Ep 9: Let’s Get Rid Of Résumés & Change The Hiring Process!

Episode hari ini adalah diskusi tentang penggunaan CV dan resume sebagai proses perekrutan karyawan baru hingga penggunaan sumber tenaga pengganti yang seharusnya bisa lebih baik dan jauh lebih e11fisien. Kira-kira seperti apa pembahasannya?

Berikut adalah summary dari SribuTalks Episode 9:

1. CEO Indeed Ingin Menyingkirkan Penggunaan Resume

Saat ini banyak hal yang menyulitkan bisnis untuk merekrut orang, Hisayuki “Deko” Idekoba, kepala eksekutif dari Recruit Holdings Jepang, yang mengoperasikan Indeed dan Glassdoor, menyerukan perubahan dalam cara proses wawancara ketika merekrutkan calon karyawan baru.

Alih-alih resume tradisional, Idekoba mengusulkan bahwa manajer perekrutan harus mengajukan pertanyaan dan menawarkan tes penilaian.

Ini mungkin, menurut CEO, membantu perusahaan menentukan apakah kandidat memiliki keterampilan yang tepat dan memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang diperlukan untuk berhasil dalam peran tersebut.

“The hiring process is still résumés, sending résumés, checking résumés. This is a great opportunity for us to move forward from old-school, incumbent résumé-profile culture to asking: what can you do?” 

Idekoba mungkin menawarkan sesuatu yang baru, namun ini hanya perubahan minor.

Pertanyaannya adalah: Apakah perusahaan bisa melakukan hal serupa? Atau prefer gunakan resume tanpa menanyakan apa yang dapat dilakukan calon karyawan itu?

2. Eksploitasi Anak Magang Oleh Perusahaan

Membicarakan perekrutan maka tak lengkap jika tidak membahas siapa yang paling sering direkrut?

Yah, tentu saja anak magang.

Mereka adalah sekelompok anak-anak yang ingin mencari pengalaman baru dan mencoba suasana lingkungan kerja. Namun, apa yang terjad jika sebuah perusahaan malah mengeksploitasi anak magang ini?

Siapa lagi kalau bukan… Campuspedia.

Ketika sebuah cuitan tentang perusahaan rintisan yang membayar magang Rp100.000 sebulan dengan denda Rp500.000 jika mereka mengundurkan diri menjadi viral, Campuspedia mungkin merasa kupingnya mulai panas (karena ada yang ngomongin dari belakang).

Para pekerja magang bergandengan tangan untuk membuat akun Twitter Serikat Magang untuk mengungkap kesalahan manajemen perusahaan dan menuntut perlakuan yang lebih baik, serta penggantian denda.

Magang pada awalnya ditujukan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman sebelum memasuki industri sebagai karyawan tetap.

Namun, itu menjadi alat tawar-menawar antara perusahaan yang mencari bantuan ekstra dan siswa yang membutuhkan pengalaman kerja di resume mereka.

Sidak oleh Menteri Ketenagakerjaan di Campuspedia

Makin kesini, makin banyak terlihat perusahaan rintisan atau start-up yang mulai merekrut anak magang yang jumlahnya justru jauh lebih banyak dibandingkan dengan karyawan tetapnya.

Alasannya? Ya tentu saja untuk menghemat biaya perusahaan karena bayarannya yang tidak seberapa.

Padahal, menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2021, jumlah pekerja magang tidak boleh melebihi 20% dari total jumlah pegawai tetap di suatu perusahaan.

3. Indonesia Siap Gunakan Sumber Energi Nuklir?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan pada 12 Desember 2015, bahwa Indonesia tidak perlu menggunakan sumber energi nuklir sebagai sumber energi dan tenaga baru.

“”Kami telah sampai pada kesimpulan bahwa ini bukan saatnya untuk membangun kapasitas tenaga nuklir. Kami masih memiliki banyak alternatif dan kami tidak perlu memunculkan kontroversi”, ucapnya.

Namun, waktu yang ditunggu akhirnya muncul juga ke permukaan.

Pada Februari 2020, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan mantan Kepala Staf Presiden Widodo, secara terbuka mengeluh bahwa negara-negara kuat seperti Amerika Serikat tidak menganggap Indonesia sebagai pemain internasional yang serius karena kurangnya senjata nuklir, merebut beberapa tajuk berita lokal.

Di Indonesia sendiri, potensi kandungan thorium diperkirakan mencapai 210.000 – 270.000 ton, yang tersimpan di Bangka, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat.

“Hal inilah yang menyebabkan sebagian orang beranggapan bahwa thorium lebih mempunyai prospek di masa depan”, ucap Djarot Sulistio Wisnubroto (Ketua Badan Tenaga Nuklir Indonesia).

Wah, kita tunggu saja apakah akhirnya benar-benar bisa terealisasikan atau tidak?

Semuanya bisa Anda dengar langsung di Podcast SribuTalks episode ke-9.

Anda juga bisa klik tombol di bawah ini untuk dengarkan langsung lewat halaman Spotify SribuTalks:

Anda juga bisa ketik pertanyaan Anda di Google dan tambahkan Blog Sribu di akhir pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan artikel terkait dari Blog Sribu, yang kualitasnya sudah tentu terjamin.

Exit mobile version