Untuk sebuah start-up yang baru saja memulai perjalanannya, publisitas adalah salah satu hal yang terpenting. Selain sebagai media promosi, publisitas juga mampu memberikan informasi kepada audience mengenai produk Anda. Apabila 1 media menerbitkan 150.000 eksemplar maka, kemungkinan akan ada 150.000 orang baru yang akan membaca dan mengetahui tentang start-up Anda. Bayangkan apabila start-up Anda diliput oleh lebih dari 20 media, start-up Anda akan dikenal jutaan orang baru yang akan menjadi visitor di website Anda.

Publikasi-StartUp

Namun, untuk mendapatkan publisitas bagi sebuah start-up baru memang lah hal yang susah-susah gampang. Pada waktu itu, saya membaca beberapa artikel seperti di Huffingtonpost dan di Thenextweb untuk mengetahui cara mendapatkan publisitas untuk Sribu. Pada akhirnya Sribu mendapatkan publisitas di tahun pertamanya dan berhasil mendapatkan publisitas lebih dari 50 media, berikut contoh publisitas dari media-media tersebut:

– Dailysocial: http://dailysocial.net/post/perkembangan-sribu-com-setelah-menang-sparxup-awards-2011

– Yahoo!: https://id.berita.yahoo.com/ini-25-pemenang-sparx-awards-2011-111540292.html

– Marketing: http://www.marketing.co.id/sribu-com-beri-potongan-10-untuk-transaksi-menggunakan-kartu-kredit/

– Kompas: http://tekno.kompas.com/read/2011/10/18/18165668/Inilah.Para.Pemenang.SparxUp.Awards.2011

– BeritaSatu: http://www.beritasatu.com/ekonomi/215373-gaet-pelanggan-sribucom-gandeng-visa.html

– Tempo: http://www.tempo.co/read/news/2011/10/20/072362473/Ini-25-Pemenang-Sparx-Up-Awards-2011

– Tech in Asia: https://www.techinasia.com/sribu/

– PC Plus: http://www.pcplus.co.id/2011/08/berita-teknologi/hey-sparxup-datang-lagi/

– Kontan: http://peluangusaha.kontan.co.id/news/ryan-sukses-membikin-jasa-desain-secara-online

– Teknojurnal: http://teknojurnal.com/sparxup-award-2011-siapa-bintang-startup-indonesia-berikutnya/

– Liputan 6: http://tekno.liputan6.com/read/2135820/3-tahun-berdiri-sribucom-raup-pendapatan-rp-5-miliar

dan masih banyak lagi…Lebih dari 50 publisitas media tersebut kami dapatkan dengan menggunakan 5 cara ini:

1. Menghubungi Media Secara Direct

Ini adalah salah satu cara yang ter-umum yang bisa Anda coba dari memilah media yang cocok untuk memuat liputan tentang start-up Anda (ketahuilah waktu yang tepat untuk mencari media untuk meliput start-up Anda). Lalu cari alamat redaksi (baik email mau pun kantor) untuk menghubungi mereka.

Perlu diingat bahwa ratusan hingga ribuan email yang diterima oleh redaksi. Pastikan Anda membuat email dengan judul yang semenarik mungkin agar email Anda dibuka oleh redaksi. Saya juga menganjurkan untuk menelpon untuk berkenalan dengan redaksi yang bersangkutan. Berbicara via telepon, mempermudah menjelaskan mengenai produk Anda juga. Melalui cara ini kami berkenalan dengan lebih dari 10 media.

2. Menjadi Pembicara Event Start-up

Jika Anda adalah seorang yang ahli di bidang start-up yang Anda jalankan, Anda bisa menawarkan diri menjadi pembicara dalam bidang tersebut sehingga bisa sekaligus memperkenalkan start-up yang Anda jalankan. Semakin bergengsi acara tersebut, semakin besar pula kemungkinan Anda mendapatkan publisitas dari media yang hadir. Buat presentasi yang menarik bagi para audience, buat agar mereka terbawa dalam presentasi Anda.

5-ryan-gondokusumo
Ryan Gondokusumo on Jejualan Event

Setiap kali ada kesempatan menjadi pembicara, kesempatan tersebut pasti saya ambil. Misalnya menjadi pembicara di Bina Nusantara, GEPI dan lainnya.

3. Menjadi Peserta Lomba Start-up

Jika Anda mendengar ada lomba start-up bergengsi seperti Startupasia dan SparxUp, jangan ragu untuk mendaftarkan start-up Anda. Buat presentasi yang bagus dan persiapkan diri Anda untuk pitching. Pastikan Anda melakukan pitching dengan baik dan apabila Anda lolos nominasi, maka kemungkinan besar start-up Anda akan menjadi sorotan media.

Sebelumnya Sribu telah mengikuti lomba start-up di SparxUp 2011 yang diselenggarakan Djarum, Echelon 2012 yang diselenggarakan E27, INAICTA yang diselenggarakan oleh Menteri Pariwisata. Publisitas media yang didapat dari acara tersebut sangat luar biasa.

4. Jalin Hubungan Baik dengan Founder Startup yang Lainnya

Setelah terjun ke dunia start-up, pasti Anda mengetahui beberapa nama yang sudah dikenal di dunia start-up. Jangan segan untuk menyapa mereka melalui social media atau langsung berkenalan dengan mereka di berbagai acara (sangat penting memiliki hubungan baik dengan founder start-up lain, untuk membangun hubungan  . Perkenalkan diri Anda dengan baik dan ceritakan mengenai start-up Anda. Dengan demikan dia akan mengingat Anda dan menggunakan produk Anda ketika ada kebutuhan.

5. Menghadiri Acara Start-up

Dalam acara start-up, jangan hanya berkumpul dengan grup founders yang telah Anda kenal balik, namun berkenalanlah dengan orang-orang baru untuk memperlebar koneksi Anda. Anda dapat bertemu dengan founder lainnya, investor dan juga jurnalis. Ajak untuk berkenalan dan jalin hubungan baik dengan mereka. Bukan hanya itu saja, semakin lebar koneksi Anda, semakin tinggi kemungkinan untuk mendapat rekomendasi wartawan media dari sesama founder start-up yang pernah diliput oleh media tersebut sebelumnya. Saya mendapatkan lebih dari 5 media dengan datang ke acara-acara start-up dan berkenalan langsung dengan mereka.

Awal Membuat Sribu Dikenal

SparxUp adalah sebuah acara untuk mengapresiasi start-up di Indonesia yang dimulai pada tahun 2010. Selain menghadiri pembicara yang ahli dalam bidang start-up, SparxUp juga mengadakan lomba start-up dimana hingga 21 best start-up akan dipilih dan adu pitching. Pada tahun pertama berdirinya Sribu, saya ikut serta dalam lomba SparxUp 2011 pada bulan November. Pada saat itu, acara SparxUp 2011 diselenggarakan oleh Djarum dan Merah Putih. Dua minggu sebelum lomba dimulai, saya mendapatkan berita bahwa Sribu terpilih sebagai salah satu start-up yang masuk dalam nominasi untuk mengikuti acara pitching tersebut. Saya excited sekali dan segera mempersiapkan presentasi dengan teliti dan benar hingga tiba hari H-nya…

Saya tiba di kantor Ideosource tempat melakukan pitching. Suasana sangat ramai namun saya tidak kenal satu orang pun. Untungnya ada 2 teman saya, Susan dan Jennifer yang datang untuk mendukung saya. Sebenarnya, saya sangat tidak suka melakukan presentasi, apalagi jika dilakukan di depan banyak orang namun saya sadar apabila sudah terjun ke start-up, founder harus melakukan segalanya, termasuk hal yang tidak disukai.

Cover Sparxup 2011
Theme SparxUp 2011: Innovate or Die

Suasana sangat tegang. Sebelum giliran saya ada 7 peserta lainnya dan saya ingat salah satu peserta membawakannya terlalu lama hingga tidak sempat masuk ke presentasi produknya sendiri. Di lain pihak, juri SparxUp ini bukan orang sembarangan yaitu, Martin Hartono, Managing Partner GDP Ventures (Djarum), Satya Witoelar dari Koprol (start-up yang diakuisi Yahoo) dan Amalia Maulana selaku Managing Director Etnomark. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan juri tidak mudah dan sejujurnya… Menyeramkan. Pada saat presentasi, saya lumayan gugup karena tidak pernah presentasi sebelumnya. Saya membawakan presentasi dengan cepat melewati 10 slides yang saya miliki dan segera masuk ke pertanyaan juri. Untungnya semua pertanyaan juri dapat saya jawab dengan baik dan setelah selesai presentasi perasaan sangat lega sekali.

Discussion Innovate or Die Sparxup 2011
Discussion Innovate or Die Sparxup 2011

Setelah presentasi, saya selanjutnya menuju ke Ballroom Grand Indonesia di mana setiap start-up yang terlibat diberikan booth untuk showcase start-upnya dan tempat pengumuman pemenang. Pada waktu itu karena tim kami masih hanya saya dan Wenes (Wenes di Surabaya), maka saya menjaga booth Sribu sendirian. Saya bertemu dengan orang-orang yang memberikan influence kepada perkembangan Sribu, salah satunya adalah Rama Mamuaya (Founder DailySocial), Rama banyak menceritakan mengenai start-up scene di Indonesia dan saat itulah saya baru tahu mengenai keberadaan VC (venture company) yang penting bagi pertembuhan start-up.

Selain itu, saya juga bertemu dengan Firman Arifman yang telah menjalankan bisnis program software education yang didistribusikan ke sekolah selama 3 tahun. Ia tertarik dengan Sribu dan selanjutnya menjadi salah satu klien awal kami. Joseph dari And Technology yang kemudian menjadi juara 1 pada event ini dan Teddy & Niko dari Klikhotel, juga tetangga booth saya ketika sedang menjaga booth Sribu. Ketiganya menjadi teman baik saya dan sampai saat ini kami masih berhubungan dan saling memberikan advise dan tukar pikiran mengenai perkembangan start-up masing-masing.

Sebelum malam penganugrahan pemenang, ada beberapa pembicara start-up yang diundang dan yang paling menarik adalah Evan Spytama dari Popcap, perusahaan yang membuat Plant vs Zombie, dimana Evan menceritakan bahwa Plant vs Zombie adalah produk ke-50 yang diciptakan Popcap sebelum akhirknya sukses. Luar biasa, inilah kisah up and down start-up!

Sribu Sparxup 2011
SparxUp 2011 Winners

Akhirnya waktu pengumuman pun tiba, dan Sribu dipilih menjadi pemenang kategori User Generated Content bersama BisTip dan juga Ngomik.com. It was a proud moment for Sribu and myself.

Saya dan Wartawan

Setelah acara SparxUp berakhir, saya didatangi beberapa wartawan yang ingin mewawancarai saya dan bertanya seputar Sribu. Ini merupakan salah satu saat yang paling menegangkan karena saya sebelumnya belum pernah bertemu dengan wartawan apalagi diwawancara. Banyak pertanyaan yang dilemparkan oleh para wartawan. Mulai dari mengapa saya memulai start-up, dan mengapa membuat produk seperti Sribu. Pertanyaan-pertanyaan seperti asal mula Sribu dan cara kerja Sribu pun tidak luput ditanyakan oleh wartawan.

Melalui sesi tersebut, saya banyak berkenalan dengan wartawan dan menjadi teman dekat dengan mereka seperti Dodhi dari Koran Tempo, Eka dari PC Plus, Siska dari Kontan dan banyak lagi. Dengan mengenal mereka, saya menjadi mengerti hal apa saja yang memiliki nilai berita agar bisa menarik untuk dibaca oleh pembaca.

Post SparxUp 2011

Pengalaman yang didapat melalui SparxUp 2011 sangat luar biasa. Banyak hal baru yang saya pelajari dan yang terpenting impact-nya bagi Sribu. Setelah acara selesai, setiap minggu pasti ada wartawan media yang menghubungi saya dan ingin melakukan post event interview mengenai Sribu. Banyaknya minat media yang ingin melakukan interview dikarenakan juga konsep Sribu yang unik dan pertama kalinya di Indonesia. Oleh karena itu, news valuenya tinggi.

Sparxup Winner - Fortune
Ryan Gondokusumo on Fortune

Publisitas yang kami dapatkan mendatangkan traffic dan pelanggan yang cukup banyak di Sribu dan publisitas juga merupakan (pentingnya peran Humas dalam start-up Anda untuk menghandle perihal publisitas dan media) . Namun kami juga belajar bahwa publisitas adalah sesuatu yang harus dilakukan secara konsisten karena munculnya berita baru setiap hari bisa membuat berita lama menjadi terlupakan. Ini semua merupakan bagian atau part and parcel dari perjalanan sebuah start-up.

No publication is a staple of life. It’s not bread and water. You have to make it noteworthy in people’s minds and even in their hands as they’re holding it.” – Timothy White


Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G

  • Chandra Sugiharto

    Chandra Sugiharto sebagai CEO Lobi Lobi Digital Agency, ini sangat membantu untuk newbiew dan senior untuk saling berbagi Ilmu. Karena Ilmu tidak berguna jika tidak dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan

    • @Chandra: Terima kasih Pak Chandra telah membaca artikel saya :). Happy to share and learn altogether pak!