Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Ketahui Cara Kerja Web Server, Jenis dan Fungsinya 

Cara Kerja Web Server

Tahukah Anda, dengan mengetahui cara kerja web server, bisa membantu memaksimalkan fungsional kinerja website? Dalam ilmu pemrograman, web server termasuk kajian yang sangat kompleks.

Untuk mempelajarinya, harus step by step seperti teknik dalam belajar cara membuat website pada umumnya. Namun, kajian mengenai web server baik dari pengertian, jenis, fungsi, dan cara kerja web server merupakan kajian wajib yang harus dikuasai oleh para penyedia jasa pembuatan website.

Bagi Anda yang melakukan bisnis secara online, tentunya Anda harus bisa memahami berbagai hal penting yang ada di dunia internet termasuk mengenal cara kerja web server. Berikut ini, akan diulas mengenai pengertian, jenis, fungsi, dan cara kerja web server.


 

Pengertian Web Server

Sebelum membahas cara kerja web server, kita harus mengetahui bahwa eksistensi web server tidak terlepas dari peran dari Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire (CERN) atau Organisasi Riset Nuklir Eropa.

 

CERN ini sudah berhasil dalam mengembangkan suatu protokol yang sangat bermanfaat untuk keperluan tukar informasi di antara para peneliti melalui jaringan komputer.

Ketahui Cara Kerja Web Server, Jenis dan Fungsinya 

Web server merupakan perangkat lunak (software) yang ada dalam server dan berfungsi untuk menerima halaman website sebagai permintaan melalui protokol HTTPS/HTTP. Protokol tersebut saat ini biasa dikenal dengan nama browser. Setelah itu, hasil dari permintaan atau respon harus dikirim kembali menjadi dokumen HTML.

Secara umum, kinerja atau cara kerja web server berkaitan dengan peramban atau browser. Seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, Safari, dan sebagainya. Proses pemberian data tersebut berguna untuk menampilkan konten pada halaman website tertentu.

Bisa dikatakan, ketika Anda melakukan pencarian di kolom search engine (mesin telusur). Maka yang akan dilakukan oleh web browser adalah meminta data kepada web server. Tanpa cara kerja web server yang optimal, maka permintaan tersebut tidak akan bisa diproses.

 

Baca juga: Spesifikasi dan Cara Hosting Web Bekerja


Jenis-jenis Web Server

Saat ini, jenis web server yang digunakan sudah sangat beragam. Setiap jenis web server memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Baik dari segi penggunaan maupun cara kerja web server itu sendiri. Berikut ini beberapa jenis web server yang umum digunakan.

 

1. Apache

Apache merupakan web server yang paling banyak digunakan di internet. Pada awalnya, Apache didesain hanya untuk mendukung sistem operasi UNIX. Cara kerja web server apache dipengaruhi oleh dukungan dari PHP, SSL dan juga kontrol akses.

Apache dikenal sebagai web server yang sangat aman dan nyaman digunakan karena memiliki beberapa keuntungan seperti proses instalasi sangat mudah ketika masuk ke dalam freeware.

cara kerja web server

Selain itu, Apache memiliki sistem konfigurasi dan pengaturan yang lebih mudah serta mampu bekerja dalam berbagai sistem operasi. Dengan cara kerja web server apache yang open source, maka komunikasi yang dihasilkan menjadi sangat luas.

 

2. NginX

NginX (dibaca Engine X) merupakan jenis web server yang menjadi pesaing ketat dari Apache. NginX memiliki banyak keunggulan seperti kemampuan dalam melayani segala macam permintaan mulai dari data yang tinggi dengan traffic yang padat.

Ketahui Cara Kerja Web Server, Jenis dan Fungsinya 

Cara kerja web server NginX didukung dengan fitur yang lengkap seperti URL rewriting, virtual host, file serving, reverse proxying, dan access control. Dengan demikian, web server yang satu ini sanggup memberikan performa sistem yang luar biasa.

 

3. Lighttpd

Lighttpd cukup dikenal dengan cara kerja web server yang open source dengan dukungan dari sistem Linux dan Unix.

Jika dilihat dari segi keunggulannya, Lighttpd memiliki fitur yang cukup lengkap dan selalu berinovasi dengan fitur-fitur yang luar biasa. Beberapa contoh fiturnya antara lain FastCGi, Output-Compression, FastCGi, dan URL Writing.

 

4. Internet Information Service (IIS)

IIS merupakan web server ciptaan dari Microsoft yang terintegrasi di dalam sistem operasi Windows. Meskipun kurang populer, namun IIS telah berkembang dan berevolusi secara masif sejak pertama kali diperkenalkan 20 tahun yang lalu.

Keunggulan IIS antara lain mendukung cara kerja web server yang maksimal pada sistem operasi Windows, memiliki kinerja PHP lebih stabil, dan dilengkapi dengan kemampuan pengecekan kesalahan.


Fungsi Web Server

Fungsi utama dari cara kerja web server seperti yang sudah dijelaskan di atas adalah untuk memproses berbagai data yang diminta oleh web browser. Kemudian, akan diberikan hasil berupa dokumen, video, foto, atau beragam bentuk file lainnya.

Namun, selain fungsi utama tersebut, ada beberapa fungsi lain dari web server, yaitu:

  • Sebagai tempat penyimpanan data dalam berbagai bentuk seperti JavaScript, CSS, HTML, gambar, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya.
  • mengatur dan memproses segala aktivitas permintaan yang diterima agar dapat dibaca pada halaman browser.
  • membersihkan berbagai cache yang terdapat pada penyimpanan
  • melakukan pemeriksaan terhadap sistem keamanan yang berasal dari permintaan HTTP berdasarkan kiriman dari klien/browser.
  • menjamin sistem keamanan pengguna data pada server.

 


Cara Kerja Web Server Secara Umum

Secara umum, cara kerja web server adalah dengan menerima permintaan yang berasal dari klien kemudian mengirimkannya kembali dalam bentuk berkas kepada klien tersebut.

Perangkat lunak yang digunakan pada web server terdapat di komputer server sebagai tempat menyimpan data-data website. Selain itu, komputer server membutuhkan akses internet yang cukup agar tetap terhubung dan dapat diakses oleh klien.

Ketika klien atau browser melakukan permintaan data ke web server, maka permintaan data tersebut akan dikemas pada Transmission Control Protocol (TCP) kemudian akan dikirimkan ke alamat yang dibutuhkan, misalnya HTTP atau HTTPS.

Tujuannya adalah agar konten dapat ditampilkan kembali pada browser. Namun, akan lain halnya jika data yang diminta tersebut tidak dapat ditemukan pada web server. Keadaan ini akan menyebabkan web server menolak secara otomatis permintaan tersebut dengan menampilkan notifikasi Page Not Found atau Error 404.

Ketahui Cara Kerja Web Server, Jenis dan Fungsinya 

Secara sederhana cara kerja web server dapat dibentuk dalam request dan response. Request berarti tindakan dalam permintaan dari klien dan response berarti tindakan untuk mengirimkan permintaan dari klien.

Meskipun proses atau cara kerja web server dapat dibilang sangat rumit, namun pada prakteknya proses tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Bahkan, Anda bisa tidak menyadari bahwa pada saat meminta suatu halaman website, ternyata proses yang sangat panjang telah terjadi. Cara kerja web server memang tidak disadari, padahal ketika Anda melihat tampilan halaman suatu web sebenarnya Anda telah terlibat dalam proses tersebut.

 

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Website

 

Cara kerja web server telah dirancang sedemikian rupa sehingga saat ini setiap orang bisa mendapatkan informasi dengan mudah.

Bahkan, ketika Anda sedang mempromosikan produk secara online dengan website, maka sebenarnya Anda telah terlibat langsung dengan proses atau cara kerja web server. Tampilan halaman website Anda pada browser para pengguna menunjukkan bahwa cara kerja web server tidak pernah berhenti.

Setelah memahami cara kerja web server, kini saatnya Anda membuat website yang fungsional untuk mendukung bisnis di era digital. Anda dapat menggunakan jasa freelancers Sribu untuk membantu pembuatan website yang sesuai dengan bisnis Anda.

Rekomendasi Artikel Lainnya

Panduan Lengkap Memilih Nama Domain untuk Website Perusahaan

Review Web Hosting Terbaik untuk Website Company Profile