Cara Membuat Iklan Yang Menarik Audiens Jadi Pembeli

ilustrasi cara membuat iklan yang menarik

Di internet, artikel mengenai cara membuat iklan yang menarik terbilang cukup mudah untuk ditemui.

Tapi..

Kebanyakan memberikan tips-tips yang sebenarnya tidak praktis untuk diterapkan.

Belum lagi pelajaran yang diberikan seringkali kurang relevan dengan perkembangan tren saat ini.

Jika merasa demikian, maka artikel ini 100% tepat untuk Anda!

Daripada hanya belajar teori-teori, mari coba analisis satu iklan yang memiliki kualitas tinggi dan pelajari poin-poin apa saja yang bisa kita tiru.

KEKUATAN CERITA DI DALAM IKLAN

Materi yang akan kita telaah dan gunakan sebagai acuan dalam bahasan artikel ini adalah iklan bluVirtual Card yang diberi judul “THE UWISE BROTHERS”.

Silahkan tonton terlebih dahulu di bawah ini:

Dari sekali menonton saja, sudah ada beberapa hal menarik yang bisa kita catat:

Durasi yang panjang (tidak seperti iklan “biasa”), style yang menyerupai film, hingga penggunaan aktor Iko Uwais sebagai model.

Sebagai pebisnis dan pelaku digital marketing, kita harus bisa melihat satu langkah lebih jauh dari poin-poin di atas.

Mari breakdown satu per satu:

1. Durasi Hanyalah Alat Untuk Menyampaikan Cerita

Melihat durasi 6 menit pada iklan di atas, pasti banyak yang merasa bahwa ini terlalu panjang untuk mempromosikan/memperkenalkan sebuah produk.

Tapi, jika kita berpikir lebih kritis, akan muncul pertanyaan: “Kenapa mereka membuat durasi sepanjang itu?”

Brand terkait iklan di atas bukanlah brand dengan nama kecil, tidak mungkin mereka melakukan hal ini tanpa alasan.

Topik utama sebuah iklan tentu harus mengenai produk, dan — karena di sini kita membahas durasi — mereka sebenarnya sudah memberi tahu tentang produk terkait di 1 menit pertama.

(Lebih tepatnya, nama produk bluVirtual Card pertama kali disebut pada detik 58)

Jadi, durasi yang panjang di sini bukanlah karena pembahasan panjang lebar yang menjelaskan produk, melainkan..

Karena jenis konten yang memang bersifat entertainment (hiburan).

Artinya, durasi 6 menit memang dibutuhkan untuk menyampaikan cerita iklan tersebut secara sepenuhnya.

Jika Anda belum tahu, menonton video adalah aktivitas yang terbanyak dilakukan di internet pada tahun 2022.

top online activities 2022 chart
Data dari laporan Southeast Asia’s digital consumers: A new stage of evolution 2022.

Iklan ini memanfaatkan fakta tersebut.

Ketika menonton, mereka akan seperti merasa sedang menikmati sebuah film pendek, bukan iklan sebuah produk.

Kesimpulannya: jangan hanya menjual produk ketika Anda beriklan, tapi berikan audiens sebuah hiburan!

Masyarakat sebenarnya tidak lebih menyukai video durasi pendek atau panjang (riset di atas menunjukkan perbedaannya hampir 50:50), jadi jangan jadikan durasi sebagai patokan yang mutlak ketika membuat iklan.

2. Gaya Iklan Bisa Membuat Lebih Mudah Diingat

Pikiran pertama yang akan muncul di pikiran audiens ketika melihat iklan ini adalah, “Produksinya keren nih kaya film.” atau semacamnya.

(Penggunaan aktor ternama pun sangat membantu menimbulkan image ini. Akan saya bahas di poin selanjutnya.)

Manfaatnya? Iklan akan lebih melekat di ingatan karena memiliki karakter unik.

Hal ini terutama akan menjadi nilai plus karena kebanyakan iklan memiliki gaya yang sama:

Durasi pendek, penjelasan singkat produk, dan kemudian keunggulan.

Dari gaya “pasaran” yang kita sebut di atas, sebenarnya iklan ini pun melakukan hal yang sama (kecuali durasi), tapi mereka menambahkan satu hal ekstra yang membuatnya lebih unggul: style yang menyerupai film.

Ketika iklan sudah memorable, tentu artinya produk pun sudah berhasil “menempel” di otak audiens!

(Ingat iklan karena unik -> ingat produk.)

3. KEKUATAN “TAMPANG”

Tentu, tidak semua perusahaan memiliki budget untuk menggunakan aktor sekelas Iko Uwais sebagai model iklannya, jadi apa yang bisa kita lakukan?

Pertama, mari bahas kenapa pemilihan ini meningkatkan kualitas iklan tersebut.

Supaya audiens tertarik kepada sebuah iklan — terutama ketika memiliki durasi 6 menit — adalah dengan memberikan “tampang” yang membuat mereka ingin menonton sampai selesai.

Karena iklan ini memiliki gaya parodi film aksi, tentu nama Iko Uwais adalah pilihan terbaik untuk melakukan hal di atas.

Jadi, yang Anda butuhkan hanyalah “tampang” yang memang sesuai dengan visi iklan yang Anda buat!

Goal ini pun tidak harus selalu membutuhkan nama besar untuk bisa dilakukan.

Bahkan, jika berani bereksperimen, Anda bisa coba memilih tokoh yang agak “keluar jalur”.

(Bayangkan jika Iko Uwais menjadi model iklan alat memancing, misalnya..)

Mungkin ide ini terdengar aneh, tapi..

Seperti pembahasan poin sebelumnya, salah satu poin yang ingin kita capai melalui iklan adalah untuk stand out dan memiliki karakter unik yang berbeda dari iklan lainnya.

Jadi, pemilihan “wajah” iklan yang tepat akan bisa:

  • Membuat audiens ter-engage atau memperhatikan, dan/atau
  • Lebih menempel di ingatan

Bahkan, lebih baik lagi jika Anda bisa mencari cara untuk men-ceklis kedua kriteria tersebut.

Ketika tidak memiliki seorang tokoh/wajah (hanya menunjukkan produk), kemungkinan iklan Anda tidak akan berkesan sama sekali kepada audiens.

Siapa yang bisa relate emosi dengan sebuah produk? Audiens membutuhkan tampang!


Kesimpulannya, ada 3 poin yang harus diperhatikan jika ingin membuat iklan yang menarik:

  1. Hibur audiens dengan cerita
  2. Beri karakter style atau gaya yang unik
  3. Berikan tampang supaya “menuntut” perhatian

Dengan melakukan 3 hal di atas saja, iklan Anda sudah akan memiliki keunggulan dibanding iklan-iklan lainnya yang beredar di pasaran.

Banyak yang beranggapan bahwa iklan itu hanya tentang produk, padahal ini justru bisa membuat audiens malas mengkonsumsi konten tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk iklan Anda selanjutnya, ya.

Selamat mencoba!

WhatsApp Consultation Button