Tak akan ada keuntungan bisnis tanpa strategi marketing yang menarik, tepat dan efektif. Internet yang kian melekat juga turut membawa perubahan besar dalam metode pemasaran modern. Munculnya beberapa metode pemasaranpun seakan menjadi suatu keniscayaan. Mulai dari internet marketing hingga bentuk pemasaran lain yang lebih spesifik, semuanya hadir sebagai respon atas perubahan zaman yang kian kental akan pemanfaatan teknologi.

Apasih Content marketing itu? Content marketing adalah salah satu bentuk marketing yang semakin digandrungi oleh banyak perusahaan. Fokus pemasaran yang mengacu pada pembuatan konten yang bernilai, relevan dan konsisten sangat cocok untuk masyarakat modern yang haus akan informasi. Namun tak mudah untuk menjadi content marketer handal. Meski tak mudah, 7 langkah berikut akan membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

1. Gunakan Formula Pencarian Topik Menarik

brainstorms
Via Moz

Topik apa yang tengah menjadi tren? Apa yang ingin diketahui oleh masyarakat? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu Anda menemukan ide content marketing yang memikat. Ciptakan formula Anda sendiri untuk menemukan topik yang sesuai dengan niche market Anda. Anda bisa menggunakan berbagai macam tools untuk menemukan konten yang sedang populer. Scan situs-situs populer untuk menemukan headline yang memikat, pilih 2 judul yang menurut Anda paling menarik dan minta teman atau kolega Anda untuk memilih salah satu yang terbaik.

giphy (8)
Via Giphy

 

2. Menjadi lebih Terorganisir dengan Tool

Content marketing bisa menguras waktu dan pikiran Anda. Untungnya, kini ada banyak tools yang mampu membantu Anda mengatasi hal tersebut. Gunakan tools seperti Evernote untuk menyimpan post, halaman dan gambar yang menginspirasi Anda. Pangkas distraksi dengan word processor minimalisOmmwriter. Anda juga dapat memudahkan jadwal post Anda ke sosial media melalui Hootsuite. Dan rencanakan topik blog baru Anda dengan Trello.
giphy (9)

Via Giphy

 

3. Manfaatkan Editorial Calendar

content-marketing-infographic
Via Content Marketing Institute

Banyaknya konten yang dibuat dan dipublikasikan tak selalu berdampak positif pada produktivitas pemasaran. Ada kalanya seorang content marketer harus memberi jeda dan memberi waktu kepada audience untuk menyerap informasi yang diberikan. Daripada mem-bombardir audience dengan banyak konten secara terus-menerus, buatlah editorial calendar untuk menentukan waktu yang tepat untuk mempublikasikan setiap kontennya.

 

4. Luangkan Waktu untuk Menulis

rands-slide
Via Moz

Tak hanya sekedar meluangkan, Anda juga membutuhkan waktu berkualitas tanpa adanya interupsi untuk menulis dan mengembangkan ide-ide content marketing. Buatlah jadwal khusus untuk menulis agar aktivitas ini tak tergeser oleh aktivitas-aktivitas lain. Anda bisa mulai dengan mematikan smartphone agar tak ada notifikasi email atau media sosial yang memecah konsentrasi AndaSelain menulis konten, Anda juga bisa membuat content marketing video.

tumblr_n5a4kweQn71re3x32o1_500
Via Tumblr

 

5. Gunakan Jasa Outsource untuk Pekerjaan Content Marketing

stadium-seats
Via Moz

Jika pekerjaan content marketing mulai menghambat Anda untuk menjadi lebih produktif dan fokus pada bisnis, inilah saatnya bagi Anda untuk mempekerjakan tenaga outsource. Dengan mempekerjakan penulis, editor dan manager media sosial outsource, tak hanya percepatan dan efisiensi bisnis saja yang diperoleh. Hal ini juga berdampak pada kualitas konten yang meningkat.

6. Miliki Rencana Distribusi yang Konsisten

giphy (11)

Via Giphy

Membuat konten saja tidaklah cukup. Anda juga harus memastikan bahwa konten tersebut tepat pada sasaran, dibaca oleh orang yang tepat dan yang bersedia memberi komentar dan membagikannya ke lingkaran pertemanannya. Di sinilah perencanaan distribusi seorang content marketer bekerja. Untuk memperoleh publisitas yang lebih efektif, Anda bisa membaca artikel cara Sribu mendapatkan publisitas.

 

7. Gunakan Kembali Konten yang Pernah Dibuat

Via Moz

Membuat konten baru sebenarnya tak hanya mahal dari segi materi namun juga memakan waktu yang tidak sedikit. Dalam situasi seperti ini, tak ada salahnya menggunakan kembali konten yang pernah dibuat. Cobalah untuk menulis ulang konten lama, mengubah posting blog menjadi ebook atau membuat microcontent dari konten lama dan membagikannya kepada follower baru. Cara ini juga cukup efektif untuk me-refresh content marketing Anda.


Angga Angger Nugraha