Marketing

14 Kriteria Desain Kemasan Produk yang Mudah Dilirik Konsumen

desain-plastik-kemasan-produk

Pasar sudah berubah, dan sudah tiba waktunya untuk merubah model pemasaran lewat kemasan produk baru, meski cuma merubah sedikit desain plastik kemasan produk. Apa yang membuat beda antara perusahaan yang berhasil dan tidak yaitu cara menarik perhatian konsumen lewat bantuan kemasan produk.

Bahkan jika satu perusahaan yang punya logo sangat menarik, itu tetap saja tak akan membantu pemasaran. Tak ada cara yang lebih baik untuk menarik konsumen selain dari kemasan produk yang bagus. Ini artinya, konsumen akan terikat untuk selalu mengingat suatu produk.

Desain kemasan produk tak cuma harus bagus, tapi harus ada keseimbangan antara efektivitas dan kreativitas. Karena kalau tak menjual, berarti desain itu tak efektif. Desain kemasan unik dan menarik pasti punya semacam karakter yang bisa membedakan dengan produk yang lain.

 

Kenapa Harus Membuat Desain Kemasan yang Menarik?

Membuat Desain Kemasan yang MenarikSebuan desain yang menarik harus bisa merefleksikan produk itu sendiri, juga tingkat kreativitas dan karakter perusahaan. Yang umum terjadi justru sebaliknya. Padahal desain kemasan yang buruk acapkali jadi penyebab gagalnya pemasaran. Lantas, bagaimana cara membuat desain yang menarik?

 

1. Praktis

Praktis berkaitan dengan bermacam hal, seperti bentuk, ukuran, dan fungsi dari wadah produk itu sendiri. Ini bukan sekedar label yang menempel di kemasan. Makin praktis suatu produk, maka arus penjualan bisa dipastikan meningkat tajam.

Kepraktisan merupakan sesuatu yang paling tampak dari sebuah desain kemasan. Konsumen hanya mau suatu produk yang bisa dibawa dengan mudah. Jadi, lain kali kalau membuat desain suatu produk, pastikan kemasan produk bisa dengan mudah dipakai atau dibawa.

 

2. Perkembangan produk

Konsep desain kemasan produk sebisa mungkin memberi peluang untuk mengenalkan produk lanjutan. Bisa juga variasi produk, atau produk turunan. Harus ada patokan awal seperti apa desain produk baru nantinya. Contoh paling mudah ada di produk minuman.

Coba lihat produk minuman kemasan, ada satu kesamaan pola desain di tiap kemasannya. Yang membedakan yaitu gambar buah di kemasan, yang sekaligus menjadi penunjuk rasa minuman yang ada dalam kemasan. Artinya, harus ada platform desain visual yang sistematis.

 

3. Efek etalase

Menilik sudut pandang konsumen, suatu produk pasti tak tampil di rak etalase sendiri sehingga tak bisa menampilkan detilnya. Umumnya, produk yang dijual ditata berdasar urutan. Tapi di mata konsumen, ini cuma sekumpulan produk yang berjajar rapi di rak.

Sampai konsumen melihat suatu pola gambar produk yang menarik, mereka baru akan beranjak mendekat. Perbedaan yang muncul dari suatu produk saat diletakkan di etalase inilah yang disebut efek etalase. Kuncinya, desain kemasan harus bisa menarik perhatian dari jauh.

 

4. Otentik

Sesuatu yang orisinil, berkarakter, dan bisa dikenang, merupakan ciri desain kemasan yang efektif. Ada ribuan produk di luar sana dan semua berkompetisi untuk menarik perhatian calon konsumen. Satu-satunya cara supaya menonjol yaitu menjadi berbeda, menjadi otentik.

Ini pentingnya aspek kreatif dan eksplorasi saat membuat desain kemasan. Mustahil memberi nasehat cara membuat desain jadi otentik, apalagi konsumen sekarang sudah dijejali ribuan produk keren dan menarik. Solusinya, buat desain tak biasa dengan standar visual tinggi.

 

5. Jujur

Masalah untuk pemula, baik untuk desainer juga kliennya, yaitu kerap melebih-lebihkan desain kemasan melebihi imajinasi. Masalahnya, melebih-lebihkan produk hingga berkali lipat berarti menyesatkan konsumen yang akhirnya berimbas ke performa pemasaran yang buruk.

Yang paling parah, ini bisa merusak citra perusahaan. Sikap jujur ditekankan disini. Konsumen cuma ingin sesuatu yang sederhana, tak mahal, dan tahu apa yang dibeli. Memang benar, konsumen ingin sesuatu yang beda, tapi bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan.

 

6. Atraktif

Pikiran konsumen didesain untuk menyaring dan mengingat sesuatu yang spesial saja. Garis besarnya jelas, kalau plastik kemasan produk yang dibuat biasa saja, itu berarti konsumen akan cepat lupa. Untuk ini, buatlah desain yang secara emosional bisa mengikat konsumen.

Lewat komposisi yang pas, desain kemasan plastik bisa terlihat atraktif dan layak dikenang. Untuk mewujudkan hal rumit ini, jasa desain plastik kemasan bisa menjadi solusi. Atraktif tak harus mengorbankan poin penting, tapi bisa memadu-padankan dengan apik.

 

7. Singkat dan jelas

Rata-rata konsumen cuma butuh 4 detik untuk memutuskan jadi tidaknya membeli satu produk. Diantara faktor yang menentukan kondisi tersebut yaitu desain kemasan. Misal, ada suatu produk menulis semua kandungan manfaat tapi tanpa disertai nama produk yang jelas.

Di sisi lain, ada produk yang tampak bagus di luar tapi gagal menjelaskan apa isi kandungannya. Dua contoh barusan bukan hal bagus karena gagal menunjukkan identitas yang sebenarnya. Selalu ingat, buat jelas informasi produknya, dan buat jelas siapa perusahaan pembuatnya.


jasa desain produk


Apa Saja Kriteria Desain Kemasan yang Menarik?

Kriteria Desain Kemasan Terkhusus produk baru, desain kemasan harus dibuat sespesial mungkin. Bukan tanpa sebab, hampir 95% produk baru gagal di tahun pertama, dan satu diantara penyebabnya yaitu desain kemasan yang kurang menarik. Kuncinya, tarik perhatian konsumen lewat desain kemasan yang eye catching.

 

1. Interaktif

Apapun yang bisa meningkatkan peluang supaya konsumen mau menyentuh produk harusnya lebih ditingkatkan. Prinsip ini harus dijaga benar, dan diimplementasikan lewat desain kemasan yang tak biasa. Satu contoh, bisa saja plastik kemasan produk diberi tekstur unik.

Senada dengan prinsip tadi, kemasan dengan tekstur unik pasti membuat penasaran calon konsumen hingga mau menyentuh. Begitu juga dengan produk rumahan seperti pewangi rumah, sebisa mungkin beri ruang ke konsumen untuk mencicip bau tanpa membuka wadah.

 

2. Transparan

Ada banyak riset yang mendemonstrasikan kalau di beberapa bagian produk yang dibuat transparan, bisa meningkatkan peluang produk dibeli konsumen secara signifikan. Ada benarnya juga, apalagi kalau belum familiar dengan suatu produk yang baru dirilis.

Seeing is believing, dalam artian melihat langsung bisa membuat konsumen lebih yakin tentang isi di dalamnya. Juga, melihat langsung secara dramatis bisa meningkatkan kepercayaan pada merek tertentu. Transparan tak harus ditutup plastik kemasan, bisa juga dengan diberi lubang.

 

3. Mudah dipahami

Konsumen cuma ingin tahu produk apa dan siapa pembuatnya. Masalah penjelasan dan lainnya bisa dibaca nanti. Sesederhana itu. Tapi membuat desain kemasan seperti ini bukan suatu yang gampang diwujudkan. Kembali lagi, sikap kreatif dan mau bereksploasi adalah yang dibutuh.

Cuma hitungan detik saja konsumen mau meluangkan waktu untuk memahami isi produk. Gagal dalam memberi pemahaman, peluang produk terjual sirna. Selain memakai bahasa yang mudah dimengerti, jauh lebih bagus kalau dipadukan dengan kriteria nomor 2.

 

4. Bentuk unik

Bukan suatu yang disengaja kalau produk wanita selalu identik dengan pola asimetris, sedang produk pria selalu identik pola simetris. Ada kepentingan secara psikologi dibalik pola yang diadopsi suatu produk, dan ini bergantung pada segmen mana yang diambil.

Sudah jadi keharusan kalau suatu desain kemasan produk harus dibuat menurut targetnya. Ini penting supaya produk lebih diterima karena bisa mewakili karakter konsumen. Selalu ingat, harus ada kesesuaian antara produk dan target konsumen yang dituju.

 

5. Warna menarik

Pilihan warna yang dipakai suatu kemasan krusial menentukan laju penjualan suatu produk. Bahkan, hampir 90% keputusan membeli suatu produk didasari warna yang ada dalam kemasan produk. Ada semacam pertalian emosi saat konsumen melihat warna tertentu.

Konsumen kerap mengasosiasikan suatu warna dengan maksud tertentu. Ini yang harus jadi perhatian utama, baik untuk desainer atau klien. Kegagalan memilih warna berarti kegagalan suatu produk. Meski begitu, warna-warna pastel masih jadi favorit di banyak kalangan.

 

6. Fungsional

Dari banyak pertimbangan saat mau membungkus suatu produk, salah satu yang penting yaitu proteksi yang bisa diberi oleh suatu kemasan. Tak ada gunanya membuat kemasan menarik secara visual tapi tak bisa memberi fungsi sebagaimana mestinya.

Kemasan produk punya banyak fungsi, tapi yang utama yaitu untuk melindungi isi produk. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan kalau desain kemasan bagus tapi material kemasan tidak. Harus ada keseimbangan antara desain dan material kemasan yang dipakai.

 

7. Ramah lingkungan

Sadar atau tidak, konsumen sekarang memberi perhatian lebih pada jenis kemasan tertentu. Ada semacam kemauan untuk ikut menjaga lingkungan tapi dengan cara yang tak repot. Satu contohnya yaitu dengan membeli suatu produk yang berlabel ramah lingkungan.

Memang, efek kemasan ramah lingkungan masih belum banyak terasa kalau dikaitkan dengan arus penjualan. Tapi bisa diprediksi ini bisa menjadi peluang besar dalam usaha menarik konsumen. Apalagi kalau dipadu dengan desain kemasan tak biasa, hasilnya bisa menjanjikan.


Desain Kemasan Plastik Produk Berkualitas, Garansi Uang Kembali!

#JanganBikinSusah


Desain kemasan produk punya sejarah panjang mendukung suatu produk sukses di pasaran. Tampilan sangat penting, mengingat ekspektasi tinggi konsumen, juga kompetitor yang terus inovasi. Penting untuk menyerahkan desain kemasan produk ke tangan handal supaya punya tampilan professional.

Ria A. Wijaya
Lulusan Sastra Inggris yang mampu menulis beragam tema, terkhusus seputar teknologi dan traveling.
You may also like
Blog Marketing: Cara Pemasaran Bisnis Melalui Blog
23 Istilah Desain Grafis yang Harus Semua Orang Ketahui

Diliput Oleh

[index]
[index]