Pada artikel sebelumnya, kita telah mengetahui berbagai manfaat dan pentingnya peranan blog dalam pemasaran produk.

Kini saatnya kita mempelajari lebih lanjut bagaimana cara membuat blog Anda menggunakan WordPress.

Bagi pebisnis atau blogger pemula, artikel ini sangat bermanfaat untuk Anda jadikan sebagai panduan yang tepat.

 

Cara Membuat Blog

Seluruh poin yang akan diuraikan di sini sangat penting untuk Anda perhatikan, karena kami akan memberikan cara membuat blog bisnis yang bisa Anda jadikan sebagai salah satu strategi pemasaran produk.

Namun sebelum itu, ada satu hal yang harus Anda tentukan dari awal…

…semua blogger expert di dunia pasti setuju dengan poin utama ini: Tentukan tujuan blog Anda.

Apakah blog bisnis Anda akan menjadi tempat untuk berbagi kisah-kisah entrepreneurship, menjual produk/jasa, berbagi tips, tempat berpromosi atau gabungan dari semuanya?

Dengan memberikan judul yang jelas, pembaca akan mengerti apa yang bisa mereka dapat dari blog Anda.

sribucorner title

 

Semua orang menyukai kejelasan, konsistensi, dan tujuan yang telah dipersiapkan secara matang.

Blog Anda harus dapat memberikan nilai-nilai tersebut.

Setelah menentukan tujuan blog dengan jelas, terutama pada jenis konten yang akan diisi dalam blog Anda, sekarang Anda bisa lanjut ke langkah-langkah praktis membuat blog.

 

1. Tentukan Platform Blog

Di mana Anda akan membuat blog? Faktanya sekitar 70 juta orang memilih WordPress sebagai platform blogging yang paling populer digunakan.

wordpress infographic
via LionLeaf

 

Angka tersebut merupakan statistik yang cukup signifikan dibandingkan platform blogging lainnya seperti Blogger atau Tumblr.

Dan pasti ada alasan di balik fakta tersebut.

Beberapa alasan yang langsung bisa kita dapatkan manfaatnya saat menggunakan WordPress adalah:

  • Set-up WordPress yang relatif mudah
  • Memiliki themes/layout yang banyak dan bervariasi
  • Loading lebih cepat dibanding platform lain

Untuk melihat fungsi dan keahlian WordPress dalam membangun sebuah website, Anda bisa melihat jenis-jenis website yang bisa Anda buat di WordPress.

 

2. Pilih Self-Hosted atau Free WordPress host and domain

Semua platform blog menyediakan tempat untuk membuat blog secara gratis.

Dan memang sudah tidak bisa dihindari lagi, semua orang pasti menyukai semua hal yang gratis. Namun meskipun begitu, kita juga juga harus menyadari satu hal:

“NOTHING GOOD COMES FOR FREE”

Jika Anda memilih menggunakan free WordPress host, URL website atau blog Anda akan terlihat seperti ini:

namawebsiteanda.WordPress.com

Jujur saja, URL yang tersebut terlalu panjang, tidak simpel seperti namawebsiteanda.com dan tidak bagus untuk dilihat.

Tapi jangan khawatir, Anda diberikan pilihan untuk menggunakan WordPress CMS di jasa self-hosted seperti:

 

Sebagai informasi, web hosting adalah tempat di mana Anda menampung data website beserta isinya agar dapat diakses secara online.

Sedangkan domain adalah alamat website resmi Anda, contoh Sribu, Sribulancer, dll.

Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan menggunakan jasa self-hosted sebagai berikut:

  • Kepemilikan website 100%
  • Dapat mengubah tampilan website tanpa batas
  • Dapat menambahkan fitur tanpa batas
  • Meningkatkan kredibilitas website/blog Anda

 

Sebaliknya, free host menawarkan semua hal semua yang bertentangan dengan keuntungan menggunakan self-hosted:

  • Kepemilikan website terbatas
  • Dibatasi dalam mengubah tampilan website
  • Dibatasi dalam menambah fitur

Namun, keputusan tetap ada di tangan Anda untuk memilih domain dan hosting seperti apa yang cocok untuk jenis bisnis milik Anda.

 

Tips tambahan: 

Pilih saja paket shared hosting yang harganya sesuai dengan budget Anda, minimal space/kapasitas 500MB dan dilengkapi cPanel (Anda bisa kontak support dari masing-masing jasa hosting tersebut untuk menanyakan fitur tersebut).

 

3. Pilih Theme WordPress

Theme WordPress merupakan elemen yang penting dalam menentukan seberapa kuat identitas dari blog atau website bisnis yang Anda miliki.

Ada dua pilihan untuk theme WordPress ini:

  • Free/gratis
  • Premium/berbayar

Infografis berikut menjelaskan perbedaan di antara keduanya:

infographic theme wordpress
Via Wpblogging360

 

Secara pribadi, saya tidak anti terhadap “free” themes karena saya juga memulai blog pribadi dengan menggunakan free themes.

Hanya saja, free themes ini memiliki banyak keterbatasan. Sementara itu untuk bisnis, Anda memerlukan fitur yang akomodatif, terutama bagi konsumen.

Contohnya, menambahkan fitur untuk membagikan konten kita ke seluruh social media channel dengan menggunakan premium themes.

premium themes
Via ElegantThemes

 

Fitur sharing di atas hanya bisa didapatkan dengan menggunakan paid themes.

Dengan tampilan button social media yang praktis dan mudah terlihat, pembaca Anda dapat dengan mudah membagikan konten yang Anda buat (dan ini penting sekali untuk hasil SEO dan popularitas blog Anda)

Jumlah share sebuah artikel berperan besar dalam menentukan kualitas SEO.

Oleh karena itu, fitur sharing sangat berpengaruh besar terhadap konten Anda di mata peringkat SEO Google dan di dunia digital marketing.

Bagaimana kalau menggunakan free themes? Saya tahu betul kalau itu akan sangat sulit dan memakan banyak waktu dan usaha.

free wordpress example
Via WordPress

 

Contoh di atas menampilkan bagian akhir dari sebuah artikel yang dibuat di WordPress yang menggunakan free themes.

Perhatikan betapa polos tampilannya.

Semenarik apapun konten yang Anda punya, pembaca akan kebingungan mencari cara untuk membagikan artikel tersebut.

Anda tidak ingin menyusahkan pembaca blog Anda, bukan?

 

4. Pilih Plugin WordPress yang Penting

Plugin WordPress adalah fitur tambahan yang dapat digabungkan ke sistem WordPress untuk menambah kinerja WordPress Anda.

Biasanya, plugin WordPress digunakan untuk mengoptimalisasi SEO website atau blog Anda.

Jika Anda ingin memahami SEO lebih dalam, silahkan pelajari manfaat SEO dan tools plugin SEO terbaik untuk website atau blog Anda.

Dalam dunia bisnis, umumnya plugin digunakan untuk kepentingan SEO.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan peringkat sebuah website atau blog di search engine seperti Google.

Selain itu, tujuan umum sebuah plugin adalah untuk mempermudah pemilik dalam mengelola dan memantau performa blog atau website.

Contohnya adalah Pingdom yang digunakan untuk mengetahui performa blog Anda, behavior pembaca, dan mengapa blog/website Anda memiliki loading time yang lama

pingdom
Via WordPress

 

Selain itu, ada juga plugin yang ditujukan untuk mempermudah pembaca untuk memberikan komentar di blog, contohnya adalah Disqus.

disqus
Via wpapi

 

5. Pilih Warna dengan Cermat

Jangan pernah menganggap remeh pemilihan warna untuk blog atau website Anda.

Jika Anda kebingungan dalam memilih warna yang tepat, Anda bisa lihat contoh desain blog/website dengan skema warna yang inspiratif

Jangan pernah berpikir demikian:

“Ah, warna itu hal yang biasa dan tidak berarti apa-apa, kan?”

Warna sangat penting dalam mempengaruhi pikiran atau psikologi pembaca. Perhatikan gambar berikut:

color wheel
Via GraphicSprings

 

Di dunia desain, terdapat istilah “Teori Warna”.

Melalui teori warna, kita dapat memahami penggunaan dari setiap warna dan mengetahui seberapa penting dan relevan satu jenis warna dalam desain dan marketing.

Nah, apakah Anda telah menemukan warna yang paling cocok untuk mendeskripsikan identitas bisnis Anda?

Jika sudah, mulailah mendesain website Anda.

Jika belum, Sribu siap membantu Anda.

 

 

Cara Install WordPress

Ada dua cara untuk menginstal WordPress, yaitu dengan bantuan tool dan secara manual.

Cara yang menggunakan tool seperti Softaculous yang ada di cPanel misalnya, sangat mempermudah pemasangan WordPress.

Berikut adalah beberapa langkah praktis menginstall WordPress menggunakan Softaculous:

 

1. Masuk ke cPanel

Ketik username dan password yang diberikan ketika Anda membeli hosting dan domain. Cari dan klik icon di bawah ini:

cPanel

 

2. Klik Install pada icon WordPress

install wordpress

 

3. Isi informasi yang diminta oleh Softaculous

Perhatikan dengan seksama gambar berikut:

softaculous information

 

Setelah Anda mengisi semua informasi yang diminta, Anda bisa langsung mengklik  tombol Install.

Voila! Semua proses selesai sudah.

Jika cPanel Anda tidak memiliki tool seperti Softaculous, maka Anda harus melakukan instalasi secara manual.

 

Berikut adalah langkah-langkahnya:

 

1. Download WordPress

Masuk dan dapatkan versi terbaru dari WordPress di sini berupa .zip

 

2. Upload dan extract .zip

Masuklah ke cPanel Anda dengan memasukkan Username dan Password yang diberikan ketika membeli domain dan hosting.

Kemudian, buka icon File Manager seperti di bawah ini:

file manager

 

Masuk ke folder public_html:

5

 

Upload file .zip yang telah diunduh, kemudian klik Extract File(s):

extract files

 

Kemudian klik Reload, dan akan muncul folder WordPress:

folder wordpress

 

Klik folder WordPress, kemudian centang Select All:

select all

 

Selanjutnya, pilih Move atau Move file, kemudian hapus tulisan WordPress:

hapus wordpress

 

3.Buat User dan Database

Untuk mempermudah kinerja WordPress, sebuah Database harus dibuat.

Caranya adalah dengan kembali ke cPanel, kemudian buka aplikasi bernama MySQL Databases:

create database

 

Buat database dan username baru seperti contoh di bawah:

create username

 

Selanjutnya, di bagian Add User to Database, klik Add untuk menghubungkan keduanya:

add user to database

 

Kemudian, centang kotak All Privileges:

click all privileges

 

4. Finalisasi

Buka alamat website Anda. Selanjutnya, Anda akan diarahkan pada langkah terakhir untuk menyelesaikan instalasi

Pertama, Anda akan diminta untuk memilih bahasa:

pilih bahasa wordpress

 

 

 

Lalu klik “Let’s Go” di halaman selanjutnya

Setelah itu, isi informasi database, username, password, dan host yang telah Anda buat sebelumnya:

before install wordpress

 

Klik submit. Jika masih ada informasi yang salah dalam database, username atau password, maka WordPress akan menunjukkan tulisan “Error establishing a database connection”.

Jika sukses, Anda tinggal melengkapi beberapa informasi seperti di bawah ini:

install wordpress

 

Setelah mengklik Install WordPress, kini Anda dapat mengakses wp-admin Anda dengan menggunakan URL http://namadomain.com/wp-admin/.

 

And you’re all set!

 

Sebagai kesimpulan cara membuat blog di WordPress, ada baiknya kita meninjau ulang intisari dari panduan ini:

  • Tentukan tujuan blog Anda (konten seperti apa yang akan Anda buat?):
  • Tentukan platform blog.
    • Kami menyarankan untuk menggunakan WordPress.
  • Pilih Self-Hosted atau Free WordPress host dan domain.
    • Kami menyarankan menggunakan self-hosted dan domain.
  • Pilih Theme WordPress.
    • Kami menyarankan untuk memilih theme yang premium/berbayar.
  • Pilih Plugin WordPress yang Penting.
    • Kami sarankan Anda untuk memilih Plugin untuk meningkatkan kualitas SEO, memonitor performa blog dan mengakomodasi kebutuhan pembaca terhadap konten Anda.
  • Pilih Warna dengan Cermat.
    • Pahamilah beberapa istilah desain, kemudian pikirkan secara matang mengenai warna yang dapat mewakili identitas website/blog/produk Anda.
  • Install WordPress.
    • Gunakan tool seperti Softaculous untuk menghemat waktu dan tenaga, dan perhatikan setiap detail yang diisi/diminta jika instalasi dilakukan secara manual.

 

Setelah ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai kemampuan blog dalam menunjang kesuksesan berbisnis. Tunggu terus post dari kami ya!

 


Meizar Assiry

Meizar Assiry

Twit as @ijey and Co-Founder of @jongpwk. A Music Machine at @KaneronPictures.