Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

10 Contoh Label yang Paling Ikonik dan Diingat

10 Contoh Label yang Paling Ikonik dan Diingat

Di balik produk yang keren, terselip label yang tak kalah penting dan memiliki kegunaan khusus yakni sebagai penanda atau ciri khas dari produk tersebut. Tak jarang label produk ini dibuat seunik mungkin. Gak percaya? Ini dia 10 contoh label paling ikonik dan diingat yang perlu kamu tahu.

H&M

H&M termasuk brand yang detil dalam memberikan label pada setiap jenis produknya yang berbeda. Pertama, label H&M Studio. Label ini tampak simpel dengan isi tulisan yang tidak begitu padat dan hanya menggunakan warna latar putih dengan tulisan berwarna hitam.

Tapi jangan salah, label ini menandakan kelas tertinggi dari produk H&M. Setiap pakaian dengan label ini merupakan pakaian dengan kualitas bahan terbaik, serta ditampilkan dalam panggung fashion show layaknya brand fashion ternama.

Keterangan di baris paling bawah pada tulisan di label menunjukkan periode musim fashion saat pakaian ini diluncurkan. Biasanya pakaian dengan jenis label ini terbuat dari bahan suede, wol dan kulit.

Berikutnya, label H&M Conscious. Dari namanya saja sudah terdengar unik bukan? Sesuai dengan namanya, label ini bertujuan meningkatkan kesadaran para pelanggan untuk menggunakan pakaian dengan bahan ramah lingkungan sehingga lebih mudah didaur ulang. Untuk program ini H&M bekerjasama dengan pabrik yang menjalankan kode etik produksi pakaian serta secara rutin membuat standar dan tujuan dari program ini. Pakaian dengan label ini menggunakan bahan cotton, lyocell, dan spandek.

Ketiga, label H&M Party. Label dengan dominasi warna hitam elegan ini terpasang pada lini pakaian pesta simpel namun tetap elegan, cocok dikenakan untuk pergi ke klub atau kumpul saat pesta barbeque. Label ini khusus untuk pakain pesta dengan bahan satin, lace, dan chiffon.

Selanjutnya, label H&M Classic. Label ini ditandai dengan warna abu-abu. Pakaian untuk ke kantor dengan gaya simpel namun tetap stylish masuk ke lini label ini. Jenis pakaian di label ini terbuat dari bahan cotton, polyester, acrylic.

Label of Graded Goods H&M ini menitikberatkan fokus pada jenis pakaian bergaya klasik layaknya fashion jadul Amerika seperti kemeja motif kotak-kotak. Tak hanya itu, label ini juga menyediakan beragam jaket anti hujan. Pakaian dengan label ini terbuat dari bahan cotton, rayon, modal.

Label Divided ini termasuk yang paling sering terlihat pada label pakaian H&M. Tak hanya warna merah, label ini juga hadir dengan latar warna putih dan hitam. Biasanya label ini menyediakan model pakaian yang cocok untuk remaja dan anak muda. Bahan pakaian dari label ini adalah polyester, acrylic, polyurethane.

Label &Denim ini terpasang pada setiap jenis pakaian denim di H&M. Di label tertera informasi nama produk, ukuran, serta lokasi produksi pakaian. Bahan kain yang digunakan untuk label ini adalah cotton dan spandek.

Label Basic H&M menggunakan bahan pakaian halus dan lembut sehingga nyaman digunakan untuk gaya santai sehari-hari. Karena bahannya cenderung tipis, butuh kehati-hatian dalam mencuci dan merawat pakaian berlabel ini agar bisa tahan lama. Label ini menggunakan bahan rayon, polyester, dan spandek untuk koleksi pakaiannya.

Levi’s

Contoh label ikonik dimiliki Levi’s, merk pakaian dengan banyak sekali perubahan label dari masa ke masa. Di tahun 1936, label kecil warna merah dengan tulisan Levi’s warna putih yang dijahit di pinggir kantong celana jeans ini menjadi tren yang ikonik. Di tahun 1936 hingga 1971, label Levi’s menggunakan huruf E kapital.

Bagi para kolektor jeans Levi’s lama, pasti bisa menemukan jenis label ini.

Pada tahun 1971, tulisan label diubah dari cetak kapital LEVI’s menjadi Levi’s untuk membedakan produksi jeans baru dengan jeans lama. Levi’s memiliki label warna oranye di tahun 1960-an untuk memberikan gaya yang lebih berbeda. Di masa ini lahirlah era fashion denim dalam bentuk kemeja denim, topi bahan jeans, serta celana jeans berbagai model unik.

Label Levi’s for Gals warna putih ini digunakan sebagai penanda jenis pakaian wanita, banyak digunakan pada tahun 60-an dan 70-an. Biasanya label ini tersemat di jeans corduroy dan jaket. Ada pula label Levi’s dengan warna latar hitam serta tulisan warna emas. Label dengan tampilan elegan ini dijahit pada bahan pakaian yang anti kerut dan lecek, sehingga tak perlu repot disetrika sebelum dipakai. Label warna perak digunakan untuk jeans Levi’s yang diproduksi di tahun 80-an dan 90-an.

Label ini pertama dipopulerkan di tahun 1988 modeal celana baggy dan streetwear denim lainnya. Sejak tahun 2000-an hingga kini, sudah jarang produk Levi’s yang menggunakan label khasnya, namun label pada bagian belakang pinggang celana tetap disematkan. Label satu ini menandakan produknya memiliki harga lebih murah.

Mungkin untuk segi kualitas, tidak bisa disamakan dengan produksi terdahulu, namun Levi’s terbaru ini tetap keren dan layak dipakai.

Manolo Blahnik

Manolo Blahnik merupakan brand fashion khusus sepatu asal Spanyol yang dirancang oleh desainer dengan nama yang sama. Telah banyak selebritas kelas dunia yang menggunakan sepatu ini, seperti Diana Ross, Madonna, hingga Naomi Campbell.

Label dari sepatu ini juga terlihat unik, dijahit agak menjorok ke dalam di bagian tengah sepatu. Dengan melihat labelnya saja, bisa diketahui produk mana yang asli atau palsu.

Pada sepatu yang asli, terdapat label bertulisan MANOLO BLAHNIK yang dijahit rapi di sol dalam sepatu. Lalu perhatikan juga lambang huruf R dalam lingkaran yang tertera di pinggir label. Cek ukuran dan penempatan label secara teliti agar tidak tertipu dengan barang palsu.

Uniqlo

Uniqlo, merk pakaian asal Jepang ini memiliki label yang mengusung konsep modern minimalis. Hanya dengan gabungan warna hitam dan putih, label ini berisikan tulisan Uniqlo, serta ukuran dan lokasi produk dibuat. Yang membuatnya unik adalah tulisan Uniqlo dalam huruf Jepang yang juga disertakan dalam label.

Converse

Label sepatu Converse memiliki simbol bintang di antara tulisan All Star yang menjadikannya ikonik.

Jika ingin tahu mana converse yang palsu, cek saja jahitan di pinggir label, jika rapi berarti sepatu itu asli. Lalu perhatikan cetakan tulisan dan lambing bintang pada label, jika terlihat berbayang dan tidak tercetak tebal, maka itu adalah sepatu Converse yang palsu.

Vans

Vans, merk sepatu yang banyak digandrungi anak muda ini memiliki penempatan label yang cukup ikonik, yakni berukuran kecil dan terjahit di tepi bagian depan sepatu.

Meski bentuk label selalu sama, namun warna yang ditampilkan beragam, di antaranya label merah dengan tulisan putih, label putih dengan tulisan hitam, serta label hitam dengan tulisan emas.

Anello

Anello, tas ransel modern asal Jepang ini memiliki label warna hitam yang terjahit di bagian depan tas. Jika penasaran ingin bedakan tas anello asli dengan yang palsu, ada satu cara. Berbeda dengan Uniqlo, uniknya label Anello ini tidak memuat tulisan Jepang sama sekali. Selain tulisan anello, di label juga tertera tahun awal produksi anello dan gambar dua botol yang bersilangan.

Ralph Lauren

Ralph Lauren memiliki label pakaian yang membantu pembeli dengan mudah mengetahui mana produk yang asli, mana yang tidak.

Label yang hanya bertuliskan merk produk, bisa dipastikan adalah yang palsu. Selain label berisi tulisan merk produk, Ralph Lauren juga selalu memberi label tambahan berisi informasi ukuran pakaian di tiap produk originalnya.

Burberry

Burberry, salah satu merk fashion kelas atas yang memproduksi banyak sekali fashion items, salah satunya scarf.

Model scarf Burberry memiliki ciri khas motif garis yang modis. Namun, beredarnya scarf Burberry palsu perlu dihindari. Label pada scarf Burberry bisa membantu mendeteksi produk original yang sebenarnya. Label di scarf Burberry asli akan terjahit rapi, serta bagian tengah label tidak menempel pada bahan scarf. Di label akan tampak jahitan tulisan kapital BURBERRY terletak pas di tengah label. Lalu akan ada pula tulisan lokasi produksi scarf hingga info bahan yang digunakan.

Carhartt

Carhartt, perusahaan produsen fashion item sejak 1889 ini memiliki banyak transformasi pada labelnya. Sejak tahun 20-an hingga 60-an, label Carhartt ditandai dengan simbol hati warna merah di bagian tengah. Bedanya, hanya di tahun. 20-an yang labelnya hanya memiliki dua warna, merah dan putih. Sisanya menyematkan aksen biru pada tulisan Carhartt di label. Namun di tahun 60-an hingga 90-an, gambar pada label dibuat lebih simpel tanpa gambar hati lagi.

Tak hanya berfungsi sebagai lambang identitas, rupanya label suatu produk juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi asli atau tidaknya barang tersebut. Jangan sampai tertipu barang tiruan dengan kualitas rendah yang tentunya tak tahan lama. Sudah tentu harga menentukan kualitas, bukan begitu?

Rekomendasi Artikel Lainnya
Investasi Menguntungkan Untuk Pengusaha
Investasi Menguntungkan Untuk Pengusaha di Indonesia

Cara Perusahaan Jadi Besar Tanpa Perlu Tambah Karyawan