Pekan lalu kita sudah sudah mempelajari pentingnya SEO  sebagai bagian dari strategi internet marketing. SEO membukakan jalan yang optimal agar website dan web pages kita visible (bahkan menonjol) dalam search engine results.

SEO sebagai salah satu elemen kunci internet marketing juga tak akan sempurna jika belum “ditemani” oleh Social Media Marketing (SMM). Sebagaimana saya janjikan pada postingan Belajar Internet dari 0, kali ini kita akan memahami posisi vital dan embel-embel SMM tersebut. Sehubungan dengan SEO, SMM juga pastinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media SEO. Keduanya memiliki hubungan yang saling mengisi dan menyempurnakan.

 

Let’s prepare to starts lesson #2

 

I. THE BIG PICTURE

Apa sih SMM itu?

Untuk memahami SMM, kita harus paham dulu apa itu social media. Kita menggunakannya (social media) setiap hari (bahkan hampir sepanjang waktu), tetapi tak sedikit dari kita yang akan gelagapan ketika diminta untuk menjelaskan apa itu social media.

Secara sederhana, kita bisa memahami social media sebagai sarana/tempat orang menjalin hubungan sosial (berinteraksi) dalam jaringan internet/online. Interaksi sosial ini berlangsung sebagaimana di dunia nyata. Misalnya berdiskusi, berkomentar, dan membina hubungan. Perbedaan signifikan (antara interaksi sosial nyata dengan online) terletak pada wilayahnya, dimana interaksi social media ini terjadi di dalam jagat online/digital.

Kita harus mendekati masyarakat digital secara sukarela, akrab, cepat, dan hemat melalui social media. Caranya adalah melalui sebuah rangkaian strategi mempromosikan aneka konten bisnis berbasis social media. Strategi tersebut berusaha menampilkan aneka konten dengan varian cara serta channel networking agar masyarakat yang tersebar di social media bisa mengetahui, menyukai dan mengandalkannya. Hal inilah yang dimaksud dengan Social Media Marketing.

 

Mengapa SMM penting dalam bisnis online?

Data-data bukti  statistik vitalnya posisi social media saat ini
Data-data bukti statistik vitalnya posisi social media saat ini (Sumber: Moz.com)

 

Infografik di atas memberikan gambaran bagaimana ramainya social media saat ini. Bagaimana media tersebut saat ini menjadi “dunia ke 2” untuk manusia. Menakjubkan melihat angka tersebut bukan? Apalagi pada pernyataan “Jika Facebook adalah negara, maka ia lah negara terbesar ke 3 di dunia”.

Dengan jumlah pengguna aktif social media yang terus meningkat setiap tahunnya, kita dapat melihat bahwa basis aktivitas masyarakat saat ini dominan di dalam jaringan. Di sanalah masyarakat sekarang menghabiskan waktunya.

Hal tersebut menjadi alarm bagi pegiat bisnis untuk melebarkan sayap merangkul lini online apabila ingin tetap bertahan dalam persaingan, bahkan menang. Di sanalah kita harus mulai “berjualan”. Jika kita tidak melakukannya, maka pesaing kita yang akan melakukannya dan akhirnya “menggilas kita”.

Dalam dunia online, customer experience menjadi hal yang sangat penting untuk kita cermati. Masyarakat saat ini menjadikan social media sebagai wadah “memenuhi hasrat”, terutama dalam hal kebutuhan hidup. Untuk bisa berhasil, kita harus bisa menciptakan customer experience yang berkesan dimana brand berujung menjadi bagian dari hidup users. Apalagi interaksi melalui social media ini bersifat lebih cepat dan mudah.

Users akan menggunakan akun social media-nya untuk berbagi. Mereka menemukan brand kita, menyukainya (liked), lalu membagikannya (share) kepada lingkup pertemanan mereka, lalu berujung pada loyalitas mengasosiasikan brand kita sebagai “solution” terhadap “problem dan needs” mereka. Hal seperti ini tentu merupakan langkah marketing brand yang terbaik dan luar biasa cantik kan?

 

Tujuan SMM

Oke lah SMM itu penting. Lalu, apa sih tujuan SMM dalam bisnis? Setidaknya inilah yang hendak dicapai dalam penerapan SMM bagi bisnis:

  • meningkatkan awareness. Membuat users mengetahui keberadaan brand kita lalu mengasosiasikan brand dengan masalah yang mereka hadapi dalam hidup.
  • mendorong traffic. Dari konten yang di-publish dalam berbagai channel social media, kita mempersuasi users untuk mengunjungi web pages kita. Hal tersebut jelas mendorong traffic lebih tinggi lagi.
  • product using. Tujuan berikutnya tentu membujuk awareness tersebut menjadi aktivitas “menggunakan” produk yang brand kita tawarkan.
  • membina relationship. Keberadaan SMM untuk bisnis juga termasuk bertujuan membina hubungan baik antara produsen dengan konsumennya. Melalui konten, kita berkomunikasi dengan users lalu mengarahkan mereka agar “dekat” dengan brand kita, bahkan ujungnya membantu “share” konten (sebuah word of mouth yang baru dan lebih powerfull).
  • grabbing feedback. Di social media, kita berinteraksi selayaknya di dunia nyata untuk merangkul users. Penerapan SMM bertujuan menjangkau “suara konsumen”. Apa yang mereka pikirkan, tanyakan, dan harapkan dari bisnis kita. Kita bisa mengetahui sejauh mana “positioning” kita di benak users. Misalnya dengan melihat jumlah “likes”, “shared”, “RT”, dan “regram”. Inilah cara riset konsumen yang lebih efektif dan efisien pada era digital.
  • Loyalty and engagement. Semua tujuan tersebut akhirnya bermuara pada membangun “loyalitas dan hubungan akrab” dengan users yang ada.

 

II. WHAT DO WE NEED TO DO ON SMM?

Setelah kita paham konsep dan vitalnya SMM dalam bisnis, lantas apa yang harus kita rencanakan?

Sebelum masuk ke rincian taktik, terlebih dulu kita harus mengetahui apa saja elemen penting dalam SMM itu sendiri. Penjelasan berikut akan memberikan jawaban lugas untuk kita semua.

 

  1. Content Creation

Konten adalah amunisi utama SMM. Kontenlah yang menentukan respon users. Konten yang bagus sekurang-kurangnya harus bisa memberikan value kepada users, memberikan solusi atas kebutuhan users, dan menjawab masalah users. Bagaimana membuat konten yang sempurna untuk social media akan saya bahas pada bagian berikutnya.

 

  1. Customer Service

Social media bisa menjadi media pelayanan konsumen yang sempurna. Dewasa ini users lebih merasa nyaman dan leluasa jika menyampaikan kritik dan saran melalui media maya. Di social media mereka merasa lebih bebas untuk menyampaikan pemikiran mereka terkait brand yang digunakan. Apalagi sifat social media selalu real time dan super cepat, dimana users bisa mendapatkan respon dari kita secara lebih update. Kegiatan customer service tak hanya penting untuk menjawab suara konsumen, tetapi juga bisa menjadi media pencitraan yang baik (memberi gambaran kepada users lainnya perihal bagaimana responsif dan ramahnya kita menanggapi suara konsumen tersebut)

 

  1. Product Development

Pengembangan produk juga bisa kita lakukan melalui SMM. Melalui social media kita bisa melakukan “uji coba” pasar, bersaing dengan para kompetitor yang ada (termasuk mengetahui performa mereka dari komunitas users), melakukan riset untuk menjangkau data pasar secara lebih real time, hingga melakukan evaluasi performa brand kita di kalangan users.

 

  1. Human Resource

Social media memang saat ini dipakai oleh hampir semua orang di dunia. Namun, bukan berarti SMM bisa dilakukan oleh semua orang. Kita tetap harus memiliki expertise yang fokus pada penerapannya. Kita harus membangun tim khusus yang ahli dan berdedikasi di bidangnya untuk bisa menggarap strategi SMM yang sempurna. Expertise tersebut bisa berasal dari kalangan inhouse perusahaan, ataupun memberdayakan para freelancer yang saat ini sudah semakin banyak jumlahnya. Menariknya, kita pun bisa merekrut users yang sudah terbukti loyalis untuk menggarap SMM yang lebih tepat sasaran lagi.

 

Nah, bertolak dari 4 elemen penting di atas, kita akan mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan strategi SMM kita. Sebagaimana saya jelaskan dalam poin-poin sakti di bawah ini.

1. Menentukan konten

Dalam menentukan konten, setidaknya pertimbangkan hal vital berikut:

  • Profile

Profile pages Facebook Sribulancer
Profile pages Facebook Sribu

 

Profile adalah konten yang paling fixed dan selalu tampil di laman social media kita. Hal ini mengartikan bahwa sebanyak apapun postingan yang kita published, profile menjadi hal pertama dan terus ada untuk dilihat users. Profile yang profesional dan menarik perhatian adalah kuncian pertama “merayu” users.

Dalam sebuah profile, kita harus menautkan URL (link building) web pages kita. Lalu, buatlah landing page khusus sesuai channel yang digunakan. Jangan lupa mengisi semua field dengan informasi yang baik, benar, dan menarik. Pastikan gambar, format, serta “suara” kita konsisten di seluruh channel social media yang kita gunakan.

  • Headline

Contoh headline postingan blog Sribu
Contoh headline postingan blog Sribu

 

Headline merujuk pada judul konten serta baris pembuka postingan kita (kecuali dalam Twitter, headline termasuk 140 karakter tweet yang di-publish). Buatlah headline yang berkesan, menarik perhatian. Headline yang efektif sekurangnya menampilkan angka/nomor, benefit yang jelas, serta kata powerfull dengan rentang waktu spesifik yang ekslusif. Seperti contohnya headline pada postingan ini.

  • Images

Penggunaan gambar dalam konten
Penggunaan gambar dalam konten

 

Sebuah riset dari Adobe dan Software Advice menggambarkan bagaimana gambar sangat penting dalam social media marketing. Gambar memudahkan orang untuk memahami maksud postingan, termasuk memberi “tempat relaksasi” sejenak di tengah tulisan yang panjang dan berat. Sisipkan gambar menarik dalam postingan di social media kita. Gambar yang cantik dan lucu berpengaruh sangat signifikan dalam membuat users tergoda menyimak konten kita.

  • Hashtags

Hashtags Twitter

 

Hashtags yang tepat dan menarik akan membuat konten kita lebih mudah ditemukan users, utamanya users baru. Apalagi jika sampai berhasil menjadi trending topic. Tengoklah hastags yang dulu hanya terkenal di Twitter, sekarang mulai diaplikasikan social media lain sekelas Facebook dan Instagram (dan sangat disukai users).

  • call to action

Call to action

 

Call to action menjadi petunjuk akan apa yang harus dilakukan users terhadap konten yang kita sebarkan. Postingan yang berisi call to action umumnya lebih disukai dan lebih efektif mengarahkan tindakan users-nya. Gunakan semisal “please like”, “please comment”, “RT if you like”, dan lain-lain.

Jika sudah menyiapkan hal tersebut, lalu mulailah membuat konten yang menarik. Konten bisa berupa jokes, tips and tricks, facts/trivia, “reshare” tulisan users, dan non-promotional company information.

 

2. Menentukan cara sharing dan publish yang powerfull

Konten sudah siap. Kini saatnya kita menentukan cara sharing dan publish yang sesuai untuk konten tersebut. Dalam titik ini, kita harus membekali diri dengan info karakter masing-masing social media channel. Terdapat 5 pemain besar social media yang bisa kita pilih, yaitu Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan Youtube. Pelajari masing-masing channel yang ada lalu pilih yang relevan dengan image brand, jenis postingan, target market, serta tujuan yang kita rencanakan. Oh ya, jangan lupakan blog juga adalah social media.

Untuk karakter masing-masing channel bisa kita pahami dari sini. Lalu, jangan lupa tentukan frekuensi postingan tersebut.

3. Develop brand guide

Brand guides

 

Jangan remehkan brand guide. Agar nampak matang, profesional, dan kredibel, kita harus membuat brand guide sendiri untuk konten social media. Hal ini juga penting untuk memperjelas image, ciri khas, dan positioning brand. Brand guide ini setidaknya memuat cara peletakan logo, bentuk logo, pemilihan warna dan ukuran (logo, fonts, caption, copyright, dan lainnya), brand description, hingga do and dont’s dalam pengaplikasiannya.

4. Merangkul users

Beberapa cara merangkul users yang bisa dilakukan oleh pemula sekalipun, antara lain:

  • show up
  • be human. Jadilah ramah, lucu, terbuka, dan hangat seperti saat kita menyambut konsumen di dunia nyata.
  • don’t be exclusive. Pastikan semua kalangan users bisa memahami dan menikmati konten kita.
  • be off topic. Jangan hanya jualan, tapi berinteraksilah dengan users melalui jokes, postingan inspirasional, dan rayakan momen penting bersama users (misalnya membuat program menarik saat hari raya, memberi ucapan selamat).
  • add value. Berikan tips dan tricks yang memudahkan masalah hidup users. Tawarkan bantuan dan jawab pertanyaan users.
  • practice etiquette. Jauhkan kebiasaan memaksa atau menekan users. Jangan bombardir mereka dengan spam.
  • be aware of current events. Hal ini penting untuk memberikan kesan “care” dan “up to date” di mata users.

5. Optimasi dengan tools

Saat ini telah banyak tools dihadirkan untuk mengoptimasi performa social media kita. Gunakan dengan bijak dan seoptimal mungkin, baik tools gratisan maupun berbayar. Tools ini memberikan kemudahan lebih bagi kita menerapkan SMM tersebut.

 

KESIMPULAN

Akhirnya, sampailah kita di akhir bagian 2 sesi belajar internet marketing.  Di sini kita belajar memahami konsep social media sebagai salah satu strategi marketing yang powerfull. Kita juga mendapatkan informasi penting perihal apa yang perlu dilakukan untuk membuat strategi SMM yang efektif guna  meningkatkan bisnis. Tapi ingat, pembelajaran kita tidak berhenti sampai di sini. Masih ada 2 elemen penting yang harus kita pahami untuk bisa mengembangkan bisnis dengan lebih mantap lagi di era digital yang serba cepat ini.


Ambargamala

Ambargamala

Pengacak kata-kata.. usia masih muda.... cukup bisa menulis karena terbiasa. Sehari-hari mengisi waktu dengan membaca atau menulis apa saja selama mengandung kata. Orang yang bengong sedikit pasti lapar dan lapar sedikit pasti gampang ngamuk.