Salah satu hal tersulit dalam memperoleh modal usaha adalah meyakinkan investor bahwa bisnis yang Anda kembangkan layak mendapatkan dana tersebut.

Pitching investor sering menjadi momok menakutkan karena ada banyak pertanyaan tak terduga yang bisa saja dilontarkan dan Anda diharuskan untuk selalu siap memberikan jawaban yang tepat.

Jika ingin pengajuan proposal diterima, pelajari 7 pertanyaan umum di bawah ini agar dapat memenangkan hati para investor!

 

1. Seberapa besar pasar bisnis Anda dan mengapa bisnis Anda harus ada?

Dari segi pasar bisnis, lebih besar tentu lebih baik, bukan?

Jika Anda mampu meyakinkan para investor bahwa bisnis Anda memiliki pasar yang besar dengan pelanggan yang akan terus berdatangan, maka para investor pun tak keberatan menggelontorkan modalnya.

Agar berhasil saat pitching investor, bisnis Anda juga harus memiliki value yang menarik di mata mereka.

Dalam arti lain, apakah bisnis Anda menawarkan solusi yang memecahkan sebuah masalah besar?

Saya ambil contoh Sribulancer. Mengapa Sribulancer bisa mendapatkan kepercayaan dari investor?

Karena pertama, pasar yang dapat dijangkau sangat besar, semua perusahaan pasti membutuhkan tenaga kerja profesional untuk tugas-tugas mereka. Dengan perkembangan dunia digital yang sangat cepat, menyewa karyawan tetap sudah tidak efisien lagi, mereka perlu jasa freelancer.

Dari contoh itu, Sribulancer memiliki pasar yang sangat besar (tidak terbatas sampai Indonesia saja) dengan pelanggan yang terus membutuhkan jasa freelancer untuk memecahkan masalah yang dihadapai perusahaan mereka.

it's huge gifVia Giphy

 

2. Mengapa kami harus peduli pada bisnis dan tim Anda?

Pertanyaan umum ini hampir mirip dengan interview kerja saat calon perusahaan bertanya pada calon karyawan, “Mengapa kami harus menerima Anda?”

Para investor sangat menghargai latar belakang serta pengetahuan Anda di industri yang digeluti.

Selain itu, investor juga menghargai mereka yang mendedikasikan waktu dan usahanya untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di industri tersebut.

Jangan dikira para investor ini tidak peduli siapa Anda….

Karena selain menjalankan sebuah bisnis, Anda lah yang akan memimpin baik tim yang besar maupun kecil.

Mereka juga akan menanyakan kredibilitas tim Anda karena hal itu berhubungan erat dengan networking dan hasil akhirnya nanti.

Jelaskan juga, apa rencana Anda ke depan dari segi talent recruitment, job description mereka dan estimasi gaji yang akan Anda berikan.

leader gifVia Giphy

 

3. Apa strategi Anda dalam mengembangkan usaha ini?

Pertanyaan ini sangat umum dilontarkan saat pitching ke investor. Mereka ingin tahu, apa visi misi Anda ke depan agar produk/jasa yang ditawarkan sesuai target?

Umumnya, para pelaku bisnis akan memulai menjelaskan dari segi audience dan strategi yang dipakai untuk merangkul pasar yang berpotensi tersebut.

Dengan trend digital sekarang ini, di mana pasar terbesar adalah penguna smartphone, Anda perlu memahami betul-betul teknik pemasaran lewat media sosial atau membuat website yang teroptimasi sehingga memungkinkan perluasan pasar yang efektif.

great idea gifVia MonkeyPro

 

4. Apa yang akan Anda lakukan dengan modal yang kami berikan?

Selaku pemberi dana, para investor pasti ingin tahu, untuk apa saja uang yang mereka pinjamkan.

Kesalahan umum yang fatal ketika pitching ke investor adalah ketika pemilik bisnis keliru memprioritaskan keperluannya.

Misalnya, belum-belum sudah merencanakan pembangunan kantor futuristik atau merekrut karyawan dengan gaji yang besar.

Para investor tentunya akan lebih tertarik bila Anda mampu menjelaskan bahwa modal tersebut akan digunakan se-efisien mungkin dengan impact yang besar.

Merekrut karyawan dengan jumlah yang besar pada tahap awal usaha Anda mungkin bukan cara yang tepat untuk berkembang.

Salah satu solusinya adalah dengan outsource tenaga kerja untuk membuat sebuah produk yang simpel, tetapi masih memiliki fungsi utama yang ingin Anda buat.

Contohnya, apabila Anda ingin membuat website jual beli online, Anda tidak perlu membuat website sebagus eBay atau Tokopedia.

Buatlah produk minimalisnya dulu untuk membuktikan Anda memiliki pelanggan yang tertarik dengan konsep bisnis Anda. Ini yang dinamakan Minimum Viable Product (MVP).

Ketika produk Anda sudah terbukti berjalan, baru rekrut karyawan tetap untuk mengembangkan produk dan usaha yang Anda miliki.

Dengan uang yang Anda sisihkan dengan outsourcing tenaga, Anda bisa mengalokasikan budget untuk biaya marketing dan eksperimen.

what are you gonna do gifVia Pinterest

 

5. Apa yang dibutuhkan konsumen Anda dan bagaimana Anda bisa mengetahuinya secara pasti?

Di setiap pitch investor, pertanyaan umum ini pasti dilontarkan. Para pemilik modal ini ingin mengetahui fakta di lapangan mengenai pasar bisnis Anda serta target konsumen Anda.

Berikan data berupa angka dari hasil survey atau hasil penelitian terhadap target market bisnis Anda.

Mereka juga ingin tahu apa tolak ukur dari kesuksesan bisnis Anda nantinya. Selain meningkatkan value dari produk atau jasa Anda, para investor juga ingin mendengar estimasi keuntungan yang akan Anda berikan kalau mereka menyetujui permodalan tersebut.

Tak jarang pula mereka menanyakan; seberapa besar Anda memahami kompetitor di bisnis yang Anda kembangkan. Usahakan untuk menjelaskan semuanya secara singkat, padat dan jelas.

Anda bisa menuangkan ide Anda dalam bentuk presentasi grafik, kuadran atau diagram yang mudah dipahami hanya dalam beberapa detik saja.

Contohnya, Perusahaan baru bernama XYZ Bags membuat analisis kompetitor dengan brand ternama seperti Jansport dan Herschel.

competitor Analysis

 

Dengan membandingkan fitur dan kelebihan yang jelas (ditandai dengan tanda centang), investor lebih yakin akan kelebihan produk anda dibanding dengan apa yang sudah ada di pasaran.

 

6. Apa yang menjamin kesuksesan Anda dalam bisnis ini? (what’s the secret sauce?)

Kalau Anda membayangkan sebuah restoran. Apa sih yang buat restoran itu ramai?

Pasti selain service dan tempat, faktor utama adalah makanan yang disajikan.

Misalnya burger di restoran A lebih enak dari burger di restoran B. Yang membedakan pasti adalah resep dan cara memasaknya.

Nah sama halnya dengan usaha Anda. Apakah resep rahasia (secret sauce) yang dimiliki oleh Anda tau tim Anda yang menjamin kesuksesan usaha Anda di jangka panjang?

Agar para investor mau menyetejui pendanaan, tugas anda adalah meyakinkan mereka bahwa bisnis tersebut berpotensi. Mereka juga ingin ‘jaminan’ komitmen Anda dalam mengembangkan usaha tersebut.

Kita tidak perlu menjelaskan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja secara lengkap tapi tekankan ke hal-hal spesifik seperti pencapaian apa yang pernah Anda dapatkan yang sesuai dengan background bisnis tersebut…

….Atau lebih bagus lagi apabila Anda bisa menjelaskan koneksi yang Anda miliki yang bisa menunjang usaha tersebut.

secret gifVia Giphy

 

7. Apa yang menjadi keunikan bisnis Anda?

Kesalahan yang sering dilakukan saat pitch investor adalah, terlalu banyak memberikan laporan tentang hal-hal yang sifatnya ‘membandingkan-bandingkan dengan bisnis lain’. Sementara para investor ini perlu tahu, apa yang menjadikan selling point atau keunikan bisnis Anda?

Jika bisnis Anda lebih baik, apa yang membuatnya seperti itu? Apakah karena layanan customer service 24 jam? Atau gratis ongkir? Buatlah daftar tentang hal apa saja yang membuat bisnis Anda stand out from the crowd.

i am special gifVia Giphy

 

Jika memungkinkan, Anda juga bisa berspekulasi sedikit tentang pertanyaan apa yang sekiranya akan diberikan dan lebih dulu mencantumkan jawabannya dalam presentasi Anda.

Selamat bernegosiasi!


Anita

Anita

I am very passionate about online media and content writing. Feel free to discuss projects with me at [email protected]