Bawa Kapal Bisnismu Mengarungi “Samudera Biru”

blue ocean strategy business illustration

Saat saya masih remaja, orang-orang yang memiliki handphone Nokia selalu dilihat sebagai orang yang lebih “terpandang”.

Ini karena, di mata masyarakat, Nokia pada saat itu memiliki image sebagai sebuah produk dan brand kelas tinggi.

Mulai dari sisi desain yang inovatif, ketangguhan produk, hingga kenyamanan penggunaan, keunggulan yang dimiliki produk-produk Nokia telah berhasil membuat mereka menjadi pemimpin industri telepon genggam pada awal dekade 2000.

Tapi sekarang, brand asal Finlandia itu seakan tenggelam di tengah persaingan.

Antusiasme yang dulu muncul setiap mereka memperkenalkan produk baru, kini hilang dan digantikan oleh brand-brand lain seperti Apple dan Samsung.

Apa yang terjadi?

KALAH KARENA TIDAK BERADAPTASI

Salah satu faktor terbesar di balik kesuksesan Nokia saat itu — sesuai yang sedikit saya bahas di atas — adalah keunggulan hardware (perangkat keras) produk-produknya.

Saking legendarisnya kekuatan produk mereka, handphone Nokia 3310 yang dirilis 23 tahun lalu kini masih hidup sebagai sebuah meme yang populer di kalangan pengguna internet.

nokia 3310 meme
Meme dari Merdeka

Namun pada tahun 2003, ketika sistem operasi Android diperkenalkan ke khalayak luas, mereka memutuskan untuk tidak ikut hype yang ada dan tetap berfokus pada keunggulan terbesar yang mereka miliki, hardware.

(Percaya atau tidak, pada saat itu manajemen Nokia beranggapan bahwa masyarakat tidak akan pernah menyukai handphone dengan layar sentuh, dan akan terus memilih untuk menggunakan skema tombol fisik.)

Sifat keras kepala ini pun disadari oleh perusahaan teknologi kompetitor asal Amerika Serikat, Apple.

Karena mengetahui bahwa persaingan dari sisi hardware adalah pertempuran yang akan sulit untuk mereka menangkan, Apple memutuskan untuk berfokus pada pengembangan produk dari sisi lain produk telepon genggam: software atau perangkat lunak.

Akhirnya, pada tahun 2007 Apple memperkenalkan produk iPhone pertama dan sistem operasi iOS yang — seperti kita tahu — menjadi langkah awal kesuksesan mendunia yang berhasil mereka miliki saat ini.

Mereka telah sukses mengambil alih gelar pemimpin industri dari Nokia karena memilih untuk menghindari kompetisi, dan fokus pada market baru yang, pada saat itu, belum dikuasai oleh siapapun.

Langkah yang mereka ambil ini adalah sebuah strategi yang kini dikenal dengan sebutan “Blue Ocean Strategy”.

Blue Ocean under the Cloudy Blue Sky
Foto oleh Jess Loiterto di Pexels

MENGARUNGI LAUTAN YANG “BEBAS”

Pertama kali dipopulerkan di buku karya penulis Chan Kim dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy (atau Strategi Samudera Biru) adalah:

Strategi dimana sang pelaku bisnis mengejar atau membuka market baru untuk menjadi fokus produknya, dimana mereka tidak akan memiliki kompetisi yang berusaha untuk menyaingi.

Penggunaan kata “Samudera Biru” pada teori ini sendiri menggambarkan lautan luas terbuka, dimana sebuah kapal bisa sendirian mengarung bebas, tanpa harus khawatir akan adanya gangguan dari kapal-kapal lain.

Analogi ini akan masuk akal ketika kita terapkan kepada pasar sebuah bisnis: kenapa harus berperang dengan kompetitor di sebuah market yang sudah ramai, jika ada market baru lain yang bisa dikuasai secara sepenuhnya?

Contoh berikutnya dari strategi ini adalah kesuksesan konsol game Wii buatan perusahaan asal jepang, Nintendo.

Nintendo Wii Console
Foto oleh Evan Amos

Pada awal dan pertengahan dekade 2000, industri konsol gaming dikuasai oleh produk Playstation (Sony) dan Xbox (Microsoft).

Saat itu sebenarnya Nintendo memiliki konsol game rumahan sejenis, Nintendo Gamecube. Namun produk tersebut dianggap kurang sukses karena penjualannya tidak mampu menyaingi konsol-konsol dari dua brand di atas (Playstation 2 & Xbox).

Melihat isu ini, mereka akhirnya memutuskan untuk mencari “samudera biru” yang bisa mereka arungi dengan lebih bebas dan tanpa kompetisi.

Akhirnya, Nintendo pada tahun 2006 meluncurkan konsol penuh inovasi, Wii, yang langsung mendapatkan respon positif dari konsumen, kritik, hingga ajang penghargaan (pada tahun tersebut, Nintendo Wii berhasil mendapatkan penghargaan Best of Show dan Best Hardware di ajang Game Critics Awards)

Saking suksesnya, Nintendo Wii berhasil menjadi konsol gaming terlaris nomor 5 sepanjang masa (bahkan setelah produksi konsol berhenti pada tahun 2013).

nintendo wii sales chart
Penjualan Wii pada tahun 2007 – 2016

Kesuksesan ini terjadi karena Wii adalah satu-satunya konsol gaming yang mengintegrasikan gerakan fisik pemain secara langsung ke dalam permainan.

Dibandingkan dengan produk kompetitor, Wii bisa memberikan pengalaman bermain game yang lebih “nyata” karena tubuh bergerak lebih dari sekedar menekan tombol pada joystick saja.

Ketika Sony dan Microsoft memfokuskan pengembangan produk pada daya computing dan faktor grafis, Nintendo memilih untuk berpindah ke “laut” di mana mereka bisa mengarung sendirian tanpa ada senggolan dari kapal lain.

Hal ini pun membuat pengeluaran biaya untuk produksi konsol lebih murah karena Nintendo tidak fokus pada 2 faktor di atas.

SEKALI MENDAYUNG, DUA (ATAU LEBIH) PULAU TERLEWATI

Dengan mengejar strategi ini, ada beberapa keuntungan yang bisa bisnis Anda dapatkan, seperti:

  • Lebih mudah menguasai pasar
  • Pengeluaran bisa lebih hemat
  • Memberikan image inovator kepada brand, dan
  • Tidak ada stres tambahan yang dihasilkan oleh kompetisi

Walaupun terbilang cukup sulit, Blue Ocean Strategy ini adalah suatu metode yang bisa memberikan hasil dan dampak terbesar bagi perkembangan bisnis Anda.

Tapi jangan lupa, seperti strategi bisnis lainnya, metode berlayar di “samudera biru” ini pun tentu memiliki resiko.

Bisa jadi market baru tidak memiliki peminat yang banyak, atau inovasi malah menjadi bumerang untuk brand Anda.

Oleh karena itu, di sini Anda harus lebih dahulu mempertimbangkan Sunk Cost Fallacy dari kompetisi di pasar yang saat ini digeluti.

Apakah lanjut bersaing bisa menjamin kesuksesan? Ataukah lebih baik jika Anda berpindah haluan?

Jika memilih opsi kedua, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan ketika menerapkan strategi ini, dibanding jika Anda hanya berpindah ke pasar lain yang masih memiliki kompetisi.

Ibaratnya, ketika mengarungi lautan (bisnis), badai pasti akan terjadi yang membuat perjalanan Anda sedikit goyah.

Tapi..

Melaluinya pasti akan lebih mudah jika tidak ada kapal lain yang mempersulit petualangan Anda, kan?

WhatsApp Consultation Button