun, ternyata pe-er kami masih sangat banyak. Dinding yang dilapis bata merah masih harus dicoating, barang-barang yang kami miliki seperti meja pantry dan juga tempat duduk seperti sofa,kursi dan juga bean bag juga belum diunpack. Membayangkannya saja sudah sangat melelahkan.. Apalagi jika mengingat kami membereskan ini semua dari 8 am hingga jam 10 pm.

Ternyata, bukan hal itu saja yang harus kami lanjut kerjakan. Ketika Hari Senin tiba, saya masih harus dihadapkan dengan permasalahan lainnya. Tim operation yang bekerja dekat area kaca merasa sangat silau dan panas sehingga sulit bagi mereka untuk membaca melalui layar komputer. Tentu hal-hal tersebut mengganggu kinerja mereka. Pada akhirnya, meja tim operation harus dipindahkan terlebih dahulu ke dekat pintu masuk kantor sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih fokus. Meja mereka segera kembali ke area semula ketika tirai dan kaca film sudah dipasang pada area kaca.

 

Membersihkan Kantor Baru
Membersihkan Kantor Baru

 

11178291_10104991060346988_166356784732387504_n (1)
Di ujung hari pindahan

 

Apa yang Saya Pelajari?

Semua kegiatan tersebut sungguh memberikan saya pelajaran baru. Mulai dari memilih lokasi kantor yang tepat, mendesain interior yang representatif, hingga melakukan berbagai persiapan untuk memindahkan semua barang dari kantor lama ke kantor baru. Semua terasa begitu melelahkan.

Namun, dari pindahan kantor ini saya menjadi belajar bahwa…

1. Budget bukan satu-satunya hal yang perlu dipikirkan dalam proses pindah kantor

Umumnya, orang akan berfokus terus pada budget, budget dan budget dalam proses pindahan kantor. Budget memang hal yang sangat penting dalam proses ini. Namun, bukan hanya budget yang dapat membuat proses pindahan kantor berjalan dengan lancar, tetapi juga berbagai hal-hal lain seperti:

– Lokasi

Lokasi dari kantor baru haruslah mudah dijangkau oleh semua anggota tim. Jika terlalu jauh, tentu itu akan memberikan pengaruh terhadap kinerja tim. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan berbagai fasilitas yang seringkali dibutuhkan oleh anggota tim Anda; tempat makan, tempat parkir, maupun tempat ibadah.

– Ukuran

Ukuran tempat tentu harus menjadi pertimbangan selanjutnya. Idealnya, masing-masing anggota tim memiliki area sebesar 6 sqm untuk bekerja. Jika Anda memiliki start-up dengan anggota 15-20 orang, maka Anda akan membutuhkan area sebesar 90sqm-120sqm.

Saat ini, Tim Sribu sendiri sudah menggunakan ruangan seluas 212 sqm di lantai 2 The Maja yang cukup untuk digunakan oleh 40-50 orang. Meski saat ini jumlah kami masih 25 orang, saya optimis bahwa sebentar lagi tim kami akan grow hingga 40-50 orang dan kantor baru kami cukup untuk mengakomodir itu semua.

– Detail fisik gedung/ruangan

20150319_134214_Pano

Jatuh hati dengan fisik luar gedung yang ingin Anda sewa? Tunggu dulu… Coba lihat bagian dalam dan perhatikan fisik gedung/ruangan secara keseluruhan. Apakah ada yang bocor? Atau ada sisi ruangan yang tidak kokoh? Jika Anda tidak mengerti bagaimana cara mengecek hal-hal tersebut, Anda bisa mengajak seorang ahli bangunan yang bisa menemani Anda saat kunjungan.

Pastikan gedung/ruangan yang Anda pilih solid agar nantinya tidak akan merepotkan Anda dengan renovasi besar yang dilakukan berulang-ulang.

Presitigious

photo_2015-06-17_15-30-01
Signage Sribulancer

 

Prestigious di sini bukan berarti kemewahan, namun seberapa representative kantor baru tersebut terhadap start-up Anda. Saya sendiri memilih The Maja sebagai kantor baru untuk karena The Maja berlokasi di pinggir jalan raya yang dilewati lebih dari 2.000 kendaraan setiap harinya dan memiliki signage di luar gedung. Dengan begitu, brand kami mendapatkan exposure dari signage tersebut dan semakin banyak orang yang mengetahui tentang brand dan keberadaan kami.

– Kelengkapan legal documents

Anda tentu tidak ingin jika di tengah masa sewa kantor Anda harus menghadapi masalah seperti kantor disegel ataupun masalah lain seperti sengketa, bukan? Maka dari itu penting bagi Anda yang sedang mengurus pindahan kantor untuk memastikan terlebih dahulu perihal legal documents yang dimiliki pemilik tempat sebelum Anda deal.

 

2. Kontraktor harga murah bukan solusi yang tepat

Tidak semua kontraktor dapat mengerjakan pekerjaan membangun baru. Masing-masing kontraktor memiliki expertise masing-masing dan juga kemampuan untuk handle jenis dan besaran proyek yang berbeda. Pastikan Anda engage dengan kontraktor yang sesuai.

 

3. Mengurus kantor baru rasanya seperti mengurus start-up baru

Semua kegiatan untuk mengurus keperluan pindah kantor ini benar-benar menguras waktu, tenaga dan perhatian seakan memiliki sebuah start-up baru. Banyak hal yang harus dikerjakan secara bersamaan dengan pengetahuan yang minim mengenai hal tersebut.

 

4. Menjadi founder berarti harus mampu mengelola beberapa hal besar dan penting sekaligus

Multitasking menjadi salah satu elemen yang paling penting yang harus dimiliki setiap founder. Dan dari pengalaman ini, tanpa memiliki ability multitasking yang kuat maka Anda akan keteteran.

Namun tetap jangan meninggalkan sisi bisnis dan growth dari start-up Anda,  sesibuk apapun Anda karena itu masih menjadi prioritas utama.

 

5. Penting untuk mendelegasikan tugas

Banyak hal yang harus diurus dalam sebuah start-up; bisnis, marketing, sales dan berbagai hal lainnya. Anda tentu tidak akan bisa terjun langsung ke berbagai hal untuk menghandle semua hal tersebut di kala proses pindahan kantor. Anda harus dapat mendelegasikan beberapa tugas kepada orang-orang yang Anda percayai agar perusahaan tetap berjalan seperti biasa tanpa kehadiran seorang founder.

Selama masa pindahan ini saya banyak mendelegasikan tugas kepada Wenes dan Bu Retno sehingga pekerjaan terasa lebih ringan meskipun banyak.

We are Sribulancer
We are Sribulancer

 

Pengalaman pindah kantor ini merupakan sesuatu yang amat tidak disangka dan membuka mata saya. Namun setelah selesai pindahan, harapan saya adalah dengan tempat kerja yang baru ini, kami dapat bekerja dengan lebih optimal dan meraih milestone untuk melayani 10.000 klien dalam tahun ini.

Apakah Anda memiliki pengalaman pindahan kantor yang dapat disharingkan juga?


Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G

  • congratulation mas bro, udah dapat kantor baru,
    sukses dan jaya selalu

    • @iyhoed:disqus: Terima kasih atas supportnya! dan tunggu terus artikel kami selanjutnya :)

  • Makanya konsultasi sama arsitek/desainer interior dulu, biar ga diakalin sama kontraktor nakal :p #numpangpromosi
    Selamat atas kantor barunya, jaya terus buat sribu

    • @disqus_SRTRyh47HH:disqus: Kita sudah konsultasi sebelumnya dan kontraktor tersebut sudah pernah kita pakai 2 kali dan lancar. Namun pada ujung harinya, kesalahan kami adalah tidak mengecek apakah kontraktor yang sama mampu mengerjakan proyek yang ukurannya lebih besar. Thank you atas komplimen dan supportnya :)

    • Terima kasih sudah membaca artikel di Blog Sribu, @disqus_SRTRyh47HH:disqus :)
      Sudah coba daftar jadi freelance arsitek di Sribulancer? 😉

      • Tentu sudah dong mba. Hehe
        mungkin saran sy cuma diadakan peningkatan untuk publikasi Sribulancer, karena masih baru & belum setahun jadi belum terlalu ramai untuk kalangan arsitek atau interior designer. Semoga kedepannya bisa dikenal oleh kalangan diluar nusantara.

        • @disqus_SRTRyh47HH:disqus: Terima kasih atas sarannya :). Nanti di http://www.sribulancer.com/id/v2 kita akan munculin kategori baru untuk arsitek dan interior designer jadi lebih spesifik dan di luar desain grafis :)

        • Terima kasih @disqus_SRTRyh47HH:disqus :)

          Kami juga sedang mengusahakan agar Sribulancer semakin dikenal luas :) Sekali lagi terima kasih untuk sarannya :)

  • awan

    congratulation mas ryan, kantor barunya tambah asiik tuh
    wah pasti sebentar lagi kantornya berubah seperti yg ada di TC Cribs

    maju terus sribulancer, moga startup ane cepet release

  • mantabb mas @Ryan Gondokusumo

    Makin Berhasil dengan kantor barunya yah??

    Termasuk saya juga…hehehehe…..
    Lumayan Terpercaya di Sribulancer.

    Nanti kalau ada waktu bisa main ke kantor kah??

  • Midah Nurhidayah

    Mantap mas @Ryan Gondokusuma saya mau gabung bagaimna cara kerjany ya

  • Dark William

    hello Ko Ryan,

    bagi tips agar ide kita tidak di curi oleh orang lain dong. atau perusahaan atau orang yg kita beritahu. terima kasih ko