“Don’t judge a book form its cover” –George Elliot, The Mill on the Floss (1860)

Tidak semua orang dapat membuat email marketing yang efektif karena ada banyak aspek yang mesti diperhatikan. Anda beruntung, karena melalui tulisan ini, saya bersama tim Sribu akan membeberkan cara agar email marketing yang Anda kirimkan ke para calon pelanggan atau pelanggan setia Anda memiliki kualitas yang tinggi hanya melalui email subject.

 

Sebelum itu, ada baiknya kita memahami mengapa email marketing masih dan akan semakin relevan dengan perkembangan zaman?

 

1. Email mudah untuk menjangkau pelanggan via ponsel

Studi yang dilakukan Paw Research Center menyatakan 52% orang membuka email melalui ponselnya. Sementara 42% membuka via ponsel dan 17% membuka via tablet, menurut studi yang dilakukan Forrester Research. Dari situ jelas terlihat bahwa email marketing masih relevan dilakukan via ponsel karena bisa diakses gratis—sementara SMS seringkali membutuhkan pulsa—dan dapat memuat content yang beragam seperti gambar, link, dll.

Mobile

 

2. Email adalah cara yang efektif untuk memberi informasi pada pelanggan

Email marketing bukanlah hal sepele yang dilakukan begitu saja. Fasilitas itu membantu pengusaha dengan pelanggannya tetap terhubung. Survey yang dilakukan oleh Nielsen menunjukkan 28% konsumen berlangganan email dari toko tertentu untuk terus mendapatkan informasi. Sedangkan, menurut studi Loyalty 360 59% Ibu rumah tangga menyatakan bersedia berlangganan email dari produk tertentu jika ditawarkan hadiah, diskon dan semacamnya. Oleh karena itu, #email marketing masih menjadi alat yang potensial selain untuk memberi informasi, juga untuk memasarkan produk.

 

3. Email marketing itu murah

Anda boleh bilang jika email marketing merupakan strategi pemasaran yang kuno. Tapi, sanggahlah hasil studi gabungan Shop.org dan Forrester Research ini yang menyatakan 85% toko menyatakan bahwa email merupakan saran paling efektif untuk mendapatkan pelanggan baru. Bagi pengusaha kecil menengah, email sangat dapat menjadi alat yang terjangkau untuk melebarkan usahanya karena ekonomis.

 

Di depan mata Anda sudah tersaji fasilitas email, lalu bagaimana menggunakannya untuk email marketing?

 

Kuncinya ada di bagaimana Anda “bermain” dengan email subject. Email subject merupakan aspek terpenting dalam membangun sebuah strategi email marketing yang baik. Ya, jika di awal kita dihimbau untuk tidak menilai buku dari sampulnya, maka sebuah email sudah barang tentu akan dinilai pertama dari judul atau subject-nya. Nyatanya, tidak sulit untuk membedakan mana email spam dan bukan hanya dari judulnya, bukan?

 

Lalu bagaimana membuat email subject yang baik dalam email marketing?

 

1. SELALU isi kolom Subject

Anda tidak sedang mengirim email ke Tuhan yang Maha Tahu. Akan sangat menyebalkan bagi manusia pada umumnya ketika mendapatkan email yang memiliki subject kosong dan mereka mesti menerka-nerka apa isi email tersebut. Tidak akan lama email semacam itu segera dihapus.

 

2. Isi kolom subject terlebih dahulu

Sebelum mengisi bagian body email, akan sangat bijak dan dianjurkan untuk Anda mengisi subject pada email terlebih dahulu. Amanda Augustine di The Ladders mengatakan bahwa dengan menulis subject terlebih dahulu, itu akan membantu Anda untuk menentukan suasana yang sesuai dalam email dan Anda tidak akan mudah lupa akan maksud email marketing Anda.

 

3. Hilangkan remeh temeh dalam subject

yawn

 

Hilangkan “Halo”, “Terima Kasih”, “Hey” dan remeh temeh lainnya untuk menjadi subject utama email Anda. Kata-kata tersebut lebih baik disisipkan saja di dalam isi email—jika memang keukeuh harus ditulis—karena studi yang dilakukan Mailchimp menyatakan bahwa 93% email akan dibuka ketika Subject-nya mengandung informasi yang tepat, padat dan dibutuhkan oleh penerima email.

 

4. Mewakili isi email secara jelas dan spesifik

Sebuah email subject harus dapat menggambarkan dengan jelas isi dari email tersebut. Misalnya, email subject seperti “Lamaran Pekerjaan” pasti tidak lebih menarik untuk diklik dan dibaca daripada “Lamaran: Content Writer—Meizar Ahmad Assiry”.

 

5. Pergunakan kata-kata yang penting di awal

Menurut Litmus, sebuah startup email tracking, 53% orang di 2014 membuka email melalui smartphone, naik 500% dari tahun 2010. Dari ratusan email yang mungkin masuk ke ponsel calon pelanggan Anda, diperlukan informasi yang penting bagi penerima email di awal yang ditulis di subject-nya. Hanya itu yang dapat membuat email Anda lebih menarik daripada ratusan lainnya yang mengantri.

 

6. Pendek saja

Email subject yang terbaik adalah yang terdiri dari 50 karakter bahkan kurang, menurut Wordstream. Ini sangat cocok dengan tampilan email di smartphone yang rata-rata menampilkan 25-30 karakter saja, sehingga tidak menyusahkan pembaca email Anda.

 

7. Beritahu jika Anda butuh email balasan

Mengapa tidak banyak atau bahkan tidak ada satu pun yang membalas email marketing Anda? Mungkin karena Anda tidak pernah meminta untuk dibalas. Di dalam email subject juga penting untuk mencantumkan apakah email hanya untuk dibaca atau perlu dibalas. Misal, jika Anda ingin email itu dibalas, cobalah tulis seperti “Survey Kepuasan Pelanggan OjekUber: Mohon Dibalas”.

 

8. Beri deadline di kolom Subject

Jika akan ada banyak informasi yang disampaikan di body email, Anda dapat menggunakan email subject sebagai alternatif sarana untuk mengingatkan deadline membalas email Anda. Misalnya, “Survey Kepuasan Pelanggan OjekUber: Mohon Dibalas maksimal pada 26 Juni 2015 pukul 18:00”

 

9. JANGAN TULIS SUBJECT DALAM HURUF KAPITAL

caps

 

Jika maksud dari menulis email subject dengan menggunakan huruf kapital seluruhnya adalah untuk mendaptkan perhatian si pembaca, maka Anda akan tentu mendapatkannya. Namun, dengan kesan yang negatif pastinya. Menuliskan semua dengan huruf kapital sama saja seperti Anda sedang berteriak kepada pembaca email. Oh, iya! Hindari juga penggunaan tanda seru yang berlebihan, ya!

 

10. [Wajib] Baca kembali subject yang telah ditulis

Ketika mengirim email ke banyak orang dengan isi yang relatif sama, seringkali kita melakukan copy-paste saking malasnya. Namun, pada kenyataanya, meskipun tujuan isi emailnya sama, ada banyak hal yang mesti disesuaikan di dalam email seperti nama penerima, nomor pelanggan, nomor pemesanan, dll, yang mungkin saja penting untuk ditulis di email subject. Oleh karena itu, penting untuk selalu membaca kembali subject yang telah ditulis sebelum mengirimnya.

 

Email marketing yang efektif dimulai dari email subject yang atraktif dan substantif. Tidak diperlukan basa-basi yang sudah, tentunya, sudah basi dalam menulis email subject. Judul yang to the point saja sudah cukup membuat semua pihak senang dan waktunya tidak terbuang.

 

Jika Anda masih merasa kesulitan untuk menerjemahkan poin-poin di atas ke dalam praktik yang efektif, Anda bisa bekerja sama dengan para freelance marketer atau freelance copy writer untuk mempermudah usaha Anda dalam melancarkan strategi email marketing. Sribulancer menyediakan layanan tersebut dengan para freelancer yang memiliki reputasi baik dalam pekerjaannya.

 

Setelah membaca ini, apakah Anda memiliki pandangan lain terhadap kegunaan email subject?


Meizar Assiry

Meizar Assiry

Twit as @ijey and Co-Founder of @jongpwk. A Music Machine at @KaneronPictures.