Sebagai seorang wajib pajak yang baik, setiap orang harus menuruti peraturan perundang- undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia, termasuk juga untuk segala transaksi keuangan yang terjadi secara online.

Selama ini Sribu juga tetap menjaga transparansi dan menjalani kewajiban sebagai pengelola jasa freelance online  yang cukup berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, sejak awal Sribu beroperasi, telah tercantum dengan jelas bahwa seluruh pengerjaan proyek freelance baik di Sribu maupun Sribulancer akan dikenakan pajak penghasilan ( Pph) sebesar 3% yang harus dibayar oleh penyedia jasa khusus ( freelancer).

Namun, “ Efektif sejak tanggal 1 Maret 2017, seluruh bentuk pembayaran pekerjaan berupa uang hasil desain kontes di Sribu maupun pengerjaan proyek freelance di Sribulancer telah dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan ( Pph) sebesar 3 %”

Credit : PCG
Credit : PCG

Jadi jika sebelumnya setiap pembayaran pengerjaan selalu dikenakan potongan pajak sebesar 3% dari harga total, kini kamu akan menerima penghasilan bersih ( setelah dipotong komisi Sribu) untuk seluruh pembayaran pengerjaan sejak bulan Maret 2017.

Aturan baru ini menjadi bagian dari kebijakan Sribu yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak keuntungan bagi pihak freelancer di seluruh komunitas Sribu. Diharapkan dengan berlakunya kebebasan pemotongan Pph 3% ini, teman- teman akan semakin termotivasi untuk memberikan karya yang terbaik untuk seluruh klien di Sribu dan Sribulancer.

Kami juga menghimbau agar teman- teman tetap melaksanakan kewajiban pajak sesuai dengan norma dan tarif yang berlaku untuk dirinya masing- masing.

Tunggu gebrakan- gebrakan pro pekerja yang baru dari Sribu dan jangan lupa cek kontes atau lowongan pekerjaan baru di website www.sribu.com dan www.sribulancer.com.


Fransisca Lim