5 Cara Membangun Relasi Bisnis yang Kuat dan Tepat

Bahkan anak kecil pun tahu, mereka butuh sosok lain yang bisa dimintai tolong, diajak main, atau untuk keperluan tak jelas lain. Untuk sekup lebih besar, kondisi yang sama juga berlaku untuk perusahaan. Untuk menjaga kelangsungan bisnis, perusahaan apapun pasti butuh relasi bisnis.

Relasi bisnis merupakan hubungan yang terjalin dari semua entitas yang terikat bisnis. Ini termasuk relasi antara petinggi dan pekerja, karyawan dengan mitra kerja, dan siapa saja yang punya kaitan bisnis. Khusus untuk perusahaan, relasi bisnis bisa dimaknai sebagai hubungan dengan pihak luar.

Pada intinya, semua hubungan yang punya keterkaitan dengan bisnis, baik itu internal atau eksternal, masuk dalam ranah relasi bisnis. Tentunya, relasi bisnis yang baik harus dimulai dengan saling kenal antar institusi, dan ini bisa didapat dari pemaparan yang ada dalam desain company profile.

4 Tipe Relasi Bisnis

Relasi Bisnis company profileSupaya penjelasan relasi bisnis bisa dipahami secara sistematis, jauh lebih mudah kalau dibuat kategori berdasarkan fungsi. Tak peduli entitas mana dan seperti apa yang diajak berbisnis, fungsi relasi bisnis berikut tetap akan menyertai. Berikut gambaran singkatnya.

1. Role model

Bentuk relasi ini bisa membuat siapapun jadi lebih baik karena punya satu sosok sebagai panutan. Ini biasa terjadi di dunia usaha, terkhusus mereka yang baru merintis karir dari tingkat paling bawah. Sosok yang jadi panutan biasanya punya karakter yang kuat.

Masalahnya, beberapa pekerja tak beruntung karena terus dibandingkan dengan panutannya, dan ini bisa membuat kolaps. Di sisi lain, untuk bisa menjadi sebuah role model, pekerja harus bisa menjadi patokan untuk pekerja lain dengan segala ide pembaharuannya.

2. Service of other

Melakukan sesuatu untuk orang lain, bertingkah baik, membantu yang lain, itu merupakan contoh bentuk pelayanan. Ada banyak contoh baik kenapa melayani yang lain bisa memberi sukses. Bentuk relasi bisnis seperti ini kerap kali ditemui di internal perusahaan.

Dari segi eksternal, relasi bisnis macam ini perlu dalam rangka menarik konsumen. Bentuknya bisa apapun, misal dengan menggelar event sosial atau lainnya. Ini karena lingkup relasi bisnis service of other sangat luas maknanya, dan tergantung apa ide yang dianut.

3. Mentoring

Ini termasuk relasi bisnis paling menguntungkan untuk dua pihak. Mentor akan mengajar apa yang diketahui terkait kompetensinya, dan model seperti ini terbukti efektif untuk pekerja baru yang dimentori. Mengacu kondisi sekarang, ini seperti masa training pegawai baru baik melalui online training maupun offline training.

Untuk yang dimentori, mereka bisa dapat masukan positif dari nasehat yang diberi mentor. Studi menunjukkan mentoring bisa meningkatkan kepercayaan diri pekerja baru. Dan tentu saja ini punya efek bagus untuk keduanya, untuk mentor dan yang dimentori.

4. Sosial support

Bentuknya bisa dua arah, yaitu mencari dukungan atau memberi dukungan ke entitas lain. Pebisnis manapun pasti butuh dukungan dari konsumen supaya produknya laku. Di sisi lain, pemilik harus memberi dukungan ke konsumen lewat produk yang berkualitas.

Media yang dipakai bisa apapun, misalnya dengan memberi konseling gratis, survey tingkat kepuasan, atau cara lain. Sedang untuk internal, dukungan pemilik bisnis ke karyawan bisa diwujudkan dalam bentuk lebih sederhana, seperti hadir menyapa.

Siapa Saja yang Butuh Membangun Relasi?

bangun relasi bisnis

Dengan makin kompleksnya dunia bisnis, siapapun butuh yang namanya relasi bisnis. Ini penting, apalagi kalau dikaitkan strategi pemasaran. Siapapun yang tergabung dalam lingkaran bisnis butuh membangun relasi bisnis. Ini bisa dimulai dari hal paling kecil, yaitu memberi sepucuk desain kartu nama keren.

1. Konsumen

Harap diingat, konsumen bisa mensukseskan atau menghancurkan suatu bisnis. Kalau saja ada rasa kurang puas dari konsumen, mereka bisa saja bicara blak-blakan dan meyakinkan siapa saja supaya tak membeli produk yang dinilainya buruk.

Tapi saat pebisnis mau membangun relasi dengan konsumen, masalah seperti ini bisa dihindari. Lebih dari itu, relasi yang bagus bisa membangun loyalitas konsumen. Kepuasan konsumen adalah sesuatu yang dingini pebisnis manapun, dan ini bisa terjadi lewat relasi yang bagus.

2. Pekerja

Tiap pemilik usaha pasti butuh pegawai yang mau kerja keras supaya bisnis tetap berkembang. Relasi bisnis dengan pekerja merupakan satu hal penting untuk menjalankan roda bisnis. Ini karena pekerja merupakan aset paling besar yang dipunya perusahaan.

Sebagai gantinya, pemilik bisnis harus menunjukkan apresiasi supaya para pekerja merasa betah dan dihargai. Menunjukkan siapa bos di perusahaan boleh saja, tapi jangan lupa memberi apresiasi kerja kerasnya. Juga, beri respon positif atas ide apapun yang dikeluarkan.

3. Investor

Mencari modal pinjaman untuk memajukan usaha itu bersifat penting. Maka dari itu, banyak pengusaha yang membangun relasi bisnis dengan investor. Tak peduli jenis investasi apa yang ditanam, semua patut dihargai.

Menjaga hubungan baik dengan para investor bisa mendatangkan keburuntungan. Siapa tahu para investor mau memberi modal lagi mengingat hubungan baik yang terjalin. Satu yang pasti, investor bisa menyediakan jaminan keuangan untuk perusahaan.

4. Kompetitor

Singkatnya, kompetitor adalah musuh bisnis. Dan apapun yang dipunya musuh pasti tak akan diinginkan, seberapapun penting itu. Padahal, sesama kompetitor pasti saling intip strategi lewat analisis yang rumit supaya bisa unggul satu sama lain.

Mestinya, sesama kompetitor pun harus punya relasi supaya ada penjajakan. Secara tak langsung, kompetitor bisa membukakan peluang. Artinya, suatu bisnis baru tak harus membuat perkenalan ini itu karena kompetitor sudah mengenalkan produk yang sama ke konsumen.

5. Pemasaran

Kalau dilihat lagi, pemasaran merupakan bagian terdepan dari suatu bisnis. Membangun relasi bisnis dengan pihak luar bisa membuat usaha makin maju. Pemasaran yang andal bisa membuat perusahaan mendapat apa yang diinginkan, keuntungan.

Relasi bisnis pemasaran yang baik bisa menghasilkan harga kompetitif, produk berkualitas, juga menjaga kapasitas penawaran dan permintaan tetap stabil. Pada tahap selanjutnya, masalah arus keuangan yang selalu menghantui bisnis bisa teratasi.

5 Cara Membangun Relasi

Cara Membangun RelasiBagian penting dari kesuksesan bisnis yaitu punya relasi yang kuat. Bahkan Harvard menyebut kalau 85% kesuksesan para professional datang dari kemampuan yang dimiliki dalam membangun relasi. Satu cara membangun relasi yaitu keberanian bertemu orang baru dan bertukar kartu nama. Lalu apa lagi?

1. Memberi daripada meminta

Relasi tak bisa berjalan satu arah. Kalau mau mendapat bantuan, coba beri bantuan lebih dulu. Satu hal menarik dari sikap saling tolong menolong, bahwa siapapun yang menolong pasti lebih ahli daripada yang ditolong. Dan yang ditolong bisa belajar dari sini.

Lain kali kalau melihat pekerja sedang berkutat dengan jasa desain kartu nama, berpikirlah untuk membantu. Sebagai balasan, mereka akan berlaku sama. Terapkan ini secara reguler di tempat kerja, dan jalinan relasi bisnis dijamin makin kuat dan saling menguntungkan.



2. Bilang jika butuh

Sangat sulit rasanya mengharap bawahan bisa menebak isi hati atasan. Masalahnya, ada rasa tak enak kalau mau bilang lagi butuh sesuatu. Dan satu yang paling tak mengenakkan yaitu pertanyaan seputar uang. Tapi untuk tahu satu hal, idealnya harus tanya dulu.

Pada dasarnya, relasi dibangun berdasarkan komunikasi yang aktif. Akan lebih bagus untuk satu bawahan karena tak harus bersusah payah menebak apa yang dimau atasan. Dan komunikasi yang berjalan bisa membuat atasan dan bawahan makin terbuka.

3. Menonjolkan diri

Satu diantara cara terbaik untuk membangun relasi bisnis yaitu pergi ke luar kantor, tapi bukan dalam arti sebenarnya. Apalagi untuk bagian pemasaran, mereka kadang tak tahu konsumen jenis apa yang bakal ditemui saat di luar. Bagaimanapun, itu bagian cara menonjolkan diri.

Tapi jika bisa menarik satu jenis konsumen yang ditemui, itu merupakan keberhasilan diri. Pada prosesnya, atasan di perusahaan bisa lebih menghargai dan mengenal. Jadi temui semua tipe konsumen dari beragam aspek, siapa tahu mereka jadi penyumbang sukses.

4. Banyak mendengar

Budaya bisnis sudah berubah. Perusahaan mulai tak butuh pekerja yang banyak bicara, yang perusahaan butuh yaitu pekerja yang mau mendengar. Dalam hal ini, mendengar arahan dari atasan, mendengar kalau ada komplain, juga mau mendengar saat dikritik.

Konsumen yang komplain misalnya, mereka tak butuh penjelasan teknis panjang lebar. Yang dibutuh konsumen cuma solusi tanpa ada banyak percakapan yang berlarut. Tak jarang, konsumen justru makin murka karena pembicaraan yang tak berkesudahan.

5. Lebih proaktif

Gunakan segala kemampuan saat dalam kondisi membangun relasi, kalau perlu cari referensi dan informasi terkait yang bisa meningkatkan kualitas pembicaraan. Misalnya, menceritakan kisah menarik yang sekiranya relevan dengan topik yang didiskusikan.

Selain beberapa poin diatas, kamu juga bisa loh membangun relasi dengan bekerja di co-working space. Di tempat ini, kamu akan memiliki kesempatan untuk membangun koneksi dan kolaborasi dengan pemilik usaha kecil lainnya. Mereka dapat menjadi rekan berdiskusi dan bertukar pikiran. Beberapa ruang kerja bersama seperti Uptown Serviced Office pun bahkan memiliki beberapa acara tertentu setiap bulannya yang memungkinkan kamu untuk belajar sekaligus membangun koneksi dengan rekan-rekan dari industri yang sama.

Mungkin saja, suatu waktu saat ketemu dengan klien yang sama, mereka akan mengingat lewat cerita yang pernah didiskusikan bersama. Dan kondisi macam ini sering terjadi. Proaktif bisa dimaknai sebagai sikap membuka diri pada siapapun demi menjalin suatu relasi.


Dapatkan Desain Kartu Nama Terbaik untuk Menjalin Bisnis


Satu yang tak bisa ditinggal saat berencana membangun relasi bisnis yaitu kemauan untuk saling tukar kartu bisnis. Ini merupakan langkah awal untuk bisa saling terhubung tiap waktu. Lewat beberapa informasi yang tersimpan di kartu bisnis, tentu akan lebih mudah saling sapa dan saling kenal.