Sebuah website yang sempurna haruslah diawali dengan landing page yang bagus. Kita yang rajin bergelut dengan dunia bisnis digital pasti mengetahui apa itu landing page.

 

Sekedar mengingatkan kembali, landing page dapat kita pahami sebagai sebuah halaman yang menjadi tempat “pendaratan” pertama pengunjung di website kita setelah mereka mengklik sebuah link yang kita pasang untuk kebutuhan marketing.

 

Mereka tertarik mengklik link yang terhubung dengan landing page kita karena ada trigger yang mereka harapkan. Landing page penting karena memberitahukan pengunjung tentang apa yang perlu mereka lakukan ketika tertarik dengan bisnis atau produk kita.

Bagi yang baru akan menceburkan bisnis ke ranah digital, Anda harus membuat sebuah landing page yang powerfull. Powerfull itu artinya tak sekadar membuat orang “mendarat” saja di laman tersebut, tetapi juga sampai melakukan tindakan yang kita inginkan di dalamnya dan berujung pada konversi yang tinggi.

 

Tahap Membuat Landing page

Tahap ini saya bagikan untuk kita semua yang baru akan membuat landing page. Termasuk juga untuk teman-teman yang selama ini merasa semua usaha sudah dikerahkan (dari memanfaatkan backlink hingga mengoptimalkan performa instrumen social media marketing), tetapi tetap tidak mendapatkan konversi yang berarti. Sadarilah bahwa itu menandakan ada yang salah dengan landing page kita.

Untuk membangun landing page yang powerfull, kita membutuhkan pengetahuan khusus. Pengetahuan tersebut bisa kita dapatkan dari beragam pendapat para ahli atau mengamati perkembangan tren landing page yang berlaku setiap tahunnya.

Perfect Landing Page?

Kita bisa membuat landing page sendiri atau memberdayakan tenaga freelancer profesional. Padukanlah kekuatan designer dengan copywriter untuk mendapatkan landing page yang powerfull.

Untuk itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui indikator landing page yang efektif menghasilkan konversi tinggi. Indikator tersebut saya simpulkan dari banyak sumber ahli menjadi 9 poin utama yang harus ada dalam landing page kita, termasuk bagaimana cara mengadakannya.

 

1. Konsisten

Landing page yang efektif berkonten konsisten dengan instrumen digital marketing lainnya (banner, website, social media, dan lainnya). Info yang berbeda antar-instrumen menjadikan pengunjung bingung. Pastikan pengunjung tahu bahwa mereka tidak salah tempat “mendarat”. Jaga konsistensi dengan mengulang keywords dan slogan yang sama dalam setiap instrumen. Gunakan tone serta gaya bahasa yang juga senada.

 

2. Menyita perhatian

Langsung menarik perhatian

Landing page yang efektif harus bisa menyita perhatian pengunjung dalam waktu setidaknya 5 detik pertama. Itulah ada istilahnya Unique Value Preposition (UVP). UVP ini menunjukan pesan yang tunggal, jelas, dan meyakinkan kenapa produk kita berbeda dan layak dibeli. Poin penting yang harus diserang jelas adalah diri mereka sendiri dan masalahnya. Kita jelaskan masalah yang harus disadari orang atas dirinya, ingatkan betapa bahayanya masalah tersebut dan jelaskan mengapa produk kita adalah solusi terbaiknya.

Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan gambar (foto atau screenshot) pada landing page. Gambar memberikan penjelasan yang lebih ringkas dan mudah dipahami dibandingkan kata-kata semata. Gambar yang mampu menarik perhatian biasanya adalah gambar orang yang sedang tersenyum.

3. Clean, simple, but straight to the point

Simple and clear

 

Landing page efektif meningkatkan konversi jika berhasil mendorong ketertarikan pengunjung untuk lanjut mengamati landing page dibanding sekadar melihat lalu melengos kabur. Ketertarikan yang timbul umumnya dihasilkan oleh landing page yang bisa menjelaskan inti informasi dengan kata-kata sangat minimalis tapi bisa membuat pengunjung langsung tertarik dan bagusnya lagi, tergoda. Gunakanlah headline yang pantas dilirik orang, yang sedari awal mampu memberikan gambaran ke pengunjung akan apa yang dapat mereka harapkan dari seluruh landing page kita. Sampaikan informasi dengan bahasa yang jelas, tidak ambigu, namun tetap kreatif. Hindari bahasa klise apalagi yang superlatif (berlebihan).

Informasi dalam bentuk list

 

Informasi berupa benefit ditampilkan sebanyak 3-5 poin dalam bentuk list, dengan poin paling menarik sebagai subheadline, dan 2-4 poin lainnya dijelaskan dalam satu kalimat singkat setiap poinnya.

4. Call to Action (CTA)

call-to-action-buttons

 

Landing page yang efektif harus bisa mendorong pengunjung melakukan aksi nyata sesuai arahan. Aksi yang dimaksud bisa berupa belanja, sign up, free trial, berlangganan rss, download, dan mengontak kita. Krista Bunskoek dari Wishpond memberikan 7 formula untuk membuat CTA super efektif, yang saya simpulkan sebagai berikut:

  • Visualizing : CTA sejatinya adalah hal pertama yang dilihat pengunjung saat mereka mengunjungi tautan yang diklik. Semakin jelas tampilan button CTA kita, maka pengunjung akan semakin cepat terfokus padanya dan terarah untuk bertindak. Misalnya dengan menggunakan warna yang kontras, dan design yang unik.
  • Wording : Kita pasti sadar bahwa perilaku pengguna internet cenderung serba cepat. Membaca pun mereka lebih berupa skimming/scanning. Agar pesan CTA langsung bisa menarik dan dicerna pengunjung tanpa terabaikan, kita harus menggunakan kata yang paling sederhana, namun mengena dan bermakna. Gunakan pula kata kerja yang lebih berorientasi aksi, seperti misalnya : Coba sekarang, Bergabung segera.
  • Sizing : Size does matter! Ukuran CTA button yang besar jelas lebih menonjol dan menarik perhatian. Tapi, ukuran yang kebesaran bisa menjadi distraksi, bukannya atraksi. Contoh ukuran ideal dapat kita lihat pada landing page Quicksprout. Kita juga bisa menggunakan patokan dari Paul Olyslager dalam menentukan ukuran CTA button yang terbaik.
Minimalis
  • Locating : Lokasi terbaik adalah yang langsung seketika dipandang mata. Umumnya, orang meletakan CTA button pada right hand side above the fold. Dalam menentukan penempatan CTA button, pertimbangkan juga tampilan mobile-nya. Kita bisa mempelajarinya di sini.
  • Directing : Pengunjung harus diarahkan untuk menemukan CTA. Caranya bisa dengan menggunakan arah mata pada foto orang atau tanda panah.
Directing
  • Seducting : CTA yang bagus tidak serta merta langsung menyeruduk pengunjung untuk “membeli”. Sebagaimana dalam hal percintaan, CTA juga harus bisa melakukan PDKT yang smooth kepada pengunjung. Misalnya dengan menawarkan bonus, free trial, dan lainnya.
  • Testing : A/B test untuk landing page adalah hal yang wajib kita lakukan. Apalagi karena kita perlu membuat banyak versi landing page (custom per campaign/segmentation). Ujian ini dilakukan untuk mengetahui landing page versi mana yang paling efektif mendatangkan konversi tinggi dari pengunjung. Kita juga bisa melakukan A/B tests sederhana sendiri, berdasarkan informasi dari Quicksprout.
A:B Test

5. Kredibel

Testimonial

Karena internet termasuk media yang high risk, maka landing page yang terbukti kredibel sangat efektif meningkatkan konversi. Bangun kredibilitas dan kepercayaan tersebut dengan tampilan yang berkelas, menyematkan testimoni pengguna (seperti yang Sribulancer lakukan pada salah satu halaman landing pagenya di sini), hingga menampilkan trust symbol sederhana yang terbukti bisa menaikan konversi hingga 42%.

 

6. Minimalis

Diclaimer

Landing page dikatakan efektif jika minimalis dalam mengumpulkan data dari pengunjung. Kita semua tahu bahwa internet itu sarangnya bahaya pencurian identitas. Hal tersebut menjadi alarm bagi pengunjung untuk waspada memberikan data banyak-banyak. Pastikan di landing page, kita hanya meminta data penting yang utama saja, misalnya alamat email. Jika perlu, cantumkan disclaimer tentang kepastian bahwa kita tidak akan memberikan data kepada pihak ketiga, kita tidak akan mengakses data pribadi mereka, dan sertakan privacy policy-nya.

 

7. Meyakinkan

Meyakinkan

 

Landing page yang efektif bisa menyediakan informasi yang meyakinkan pengunjung dalam membuat keputusan. Apalagi landing page penjualan. Untuk meyakinkan, kita perlu menjelaskan secara detail dan jelas mengenai apa saja yang didapatkan pengunjung dari harga yang tertera, meletakkan CTA di sampingnya, hingga menggunakan kata-kata urgensi tinggi seperti “limited offer”, “x people viewing this right now”, dan “limited time”.

8. Giving away

Giving away

 

Semua orang suka mendapatkan sesuatu. Itu artinya, baik kita maupun pengunjung, sama-sama suka mendapatkan sesuatu. Landing page yang efektif tahu cara mendapatkan sesuatu dengan memberikan sesuatu. Berikan pengunjung sesuatu yang berharga agar mereka bersedia memberikan apa yang kita harapkan dari mereka. Pemberian dari landing page kita misalnya: free download, free redeem voucher, atau free sticker.

BONUS: Gratitude

Thank you page

 

Landing page yang efektif diakhiri dengan “Thank you page” khusus. Selain menunjukan penghargaan kita, thank you page juga menjadi tempat yang tepat untuk meningkatkan ekspektasi pengunjung. Misalnya dengan bonus offer, suggest related products, guides and information yang helpful, hingga link kita lainnya seperti blog company.

Kesimpulan

Kesimpulan saya kali ini lebih praktis; yuk kita sama-sama belajar membuat landing page yang cocok untuk bisnis. Anda juga bisa menjadikan landing page Sribu dan Sribulancer sebagai contohnya. Lalu Anda bisa mengapilkasikan best practice landing page pada bisnis Anda. Good luck!


Ambargamala

Ambargamala

Pengacak kata-kata.. usia masih muda.... cukup bisa menulis karena terbiasa. Sehari-hari mengisi waktu dengan membaca atau menulis apa saja selama mengandung kata. Orang yang bengong sedikit pasti lapar dan lapar sedikit pasti gampang ngamuk.