Ep 10: Work Is Important, But Your Health Is Everything

Apa kabar?

Semoga sehat-sehat saja ya! Kami paham bahwa dalam dunia bekerja, Anda harus tetap memiliki kejiiwaan dan juga kesehatan yang sesuai dengan standarnya.

Maka dari itu, di episode SribuTalks kali ini, kami berupaya untuk menginformasikan Anda tentang pentingnya kesehatan.

Mengapa?

Tentunya supaya Anda bisa bekerja dengan baik, performa selalu terjaga dan menjauhi diri dari makanan-minuman yang tidak sehat.

Berikut summary dari SribuTalks Episode 10:

1. Minyak Nabati Berbahaya Bagi Kesehatan??

Siapa di sini yang suka makan gorengan?

Sebelum menyantap sepiring kelezatan gorengan, David Gillespie ingin Anda memikirkan apa yang minyak nabati lakukan pada tubuh Anda.

Sebenarnya… Minyak nabati sangatlah tidak stabil.

Ketika berinteraksi dengan oksigen, minyak nabati dapat melepaskan neurotoksik, sebuah bahan kimia bermutasi DNA yang diketahui dapat menyebabkan kanker dan degenerasi otak, menurut para ahli.

Ketika dipanaskan, minyak jagung, bunga matahari, kelapa sawit dan kacang kedelai – sering disebut minyak “nabati” – melepaskan bahan kimia yang disebut aldehida yang telah dikaitkan dengan berbagai kanker dan penyakit neurogeneratif seperti Alzheimer.

Waduh, lalu apa penggantinya?

Dengarkan podcast SribuTalks hanya di Spotify!

2. Meksiko Melarang Penggunaan Maskot Kartun Di Kemasan

Maskot kartun adalah sesuatu dari masa lalu sekarang karena peraturan baru mulai berlaku!

Undang-undang atas pelarangan adanya maskot kartun, yang disahkan pada tahun 2018, adalah untuk membantu memerangi obesitas pada anak-anak.

Meksiko memiliki prevalensi tertinggi secara global untuk anak-anak yang kelebihan berat badan. Saat ini adalah negara paling gemuk kedua di dunia dan peneliti memprediksi bahwa pada tahun 2030, 39% dari populasi akan mengalami obesitas!

Para peneliti mengatakan ketika brand memasarkan produk tidak sehatnya ke anak-anak dengan karakter kartun, justru bisa mempengaruhi keputusan mereka tentang apa yang harus dimakan.

“Cakrawala branding media yang akrab memberikan pengaruh yang lebih kuat pada preferensi, pilihan, dan asupan makanan anak-anak, terutama untuk makanan padat energi dan miskin nutrisi (misalnya kue, permen, atau cokelat) dibandingkan dengan buah-buahan atau sayuran,” tulis peneliti dari Virginia Tech.

De-branding kemasan di Meksiko juga mencakup maskot Amerika yang populer, seperti Chester Cheetah dari merek Cheetos dan Tony the Tiger di Frosted Flakes Kellogg.

Kemasan baru tidak hanya menggantikan logo lama, tetapi juga mendapat perubahan warna yang lebih cerah, foto produk baru, dan tipografi sekunder “torciditos” baru.

Sepertinya aturan baru ini justru mendukung Cheetos karena desain baru ini sangat bagus! Terlihat clean dan sederhana, namun  masih memiliki elemen yang kita semua kenali.

3. Mengapa McDonald’s Menghentikan Maskot Badutnya?

Ronald McDonald belum banyak muncul belakangan ini. Meskipun ia pernah menjadi wajah McDonald’s, ikon makanan cepat saji tersebut telah berkurang jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir.

Peran Ronald sebagai sosok yang terutama untuk memasarkan kepada anak-anak pun semakin bermasalah.

Pada awal 2010-an, hubungan antara makanan cepat saji seperti McDonald’s dan tingkat obesitas yang tinggi di seluruh Amerika Serikat yang terpublikasi secara luas, dan tidak ada cara untuk menyangkal bahwa Ronald McDonald tidak dimaksudkan untuk beriklan pada anak-anak.

Dia badut, dan pendapat orang tentang badut belum membaik selama bertahun-tahun.

Saat karnaval dan sirkus semakin populer, badut mulai menjadi genre horor lebih dari apa pun.

Mempertimbangkan keberadaan penjahat seperti Joker atau IT’s Pennywise dan kemiripannya dengan Ronald McDonald, anak-anak mungkin lebih takut pada badut seperti Ronald daripada senang dengan mereka.

Baru-baru ini, ada kasus clown sighting di Singapura.

Beberapa badut terlihat berkeliaran di luar sekolah di Singapura – menatap tajam, mendekati siswa, dan meminta anak-anak untuk mengikuti mereka.

Kehadiran mereka yang menakutkan memicu banyak keluhan dari orang tua yang khawatir yang segera meminta polisi untuk menyelidikinya!

Polisi sedang memverifikasi fakta dengan pusat pendidikan tentang dugaan keterlibatan mereka dalam insiden tersebut. Wah, bayangkan di saat anak-anak takut dengan badut, sebuah pusat pendidikan justru dengan “kreatif”-nya mempromosikan tempatnya dengan badut yang mengerikan.

4. Demi Uang, Rela Menyakiti Diri Sendiri

Kalau di kasus Singapura ada badut… di Indonesia justru mengingatkan kami pada manusia silver.

Bayangkan, mereka rela mencari uang dengan cara menyakiti diri sendiri.

Memang mencari uang dengan bekerja itu penting, namun kesehatan Anda itu jauh lebih penting!

Mengecat sekujur tubuh dengan cat seperti pada manusia silver memiliki risiko yang berbahaya. Cat pada manusia silver adalah pewarna tekstil.

Dampaknya? Kulit bisa mengalami iritasi seperti bintil-bintil, kemerahan, rasa gatal hingga kematian jaringan kulit!

Selengkapnya, Anda bisa langsung dengarkan podcast SribuTalks Episode 10 di bawah ini:

Anda juga bisa klik tombol di bawah ini untuk dengarkan langsung lewat halaman Spotify SribuTalks:

Anda juga bisa ketik pertanyaan Anda di Google dan tambahkan Blog Sribu di akhir pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan artikel terkait dari Blog Sribu, yang kualitasnya sudah tentu terjamin.

Exit mobile version