Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

7 Langkah Cara Membuat Infografis untuk Kebutuhan Bisnis Anda!

Jika Anda seorang desainer, mungkin sudah tidak terlalu canggung bagaimana cara membuat infografis yang bagus. Tapi, bagi pemula di bidang desain, tentunya ada beberapa hal yang masih membuat bingung dan butuh penjelasan lebih lengkap.

Nah, sebelum kita membahas lebih dalam tentang cara membuat infografis, perlu diketahui dulu apa itu infografis. Secara umum, infografis adalah sebuah metode untuk menyajikan info melalui tampilan grafis atau desain visual. Jadi, apabila Anda punya informasi yang jika ditulis akan panjang atau menampilkan angka-angka yang bikin pusing pembaca, solusinya bisa memakai infografis.

Infografis akan menampilkan info Anda dengan cara yang lebih segar, mudah dipahami, serta menyenangkan para pembaca. Tapi bagaimana tepatnya Anda akan memulai cara membuat infografis? Lalu, apa rahasia cara membuat infografis dari nol? Mari kita simak bagaimana cara membuat infografis yang bagus dan mudah diikuti berikut.


Panduan Cara Membuat Infografis 

1. Tentukan Topik 

Oke, sebelum membuat infografis yang mencuri perhatian, Anda perlu menentukan dulu apa saja topik-topik penting, data informatif, atau informasi unik yang akan dicantumkan.

Meski terdengar sepele, tetapi konten yang tepat adalah kunci cara membuat infografis yang keren. Seperti apa konten yang tepat itu? Tentunya, hal ini bergantung pada apa tipe bisnis Anda? Dan apa tujuan infografis itu dibuat? Namun, biasanya ada beberapa topik yang berhasil secara umum:

  • Laporan Tahunan.

Jika Anda memiliki banyak data laporan tahunan perusahaan yang ingin ingin dibagikan pada akhir tahun, infografis adalah cara yang bagus untuk melakukannya. Infografis memberikan kesempatan untuk menampilkan data statistik berupa angka penjualan, data pemasaran, pertumbuhan tahunan, serta data perusahaan lainnya dengan cara yang mudah dipahami karyawan, pelanggan, serta investor.

  • Hasil survei.

Sifat infografis yang menarik secara visual adalah cara terbaik menyampaikan hasil survey. Daripada hanya menampilkan angka-angka yang bikin mata lelah dan kepala pusing, lebih baik tampilkan dalam infografis. Pembaca akan lebih mudah memahaminya.

  • Timeline.

Sejarah perusahaan atau evolusi proyek dari waktu ke waktu, jika ditulis dalam angka atau laporan, akan terlihat tebal dan bikin siapa saja enggan membaca. Jadi, kenapa tidak mengilustrasikan dalam infografis saja? Seperti yang disebutkan, infografis adalah cara yang bagus untuk mengubah informasi menjadi gambar visual yang terlihat menyenangkan. Selain gambar, ada ilustrasi, warna, dan desain visual yang menarik mata. Maka itu, Anda bisa membuat timeline secara visual dengan infografis.

2. Persiapkan Layout 

Setelah tahu informasi apa saja yang akan ditampilkan di infografis, sekarang saatnya untuk mencari tahu bagaimana cara menyajikan informasi itu secara efektif. Haruskah memakai dominan teks atau gambar? Haruskah membagi data memakai poin-poin atau bagan? Apa yang ingin Anda tampilkan untuk focal point infografis tersebut?

Layout atau tata letak seperti apa yang Anda pilih juga berdampak besar pada bagaimana informasi akan dibaca audiens. Jadi, misalnya, Anda merancang infografis untuk menampilkan angka penjualan perusahaan pada tahun tersebut.

Layout dengan banyak teks yang mencantumkan informasi penjualan triwulanan dalam serangkaian poin akan memiliki efek yang berbeda dari layout grafis yang menggambarkan perubahan data penjualan per kuartal dalam bagan dan grafik.

Atau, jika Anda punya banyak informasi yang perlu dibagikan, gunakan layout yang lebih dominan pada teks. Nanti, teks bisa diilustrasikan dengan jenis font atau warna yang menarik dan mudah dibaca. Namun, kalau Anda sedang ingin mengilustrasikan data utama seperti pendapatan tahunan, berubah dari waktu ke waktu?

Maka, Anda bisa pakai layout yang lebih banyak gambar dan menekankan ke tabel dan bagan. Apapun layout yang Anda pilih, cobalah mengkomunikasikan informasi tersebut dengan visual yang memanjakan indera penglihatan audiens Anda. Agar tidak repot, Anda juga bisa memakai beberapa template yang tersedia agar cara membuat infografis jadi semakin praktis dan cepat.

3. Atur Konten Infografis 

Hal terpenting yang perlu diingat saat memilih cara mengatur informasi utama pada infografis adalah hirarki visual. Hirarki visual adalah cara menyusun informasi dan elemen visual sesuai urutan keperluannya. Ini adalah cara yang efektif untuk memastikan bahwa audiens tidak melewatkan bagian terpenting dari pesan infografis tersebut.

Sebagai pedoman umum, indera penglihatan audiens akan tertarik pada elemen visual yang berukuran besar. Jadi, semakin penting sesuatu (apakah itu statistik, ilustrasi, atau informasi penting), sebaiknya ukurannya juga dirancang lebih besar.

Misalnya, Anda merancang infografis untuk menunjukkan customer journey dari strategi digital marketing funnel. Saat Anda mengumpulkan konten dan menentukan infografis akan dibuat seperti apa, cari tahu apa elemen yang paling penting lalu pastikan hal itu ditekankan dalam desainnya.

Semakin besar elemennya (ilustrasi, baris teks, atau grafik dan bagan), maka semakin besar pula kemungkinannya dapat menarik perhatian pembaca. Jadi, pastikan Anda memakai hirarki visual untuk menarik perhatian pembaca pada pesan-pesan tertentu yang Anda anggap bisa memiliki pengaruh besar pada audiens.

4. Pembuatan Desain Grafis

Setelah Anda mengatur konten dan tahu bagaimana mengatur layout yang tepat, sekarang saatnya untuk benar-benar mendesain infografis yang terlihat memukau sekaligus mudah dimengerti pembaca.

Ada banyak elemen grafis yang dapat dimasukkan ke dalam infografis, di antaranya:

  • Ilustrasi khusus
  • Grafik
  • Tabel
  • Bagan
  • Ikon
  • Judul / Teks

Sekali lagi, tidak ada aturan pasti untuk memasukkan grafik ke dalam desain infografis. Grafik yang paling efektif akan bergantung pada brand, audiens, serta jenis informasi apa yang dimiliki. Sebagai contoh, jenis ilustrasi yang terinspirasi kartun, akan sangat cocok untuk brand dengan nuansa menyenangkan dan menghibur.

Tetapi, kalau untuk jenis infografis formal bagi korporat, mungkin kurang relevan dan tidak sesuai tempatnya. Di sisi lain, diagram lingkaran bisa terlihat kaku dan sedikit “kuno” bagi perusahaan korporat di masa kini.

Jadi, cari tahu elemen grafis apa yang paling cocok dan sesuai untuk desain infografis Anda. Selanjutnya, berikan sentuhan yang menambahkan desain infografis terlihat lebih modern, unik, dan keren. Bergantung pada elemen apa yang Anda butuhkan, mungkin juga bisa memakai template yang sudah dirancang sebelumnya.

5. Pilih Skema Warna

Cara membuat infografis selanjutnya pada poin ini adalah memilih skema warna. Tidak ada aturan baku, namun warna yang dipilih bisa membuat infografis Anda tampil istimewa atau justru terlihat buruk.

Audiens memiliki ikatan psikologis mengenai warna-warna tertentu. Sebab, beda warna juga beda asumsi pemikiran, perasaan, emosi, dan perilakunya. Inilah yang dikenal sebagai psikologi warna. Ketika Anda sudah memahami skema warna-warna ini, maka Anda bisa memilih warna yang cocok dengan lebih gampang.

Warna dapat digunakan sebagai satu cara membuat infografis yang memikat dari segi visual. Ketika memilih skema warna, pikirkan bagaimana nanti respon emosional dari audiens.

Sebagai contoh, jika Anda mendesain infografis untuk menyajikan data keuangan pada investor. Masukkan perasaan kepercayaan dan kredibilitas yang menginspirasi. Anda bisa menambahkan unsur warna biru yang terkait dengan kepercayaan dan kredibilitas ke dalam desain infografis.

6. Pilih Jenis Font 

Bahasa yang dipakai saat melakukan cara membuat infografis dapat menyampaikan pesan dengan baik. Pun begitu dengan jenis font. Pilihlah jenis font yang selaras dengan keseluruhan infografis Anda.

Jika Anda menyajikan data yang formal kepada investor, hindari pemilihan font yang keriting atau berbasis grafis karena akan terkesan aneh dan kurang serius. Di sisi lain, jika Anda ingin menyajikan infografis tentang pencapaian penjualan baju anak-anak, memilih font tradisional seperti Times New Roman atau Helvetica juga akan terlihat kaku. Jadi, cobalah lebih memikirkan secara matang apa jenis font yang tepat.

7. Pilih Gambar yang Akan Digunakan 

Ketika memilih gambar untuk infografis, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah apakah gambar ini bisa berfungsi sebagai penunjang pada tulisan atau konten Anda. Jumlah ruang saat membuat infografik itu sangat terbatas.

Jadi, pastikan bahwa elemen visual memiliki tujuan yang jelas. Elemen lainnya yang bisa dipertimbangkan adalah warna pada gambar sudah senada atau malah merusak keseluruhan desainnya. Jika tampak buruk, ada baiknya cari gambar lain yang akan digunakan untuk membuat infografis.

Baca juga: 11 Tips Membuat Infografis yang Memiliki Pesan Promosi Tersembunyi


Cara Membagikan Infografis Buatan Anda 

Congraaats… infografik Anda sekarang sudah jadi dan siap dipresentasikan. Sekarang, yang perlu dilakukan adalah menyimpannya terlebih dahulu sebelum dibagikan.

Infografis cenderung disukai oleh netizen karena mudah dipahami, unik, dan punya daya visual yang menarik. Jadi, ini adalah peluang bagus untuk menyebarkan informasi penting kepada khalayak sekaligus mempromosikan brand Anda. Bagikan infografis ke dunia maya, baik itu website, platform media sosial, atau melalui email.


7 Rekomendasi Platform Terbaik untuk Membuat Infografis 

Infografis adalah cara menyajikan informasi atau data statistik secara visual yang efektif dalam penyampaian pesan. Sejumlah perusahaan kini mulai beralih memakai infografis untuk menyampaikan informasi atau data penting kepada investor, klien, atau pelanggan agar lebih mudah dibaca dan dimengerti.

Sayangnya, tidak semua orang bisa menemukan cara membuat infografis yang bagus dan cepat. Nah, maka itu, dibutuhkan alat perangkat lunak yang memungkinkan mempelajari cara membuat infografis dan langsung mempraktekkan sendiri.

1. Canva

Jika selama ini cara membuat infografis kelihatan sulit, dengan Canva membuat berbagai desain dan infografis menjadi mudah. Alat desain online ini menyediakan berbagai template untuk dipilih berdasarkan kebutuhan desain. Mulai dari kartu ulang tahun, rencana pembelajaran sekolah, sampai banner media sosial, grafis iklan, dan pastinya infografis untuk bisnis Anda.

2. Venngage

Mirip seperti Canva, Venngage menawarkan sejumlah opsi berbeda yang bisa dipilih untuk membuat desain. Anda bisa menemukan template kece untuk membuat laporan, poster, promosi, dan tentu saja, infografis.

3. Piktochart

Satu lagi, alat untuk mereka yang masih bertanya-tanya tentang bagaimana cara membuat infografis dengan mudah. Piktochart adalah pilihan ideal untuk membuat berbagai jenis infografis. Anda bisa memilih format yang berbeda, seperti ukuran infografis (panjang), ukuran presentasi (lembar slide), poster, serta laporan.

Anda bisa membuat infografis sendiri dari awal atau pilih salah satu template yang tersedia (beberapa ada yang gratis dan ada yang di paket Lite atau Pro).

4. easel.ly

easel.ly sangat memudahkan bagi Anda yang belum tahu cara membuat infografis. Di halaman utama website ini, yang Anda perlu lakukan adalah memilih template yang tersedia. Lalu, selanjutnya tinggal memasukkan saja informasi atau pesan yang mau disampaikan di template infografisnya.

5. Visme

Visme adalah alat desain yang dikembangkan secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan para marketer. Visme memungkinkan Anda membuat presentasi, animasi, mock-up, spanduk, dan tentu saja, infografis.

Setelah login, Anda akan disambut dengan tampilan visual semua proyek yang sudah pernah Anda kerjakan atau kosong jika belum pernah membuat. Untuk mengawali cara membuat infografis di Visme cukup mudah, klik tombol “Create” agar bisa memulainya.

6. Infogram

Infogram adalah alat desain bagi mereka yang menyukai angka dan data. Tampilan visualisasi datanya sangat membantu membuat infografis sederhana dari kumpulan data yang kompleks. Tersedia beberapa pilihan template untuk pengguna akun gratis.

7. Vizualize.me

Berbeda dengan beberapa alat pembuat infografis lainnya, Vizualize.me lebih fokus untuk kebutuhan resume atau lamaran pekerjaan. Cukup login dan mulai membuat resume seperti di template Ms. Word. Anda bahkan bisa mengintegrasikan Vizualize.me dengan akun LinkedIn agar bisa mengisi beberapa data secara otomatis.

Baca juga: 10 Inspirasi Infografis Keren Menggunakan Gambar Animasi


Manfaat Membuat Infografis untuk Kebutuhan Bisnis Anda

Tak heran kenapa banyak pelaku usaha atau marketer yang bertanya bagaimana cara membuat infografis yang bagus dan eye-catching. Sebab, infografis bisa jadi alat efektif dalam kampanye digital marketing. Tak seperti jenis iklan lainnya, infografis tidak terlalu bersifat promosi dan mudah dibagikan.

Walaupun white paper atau e-book masih punya peran bagi brand bisnis dan blog dalam meningkatkan ranking mesin penelusuran, tetapi infografis lebih menarik banyak orang karena mudah dibaca dan biasanya secara visual lebih menyenangkan.

Jika Anda ingin menggunakan infografis dalam strategi marketing bisnis online, Anda harus menggabungkan elemen-elemen visual yang menarik. Kalau hanya memakai artikel, media sosial, atau laporan formal, kemungkinan besar audiens kurang tertarik. Bahkan, bisa dianggap kurang kredibel.

Jadi, tambahkan beberapa data statistik atau survey yang akurat ke dalam infografis Anda. Menurut CEO Real Bullets Branding, Caitlin McCabe, infografis membuat angka-angka dan data statistik menjadi lebih enak dipandang mata.

Masih bingung bagaimana cara membuat infografis untuk materi promosi bisnis Anda? Gak perlu repot, Anda bisa menggunakan jasa desainer dan freelancer di Sribu yang sudah berpengalaman membuat beragam infografis. Dalam waktu singkat, Anda bisa mendapatkan hasil desain infografis yang menarik dan menyajikan data yang terlihat lebih eye-catching. Selamat mencoba langkah-langkah cara membuat infografis di atas, ya. Salam sukses!

Exit mobile version