3 Langkah Mudah Membuat Business Plan yang Baik

Membuat business plan merupakan langkah awal yang penting dilakukan dalam sebuah bisnis. Dengan membuat business plan dapat memudahkan kita merancang bentuk bisnis dan langkah yang akan diambil dalam perusahaan. Sebuah business plan yang baik dapat membantu dalam mencapai tujuan bisnis. Business Plan juga dapat menjadi acuan bagi investor dalam memutuskan rencana investasi mereka pada perusahaan.

 

Bagian 1 : Kerjakan Tugas Anda

1. Analisa Pasar Potensial

Tentukan segmen pasar lokal (dan/atau Internasional) yang akan menggunakan jasa atau produk Anda. Hal ini membutuhkan lebih dari sekedar hanya estimasi atau dugaan namun harus melalui penelitian yang cerdas dan akurat. Kumpulkan berbagai informasi dari orang di luar perusahaan dan juga lakukan pengamatan sendiri dengan metode yang tepat. Pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Apakah ada pasar yang layak untuk menjual produk atau jasa Anda?
  • Berapa usia potensial pelanggan Anda?
  • Apa yang mereka lakukan sehari-hari?
  • Apakah produk atau layanan Anda dapat menarik etnis atau kelompok ekonomi tertentu?

2. Tetapkan Seberapa Besar Pasar Potensial

Sangat penting untuk mengetahui sespesifik mungkin pasar dan produk perusahaan. Sebagai contoh jika Anda ingin memulai bisnis sabun, Anda pasti percaya bahwa semua orang membutuhkan produk sabun, tetapi bukan berarti bisnis dapat dimulai dengan target  pasar mencakup seluruh dunia. Buatlah target yang lebih spesifik, seperti anak-anak, sabun dengan busa banyak, wangi khusus, sehingga Anda dapat menganalisis demografis yang lebih spesifik.

3. Identifikasi Kebutuhan Awal Perusahaan 

Berapa besar modal awal yang harus tersedia? Apakah Anda membutuhkan 300 karyawan dan jaringan telepon di meja kantor.Buatlah rincian kebutuhan perusahaan, seperti lemari-lemari untuk menyimpan semua berkas, ataupun waktu yang harus disediakan untuk membuat rencana dan menentukan pasar potensial Anda.

4. Siapkan Contoh Produk

Jika Anda ingin memproduksi perangkap tikus, pasti Anda sudah mempersiapkan prototipe untuk produk tersebut, tetapi butuh lebih dari sekedar itu untuk menarik calon investor. Seperti apa bentuk perangkap tikus itu? Bahan apa yang akan dibutuhkan? Apakah memerlukan biaya untuk menyiapkan prototipe? Apakah membutuhkan tenaga ahli untuk maintenance? Apakah perlu mematenkan produk Anda? Apakah perlu sertifikasi keamanan produk?

5. Teliti Lokasi Strategis untuk Bisnis 

Hubungi iklan pemasaran property dan cari mana lokasi yang tepat untuk menjual bisnis sehingga dapat samapi ke konsumen. Buatlah daftar property dari yang paling mahal hingga paling murah. Berapa banyak ruang yang dibutuhkan dan berapa banyak ruang yang mungkin untuk disewakan.

6. Tentukan Biaya Awal 

Buatlah daftar semua sumberdaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Estimasi semua biaya total yang dibutuhkan untuk start-up mulai dari belanja computer canggih hingga hanya memasang jaringan telepon di meja. Jika ada item yang terlalu mahal dan tidak terlalu berpengaruh signifikan, carilah alternatif lain.

7. Posisikan Diri Sebagai Calon Investor

Business Plan juga bertujuan untuk menarik calon investor, jadi selayaknya posisikan diri Anda seandainya menjadi investor. “Jika saya akan investasi pada produk X, informasi apa yang saya butuhkan?” kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kredibel dan dapat membantu Anda sebanyak mungkin. Mungkin beberapa produk akan sulit untuk mendapatkan informasi yang relevan.

8. Identifikasi Investor yang Potensial

Bank atau sumber pendanaan lainnya tidak menginvestasikan uangnya berdasarkan ide-ide yang menarik dan bagus. Mereka mengikuti pedoman data manajemen resiko, yang dirancang dalam business plan untuk meyakinkan mereka investasi atau meminjamkan uang pada bisnis Anda. Pemberi pinjaman akan melihat modal (capital), kapasitas (capacity), jaminan (collateral), kondisi (condition), dan karakter (character) atau yang dikenal dengan 5C perusahaan Anda.

Bagian 2: Buat Struktur Bisnis 

1. Definisikan Perusahaan 

Sebuah business plan tidak akan berhasil jika visi meisi perushaan tidak dapat tersampaikan? Apa yang perusahaan lakukan untuk orang lain? Apa produk atau layanan yang disediakan? Tuliskan semua secara spesifik. Para calon investor perlu tahu bahwa produk atau layanan Anda akan bermakna dan berharga bagi orang-orang yang menggunakannya.

2. Pilih Strategi Untuk Lebih Unggul

Setelah menentukan keunggulan kompetitif bisnis, tentukan strategi apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut. Bagaimana Anda membuat produk atau jasa tersebut berbeda dari merek lain? Langkah pertama dalam memilih strategi yang efektif adalah mengidentifikasi keunggulan produk atau jasa. Keunggulan kompetitif juga termasuk merancang fitur khusus yang tidak dirancang produk pesaing. Mungkin saja pengiriman cepat, harga lebih murah, membangun hubungan dengan pelanggan.

3. Desain Perusahaan 

Tentukan langkah untuk merekrut dan mengatur tenaga kerja. Pada saat menentukan konsep bisnis potensial, Anda pasti sudah memikirkan berapa banyak tenaga kerja dan ketrampilan apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Perlu diketahui bahwa mungkin rencana awal berubah seiring pertumbuhan bisnis. Anda mungkin perlu memekerjakan lebih banyak manajer untuk mengawasi staf, atau menambah departemen baru untuk memenuhi permintaan pelanggan. Proyeksi pertumbuhan dan ekspansi perusahaan harus dituangkan dalam business plan.

4. Pertimbangkan Isu-Isu Dalam Menjalankan Bisnis 

Pahami bahwa Anda adalah seorang pemimpin dan atasan. Tentunya akan ada banyak isu yang harus dihadapi pemimpin dan atasan, seperti keinginan dan kemampuan menjadi atasan yang baik, hingga bagaimana memberikan hak-hak karyawan, seperti gaji dan upah, tunjangan pension, dan asuransi.

Investor tentu ingin tahu sejauh mana Anda mampu menjalankan bisnis. Apakah Anda perlu segera memekerjakan manajer berpengalaman? Apakah Anda tetap akan memekerjakan karyawan lama atau merekrut karyawan baru? Dan dimana menemukan karyawan yang potensial?

5. Tentukan Rencana Pemasaran

Salah satu kesalahan umum dalam business plan adalah kegagalan pengusaha menyampaikan dengan tepat bagaimana mereka akan mencapai konsumen mereka dan bagaimana produk mereka akan disajikan pada pelanggan. Para calon investor, staf, dan mitra tidak akan yakin bahwa rencana akan berhasil hingga Anda menetapkan metode yang efektif untuk berhubungan degan pelanggan, dan menjamin bahwa setelah mendapatkan pelanggan, Anda dapat meyakinkan mereka membeli produk atau jasa tersebut.

Bagian 3: Menulis Business Plan

1. Atur Semua Informasi Relevan pada Bisnis Anda

Mulai dari bagian membuat judul dan menuliskan informasi yang sesuai dibawah judul. Beberapa poin yang berguna untuk menarik investor antara lain:

  • Halaman Judul dan Isi
  • Ringkasan Eksekutif, tuliskan visi perusahaan
  • Deskripsi Umum Perusahaan, memberikan gambaran perusahaan  dan layanan yang disediakan
  • Produk dan Jasa, menjelaskan secara rinci produk dan jasa unik perusahaan
  • Rencana Pemasaran, menjelaskan bagaimana menyampaikan produk pada konsumen
  • Rencana Operasional, menjelaskan alur perusahaan bekerja setiap hari
  • Manajemen dan Organisasi, menggambarkan struktur organisasi dan filosofinya
  • Rencana Keuangan, menggambarkan model keuangan dan kebutuhan perushaan dari Investor.

2. Tulis Ringkasan Eksekutif Terakhir

Ringkasan eksekutif pada sebuah business plan sebenarnya adalah sebuah daya tarik besar untuk para investor, atau siapapun yang membaca business plan Anda. Ringkasan ini harus merangkum dan mengartikulasikan sesuatu yang menonjol dari produk dan model bisnis. Tuliskan tentang visi besar perusahaan.

3. Kumpulkan Semua Informasi Secara Bersamaan dan Siapkan Beberapa Rancangan

Anda telah bekerja keras melakukan penelitian, menentukan bisnis yang akan dijalankan, membuat target yang akurat dan menjual produk. Kini saatnya meletakkan secara bersamaan business plan dengan semua pemikiran, penelitian, dan kerja keras Anda tadi menjadi gambaran yang komprehensif mengenai struktur dan layanan perusahaan.

Melihat langkah-langkah di atas tentunya Anda menjadi sadar bahwa business plan memang penting dibuat dalam bisnis. Selain sebagai sarana untuk mencari investor, sebenarnya juga dapat menjadi strategi pemasaran bisnis. Satu hal yang tidak kalah penting dari business plan adalah desain logo perusahaan dan desain template. Anda juga dapat mencantumkan website perusahaan dan media sosial perusahaan.