Mirip konsepnya dengan mengetahui sejauh mana kesuksesan strategi social media Anda.

Anda juga membutuhkan berbagai Key Performance Indicators (KPI) atau variable berbasis data yang terukur untuk melihat kesuksesan blog Anda.

Kita harus dapat mengetahui sejauh mana kerja keras dan komitmen kita dalam mengelola sebuah blog dapat menunjukkan hasil yang positif… atau negatif.

Dengan begitu, Anda dapat mengkalkulasi kembali bagaimana investasi Anda dalam blogging akan berkembang di masa depan.

Nah, berikut ini merupakan 8 Key Performance Indicators (KPIs) yang bisa Anda pertimbangkan untuk masuk dalam laporan social media marketing Anda.

 

1. Pengunjung Rata-Rata Blog

Penting untuk mengetahui berapa jumah pengunjung blog Anda dalam periode waktu tertentu. Misalnya, Anda dapat membandingkan jumlah pengujung per bulan agar lebih mudah melihat perbandingannya.

Dengan begitu, Anda akan dapat lebih mudah menganalisa mengapa di bulan tertentu jumlah pengunjung blog Anda banyak dan mengapa di bulan lainnya tidak.

Anda bisa menggunakan Google Analytics untuk membandingkan jumlah user yang masuk setiap harinya.

Di sini saya membandingkan traffic blog Sribu yang masuk di bulan Desember, dibandingkan dengan bulan November, misalnya.

Terlihat di bulan November lebih banyak pengunjung yang masuk. Apakah ini disebabkan perayaan Natal di bulan Desember? Nah itu lah yang perlu dicari tahu…

blog traffic

 

2. Traffic source

Traffic source artinya mengetahui dari mana sumber pengunjung blog Anda berasal…

…Apakah social media? Apakah pencarian organik dari search engine seperti Google, Bing atau Yahoo? Direct URL (mengetik langsung URL blog Anda)? Atau yang lainnya?

Dengan mengetahui asal para blog visitors, Anda akan dapat melihat peluang dari channel yang paling sering dipakai menuju blog Anda.

Atau, Anda dapat menyusun strategi meingkatkan channel yang paling jarang dipakai oleh pengunjung menuju blog Anda.

Di Google Analytics, Anda bisa ke tab Acquisition –> All Traffic –> Channels

channel traffic

 

Lalu dari sana Anda bisa melihat jumlah dan presentase orang yang masuk melalui Google, social media, iklan, email, atau mungkin langsung mengetik alamat website Anda.

Dengan data ini Anda bisa mengoptimalisasi cara pemasaran blog Anda.

Jika Anda mengincar mayoritas pengunjung Anda datang dari Google, sebaiknya Anda perbaiki sukses aspek SEO dari blog Anda.

 

3. Top Viewed Posts

Hal selanjutnya adalah mengetahui artikel mana dari blog Anda yang paling banyak dilihat.

Anda bisa mengukur kesuksesan blog Anda dengan mengetahui artikel mana yang mengundang paling banyak traffic.

Data ini mencerminkan jenis dan interest dari pembaca Anda. 

top contents

 

Misalnya dengan data di atas, saya bisa melihat ternyata pembaca blog suka melihat contoh-contoh desain yang bisa menginspirasi mereka.

Ada juga yang tertarik untuk mendalami ilmu strategi pemasaran mereka, dan sebagainya.

Dengan mengetahui ini semua, Anda akan lebih mudah meningkatkan performa artikel yang masih rendah dengan memperbaiki atau menyesuaikan tipe, topik atau formatnya.

 

4. Inbound Links

Inbound links adalah link website Anda yang digunakan oleh website orang lain.

Nah, penting sekali untuk mengetahui berapa jumlah inbound links Anda yang digunakan jika Anda ingin menjaga performa website Anda di peringkat atas pencarian Google.

Semakin banyak inbound links, maka akan semakin baik performa SEO Anda di mesin pencari.

Anda bisa membaca ini untuk mengetahui cara mendapatkan inbound links yang berkualitas.

Tool yang bisa Anda gunakan untuk menghitung inbound links blog milik Anda contohnya adalah Google Webmaster.

inbound link

 

Dari Google Webmaster Tools, Anda bisa melihat website apa saja yang menautkan blog Anda di halaman web mereka.

Dari sini Anda bisa melihat sebenarnya sumber luar mana sih yang berandil besar dalam menyumbang traffic ke blog Anda.

Atau juga memberikan ide website apa saja yang memiliki pembaca sejenis dengan pengunjung blog Anda.

 

5. Conversion Rate

Nah…conversion rate ini berarti menghitung jumlah pengunjung blog yang akhirnya melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan. Bingung?

Misalnya gini, blog SribuCORNER ingin pengunjung untuk subscribe, dan mengenal produk dari Sribu dan Sribulancer

Jadi conversion rate di sini mengukur seberapa banyak pengunjung yang akhirnya subscribe dan menggunkaan jasa Sribu atau Sribulancer

Saya pribadi percaya bahwa conversion rate merupakan aspek yang paling konkret dalam membuktikan kesuksesan semua strategi yang selama ini dijalankan.

Setiap website, blog, atau perusahaan offline memiliki tujuan conversion yang berbeda-beda, Anda harus menyesuaikannya sendiri dengan tujuan blog Anda.

Anda dapat mengukur conversion rate dari contoh-contoh variabel berikut:

  • Jumlah pelanggan Newsletter
  • Permintaan pemesanan jasa/produk
  • Pembelian jasa/produk
  • Permintaan untuk call-back, dll

Jadi, pembaharuan strategi dan taktik Anda dalam blogging harus selalu dilakukan berdasarkan dasar yang kuat seperti aspek conversion rate ini.

Di Google Analytics, Anda bisa buat “Goal” untuk melihat conversion rate ini. Lihat video tutorial berikut:

Setelah set-up goal, Anda bisa menuju ke segala jenis report dan mendapatkan laporan “Goal” di bagian paling kanan.

Goal Conversion Report

Misalnya di sini saya mengambil report dari location untuk mengetahui user dari negara apa yang sign up di SribuCORNER.

Di kolom paling kanan saya mengetahui kalau 13.24% dari total pengunjung sign up menjadi subscriber SribuCORNER. Itulah conversion rate yang saya cari.

 

6. Jumlah Pelanggan/Subscriber Blog

Memonitor jumlah subscriber atau pelanggan blog Anda secara berkala juga merupakan hal yang sangat penting.

Bagaimana itu bisa menjadi penting?

Itu karena dengan mengetahui bertambah atau berkurangnya jumlah blog subscriber, Anda dapat mengetahui seberapa konsisten Anda menjaga kualitas konten blog.

Dengan kata lain, seberapa handal Anda dalam membuat pelanggan tetap berlangganan dan bahkan menjadikan mereka agen penyebar konten Anda hingga Anda mendapatkan pelanggan baru.

Nah…lalu apa yang bisa kita lakukan dengan subscribers tersebut?

Setelah mendapatkan email mereka, gunakan lah itu untuk berkomunikasi setiap minggunya.

Contoh di bawah ini adalah email update ke subscriber SribuCORNER untuk memberitahu kalau sudah ada artikel baru yang membahas cara menggunakan LinkedIn untuk strategi social media marketing.

SribuCORNER weekly email

 

Anda bisa membagikan update atau konten terbaru dari blog Anda ke mereka melalui email.

Tujuannya adalah agar mereka kembali mengingat blog Anda, dan membaca kembali konten-konten yang relevan bagi mereka.

 

7. Social Media Shares

Tingkat share link artikel blog Anda di media sosial dapat berperan sebagai faktor kunci peningkatan traffic.

Dari data itu juga Anda dapat mengetahui konten seperti apa yang paling menarik bagi para pembaca yang sering dibagikan di berbagai kanal media sosial.

Untuk penggunaan WordPress, ada beberapa tools yang bisa membantu, contohnya adalah SumoMe.

Saya menggunakan SumoMe untuk mengaktifkan fitur social sharing seperti tombol-tombol social media yang Anda lihat di sebelah kiri halaman ini.

social share sumome

 

Ada fitur “Share” dari SumoMe yang akan mengaktifkan tombol social media share tersebut dan juga memberikan report berapa banyak orang yang share melalui masing-masing social media:

social media share report

 

Data ini penting untuk memberi ide di social media mana saja pembaca Anda tersebar, dan itu lah di mana Anda sebaiknya mempromosikan konten blog Anda.

 

8. Pageviews by Device

Yang terakhir adalah mengetahui jenis device atau perangkat yang dipakai oleh para visitors dalam mengakses halaman blog Anda.

Aspek ini menjadi signifikan karena, misalnya, ketika Anda megetahui lebih dari 50% pembaca Anda adalah pengguna smartphone,  berarti sudah saatnya Anda update blog Anda menjadi mobile optimized.

Artinya, pembaca tidak akan melihat layout yang berantakan atau tidak nyaman ketika blog Anda dibaca melalui smartphone.

user device

 

Di Google Analytics, Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan klik tab “Audience”, lalu pilih “Mobile” dan “Overview”.

 

Kesimpulan

Sekarang, Anda telah memiliki pengetahuan yang matang mengenai Key Performance Indicators (KPI) dalam memonitor performa blog Anda.

Semua variabel ini dapat dihitung atau diukur melalui angka atau grafik secara jelas.

Dari mulai mengetahui jumlah rata-rata pengunjung blog, jumlah pembaca artikel paling populer, jumlah link yang dipakai di website lain dan diedarkan di media sosial hingga perangkat yang dipakai oleh pembaca blog Anda.

Kunci paling penting dalam melihat KPI adalah menganalisa secara kritis setiap poin yang telah disebutkan di atas agar tercipta strategi dan taktik yang selalu relevan dengan dinamika yang ada.

Selamat menerapkannya!

 

 


Meizar Assiry

Meizar Assiry

Twit as @ijey and Co-Founder of @jongpwk. A Music Machine at @KaneronPictures.

  • Kiky Yoe

    Penjelasannya lengkap banget. Terharu ane gan