Panduan Lengkap Cara Memulai Bisnis Online

Memulai bisnis online bukanlah suatu hal yang sulit untuk diterapkan di jaman yang serba digital ini. Meskipun, pada sekitar tahun 2014 masih banyak orang yang kurang percaya bahwa bisnis online akan menjadi primadona dan cita-cita bagi sebagian orang, atau setidaknya menjadi sumber penghasilan tambahan dengan keuntungan berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan bekerja kantoran.

Hal semacam itu bisa muncul dari orang-orang terdahulu karena mereka masih berpikiran bahwa memulai bisnis adalah sebuah investasi yang memiliki resiko tinggi dan juga reward yang tinggi. Itulah sebabnya investasi harus berupa barang yang memiliki nyata (bisa dilihat, dipakai dan dijual kembali dengan mudah).

Kita ambil contoh dari seorang pengusaha perumahan.

Zaman dahulu, pengusaha yang ingin menjual ulang rumah orang, harus membeli terlebih dahulu rumah orang tersebut. Namun, jika rumah tidak kunjung terjual, pengusaha tidak perlu panik. Karena, rumah tersebut masih dapat digunakan kembali oleh pemilik atau keluarganya.

Berbeda dengan zaman yang serba digital ini, seseorang yang ingin menjadi pengusaha perumahan tidak perlu lagi membeli terlebih dahulu rumah dari seseorang agar lebih mudah kembali dalam menjualnya.

3 hal yang mereka perlukan:

  • Brand
  • Tempat menjual (website, atau sosial media)
  • Teknik pemasaran

Dengan melalui 3 keperluan di atas, seseorang mampu mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu mengeluarkan uang yang sama besarnya dengan contoh yang pertama.

Contoh lain yang kini semakin nyata ada di depan kehidupan kita:

  1. Gojek.
  2. Tokopedia.
  3. Traveloka.
  4. Lazada.
  5. ..dan masih banyak lagi yang lainnya.

potensi-perkembangan-bisnis-online

Ada yang lebih luar biasa lagi, tahun 2020 diproyeksikan potensi bisnis online akan menjadi US$ 130 miliar atau sekitar Rp 1.700 triliun. Meningkat drastis dari sekarang.

Mungkin sulit dipercaya saat itu, tapi semuanya sekarang sudah menjadi KENYATAAN.

Namun, ada satu yang sangat saya sayangkan, di dalam era bisnis online yang sekarang ini semakin berkembang, ada sejumlah orang yang membagikan ilmu dan pengalaman bisnis online yang sangat MEMBINGUNGKAN, dan SIMPANG SIUR.

Kerap, ada 3 hal yang sering terdengar ketika ingin memulai bisnis online, yaitu:

  • Bisnis online itu memang sulit
  • Cara kerja bisnis online sama sekali berbeda dengan bisnis offline
  • Banyak hal membingungkan – tidak jelas ujung pangkalnya

Dahulu, saya kerap mengalami hal yang sama seperti di atas. Tapi, saya sedikit beruntung karena lebih banyak memiliki teman yang sudah memiliki pengalaman di dunia bisnis online. Sehingga, saya berani untuk membangun www.sribu.com dan www.sribulancer.com.

Melalui artikel yang ada di blog ini, saya ingin membagikan pengalaman memulai bisnis online dengan efektif dan tepat tanpa perlu mencoba terlalu banyak A/B Testing yang sebenarnya merugikan dan memperlambat perkembangan bisnis online Anda.

Ada beberapa bab yang dapat Anda pilih, silahkan mulai dari bab 1 atau dari bab yang ingin Anda pelajari. Jika Anda menginginkan informasi lebih mengenai prinsip dasar bisnis online, silahkan lanjutkan membaca artikel ini.

Hal yang tidak disadari oleh banyak orang adalah ternyata cara mulai bisnis online itu hampir sama dengan memulai bisnis offline jika dilihat dari prinsipnya.

Apa saja prinsip dasarnya?

  • Mencari barang / jasa yang dibutuhkan untuk dijual
  • Melakukan riset peluang pasar
  • Mencari lokasi strategi untuk membuka usaha -> Mau jual dimana?
  • Membangun toko / kantor -> build business branding

1. Mencari Barang / Jasa yang Dibutuhkan untuk Dijual

Untuk Anda yang baru akan merilis bisnis onlinenya, saya sangat merekomendasikan menjual barang / jasa yang Anda sukai / gemari, misalnya jasa penulisan, jualan sepatu bola, atau sparepart otomotif, atau yang lainnya.

Karena, melalui topik yang Anda sukai ini, akan dapat dipastikan Anda sudah memahami betul seluk beluk tentang produk tersebut. Sehingga, kemampuan menjelaskan produk yang Anda jual akan semakin besar (Percaya Diri).

Pemahaman yang kuat tentang bisnis dan produk kita akan mempermudah bisnis untuk berkembang lebih pesat.

Galilah lebih dalam lagi tentang apa saja yang dapat Anda jual melalui e-commerce yang sudah besar seperti tokopedia, bukalapak, lazada, dan yang lainnya.

Di sana, Anda dapat menemukan kategori barang-barang yang bisa dijual. Carilah yang menurut Anda memiliki peluang paling besar melalui tahapan yang kedua berikut ini.

2. Melakukan riset peluang pasar

Ada cukup banyak alternatif yang dapat Anda tempuh untuk melakukan riset pasar, salah satunya melalui Google Ads (Google Keyword Planner). Tapi, ini adalah alternatif yang digunakan jika dalam penjualan bisnis online, Anda menggunakan website untuk mencari konsumen.

Tahapan ini, sudah saya bahas dalam bab ke-empat (panduan lengkap riset pasar).

Anda bisa mengunjungi halaman tersebut untuk mengetahui lebih lanjut cara melakukan riset pasar dalam memulai bisnis online.

Namun, ada satu hal yang ingin saya sampaikan sebelum Anda memulainya.

Cek kembali dan pastikan apakah produk yang akan Anda jual memiliki kompetitor.

Bila tidak ada, pikirlah dua kali sebelum masuk ke niche ini. Mungkin alasannya karena tidak menguntungkan atau sulit memenuhi pesanannya. Di satu sisi, bila sudah ada persaingan maka sudah ada yang menghasilkan uang.

Sebagai contoh: bila Anda mencari cream pemutih wajah di Google, Anda akan melihat beberapa toko online yang menjual juga cream pemutih dengan berbagai macam merek.

Jangan pernah takut bersaing. Anda selalu dapat mencari jalan untuk memposisikan diri dengan menunjukkan keunggulan kompetitif produk anda.

3. Mencari Lokasi Strategis untuk Membuka Usaha

Dalam berbisnis online, mencari lokasi strategis adalah mencari platform terbaik untuk mencari dan menemukan konsumen.

Seperti halnya bisnis offline, Anda harus mencari tahu dimana jalan yang tepat untuk berjualan. Bedanya, yang Anda cari jika online adalah platform yang digunakan, misalnya Facebook, Instagram, Twitter, ataupun Website.

Lakukan riset terlebih dahulu terhadap sosial media apa yang paling potensial, memiliki banyak pengguna dan mudah untuk digunakan. Dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini, Youtube sebagai sosial media yang membagikan video dan stories memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia, khususnya Indonesia.

pengguna sosial media

Urutan tersebut diikuti oleh Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Line.

Website adalah salah satu yang tidak termasuk ke dalam sosial media tersebut. Akan tetapi, website merupakan jalan utama terbesar di dunia untuk siapapun yang ingin membuka bisnis online. Seperti yang tercatat pada smartinsights, dari total pengguna internet ada sekitar 75% yang aktif menggunakan Google untuk mencari tahu informasi seputar produk yang ingin mereka beli.

Jumlah ini membuat website menjadi favorit para pemilik bisnis yang ingin bersaing secara online. Sehingga, persaingan tersebut akan selalu meningkat dari bulan ke bulan.

pengguna google

Oleh sebab itulah, para pebisnis online dengan jalur website sebagai media utama mereka berjualan membutuhkan pengetahuan tentang Search Engine Optimization (SEO) yang cukup. Supaya, tidak tergerus oleh derasnya persaingan yang terjadi.

Untuk Anda yang belum paham tentang SEO jangan khawatir. Karena, di blog ini juga saya membahas tentang SEO lengkap mulai dari untuk pemula sampai yang sudah expert. Semuanya terangkum di dalam link ini (Belajar SEO).

4. Mudah Ditemukan

Setelah Anda memiliki website, profil sosial media ataupun yang lainnya. Langkah selanjutnya adalah membangun identitas brand agar lebih mudah dikenali dan mudah untuk ditemukan di internet.

Sebelumnya, pada dunia bisnis offline, jika seseorang ingin belanja elektronik, maka mereka akan mencari toko elektronik.

Sama halnya pada bisnis online. Ketika konsumen ingin membeli produk Anda (pemutih wajah), sudah seharusnya produk Anda mudah ditemukan di setiap kata kunci yang konsumen cari.

Misalkan, pada profil instagram bisnis, Anda harus mencantumkan username: creamwajah, pemutihwajah, biangwajah ataupun yang lainnya. Ini dapat disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang di Indonesia ketika ingin mencari produk yang Anda jual.

Namun, ini bukan berarti standart yang perlu Anda terapkan.

Anda juga dapat menggunakan nama brand Anda sendiri, seperti yang dilakukan oleh berrybenka.com.

Mereka adalah toko yang menjual produk fashion. Tapi, mereka memilih nama Berrybenka sebagai nama brand untuk menjual produknya secara online.

Hal yang seharusnya mereka lakukan adalah membuat Berrybenka berisi produk fashion seperti pasar baju. Dengan hal ini, konsumen akan mudah memahami apa produk yang sebenarnya dijual oleh Berrybenka.

Teknik ini disebut sebagai teknik brand identity yang kuat.

Apakah Anda sudah siap untuk memulai bisnis online?

Lanjutkan mimpi Anda mulai dari bab 1, dan jangan lupa untuk selalu “take an action”.