Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Kenapa Jumlah Followers Tidak Sebanding dengan Jumlah Pembeli?

Kenapa Jumlah Followers Tidak Sebanding dengan Jumlah Pembeli?

Tahun lalu, komunitas yang saya ikuti sedang menggalang dana di salah satu situs crowdfunding. Teman saya, yang merupakan salah satu dari pemimpin komunitas sempat nyeletuk, 

“Saya yakin kita bisa kok mencapai target donasi! Bayangkan saja kalau semua 1,000 follower Instagram menyisihkan 1,000 rupiah saja, pasti langsung tercapai deh targetnya!”

Pernahkah Anda dengar pendapat semacam ini? 

Biasanya kita temukan pada orang-orang yang mengejar target donasi minimal, atau sedang crowdfunding proyek terbaru.

Akhirnya, saya angkat bicara dan meluruskan pendapat teman saya. Secara logis, memang terkesan ada benarnya. 

Cukup dengan 1,000 follower, Anda sudah bisa mendapatkan pemasukan sebesar 1 juta rupiah! 

Tapi kenyataannya tidak seperti itu kan? 

Tidak semua follower Anda mau mengeluarkan uang, bahkan hanya 1,000 rupiah untuk Anda.

Kasarnya, perbandingan followers dengan pembeli Anda tidak akan mungkin menjadi 1:1!

Tahukah Anda Kenapa Tidak Sebanding?

Ketika Anda ingin memasukkan air yang banyak ke dalam mulut botol yang sempit, agar airnya tidak tumpah sia-sia, Anda membutuhkan sebuah corong. 

Idealnya, kita ingin jumlah air yang Anda masukkan di hulu  = jumlah air yang keluar di hilir. 

Namun kenyataannya, coba Anda bayangkan proses perjalanan pembelian di dunia nyata:

  1. Anda berada di sebuah mall. Tiba-tiba, salah satu barang di etalase toko menarik perhatian Anda. 
  2. Anda masuk ke toko dan melihat barang yang ditawarkan. Setelah beberapa menit mencari, dan mempertimbangkan pilihan, Anda menambahkan produk itu ke keranjang. 
  3. Anda pergi ke kasir untuk membayar dan resmi membeli barang idaman!

Tidak semua orang yang masuk ke mall bertujuan untuk membeli barang. Tidak semua orang yang ingin membeli barang akan masuk ke toko Anda. Bahkan, tidak semua orang yang masuk ke toko akan membeli barang yang Anda jual.

Inilah kenapa dalam dunia pemasaran, kita menggunakan konsep Marketing Funnel.

aida marketing funnel

Marketing Funnel adalah sebuah perwakilan visual dari tahap-tahap yang dilalui calon pembeli Anda

Mulai dari pertama kali mencari tahu tentang produk, hingga memutuskan untuk membeli. 

Tahap Marketing Funnel yang paling umum adalah dalam empat langkah:

  1. Attention (perhatian)
  2. Interest (ketertarikan)
  3. Desire (kemauan)
  4. Action (tindakan)

…atau kalau disingkat, AIDA!


1. Attention 

Ini adalah tahap paling pertama, di mana orang awam mulai sadar dengan brand Anda

Mereka mungkin melihat temannya menggunakan produk Anda di media sosial, atau selebriti dan influencer yang mempromosikan produk Anda di feed mereka. 

Atau, akun Anda menjadi viral karena banyak yang me-repost konten Anda di media sosial mereka masing-masing…

Atau, ada skandal yang menyebabkan brand Anda banyak diomongkan oleh netizen (hey, all publicity is good publicity!)

bts mcdonald
McDonald menggunakan kentang gorengnya untuk membuat logo BTS, sebagai teaser menu terbarunya.

Pada fase Attention ini, orang masih dalam tahap “penasaran” dengan brand Anda. 

Mereka mungkin akan bertanya,

“eh, ini merek apa sih?” atau “wah belinya di mana nih?

Ada kemungkinan mereka datang ke website atau akunmu, untuk melihat-lihat dan menentukan apakah mereka masuk ke tahap selanjutnya, yaitu…

2. Interest

Selamat, sekarang orang sudah ngeh, dan mulai tertarik dengan Anda! 

Mungkin mereka tertarik karena akun Anda yang #estetik, atau informasi yang Anda berikan berguna untuk mereka, sehingga mereka pun mengklik tombol Follow atau Subscribe.

Pada tahap ini, mereka sudah bisa dianggap sebagai audiens kita. Audiens adalah orang yang ingin tahu lebih banyak dulu tentang apa yang kita jual, sebelum mereka akhirnya membeli. 

Semua bentuk content marketing yang Anda tulis sebaiknya sudah dikerucutkan hingga secocok mungkin dengan target audiens ya!

gojek aida marketing
GOJEK menggunakan meme yang relatable bagi audiens, sambil menggambarkan keuntungan menggunakan produk/jasa mereka

Dari pengalaman saya, tahap Interest adalah tahap yang paling lama. 

Audiens Anda sedang hitung-hitungan di sini, tergantung dari harga barang atau kerumitan jasa yang Anda tawarkan.

Tugas kita adalah memberikan banyak informasi keunggulan produk, atau menjawab keraguan apapun yang mungkin timbul di benak mereka. 

Kalau Anda berhasil melakukannya, maka kebimbangan mereka akan berubah menjadi…

3. Desire

Ya, di tahap inilah mulai ada kemauan dari audiens untuk membeli barangmu. Istilahnya, mereka sudah mulai timbul niat bahwa mereka akan resmi menjadi customer Anda. 

Kalau audiens Anda sudah sampai di tahap ini, artinya Anda sudah berhasil membangun koneksi secara emosional dengan mereka, lewat konten-konten Anda!

changi nkcthi aida marketing funnel
Changi Airport, bekerjasama dengan NKCTHI, memanfaatkan kerinduan orang untuk traveling dengan campaign Changi Dekat di Hati

Audiens kini sudah berubah menjadi fans, yang percaya dengan apa yang Anda katakan, bahkan merasa sangat relate dengan visi atau pesan dari brand Anda.

Tahap ini adalah tahap yang krusial, dan butuh penanganan yang lebih personal, untuk membuat mereka pada akhirnya melakukan…

4. Action!

Aksi di sini bisa diukur dari terjadinya transaksi secara finansial, ketika fans Anda berubah menjadi customer

Artinya, mereka sudah mau berkomitmen dengan Anda dan menunjukkan bahwa apa yang Anda tawarkan memiliki nilai untuk mereka!

Ini adalah tujuan terakhir dari perjalanan Marketing Funnel. Karena dapat mudah diukur dengan uang, biasanya menjadi tahap yang paling kelihatan.

tokopedia aida action marketing funnel
Tokopedia menawarkan produknya langsung dengan diskon yang menarik dan link ke halaman pembelian

Seringkali, tahap Action ini menjadi satu-satunya tahap yang dipedulikan oleh klien atau bos Anda!

Tidak Hanya Corong, AIDA Juga Berfungsi Sebagai Filter

Dalam corong pemasaran ini, AIDA berfungsi selayaknya sebuah filter air!

Ada 4 lapisan yang menyaring air masuk yang penuh dengan kerikil, kotoran, dan benda-benda lain yang tidak dibutuhkan.

Semua perlu disisihkan untuk mendapat air yang paling jernih, yang dapat diminum dan berguna bagi tubuh Anda.

Tugas Anda sebagai orang marketing adalah “mencari pasokan air sebanyak-banyaknya”.

Cari audiens seluas mungkin yang memiliki kemungkinan tertarik dengan produk Anda (atau yang disebut sebagai target market). 

Kemudian, saring audiens tersebut untuk menemukan esens yang paling jernih yang nantinya akan keluar di keran Action. 

Dari orang awam yang jadi aware dan tertarik dengan produk kita, sebagian besar dari mereka belum tentu akan masuk ke tahap terakhir, ketika mereka akhirnya membeli apa yang kita jual, yaitu Action. 

Bisa saja mereka hanya sekedar penasaran, harga kita tidak sesuai dengan budget mereka, atau belum ada pilihan dari produk yang kita tawarkan yang cocok dengan keinginan mereka. 

Walaupun demikian, kehadiran mereka tetap berharga loh!

Karena semakin banyak orang yang tahu tentang kelebihan produk Anda, ada kemungkinan dia akan memberitahukannya ke teman atau saudara. Siapa tahu, mereka yang mungkin lebih cocok menjadi target customer kita.

Inilah seni konsep AIDA, bahwa semakin luas Anda bisa membawa orang ke tiap tahapnya, maka ukuran dari tiap tahap tersebut akan menjadi semakin besar dengan sendirinya, dan membuat hasil saringan Anda semakin berkualitas dan tepat sasaran!

Anda tidak perlu terlalu memikirkan bahwa,

“Wah, kenapa aku nggak bisa menjual 1,000 barang, padahal follower ku ada 1,000?”

Idenya adalah, Anda bertugas untuk menarik perhatian khalayak calon pembeli yang sebanyak mungkin, dan kemudian perlahan-lahan menuntunnya melalui setiap tahap keputusan pembelian, dan pelan-pelan mempersempit kandidat ini di setiap tahap.

Sadarilah bahwa perjalanan marketing, dari awam ke audiens, ke fans, hingga ke customer adalah sebuah penyaringan yang akan memberikan Anda pembeli berkualitas. 

Pembeli yang bukan hanya membeli barang Anda sekali, lalu selesai. 

Proses ini akan mendatangkan tidak hanya pembeli, tapi seorang pelanggan.

Pelanggan akan membeli lagi dan lagi apa yang Anda jual. 

Pelanggan bahkan, akan membantu Anda memasarkan produk dengan menyarankannya terhadap teman dan saudara, yang akan memperbesar kembali corong Awareness dari Marketing Funnel Anda!

Apakah Anda sedang mencari informasi lainnya?

Jasa Fotografi Makanan & Minuman

Jasa Fotografi Katalog

Jasa Fotografi Mode Busana

Jasa Fotografi Produk

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Inggris

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Inggris