Yuk belajar membangun startup dari 0 langsung dari CEO nya!  Info Selengkapnya, GRATIS!

Apa Itu Google Ads, dan Bagaimana Cara Menggunakan Google Ads

Situasinya seperti ini.

Katakan kalian punya modal pas-pasan untuk promo website. Kalian punya pilihan…

  1. Membeli backlink dan endorse ke social bookmarking yang butuh dana tak sedikit, plus buang-buang waktu lewat guest blog, promo via forum, tukar link, submit ke berbagai website direktori, atau melakukan hal kurang penting lain.
  2. Atau, cukup mengeluarkan Rp. 100 ribu untuk  Google Ads (nominal minimal yang dipatok Google saat ini) lalu menghasilkan Rp. 1 juta, plus dapat paket lengkap juga jaminan aman karena langsung dipegang Google sendiri.

Menurut kalian, mana solusi terbaik?

Opsi kedua, jelas lebih menarik perhatian (tentunya tidak semudah itu, karena hanya ilustrasi saja)

Kenapa? Baiklah, ini sangat sederhana. Karena website akan cepat berkembang kalau memakai Google Ads.

Sekitar 40% pengeluaran untuk pemasaran digital di 2017 digunakan untuk membayar Google Ads, dan prosentase ini kemungkinan besar naik. Begitu bunyi jurnal Wall Street.

Bahkan, kalau diadu dengan teknik SEO terbaik sekalipun, Google Ads tetap unggul.

SEO ditambah konten berkualitas efeknya memang dahsyat, dan merupakan cara terbaik untuk membuat website ada di halaman satu untuk jangka lama. Tapi itu butuh waktu, juga kesabaran ekstra.

Belajar SEO, Apa Itu SEO, Pengertian dan Dasar SEO

 

Google Ads berfungsi sebaliknya.

Kalian bisa membuat website ada di halaman pertama hasil pencarian hanya dalam hitungan satu jam, bahkan bisa kurang.

Google Ads sama sekali beda dengan jenis iklan lain, dan kalian hanya perlu membayar dengan cara bidding (lelang). Ini yang menarik dari Google Ads. Tak ada hasil, tak ada klik, kalian tak perlu bayar biaya iklan. Sesederhana itu!

Tapi sebelum jauh melebar, mari kembali ke bagian dasar.


Apa itu Google Ads?

Mudahnya, Google Ads yaitu jaringan iklan milik Google yang memungkinkan kalian menampilkan iklan di halaman SERP (Search Engine Result Page), YouTube, aplikasi Google, juga media lain yang punya afiliasi dengan Google.

perubahan google adwords jadi google ads

adwords menjadi google ads, cara menggunakan google ads, sumber : www.campaignlive.co.uk

Umumnya, iklan yang tampil di laman SERP berada di atas atau bawah hasil pencarian.

Tapi karena media penampil iklan terbatas, maka diberlakukan sistem bidding, di mana pemberi bid tertinggi kemungkinan besar dapat prioritas. Meski tak selalu.

Begitu iklan kalian tampil lalu dapat klik, kalian baru ditagih biaya jasa iklan.

Itu sebabnya, banyak yang menilai Google Ads sebagai streategi pemasaran online paling efektif saat ini.

Bahkan menurut Google sendiri, keuntungan minimal yang didapat yaitu dua kali lipat dari modal. Jika dibuat perbandingan yaitu 2:1, di mana 2 adalah profit dan 1 adalah modal.

Ingat, ini hanya profit minimal!

Ada satu fakta menarik yang harus kalian tahu.

Bahwa, Google menyukai nama besar di laman hasil pencariannya. Dalam arti memberi prioritas muncul di laman awal untuk website besar. Kecuali kalian punya nama besar, akan sangat susah menggeser pemain lama dari susunan peringkat hasil pencarian.

Google Ads bisa jadi jalan pintas.

Kalian tak perlu menunggu lama sampai website benar-benar jadi, membuat banyak konten super, juga menunggu backlink organik tumbuh, untuk bisa di nomor satu.

Segera buat Google Ads, dan kalian bisa melompat ke peringkat pertama tanpa harus melewati semua tahapan melelahkan tersebut.


Kenapa harus Google Ads?

Kalian mungkin penasaran, apa yang membuat Google Ads begitu efektif?

Analogi berikut bisa menjawabnya.

cara menggunakan Google Ads

Hasil pencarian, cara menggunakan google ads, sumber : google.com

Asumsikan ada tiga hasil pencarian teratas dari kata kunci ‘beli mobil murah’, yaitu Belimobilgue, Olx, dan Otomart. Karena ada di urutan 1-3, ada peluang besar kalian memilih salah satu, lalu membeli mobil dari sini.

Tapi, coba hilangkan iklan tersebut dan lihat hasil pencarian organik.

hasil pencarian organic

hasil pencarian organic, cara menggunakan google ads, sumber : google

Baik Belimobilgue maupun Otomart, dua produk ini tak muncul di laman awal pencarian, apalagi di bagian atas. Hanya OLX yang masih muncul di laman awal.

Tanpa Google Ads, Belimobilgue dan Otomart tak akan punya kesempatan mendapat pesanan mobil dari kalian. Dengan Google Ads, kedua produk tersebut ada di opsi pertama kalian.

Kasarannya, lewat Google Ads kalian seolah diperbolehkan mencurangi sistem.

Kalian bisa mendapat posisi pertama dengan kata kunci bernilai tinggi yang sebelumnya kalian hanya bisa berharap, lalu mengambil semua keuntungan yang bisa didapat pemegang posisi pertama.

Kalian tak harus menghabiskan waktu berbulan lamanya untuk dapat posisi bagus dari satu keyword, dan mengharap semua berjalan lancar.

Ini sebabnya kenapa Google Ads begitu efektif dan banyak dipilih, ditambah punya banyak keunggulan.


Keunggulan Google Ads

Google Ads dinilai sebagai alat pemasaran paling tangguh saat ini.

Tapi apa yang membuat Google Ads begitu luar biasa? Di bawah adalah jawaban sekaligus alasan kenapa kalian akan rela membayar Google Ads untuk keperluan pemasaran.

#1. Target presisi

Dengan berbagai opsi target yang disediakan, kalian bisa memastikan kalau iklan bisa tampil secara spesifik.

bisa diatur sesuai target market

Sumber : www.thebalancesmb.com

Kalian bisa membatasi opsi konsumen yang ditarget berdasar kata kunci, lokasi, umur, dan lainnya. Bahkan, kalian juga bisa memilih di hari apa iklan akan tayang. Misalnya iklan hanya tampil di hari Senin sampai Jumat mulai jam 08.00-16.00 WIB supaya meminimalkan pengeluaran.

Ini bisa menjadi semacam keuntungan sendiri untuk bisnis lokal. Bagimana tidak, studi menunjukkan kalau 50% pengguna smartphone akan mengunjungi toko dalam jangka waktu satu hari setelah melihat iklan di Google.

#2. Menyasar perangkat tertentu

Dari update terakhir Google Ads, ada satu fitur unggulan yang memberi keleluasaan pengiklan untuk memilih media di mana iklan akan tampil.

Misalnya, kalian bisa menampilkan iklan hanya di desktop, tablet, atau perangkat spesifik lain. Bahkan kalian bisa menyasar sistem operasi tertentu, misalnya android, iOS, juga windows.

cara menggunakan google ads di hp

Bisa digunakan untuk perangkat apapun, cara menggunakan google ads, sumber : techtrickseo.com

Fitur lain berupa bid adjustment, secara otomatis membuat bid kalian menyesuaikan media penampil iklan.

Satu tip, lihat dulu tingkat konversi dan data ecommerce di Analytics.

#3. Membayar saat ada hasilnya

Inilah keunggulan utama dari memasang iklan di Google Ads yang paling populer.

Tak seperti model iklan online lain (yang hanya menayangkan saja), Google Ads menayangkan iklan berdasarkan kata kunci yang diketik di pencarian. Semisal iklan kalian diklik, kalian baru ditarik biaya.

pay per click

Bayar ketika ada orang yang meng klik iklan kalian, sumber : www.digitalvidya.com

Model iklan semacam ini masuk jenis pay per click (PPC), beberapa menyebut cost per click (CPC).

Lewat sistem semacam ini, kalian hanya akan membayar saat pengunjung sudah tiba di landing page website kalian lewat redirect iklan yang sudah di klik.

#4. Landing page

Inilah laman website di mana link iklan kalian akan dialihkan (redirect).

Landing page merupakan laman khusus yang didesain secara spesifik untuk satu tujuan.

Landing page yang bagus krusial untuk sukses tidaknya Google Ads. Komposisi desain landing page yang mumpuni dan teroptimasi dengan baik bisa membantu tingkat konversi pengunjung menjadi konsumen.

Itu sebabnya, landing page yang kalian buat harus bisa memenuhi apa yang kalian janjikan, terfokus di satu tujuan, mobile friendly, juga memiliki unsur call to action (CTA).

Terasa agak rumit bukan?

Tapi, mari kita dalami dulu bagaimana cara kerja Google Ads.


Cara Menggunakan Google Ads dan Cara kerjanya

Untuk bisa meraup segudang manfaat yang ditawarkan Google Ads, kalian harus paham tentang proses bidding keyword.

 

Cara Kerja Dari Google Ads:

  1. # Seting Google Ads
  2. # Proses bidding
  3. # Quality score

Yang harus kalian tahu, Google Ads merupakan platform iklan PPC paling populer. Artinya, kalian harus membayar untuk setiap klik dari traffic yang diarahkan ke website kalian.

Tapi beriklan di Google Ads tak akan semudah mengatakan “Saya akan membayar XXX untuk tiap klik”.

Tidak!

Alasannya, bukan cuma kalian yang mengharap klik dari pengguna Google. Dan untuk memastikan iklan kalian terlihat, kalian harus bid dengan sesama kompetitor.

Masalahnya adalah, lelang dari Google beda dengan sistem lelang lain. Selain soal uang, Google juga memasukkan unsur relevansi dan kualitas sebagai perhitungan.

Untuk pertama, kita bahas dulu tentang cara mengatur Google Ads sebelum kalian berlanjut ke proses bidding.

#1. Seting Google Ads

Langkah 1: Login

Langsung saja menuju website resmi Google Ads. Jika belum punya, kalian harus daftar dulu. Tak perlu kuatir, hanya butuh beberapa menit untuk mendaftar.

Begitu kalian sudah mengisi detil yang dibutuhkan, kalian akan langsung diarahkan untuk membuat iklan pertama.

Dari laman ini kalian bisa mengatur budget, target audiens, menentukan besaran bid, lalu menulis iklan.

Langkah 2: Mengatur budget

Menentukan budget termasuk susah-susah gampang. Kalian harus bisa mengatur budget harian untuk memastikan tak melebihi batas pengeluaran.

mengatur budget dalam google ads

mengatur budget yang akan anda gunakan dalam iklan, sumber : www.wordstream.com

Cara terbaik untuk mengetahui budget harian yaitu dengan melihat jumlah pengunjung di landing page yang bisa dikonversi jadi konsumen. Tapi jika kalian baru mulai pertama, gunakan jumlah rata-rata saja.

Masalahnya adalah, hanya ada 2.35% pengunjung yang melakukan aksi (membeli jika landing page dimaksudkan untuk jualan, misalnya) setelah mendarat di landing page.

Di titik ini, landing page jadi kunci berhasil tidaknya iklan yang kalian buat.

Itu sebabnya, landing page harus kalian buat se-elok mungkin dan semanis mungkin.

Kalian bisa lanjut ke langkah berikut jika sudah menentukan budget, tapi jangan lupa simpan dulu pengaturan ini.

Langkah 3: Memilih target audiens

Dari sini, kalian bisa memilih target audiens berdasarkan lokasi.

Fitur ini akan memastikan kalau iklan kalian akan tampil hanya untuk pengguna di lokasi tertentu yang melakukan pencarian menggunakan keyword yang kalian bid.

Kalian bahkan bisa mengatur lebih spesifik lagi, misalnya ‘radius targeting’ yang memudahkan kalian untuk menarget area beberapa kilometer dari titik kode pos tertentu.

Kalian juga bisa menyesuaikan harga bid dari radius yang ditarget. Misalnya, kalian berani bid tinggi untuk radius 10 km, tapi bid rendah untuk radius di atas 30 km.

Langkah 4: Memilih jaringan (network)

Ada dua pilihan jaringan yang disediakan Google, yaitu search network dan display network.

search network untuk google ads

search network, sumber : www.hallaminternet.com

Pengertiannya, search network akan menempatkan iklan kalian di laman SERP, sedang display network akan menampilkan iklan kalian di website mana saja yang berafiliasi dengan Google.

Jika kalian pemula atau cakupan bisnis masih kecil, sangat direkomendasikan untuk memilih search network karena akan menampilkan iklan yang spesifik dengan keyword yang relevan.

display network

Display network, sumber : adleg.com

Sedang display network paling tepat dipakai untuk retargeting, branding, juga lebih rendah CPC. Tapi, display network tak berorientasi pada keyword yang spesifik.

Langkah 5: Memilih keyword

Untuk pertama, Google hanya mengijinkan kalian memilih 15-20 keyword untuk memicu iklan supaya muncul di laman SERP. Tapi di lain waktu kalian bisa menambah, jadi jangan kuatir.

Sangat direkomendasikan supaya kalian memilih keyword yang nantinya bisa memberi hasil pasti, daripada memilih 20 keyword tapi tak relevan.

google keyword planner

lakukan pencarian kw yang effective di google keyword planner

Perhatikan juga volume pencarian keyword yang kalian pilih. Mungkin kalian tertarik keyword dengan volume pencarian 450.000, tapi ini masih tinggi dan bukan ide yang bagus.

Sekedar mengingatkan, Google Ads memakai sistem bidding. Jadi keyword dengan volume pencarian tinggi umumnya punya harga bid mahal. Intinya, memilih banyak keyword atau memilih satu keyword dengan volume pencarian tinggi bisa menguras isi kantong kalian.

Anggap kalian sudah memilih, ada empat opsi bagaimana iklan kalian tampil berdasarkan keyword.

Broad match: Tipe ini merupakan bentuk default dari Google Ads. Menurut Google, broad match akan menampilkan iklan saat ada pencarian dengan frasa yang berdekatan dan variasi keyword yang relevan termasuk sinonim, salah ketik, bentuk tunggal dan jamak.

Jenis ini mampu menjangkau target yang lebih luas, tapi ini sekaligus jadi kelemahannya karena iklan bisa muncul kapan saja meski keyword pencarian tak relevan.

Misal, saat mengetik ‘Makan malam di jakarta’, ada peluang iklan yang tampil ‘Pizza di Jakarta’.

Broad match modifier: Kalian bisa mengontrol iklan jika memilih tipe ini dengan menambah simbol ‘+’ tepat di awal keyword.

Contoh mudah, semisal kalian bid untuk ‘+Makan malam di jakarta’, hasil pencarian tak akan pernah memunculkan ‘Pizza di Jakarta’.

Phrase match: Jenis ini menawarkan kontrol lebih untuk kalian. Memilih phrase match, iklan kalian hanya tampil saat ada pencarian dengan keyword yang sama.

Artinya, jika kalian memilih ‘Makan malam di Jakarta’, iklan kalian tak akan muncul dalam bentuk lain seperti ‘Jakarta makan malam’.

Exact match: Seperti namanya, iklan kalian hanya muncul saat ada yang mencari dengan keyword identik.

Semisal keyword kalian ‘Makan malam di jakarta’, iklan tak akan muncul untuk hasil pencarian ‘Daftar tempat makan malam di Jakarta’.

Kami sudah pernah membahasnya lengkap di artikel kami sebelumnya berjudul : Panduan Lengkap Cara Riset Kata Kunci untuk Optimalkan SEO Website, silahkan kunjungi untuk lebih menguasai.

#2. Proses bidding

Bukan, bukan seperti itu!

Bidding di Google Ads bukan berarti kalian harus duduk lama di rumah lelang mendengar John Giannandrea (Kepala divisi pencarian Google) berteriak mengumumkan harga keyword. Lelang keyword Google prosesnya sangat efisien daripada itu.

Proses bidding di google ads

Proses bidding di google ads, sumber : www.wordstream.com

Mudahnya, kalian tinggal pilih keyword untuk membuat iklan dan masukkan harga maksimal yang ingin kalian bayarkan untuk satu klik.

Semisal kalian memberi bid di satu keyword yang sama dengan kompetitor, tapi kalian mau bayar lebih untuk satu klik, iklan kalian akan dinilai lebih tinggi dari kompetitor lain.


jasa digital marketing

 

Saat ada yang memakai keyword yang kalian pilih, Google akan membandingkan semua bid di satu keyword dan memilih keyword dengan bid tertinggi plus relevansi iklan.

Ada dua cara bidding yang bisa kalian ambil.

Pertama, biarkan Google yang mengatur nilai bid untuk memaksimalkan pengembalian budget kalian. Atau yang kedua, kalian bisa mengatur bid secara manual tapi akan lebih rumit. Dengan catatan kalian mau riset memakai keyword planner dari Google.

Tapi, bid tinggi bukan satu-satunya penilaian saat Google ingin menampilkan iklan di laman SERP. Google akan menilai seberapa bagus iklan, landing page, dan quality score.

#3. Quality score

Google akan melihat bagaimana performa iklan kalian, lalu memakai informasi ini untuk menentukan apakah iklan layak ditampilkan di laman pencarian atau tidak.

Lewat beberapa faktor berikut, Google menilai quality score di tiap keyword yang kalian pilih.

Landing page relevance: mengukur relevan tidaknya keyword yang kalian pilih dengan konten yang ada di landing page.

Expected click-through-ratio: kecenderungan pengguna Google untuk klik iklan setelah melakukan pencarian dengan keyword yang kalian ambil.

Ad relevance: merupakan hubungan relevansi antara keyword dan isi tulisan di iklan.

Kalian bisa melihat quality score dari tiap keyword dengan menambah kolom ‘quality score’ di bawah tab keyword dalam akun Google Ads.

Quality score tak hanya membantu posisi iklan, tapi juga saat proses bidding dan besaran bayaran tiap klik.

Seperti ini misalnya.

Pengiklan A punya quality score 10 dan maksimal bid adalah Rp. 20.000, sehingga bid efektifnya adalah Rp. 200 ribu. (Google tak pernah memberi penjelasan tentang harga maksimal tiap bid, jadi ini hanya sebatas contoh supaya kalian mudah mengerti tentang hubungan maksimal bid dan quality score yang punya efek ke peringkat iklan).

Pengiklan B memberi bid Rp. 40.000 sehingga mengalahkan pengiklan A karena harga bid kecil. Tapi, pengiklan B punya quality score 4, maka bid efektifnya yaitu Rp. 160 ribu.

Hasilnya, pengiklan A lebih superior dari pengiklan B dan membayar lebih sedikit untuk tiap klik daripada pengiklan B.

Ini semua bisa terjadi karena quality score.

Kalau dibuat kesimpulan…

Google Ads merupakan raja dari segala bentuk platform pemasaran online. Juga, merupakan cara paling ampuh untuk menjangkau konsumen baru, khususnya untuk bisnis skala kecil.

Tapi, kalau tak dipakai secara bijak, platform ini justru menjadi semacam senjata makan tuan. Mungkin menguras habis dana pemasaran, atau tak memberi dampak pada return of investment (ROI). Bukannya menguntungkan, yang ada justru bikin kantong jebol.

Apalagi tingkat kompetisi di Google Ads makin ramai sesak, jadi penting untuk mengatur iklan supaya tetap ada di peringkat atas.

Kunci utama untuk memaksimalkan Google Ads yaitu dengan menguji dan mengoptimasi iklan secara berkala supaya performanya tetap sesuai harapan.

Sebelum kita lanjut ke materi berikutnya, mari pelajari materi sebelum ini :

Apa Itu Search Engine Marketing (SEM) dan Kegunaannya Untuk Marketing

Belajar Search Engine Marketing (SEM) sebagai proses untuk mendapatkan lalu lintas website (traffic) dengan cara membeli spot iklan di mesin pencari (search engine) lengkap dengan strategi terbaiknya



Rekomendasi Artikel Lainnya
Apa Itu Buzzer? Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Bisnis?
(TIPS) Mahir Marketing Menggunakan Bing Ads Indonesia