Seberapa Besar Peluang Bisnis Online?

Sekarang ini sedang terjadi PERUBAHAN besar dari era industri menjadi era informasi yang dinamakan dengan Revolusi Digital.

Apakah anda sadar perubahan CEPAT sedang terjadi?

Hal ini menyebabkan terjadinya revolusi digital di berbagai belahan dunia.

Yang lebih menarik, revolusi digital ini sudah SIAP MELESAT karena sudah matang & baru saja memasuki ke GELOMBANG KETIGA.

“Tapi gelombang satu & duanya kapan terjadinya?

Saya flash back sedikit…

Gelombang Pertama (1985 – 1999) – Zero to One.

Saat itu tercipta produk-produk perangkat lunak dasar, modem, mikroprosesor, perangkat keras & network yang menghubungkan semua itu.

Gelombang Kedua (2000 – 2015 ) – Aplikasi & Komersialisasi

Saat itu lahir mesin pencari Google, smartphone Apple, aplikasi smartphone Android & Appstore serta media sosial.

Gelombang Ketiga (2016) – Internet of Things

Era ini ditandai dengan intensnya perdagangan melalui dunia maya & pendatang baru menantang korporasi-korporasi besar.

Sumber : Buku Disruption oleh Rhenald Khasali

Apa yang terjadi dalam 3 gelombang revolusi digital?

Ini yang terjadi …

Cara Bisnis Online: Revolusi Digital

… perubahan perangkat, aplikasi & peningkatan  kecepatan mikroprosesor yang bertambah 2x lipat setiap 24 bulan.

 

Konsekuensi perubahan ini – kecepatan internet meningkat secara EKSPONENSIAL.

“Apaan tuh eksponensial … ?” Nih, saya jelaskan

Jadi kalau tahun ke-1 kecepatannya 10,

tahun ke-3 jadi 20,

tahun ke-5 jadi 40,

tahun ke-8 jadi 80,

tahun ke-10 jadi 160,

tahun ke-12 jadi 320,

tahun ke-14 jadi 640, dst.

Ini efek seperti BOLA SALJU.

 

Berapa potensi peluang bisnis online di Indonesia?

APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pada November 2016 melakukan survei.

Dari hasil survei, saya temukan 4 data yang membuat saya YAKIN bahwa bisnis masa depan adalah bisnis online dan peluang bisnis online sangatlah besar.

Data ke-1 & Data ke-2

Penetrasi pengguna internet Indonesia sudah mencapai 132,7 juta penduduk – 50.8% dari total 261.1 juta penduduk.

Ini berarti, 132.7 juta penduduk sudah menggunakan internet.

Cara Bisnis Online: Penetrasi Internet Indonesia

Data ke-2

94.8 juta penduduk atau 71% komposisi pengguna internet Indonesia dari angkatan kerja berusia produktif & konsumtif.

Ini berarti, 94.8 juta penduduk yang masuk ke internet adalah golongan umur yang memiliki kendali uang untuk berkonsumsi.

Cara Bisnis Online: Komposisi Pengguna Internet

Data ke-3 & Data ke-4

 123.5 juta atau 93.1% penduduk masuk ke internet untuk mengakses konten komersial.

Ini berarti, 123,5 juta penduduk masuk internet dengan niat untuk membeli sesuatu.

Cara Bisnis Online: Perilaku Pengguna Internet

 

10.4 juta atau 8.4% penduduk akses ke internet untuk bisnis, berdagang & cari barang.

Ini berarti, 10.4 juta orang masuk ke internet untuk melakukan transaksi.

Cara Bisnis Online: Perilaku Pengguna Internet 2

Bila dirangkum:

  1. 7 juta penduduk sudah menggunakan internet.
  2. 8 juta penduduk yang masuk ke internet adalah golongan umur yang memiliki kendali uang untuk berkonsumsi.
  3. 123,5 juta penduduk masuk internet dengan niat untuk membeli sesuatu.
  4. 4 juta orang masuk ke internet untuk melakukan transaksi.

Intisarinya :

Potensi bisnis online di Indonesia sangat besar karena mulai banyak penduduknya memiliki akses internet bebas serta niat untuk bisnis & berbelanja yang tinggi saat mengakses internet.

Semua data inilah (menurut perkiraan saya) membuat …

  • Raksasa ritel online Alibaba Group dari Cina masuk ke Indonesia.
  • Lippo Group masuk ke bisnis online melalui mataharimall.com.
  • blibli.com dimiliki Djarum Group dan didirikan sejak 2011.
  • Tokopedia.com & Bukalapak.com dimodali besar-besaran oleh Venture Capital asing.
  • Elevenia.com ternyata 50% sahamnya kepunyaan PT. XL

 

Download Survei APJII – Klik Disini !

 

Pemberitaan 5 Media Online Ternama Tentang Potensi Bisnis Online di Indonesia

Cara Bisnis Online: Ecommerce Booming

E-Commerce Sedang Booming di Indonesia, Temuan Survei

Hingga 76% pengguna internet di Indonesia berbelanja online di tahun sebelumnya & mengeluarkan Rp 5.5 Juta rata-rata pertahun, sebuah hasil survey mengungkapkan.

Survei yang dilakukan oleh Greenberg Brand Strategy untuk perusahaan kartu kredit Visa menunjukkan bahwa online shopper adalah kalangan muda & menghabiskan lebih banyak uang berbelanja di website.

Hampir setengahnya atau 48% dari online shopper berada di kalangan usia 18 – 30 tahun & menghasilkan pendapatan lebih besar.

“E-commerce di Indonesia berkembang cepat dikarenakan jumlah masyarakat Indonesia yang tersambung dengan internet, terutama dengan smartphone, bertumbuh,” ujar Ellyana Fuad, Presiden Direktur Visa Indonesia …

Cara Bisnis Online: Indonesia Next Ecommerce

Sumber : Jakartaglobe.id

Indonesia Akan Menjadi Pasar E-Commerce Terbesar Berikutnya

Indonesia menunjukkan banyak peluang bisnis online untuk e-commerce di antara negara berkembang Asia lainnya, dengan proyeksi saat ini menempatkan e-market negara kepulauan ini di US$ 130 Miliar di tahun 2020 (di nomor 3 di belakang Cina & India).

Dengan estimasi pertumbuhan tahunan di angka 50% & kuatnya inisiatif di ponsel, para retailer memiliki peluang unik di Indonesia untuk fokus mengembangkan mobile platform untuk memfasilitasi pertumbuhan e-market

Cara Bisnis Online: Opportunity in Indonesia

Sumber : techcrunch.com

Peluang Bisnis Online di Indonesia : Online Shopping Meraih Popularitas

Industri e-commerce Indonesia (online shopping) diperkirakan akan berlanjut berkembang pesat di tahun mendatang karena semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses internet di tengah-tengah naiknya pendapatan per kapita GDP (menyebabkan tumbuh pesatnya golongan kelas menengah).

Daya beli masyarakat Indonesia telah berkembang pesat & disertai dengan semakin populernya smartphone, masyarakat yang membeli barang konsumsi lewat online kian meningkat

Cara Bisnis Online: Explosive Online Sales Growth

Sumber : Indonesia-Investment

 

Jack Ma di Indonesia Menunjukkan ‘Ledakan’ Pertumbuhan Penjualan Online

Indonesia memiliki pasar e-commerce yang dikatakan McKinsey & Co. bisa menjadi salah satu yang bertumbuh paling cepat di dunia, bagian dari ekonomi digital yang menambah Produk Domestik Bruto US$150 Milyar per tahun di 2025.

Ini adalah adalah alasan bagi (Presiden) Jokowi untuk berpaling ke (Jack) Ma, pendiri Alibaba Group Holding Ltd. untuk memberi masukan kepada administrasinya cara untuk melesatkan retail online di dalam negeri.

“Ini memiliki potensi & saya pikir sebagian bersumber dari Indonesia, yang secara kultur, luarbiasa konsumtif,” ujar Adrian Li, managing partner dari Convergence Ventures, …

… Kelas konsumen masyarakat perkotan Indonesia – individu dengan kemampuan konsumsi  $10 per hari – sedang bertumbuh 5 Juta per tahun & akan mencapai 86 Juta pada 2020 di tengah berkembang pesatnya akses Internet, menurut McKinsey.

Penjualan online akan mencapai estimasi 7-8% dari total retail market pada 2020 dari sekarang 1% …

Cara Bisnis Online: Digital Boom Cara Bisnis Online: Revolusi Digital: Bukti Indonesia dominasi market SEA

Sumber : Bloomberg.com

 

Google : Indonesia akan mendominasi e-commerce Asia Tenggara

E-commerce sejauh ini peluang bisnis online terbesar dengan angka antisipasi pertumbuhan : 39% per tahun

Terlebih lagi, Google menyatakan pada 2025, Indonesia akan mendominasi 52% seluruh aktifitas e-commerce di Asia Tenggara. Faktor utama hal ini, tentunya, karena populasi besar Indonesia, yang mencapai hampir setengah dari Asia Tenggara. Namun faktor lainya adalah geografis kepulauan. Hal ini menjadikan e-commerce faktor yang tidak dapat dihindari di masa depan untuk distribusi barang …

Sumber : Techinasia.com

Dari semua data ini, saya yakin kita semua percaya bahwa bisnis online di Indonesia potensinya sangat BESAR, dan ini saatnya kita mulai masuk ke bisnis online.

 

Bagian ke-2 dari content Cara Bisnis Online: Bagaimana memulai bisnis online sedang kami buat saat ini. Stay tuned!


Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G