Yuk belajar membangun startup dari 0 langsung dari CEO nya!  Info Selengkapnya, GRATIS!

8 Langkah Lengkap Ciptakan Ide Bisnis Kreatif Jadi Kenyataan

Memulai sebuah bisnis dan menjadi wirausaha merupakan salah satu impian dari jutaan orang di Indonesia, sayangnya ada banyak orang yang tidak tahu bahwa hal itu dapat terjadi jika mereka memiliki ide bisnis yang unik, rencana bisnis yang matang, sumber permodalan yang cukup, dan rekan kerja yang handal di masing-masing bidang.

Bahkan, tidak jarang mereka hanya akan berhenti pada step awal, dimana step tersebut adalah step paling penting yang akan menentukan step selanjutnya, yaitu mencari ide bisnis, baik offline maupun online. Permasalahan ini sering terjadi karena kurangnya wawasan yang luas dari diri pribadi masing-masing, sehingga terlalu menganggap bahwa ide bisnis yang bagus adalah ide bisnis yang mampu menghasilkan uang secara cepat dan instan.

Apakah salah mendegepankan keuntungan saat membuat bisnis?

Meskipun tidak ada yang salah bahwa membuat bisnis harus yang dapat membawa keuntungan. Akan tetapi, keuntungan tersebut harus diawali dari banyaknya user atau konsumen yang merasa terbantu dengan ide bisnis yang Anda bangun. Sehingga, mereka akan menjadi loyal dan tidak keberatan untuk selalu menggunakan produk yang Anda tawarkan.

Inilah kenapa, ide bisnis kadang dibuat dan ditemukan berbarengan dengan visi dan misi yang diterapkan. Karena, di balik ide tersebut ada masalah yang ditemukan oleh pemilik ide tersebut dan merasa bahwa dia ingin memecahkan masalah tersebut dengan produk yang akan dia luncurkan.

Di dalam artikel ini, saya ingin membagikan tips untuk mendapatkan ide bisnis untuk Anda – yang saya yakin sangat antusias untuk membantu setiap permasalahan yang ada di Indonesia.

Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang tahapannya, sebaiknya kita lihat terlebih dahulu apa sebenarnya yang menjadi alasan susah mendapatkan ide bisnis yang brilian.

1. Bingung Mulai Dari Mana dan Mencari yang Belum Ada

Dimulai dari pertanyaan “Bisnis apa ya yang belum ada di sini?” Anda akan terjebak dalam pemikiran yang seperti itu-itu saja. Karena, tidak selamanya mencari ide bisnis itu harus menghasilkan ide yang tidak pernah ada sebelumnya.

Justru akan ada dua pertanyaan jika Anda menemukan ide bisnis yang saat ini belum pernah ada:

  • Apakah bisnis tersebut bisa berjalan?
  • Apakah sudah ada yang pernah menjalankan dan ternyata tidak ada user yang membutuhkan?

Tentu saja, ini ada kaitannya dengan cara melakukan riset pasar. Tanpa melakukan riset yang benar, Anda tidak akan menemukan ide bisnis yang menarik perhatian user.

Satu hal yang harus Anda ingat disini adalah jangan pernah takut untuk memulai ide bisnis yang sekarang sudah ada di Indonesia. Karena, dengan melakukan improvisasi dan inovasi yang lebih menarik, bukan berarti Anda tidak dapat mengalahkan kompetitor yang sudah berjalan lebih lama daripada Anda.

Jika diteliti lebih lanjut, peluang masih terbuka lebar. Dan akan saya jelaskan di bagian lain artikel ini.

2. Malas

Ketika membahas tentang ide-ide kreatif, Andrew Darwis sang penemu Kaskus pernah bilang, “Hambatan terbesar (pemuda Indonesia) adalah rasa malas.”

Mayoritas (saya tidak bilang semuanya) orang yang malas untuk menggali potensi di dalam dan luar diri mereka untuk menemukan ide bisnis kreatif yang menarik, terutama pada anak milenials.

“Kalau tidak didorong, tidak mau memulai”

Di artikel ini, kalian akan menemukan langkah-langkah paling penting sebelum membuka usaha, proses yang vital untuk menciptakan ide bisnis kreatif! Niscaya kalian juga akan termotivasi untuk bergerak.

3. Sudah Memiliki Pekerjaan Tetap

Lantas, kenapa kalau sudah punya pekerjaan tetap? Tidak boleh punya bisnis sampingan?

Untuk memulai sebuah usaha bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan yang sudah ada. Ada banyak jenis usaha yang tidak memerlukan Anda secara full-time. Bahkan ada juga bisnis yang tidak memaksa kalian untuk berhenti bekerja.

Bagaimana? Tentu dengan kekuatan internet yang sekarang sudah dapat menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia, Anda dapat membuat bisnis online dengan sangat mudah. Ingat ya! saya menyebutkan “membuat”nya saja yang mudah, belum tentu untuk mengembangkan dan mempertahankannya juga mudah. Oleh sebab itulah, saya membuat artikel ini agar step mengembangkan dan mempertahakannya juga akan mudah.

4. Takut Gagal

Setiap orang pasti punya rasa takut. Takut gagal, takut banyak kendala yang harus dilalui. Tapi, yang pasti Anda jangan pernah takut untuk memulai.

“Seorang bayi juga pasti pernah jatuh saat mereka belajar berjalan. Tidak ada bayi yang tiba-tiba bisa berjalan tanpa dibimbing”

Bener, kan?

Namanya memulai usaha, ketakutan pasti ada.

Risiko kerugian dalam usaha itu dapat diminimalisir jika kita mau meluangkan waktu untuk mengembangkan rencana yang solid serta kalkulasi biaya yang teliti dengan risk management yang matang.

5. Buka Bisnis Harus Punya Banyak Modal

  • “Buka resto modalnya harus M”
  • “Mau jualan baju harus beli dulu stoknya”
  • “Mau jual minuman di mall, sewa booth-nya mahal!”

Uang memang penting untuk memulai bisnis. Tapi, ada beragam ide bisnis kreatif yang tidak membutuhkan modal besar di awal.

Coba deh Anda pikirkan kembali, apakah hal di atas itu sudah dapat dikatakan bisnis kreatif?

Dalam perkembangannya, usaha yang semakin maju pasti membutuhkan surat izin tertentu, biaya operasional yang semakin besar serta biaya untuk beriklan. Hal ini kerap menjadikan bisnis kreatif adalah suatu bisnis yang memang sangat sakral.

Kenapa saya katakan sakral? Karena, jarang ada yang mampu dan bisa untuk menciptakan, serta pelitnya para pemilik bisnis yang sudah sukses terlebih dahulu untuk berbagi pemikiran. Ini sangat wajar..

…karena, pastinya akan ada ketakutan dari mereka jika suatu saat nanti ide dan strategi yang mereka lakukan dicuri oleh orang lain.

Ibaratnya, kita takut memberikan senjata kita kepada orang lain. Padahal, belum tentu juga orang tersebut mampu menembakkan pelurunya tepat sasaran.

“Bisnis kreatif yang sudah muncul di Google Search itu tidak lagi kreatif. Apakah kata-kata saya masuk akal?”

Kalau sudah ada banyak daftar bisnis kreatif yang mudah dicari oleh jemari kita, itu artinya bisnis tersebut sudah tidak punya unsur kreatif lagi. Betul, tidak?

Jadi, ketimbang mencari bisnis apa yang sedang booming di internet, bukankah lebih bagus lagi kalau kalian tahu cara menciptakannya?

Tapi, menciptakan ide bisnis butuh otak encer. Hanya orang pintar saja yang bisa.

Oh, tentu tidak.

Banyak pencetus bisnis yang brilian, sekolahnya tidak sampai S2 bahkan ada yang tidak tamat SMA. Tapi mereka bisa sukses. Kok bisa?

Mereka melihat peluang!

Bagaimana melihat peluang?

1. Berpikiran positif

Kalau hanya berpikir, apa bisa jadi kenyataan? Tentu saja!

Ini adalah langkah awal yang membuat mental Anda lebih kuat untuk mendapatkan ide bisnis kreatif. Setelah anggapan-anggapan negatif di atas terpatahkan, kalian dapat mulai melatih otak untuk berpikiran positif terhadap ide-ide bisnis yang muncul di benak.

Seperti apa sih teknik berpikir positif itu?

Pikirkanlah hal-hal yang membuat kalian merasa bersyukur. Seperti memiliki mata untuk membaca artikel ini. Memiliki kaki untuk menjelajah. Dan lain-lain.

“Memang simple, tapi 2 pikiran yang baik akan membuat Anda fokus pada “kelebihan” dibandingkan “kekurangan”.”

Jadi.. berpikiran positif disini bukan serta merta tanpa usaha apa-apa. Tapi, meyakinkan diri sendiri bahwa jalan yang ditempuh itu akan menuju kesuksesan.

Banyak yang bilang, rejeki sudah ada yang mengatur jadi kalau kata orang Jawa, tidak perlu ngoyo…

Yup, memang rejeki sudah ada yang mengatur. Kalian tinggal menyediakan wadahnya saja. Jadi ketika rejeki tersebut turun, kalian bisa menikmati hasilnya.

Ini yang saya namakan positif yang realistis.

2. Mulailah Mencari Masalah

“Don’t just start a business, solve a problem.”

  • Google membuat pencarian informasi jadi sangat mudah.
  • Tokopedia berjasa mengangkat sektor UKM dalam hal jual beli barang.
  • Go-food menciptakan solusi untuk yang sedang lapar tapi malas bergerak.

Solusi-solusi di atas menyelesaikan masalah yang simpel, kan? Kini Anda dapat melihat sendiri dampak dan perkembangan bisnis mereka.

Lalu, solusi apa yang Anda tawarkan dengan bisnis tersebut?

Mengidentifikasi masalah bisa dimulai dari lingkup terkecil, seperti teman dan keluarga. Apa sih, yang sering mereka keluhkan?

Lalu lingkup yang lebih besar dalam sektor industri di sekitar Anda, apa yang sering membuat konsumen kecewa?

Cukup dengan mempertajam ‘rasa peka’ Anda.. itu sudah menjadi senjata yang ampuh untuk memulai memikirkan ide bisnis kreatif.

Jadilah peka… dan seringlah bertanya pada diri sendiri dengan 3 hal berikut:

  • Apa yang akan saya dapatkan dengan bisnis ini selain profit?
  • Apakah ada benefit?
  • Apakah bisnis saya ini bisa merubah cara hidup seseorang menjadi lebih mudah?

Mulailah mengobservasi lingkungan sekitar dan perbanyak pengetahuan dengan membaca dan mengamati. Rajin-rajinlah melihat kolom surat pembaca di koran. Apa saja sih yang dikeluhkan/diinginkan orang-orang? Atau mencari forum-forum yang ada di internet. Anda akan menemukan berbagai hal yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Giring pemikiran kepada ‘manfaat’ alih-alih ‘keuntungan’

Karena yang bermanfaat pasti dipakai.

3. Menulis Ide Bisnis

“Tapi, saya tidak pandai menulis”

Lho, siapa bilang Anda harus publikasi ide bisni kreatif yang Anda temukan? Ini hanya semacam coretan di buku jurnal pribadi.

Ada penjelasan psikologi tentang hal ini.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Indiana menemukan bahwa otak dapat mudah mencerna ide yang tertulis dan membuat kita lebih fokus terhadap apa saja yang ditulis.

Studi tersebut dapat Anda terapkan pada kehidupan pribadi, serta akan jauh lebih efektif lagi jika yang Anda tulis bukan hanya sekedar ide bisnis kreatif yang ditemukan. Melainkan, sekaligus menulis perencanaan nyata apa saja yang mungkin akan dilakukan.

Misalnya, Anda ingin membuka usaha kuliner. Maka, tuliskanlah makanan apa saja yang akan dibuat disertai dengan apa barang yang akan diperlukan dan biayanya.

Contoh:

  • Menu makanan: gulai, rendang.
  • Peralatan masak: kompor, panci, tabung gas LPG, minyak.
  • Tempat makan: meja, kursi, piring, gelas, sendok.

4. Lakukan Riset

Pertama: riset kecil-kecilan

Jika Anda sudah menemukan ide bisnis kreatif, lakukan riset kecil dengan mencarinya di Google. Lalu, lihat apakah bisnis tersebut sudah ada dan bagaimana respon pasar terhadap usaha tersebut. Kemudian, lihatlah bisnis sejenis, karena mereka akan menjadi kompetitor Anda.

Rajin-rajinlah mendatangi mall, pusat perbelanjaan atau taman bermain. Di sana, Anda akan menemukan permasalahan dan solusinya. Atau, datanglah ke rumah seorang kerabat yang sudah lama tidak Anda kunjungi.

Bukankah ini riset yang menyenangkan?

Tidak perlu berpikiran ruwet untuk mencari ide bisnis kreatif karena jika Anda teliti, ide itu bisa berada di dekat Anda.

Bahkan, untuk Anda yang suka membaca berita di sosial media. Anda akan menemukan banyak sekali isu dan opini yang muncul setiap hari. Dari sana, Anda dapat menggunakan data tersebut untuk dijadikan sebagai bahan acuan membuat ide bisnis yang tidak kalah kreatif.

Kenapa sosial media? Karena, banyak bisnis menggunakan media sosial untuk meningkatkan awareness dan visibilitas, mempromosikan jasa atau produk dan membangun keterlibatan dengan pelanggan. Di sisi lain, pelanggan menggunakan media sosial untuk mengekspresikan diri, opini tentang produk dan layanan, hubungan dan isu lainnya.

Jika Anda memperhatikan dan mendegar isu serta opini tersebut, media sosial dapat menjadi jalan menemukan inspirasi bisnis untuk masalah dalam bisnis.

Tahapan yang dapat Anda lakukan dengan menggunakan media sosial:

  • Memperhatikan topik yang sedang hangat dibicarakan netijen.
  • Melalui halaman yang populer.
  • Crowdsourcing.
  • Acara televisi.
  • Trending pages.

Kedua: riset besar-besaran.

Pernah stalker profil seseorang di Instagram?

Yup, tekniknya mirip seperti itu. Mungkin kini saatnya membuat sesi stalking lebih positif dan bermanfaat ya..

Masuklah ke akun sosmed Anda lalu mulailah mencari dengan hashtag tertentu sesuai niche ide bisnisnya. Lihat profil kompetitor lalu teliti komentar-komentar follower-nya dan apa saja yang mereka bicarakan.

Jika ada keluhan, lihat juga bagaimana mereka menangani masalah tersebut.

Sampai disini, mungkin beberapa di antara Anda ada yang ingin bertanya, “Tapi, sosial media tidak bisa mewakili personality seseorang, apalagi sebuah bisnis”.

Memang tidak. Tapi first impression matters.

Akun-akun official di sosmed adalah citra sebuah bisnis di depan publik. Jika image di depan publik saja sudah jelek, bisa dibayangkan seperti apa aslinya?

Dengan menjelajahi dunia social media, Anda dapat memilih platform mana yang pas untuk ide bisnis Anda nanti.

Kami membahas lebih dalam mengenai riset di artikel ini : Panduan Jitu Cara Melakukan Riset Pasar Untuk Memulai Bisnis.

5. Mencari Niche Baru

Jangan mundur dulu saat mengetahui bahwa ide bisnis yang Anda temukan sudah banyak yang punya. Anda masih bisa berinovasi. Ada banyak contoh bisnis yang sukses berkat kreatifitas.

Pernah dengar kue tart mie instan?

Kalau belum, ini bentuknya

Kue tart dari mie instan adalah salah satu bisnis yang mengandalkan kreatifitas. Mie instan sudah sangat umum, begitupun kue tart. Dua hal yang umum ini digabung dan menjadi hal baru di dunia kuliner yang laris manis.

Contoh lainnya yaitu produk flat shoes merk Damn Heels.

Damn Heels menjadi sepatu favorit selebriti karena dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam tas mereka. Tujuannya simple. Supaya saat mereka sudah lelah dan kesakitan memakai sepatu hak tinggi, mereka dapat dengan mudah berganti sepatu dengan yang lebih nyaman, tapi tetap stylish!

Tak hanya itu, Damn Heels juga memiliki packaging yang elegan dan mewah sehingga cocok untuk segmen pasarnya.

Anda bisa memulai dengan kategori-kategori bisnis yang ‘kurang inovasi’ dan mulai memikirkan cara kreatif untuk mengembangkannya. Bisa juga menciptakan versi murah dari sebuah produk supaya dapat menjangkau kalangan yang berbeda.

6. Jangan lupa bersantai

Ingat, dulu Archimedes menemukan rumus volume saat ia berada di bak mandi?

archimedes ideas

Santai memang tidak identik dengan kata bisnis itu sendiri tapi riset sudah membuktikan bahwa 72% orang menemukan ide bisnis kreatif saat mereka sedang di kamar mandi.

Mengapa?

Karena saat itu kalian benar-benar menikmati me-time, mungkin juga melamun. Dan saat itu otak mengirimkan sinyal untuk rileks. Saat kita rileks, pikiran jadi jernih.

Intinya, bukan lantas Anda harus ke kamar mandi untuk menemukan ide bisnis yang kreatif. Tapi luangkanlah waktu untuk bersantai, termasuk meletakkan smartphone sejenak. Saat kita tidak memiliki banyak ekspektasi, biasanya malah muncul hal-hal luar biasa, diluar ekspektasi.

7. Banyak bertanya

Mulailah survey pasar dengan mencari target market yang potensial dan bertanya seputar ide bisnis kreatif Anda. Bisa dimulai dari lingkungan keluarga, teman atau berkunjung ke tempat-tempat dimana usaha tersebut sudah dijual.

Dengan meninjau pasar, Anda punya bayangan bagaimana penjualan produk tersebut dan membandingkan satu dengan yang lain.

Sah-sah saja meminta pendapat orang lain selama itu membantu Anda berkembang.

mendapatkan ide bisnis dengan survey

Dengan melakukan survey, kalian bisa lebih mudah mempertimbangkan untung rugi dan kemungkinan tantangan yang dihadapi.

Yang perlu diingat, bertanya untuk menambah pengetahuan sangat disarankan.

Tapi jangan sampai nasehat yang kalian terima membuat kalian terbawa arus dan tidak punya pendirian.

Ingat juga, yang kerjaannya ikut-ikutan namanya followers bukan inventors.

8. Eksekusi ide bisnis

Sama seperti saya menyusun skripsi dulu.

Ada kerangka pikiran, bab pembuka, isi, dan penutup.

Dosen pun memberikan batasan waktu kepada mahasiswanya.

Kapan harus memulai bab 1 kapan harus selesai revisi dan kapan harus maju sidang.

Eksekusi ide itu hampir mirip seperti skripsi tapi bedanya kita sendirilah yang menentukan deadline

Dan tentunya tidak perlu menulis seformal skripsi.

Harusnya lebih fleksibel, kan?

ide bisnis to start

Anda pasti memiliki banyak ‘kerangka pikiran’ yang sudah tertuang dalam notebook.

Tapi sekali lagi, ide bisnis sekreatif apapun tidak akan membawa untung sepeserpun jika tidak ada wujudnya.

Ide tanpa eksekusi bagaikan tong kosong yang nyaring bunyinya…

Setelah membedah ide satu demi satu dan mempertimbangkan baik buruknya, kini saatnya mengeksekusi ide yang paling kreatif menurut Anda dan mulai menyusun rencana solid untuk dijalankan.

Rencana solid ini meliputi rancangan biaya, sumber daya, konsep jualan, dan strategi marketing. Ini penting terutama untuk startup yang mulai mencari investor karena besar kemungkinan mereka untuk menanyakan hal-hal detail seputar rencana bisnis kalian.

Nah eksekusi adalah bagian akhir dari jurnal perjalanan ide bisnis kalian

Saya tergelitik dengan tagline dari buku “7 Day Startup” yang ditulis oleh Dan Norris penemu WP Curve.

Disitu jelas tertulis dengan font ukuran besar, “You don’t learn until you launch”. Jadi sebenarnya, artikel ini hanyalah panduan agar ide-ide bisnis kalian tertampung, tertulis dan terlaksana dengan baik.

Tapi tombol START itu murni berada di tangan kalian. Kalian-lah yang harus berani mengambil langkah

Ada quote yang selalu terngiang di telinga saya sampai saat ini

“Success is not final; failure is not fatal: It is the courage to continue that counts.”

Selamat mencari ide bisnis kreatif! Jangan lupa untuk share pengalaman kalian kepada saya setelah menerapkan langkah-langkah di atas!

Rekomendasi Artikel Lainnya
Pertimbangkan 3 Alasan Ini Saat Memilih Lokasi Untuk Startup
(Terlengkap) Panduan Membuat Perizinan Usaha untuk Bisnis