poster film

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan film-film karya Martin Scorsese dan Alfred Hitchcock. Kalau anda pernah menonton film lama Alfred Hitchcock, anda akan disambut dengan opening sequence serta poster film yang terkesan unik. Di posting kali ini, Sribu akan mengajak anda berkenalan dengan desainer di balik opening sequence yang terdapat di film-film Hitchcock dan Scorsese.

Desainer satu ini adalah salah satu yang paling terkenal di dunia lewat karya poster serta logonya. Coba anda intip poster-poster dan logo-logo di bawah ini? Apa anda merasa familiar? Anda kenal dengan film-film ini? Pernah terpikir kenapa mereka memiliki gaya yang mirip?


Itu tentu karena mereka dibuat oleh desainer yang sama. Saul Bass (1920-1996), adalah nama graphic desainer yang berpartisipasi di balik pembuatan karya poster film serta logo berikut. Karya Saul Bass yang unik, signifikan antara satu sama lain, dan memiliki konsep yang mirip membuatnya karya-karya Bass jadi mudah dikenali.

Di dunia perfilman, Saul Bass sering berkolaborasi dengan produser-produser film ternama, seperti Alfred Hitchcock, Otto Preminger, dan Martin Scorsese. Karir Bass mulai menanjak saat film The Man with the Golden Arm besutan Otto Preminger, dirilis di pasaran pada tahun 1955. Preminger ingin menonjolkan poster film tersebut buatan Bass yang tentu unik dari desain poster film saat itu. Poster film The Man with the Golden Arm menjadi sensasi.

Sebelum bekerjasama dengan nama-nama besar di dunia perfilman, Bass memulai karirnya sebagai graphic desainer freelance yang berasal dari Bronx, New York. Pada tahun 1956, ia hijrah ke Los Angeles dan kemudian membuka studio sendiri pada tahun 1950. Selain mendesain poster-poster film mainstream Hollywood pada pertengahan abad 20an, Bass juga berpartisipasi dalam pembuatan opening sequence film, yakni beberapa menit pertama dalam film yang menampilkan judul film serta nama pemain dan krunya.

Contoh film-film lain yang melibatkan Bass adalah Around the World in 80 Days (1956) besutan Mike Todd serta Walk on the Wild Side (1961).

Poster Film

 

Tidak seperti desainer-desainer lain yang biasa mencaplok foto-foto pemain film, background, serta setting dalam satu poster sehingga memberi kesan ramai, Bass mendesain karya-karyanya sesederhana mungkin. Gaya desain Bass mudah dikenali dengan penggunaan banyak space negatif, warna kontras, dominasi warna kuning dan merah, font block, bentuk geometris yang menonjolkan dan mendramatisasikan aspek penting film, serta unsur ketebalan. Semua aspek tersebut berhasil menampilkan sebuah desain yang tidak ramai. Contohnya, di poster The Man With the Golden Arm (1955) Bass menekankan unsur tebal, bentuk geometrik yang sederhana, serta interpretasi harafiah dari subjek film (yaitu kecanduan heroin), lewat sebuah tangan yang menjulur keluar.

Dalam poster film Anatomy of a Murder, Bass menekankan unsur misteri yang sulit dipecahkan layaknya puzzle lewat gambar sebuah tubuh yang terpotong-potong. Untuk film Vertigo (1958), fokus audiens pada poster terletak pada gambar spiral yang menghipnotis dan memusingkan.


Lewat gaya-gaya poster yang unik, Bass sukses merevolusi dunia pembuatan poster film yang membedakannya dari desainer-desainer lain yang mengikuti stereotype pada abad 20. Karyanya tidak pernah mati hingga kini. Ia diyakini sebagai salah satu desainer terbesar dan paling berpengaruh di pertengahan abad 20.

Bahkan setelah ia wafat, pengaruh karyanya dalam pop culture masih bisa terlihat di mana-mana, seperti contohnya poster Buried, yang filmnya dirilis tahun lalu. Poster Buried mungkin bukan buatan langsung Bass. Namun, posternya cukup untuk membuktikan betapa kuatnya pengaruh kontemporer Bass pada poster-poster film masa kini. Selain Buried, ada pula film Burn After Reading (2008) yang menggunakan konsep yang sama untuk posternya.

Selain berpartisipasi dalam dunia poster film, Bass juga dikenal melalui karya-karya logonya. Siapa yang menyangka logo-logo terkenal yang anda kenal di bawah ini juga adalah kreasi Bass?

“If I do my job well, the identity program will also clean up the image of the company, position it as being contemporary and keep it from ever looking dated.”
— SAUL BASS

Salam,

Ryan Gondokusumo

Founder Sribu.com

Referensi:
WellMedicated.com
DesignMuseum.org
LogoDesignLove.com

 


Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G

  • bobby

    gue suka gaya ni orang , designnya simple tapi hidup, …

  • vian 182

    baru denger nama itu…ekekekeeee
    terkadang ingin menciptakan sebuah desain yg sederhana,, tapi sering di landa sebuah kesulitan dalam konsep dan polanya….

  • Legend nih kayaknya, karyanya mantap,, simple tapi luar biasa…