Tenaga kerja freelance telah menjadi sebuah trend yang tidak bisa dihindari. Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan dengan menggunakan jasa freelancer

Dengan permintaan akan jasa freelancer yang tinggi, menjadi seorang freelancer sepertinya enak, ya? Tidak perlu pergi ke kantor dan bisa bebas semaunya. Apa benar seperti itu?

Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan menjadi freelancer. 11 pertanyaan berikut ini dapat membantu Anda untuk memantapkan pilihan tersebut.

  1. Sudah siap?

Bekerja freelance bukanlah sekedar pekerjaan sambilan yang bisa dilakukan saat sedang lowong.

Freelancing is a demanding job dan punya deadline sama seperti pekerjaan full time, dan akan banyak gangguan yang bisa membuat Anda tidak fokus pada pekerjaan.

Pertama, you are your own boss. Tidak ada orang yang akan memarahi Anda dan sangat mudah untuk tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang jadi kewajiban Anda.

Kedua, pekerjaan sebagai freelancer bisa sangat kesepian karena Anda tidak punya kolega yang diajak ngobrol di meja sebelah atau teman makan siang saat sedang istirahat.

Anda harus sering-sering ‘keluar dan bertemu’ banyak orang dalam sebuah coworking space atau forum-forum yang sesuai dengan bidang Anda.

are you ready gif
Via Hexjam

 

  1. Punya skill?

Pekerjaan freelance adalah seni menjual skill. Contohnya, content writer, graphic designer, atau web developer (bidang-bidang ini memiliki area fokus masing-masing).

Dalam kerja freelance, keahlian kita menjadi solusi bagi orang lain. Untuk mengasah keahlian ini membutuhkan waktu dan pengalaman serta memperbanyak pengetahuan yang dapat membantu Anda menemukan niche tersebut.

Umumnya, keahlian ini dapat diamati semasa Anda kuliah.

Apakah Anda suka menggambar? Atau berkontribusi di majalah terbitan universitas? Pertimbangkan hal ini karena inilah yang akan menjadi skill berharga saat menerjuni dunia freelance.

skillset
Via TechVibe

 

  1. Punya network? 

Koneksi itu penting bagi freelancer. Karena pekerjaan ini tidak mengharuskan Anda untuk ngantor, akan sulit menemukan business network yang sesuai dengan niche Anda.

Keberhasilan membangun koneksi menjadi sebuah pertimbangan penting karena disinilah tempat Anda memamerkan skill dan mengiklankan hasil karya Anda kepada orang-orang yang membutuhkan jasa Anda.

Dalam buku “Show Your Work”, Austin Kleon menyarankan pembacanya untuk mendokumentasikan hasil kerja dan ‘memamerkannya’ kepada orang lain.

Forum-forum khusus freelancer memungkinkan Anda untuk berbagi info serta bergabung dengan para freelancer lain dan menemukan calon klien.

freelance networking
Via Pixabay

 

  1. Punya uang cadangan?

Meski seorang pekerja freelance dapat memperoleh penghasilan yang lebih banyak ketimbang pekerja kantoran, tapi gaji yang datangnya tidak terjadwal ini bisa jadi masalah bila Anda tidak pandai mengatur keuangan.

Oleh karena itu, pendapatan sering menjadi pertimbangan seorang freelancer. Kecuali Anda direkrut oleh sebuah agency yang dapat menyuplai pekerjaan setiap hari.

Bila tidak, Anda harus pandai menyimpan uang dan cermat mengatur pengeluaran; sekaligus menabung untuk masa depan.

Kebutuhan bulanan ini termasuk alokasi uang makan, asuransi, kesehatan, (dan jalan-jalan!).

no saving gif
Via Momoneymoprogress

 

  1. Bisa disiplin?

Kedisiplinan menjadi pertimbangan yng sangat penting. Seperti poin sebelumnya, akan sulit menjadi freelancer bila Anda tidak disiplin dengan waktu dan pekerjaan.

Dalam buku ‘4-Hour Work Week: Escape 9 to 5’, dijelaskan bahwa “menjadi sibuk belum tentu efektif”. Prioritaskan waktu Anda untuk pekerjaan yang terpenting saat itu dan pekerjaan lainnya bisa menanti.

Salah satu tips yang bisa Anda terapkan adalah menganggap diri sendiri sebagai “Head of Project Division” ketimbang sebagai “Content Supplier”.

Kedengarannya lebih keren, bukan? Selain lebih keren, titel tersebut akan memacu Anda untuk bekerja lebih produktif dan bertanggung jawab, karena Anda seorang kepala divisi, lho!

discipline gif
Via Hexjam

 

  1. Mau mencoba?

Richard Branson pernah berkata, “Apabila seseorang menawarkan sebuah kesempatan yang menakjubkan tetapi Anda tidak yakin bisa mengerjakaannya atau tidak, bilang ya –lalu pelajari bagaimana caranya nanti.”

Well, memang tidak semudah itu tapi setidaknya Anda mau mencoba. Apalagi setelah Anda menyadari Anda punya skill.

Jika Anda pegawai kantor yang menyambi sebagai freelancer; jangan langsung memutuskan untuk resign kerja sebelum benar-benar serius dengan kerja freelance.

Tak ada salahnya mencoba kerja online karena pekerjaan ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kesibukan Anda.

try something new gif
Via Hexjam

 

  1. Bisa bernegosiasi?

Bernegosiasi harga, jam kerja, dan deadline. Kerja freelance tidak seperti kerja kantoran yang mendapatkan gaji setiap bulan untuk apa yang Anda kerjakan (dan yang tidak Anda kerjakan).

Saat bekerja sebagai freelancer, kita sendiri yang menentukan seberapa besar kita ingin dihargai oleh klien.

Contohnya, seorang graphic designer bisa menegaskan berapa kali ia menerima revisi dari klien. Semuanya harus ditentukan di awal sebelum Anda menerima tawaran kerja.

Skill bernegosiasi menjadi pertimbangan penting karen kesaalahan menentukan harga bisa menyebabkan rugi waktu dan tenaga (dan pendapatan tentunya).

negotiating gif
Via Giphy

 

  1. Mudah dihubungi?

Apakah Anda sudah yakin dapat merespon permintaan klien secepat Anda membalas comment di Facebook?

Bayangkan Anda di posisi klien yang sudah membayar uang muka untuk sebuah project menulis cerita inspiratif tentang perusahaannya lalu tiba-tiba si penulis menghilang berhari-hari tanpa memberikan update?

Klien akan lebih menghargai freelancer yang mudah diajak berkomunikasi, dengan arti membalas pesan mereka dengan cepat.

easy communication gif
Via Giphy

 

  1. Bisa tepat waktu?

Kerja freelance membutuhkan ketepatan waktu. Keterlambatan Anda memang tidak didenda oleh perusahaan manapun; tapi poin kredibilitas Anda sudah pasti berkurang di mata klien.  

Menjadi on time menjadi tolak ukur atau parameter mutlak dalam dunia kerja online.

dont be late gif
Via Megabuk

 

  1. Bisa menepati janji?

Jangan membuai klien dengan profile yang wow lalu memberikan janji manis yang tidak bisa Anda tepati.

Jujurlah pada klien, apa yang bisa Anda tawarkan berdasarkan kemampuan Anda.

Misalnya, jika memang tidak (atau belum) memahami topik seputar saham dan pasar modal, jangan menerima pekerjaan untuk menulis analisa pasar modal karena Anda mungkin tidak dapat menghasilkan karya yang baik.

Sesuaikanlah dengan kemampuan. Niscaya, akan lebih mudah untuk menepati janji Anda.

promise gif
Via Whicdn

 

  1. Sudah siap menerima resikonya?

Saat memutuskan untuk terjun ke dunia freelance, bersiaplah untuk menerima resiko apapun karena kita tidak dapat memprediksi bisnis tersebut akan berjalan mulus atau tidak.

Salah satu contoh resiko yang sederhana adalah kerja hingga larut saat salah menentukan jadwal!

Belum lagi resiko-resiko seperti ditolak klien atau tidak mendapatkan pekerjaan hingga berminggu-minggu lamanya.

Meski begitu, berani mengambil resiko akan membuat Anda lebih memaklumi kesalahan dan belajar dari kegagalan.

live dangerously
Via Quickmeme

 

Jika Anda menjawab “Ya” ke 11 pertimbangan di atas, saya ucapkan, welcome to the freelance world!

Bekerja freelance secara online membutuhkan banyak pertimbangan. Akan tetapi banyak juga hal menyenangkan yang dapat diperoleh. Contohnya, memiliki waktu kerja fleksibel dan punya banyak waktu untuk hal lain, mandiri secara finansial, dan yang paling seru…bekerja dengan memakai piyama di rumah!


Anita

Anita

I am very passionate about online media and content writing. Feel free to discuss projects with me at [email protected]