• dhani widjaya

    sebetulnya artikel ini untuk para pemilik usaha.. desainer tentunya sudah tau apa yang akan dilakukannya, tapi para pelaku bisnis yang banyak tidak tahu.. sehingga terlihat dalam pemilihan2 brand yang terkadang memaksa. Business people who need to read this.. not designers.. dari awal kuliah sudah terlalu sering membaca hal2 seperti ini..

  • http://kumpas-tuntas.blogspot.com ugie

    thank

  • http://99designs.com/people/mharywa/folio adin

    iya betul. dan saya cukup frustrasi dengan selera para pemilik usaha (terutama pengusaha luar negeri) yang menginginkan logo tidak sesuai prinsip-prinsip dalam artikel ini hehe… sebagai desainer yg truly artist, saya sulit kalau harus mendesain tapi kok gak sesuai selera saya hehe…

  • Vandy7

    Thank’s bgt gan, artikel ini sangat membantu’

  • http://xianworks.com Bung Iwan

    Artikel ini diambil dr NaldzGraphic namun tidak dibaca ulang sehingga terjadi banyak salah ketik. Tapi nggapapa. Bagus!

    • http://www.sribu.com Ryan Gondokusumo

      Terima kasih telah membaca artikel ini @Bung Iwan :)

  • habi

    Ujung-ujungnya selera juga, malahan yg disuka clien kadang ga nyambung dngn apa yg dilakukannya :(

    • http://www.sribu.com Ryan Gondokusumo

      @habi: Setiap klien memiliki behavior yang berbeda, di Sribu kami memiliki 50% klien yang mengerti konsep dan 50% lagi yang lebih mementingkan visual. Klien luar negeri biasanya lebih mengerti konsep.

  • http://ochatheangel.blogspot.com ochatheangel

    Thank’s sangat membantu ni artikel…

    • http://www.sribu.com Ryan Gondokusumo

      Terima kasih telah membaca artikel ini @ochatheangel :)

  • Fikri

    Kebanyakan pelaku usaha bisnis di Indonesia kurang memahami ato bahkan tidak memahami apa yg namanya prinsip desain, bagi mereka yg penting menarik dan sesuai selera itu saja cukup bagi mereka.
    Sebab dari persoalan itu yg akhirnya tips tips diatas kurang banyak membantu dan akhirnya copast ato cari inspirasi lewat browsing cara yg praktis.

    • http://www.sribu.com Ryan Gondokusumo

      @Fikri: Artikel ini kita pakai untuk meng-edukasi klien juga…:)

  • londo

    idem buat dhani wijaya…designer cuma mengikuti apa maunya client..

    • ricomakahanap

      @ londo iya, bener bgt bro. tp kita jg hrs punya ide2 kreatif spy bs men-surprise client. disitulah dituntut keahlian dan kreatifitas seorang desainer 😀

  • AGUS setiawan

    tips nya bagus… dtunggu tips selanjutnya

  • dicky

    terima kasih bang tipsnya

    • http://www.sribu.com/ Ryan Gondokusumo

      @disqus_uSva1Shw2k:disqus: Sama-sama Dicky :), jangan lupa baca blog kita yang lain juga di http://www.blog.sribu.com.

  • Rimie

    beberapa tips di atas sudah saya praktekkan. tapi yang sering bikin ragu adalah, banyak desainer mengajukan desain logo dengan sentuhan gradasi. padahal kalo dijadikan monokrom atau BW jadi aneh. nah, sebenernya lebih bagus mana nih bang? terimakasih atas sarannya.

    • http://www.sribu.com/ Ryan Gondokusumo

      @disqus_n6Fgf6beye:disqus: Ini tergantung kembali dari brief klien. Namun secara pribadi, tanpa sentuhan gradasi lebih dapat di-implementasikan, misalnya minimalis logo desain, yang biasanya hanya menggunakan 1-2 warna saja.

  • ebuh

    tipsnya bagus om (y).. no 7 begihhgihiiiologo .. itu maksudnya apa om ?

  • agus nugroho

    Artikel yang sangat membantu sekali bagi saya yang berkali kali tidak lulus verivikasi logo hehe