7 Langkah Mudah Untuk Membangun Brand Identity yang Kuat Untuk Brand Anda

Ingin memiliki kesempatan lebih besar dalam mensukseskan bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini?

Bagaimana bila Anda membangun brand identity?

Apa itu brand identity? Apa pentingnya dalam membangun bisnis? Bagaimana cara membangunnya?

Secara sederhana kita bisa membandingkan antara brand identity (atau identitas produk) dengan identitas pribadi.  Identitas pribadi membedakan Anda dengan orang lain, nah identitas produk memiliki makna yang sama dengan itu.

Saat sebuah brand mampu untuk membangun dan mengembangkan brand identity mereka, maka akan semakin mudah untuk mempopulerkan brand tersebut.

Artinya, semakin besar target pasar dan semakin besar profit yang bisa didapatkan.

Penasaran?

Mari kita bahas satu persatu.

Apa yang membedakan raksasa teknologi Apple dengan para kompetitornya?

Logonya yang unik? Sistem operasi yang digunakan? Produk-produk khas keluaran Apple seperti MacBook

brand identity apple

Semua hal ditanyakan tersebut mendukung terciptanya identitas merek dari perusahaan Apple.

Jadi bisa dikatakan brand identity adalah segala jenis elemen yang membentuk persepsi orang-orang terhadap brand tersebut.

Identitas brand terdiri dari berbagai jenis elemen. Namun tidak bisa disangkal bahwa elemen visual seperti desain logo, bentuk produk, warna, dan desain kemasan merupakan elemen yang paling menonjol.

Namun jangan salah, ada elemen-elemen lain yang turut berperan serta dalam membentuk identitas merek.

Jean-Noel Kapferer merupakan salah seorang spesialis dalam hal corporate branding. Beliau membuat sebuah model bernama “Brand Identity Prism”, yang menunjukkan 6 elemen dari brand identity

elemen brand identity

1. Physique

Elemen ini paling mudah dikenali karena mengacu pada aspek fisik dari sebuah merek seperti logo, merek, warna, bentuk dan lain sebagainya. Sebagai contoh, produk makanan Oreo dengan model tulisan, warna, dan bentuknya.

2. Personality

Mengacu pada karakter dari merek tersebut serta cara mereka untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Oreo memiliki kepribadian yang menyenangkan dan penuh kegembiraan, terlihat jelas dari cara mereka menyampaikan diri mereka kepada orang banyak.

3. Relationship

Elemen ini mengacu pada bentuk hubungan antara orang-orang yang ingin disimbolkan oleh brand tersebut. Untuk Oreo, jenis hubungan yang ingin dibagi adalah hubungan lintas batas tanpa dipengaruhi oleh usia, warna kulit, hobi dan pekerjaan.

4. Culture

Elemen ini mengacu pada prinsip dasar yang menjadi fondasi perilaku sebuah brand. Dalam kasus Oreo, hal ini berupa saling berbagi dan bersosialisasi.

5. Reflection

Top buyer alias target utama dari brand tersebut, misalnya saja anak-anak hingga remaja.

6. Self Image

Elemen ini mengacu pada self image yang dimiliki oleh target pembeli. Sebagai contoh, mereka yang menggunakan produk outdoor bisa membayangkan diri mereka sebagai orang yang aktif di lapangan serta memiliki kondisi fisik yang prima.

Contoh lain dari penggunaan brand identity prism adalah seperti yang dikembangkan oleh brand sepatu ternama Nike

brand identitas dari nike

Lalu, apa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari brand identity yang kuat? Beberapa diantaranya adalah

kegunaan dari citra merek

1. Target Pasar yang Lebih Luas

Bila Anda berhasil membangun identitas merek yang kuat, maka bisa dipastikan merek tersebut akan jauh lebih menonjol diantara merek lainnya. Hal ini berarti anda akan mendapatkan perhatian yang lebih banyak dari sebelumnya.

2. Membangun Kepercayaan Konsumen

Mari kita bersikap realistis.

Bila Anda akan membeli sebuah produk, misalnya produk elektronik seperti AC, produk mana yang akan Anda pilih? Apakah produk AC dari sebuah brand ternama atau dari sebuah brand  yang belum pernah Anda dengar sebelumnya?

Pastinya dari brand yang ternama, karena brand tersebut telah berhasil membangun nama mereka dalam industri elektronik dengan kualitas yang terjamin.

3. Loyalitas

Anda pernah mendengar tentang Apple Fanboy? Mereka adalah para penggemar produk Apple yang setia dengan produk dari brand ini.

Brand identity yang kuat akan menciptakan loyalitas pada para konsumennya.  Loyalitas seperti ini akan membawa dampak positif bagi sebuah brand.

1. Mengenali diri sendiri

Ingatlah bahwa Anda hendak mengembangkan sebuah identitas merek, sebuah citra merek, yang berdasarkan pada apa dan siapa diri Anda sebagai sebuah brand.

Tanpa ada kejelasan dalam hal ini, Anda tidak akan bisa membangun sebuah identitas yang nantinya akan benar-benar menjadi milik Anda.

Ada cara yang cukup mudah untuk mengenali diri sendiri. Cukup jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dan jadikan jawabannya sebagai dasar dari pengembangan brand identity usaha Anda

Gunakan Panduan Ini Untuk Mengenal Brandmu Lebih Dalam

  • Apa misi dari usaha Anda?
  • Apa kepribadian dari brand Anda? Sama seperti manusia,kepribadian ini akan menentukan bagaimana brand tersebut bersikap, berbicara, dan berpikir. Apakah brand ini memiliki kepribadian yang serius dan tidak main-main ataukah justru memiliki kepribadian yang berjiwa muda yang selalu bersenang-senang.
  • Apa yang membedakan brand ini dari yang lainnya? Apakah dari segi desain, harga, inovasi yang ditawarkan atau apa?
  • Siapa target pasar Anda?
  • Hal seperti apa yang brand ini janjikan kepada para konsumen?

2. Mengenal Kompetitor

Sun Tzu berkata “Know your enemy and know yourself and you can fight a hundred battles without disaster” (Kenali musuhmu dan kenali dirimu, dan kau bisa bertarung dalam 100 pertarungan tanpa kekalahan).

sun tzu quotes

Quote tersebut bisa Anda aplikasikan dalam pengembangan usaha Anda. Saat Anda hendak membangun citra merek yang kuat, kenali terlebih dahulu kompetitor Anda.

Ingatlah bahwa membangun brand identity mengacu pada segala sesuatu yang membuat merek ini tampil unik, berbeda dan bermanfaat. Bila Anda tidak mengenal siapa kompetitor Anda, maka Anda tidak akan bisa menampilkan citra yang berbeda.

Pelajari bagaimana para kompetitor mempresentasikan diri mereka terhadap publik. Cari tahu mengenai trend yang diikuti, tema yang umum dipergunakan, tipe kepribadian yang ditonjolkan dan seterusnya. Pelajari semuanya dan temukan peluang untuk membangun identitas brand Anda.

Kenali dirimu dan kenali musuhmu. Saat Anda telah mengenali keduanya, Anda bisa berlanjut ke tahap selajutnya yaitu menciptakan desain brand identity.

Desain ini sendiri mengacu pada elemen fisik yang bisa dilihat dan dirasakan oleh konsumen. Kita berbicara mengenai logo, pembuatan website, warna yang dipergunakan dan lain sebagainya.

Elemen fisik seperti ini bukanlah satu satunya hal yang dapat dipergunakan untuk membangun brand identity yang kuat, namun elemen ini memiliki peran yang sangat besar yang akan menentukan citra brand ini di mata orang-orang.

Jadi, bagaimana cara membuat desain visual brand identity ini? Kita mulai dengan elemennya

3. Elemen Desain Brand Identity

Desain brand identity yang dimaksud disini lebih mengacu pada aspek visual.  Segala sesuatu yang terlihat oleh mata para konsumen, yang nantinya akan membentuk persepsi mereka terhadap brand Anda.

Untuk membuat desain yang benar-benar pas dan sesuai kebutuhan, kenali dulu elemen pembangunnya. Setelah itu, terapkan elemen tadi pada semua jenis visual brand identity yang akan Anda kembangkan (logo, website, slogan, dan lain-lain).

Elemen yang kita bicarakan disini adalah

4 Elemen Desain yang Harus Anda Pahami

1. Font

Font yang berbeda akan memberikan kesan yang berbeda. Secara umum, ada 4 tipe jenis font yang bisa Anda pergunakan

  • Tipe font Serif seperti Times New Roman dan Garamond cocok buat Anda yang ingin menampilkan kesan tradisional dan terpercaya.

logo hsbc untuk brand identity

  • Sans Serif. Tipe font yang satu ini mirip dengan tipe font sebelumnya, namun kesan yang ditampikan lebih modern. Contoh font yang bisa dipergunakan adalah Franklin Gothic dan Helvetica

dentitas merek linkedin

  • Model font yang berlekuk seperti ini bisa Anda pergunakan untuk memberikan kesan feminim, maskulin, dan juga kesan mewah pada sebuah brand. Contohnya adalah Pacifico dan Allura

kelloggs design logo

  • Display font. Font tipe ini memiliki tampilan yang berbeda bisa dalam bentuk outline yang unik, penggunaan bayangan, hingga bentuk huruf yang tidak biasa. Tipe ini cocok dipergunakan untuk membuat sebuah pernyataan yang berani dan pastinya sulit dilupakan.

logo design untuk font style

Tipe font seperti apa yang akan Anda pergunakan? Sesuaikan dengan kepribadian dari brand Anda. Cetaklah nama brand Anda dalam berbagai jenis font dan bandingkan hasilnya  kemudian pilih font yang benar-benar sesuai dengan kepribadian dan citra yang ingin Anda perkenalkan.

2. Warna

Jangan sampai salah memilih warna karena masing-masing warna memberikan kesan yang berbeda.

Sebagai contoh, warna emas memberikan kesan mewah dan tentunya hal ini tidak akan cocok bila Anda ingin mengembangkan produk dengan harga terjangkau.

Ada rahasia dibalik setiap warna, jadi pelajari terlebih dahulu maknanya. Sebagai contoh:

  • Hitam adalah warna klasik yang bisa dipergunakan untuk menampilkan kesan modern
  • Merah muda adalah warna yang dikaitkan dengan sifat feminim. Warna ini bisa dipergunakan untuk sebuah brand atau produk dengan target utama kaum wanita
  • Biru, merupakan warna yang sifatnya uiversal dan cocok dipergunakan untuk produk yang memiliki target pasar dan demografi yang luas
  • Hijau, umumnya dikaitkan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan alam dan juga uang. Sebuah brand yang berkaitan dengan kedua hal tersebut bisa memilih warna ini
  • Merah adalah warna yang penuh semangat, cocok dipergunakan untuk sebuah brand yang berjiwa muda dengan energi yang meluap-luap.

color style untuk design identity

Anda juga bisa membandingkan pemilihan warna yang dipergunakan oleh kompetitor. Apakah Anda akan memilih warna yang sama ataukah ingin tampil berbeda?

3. Bentuk

Hal sederhana seperti bentuk ternyata turut mempengaruhi citra merek yang ingin Anda tampilkan. Penggunaan bentuk yang berbeda memberikan kesan yang berbeda, misalnya

  • Bentuk bulat dan sejenisnya memberikan kesan sebagai sebuah kesatuan, komunitas, kehangatan dan juga fleksibilitas.
  • Bentuk persegi, persegi panjang, dan segitiga memberikan kesan bertanggung jawab, tidak omong kosong, efisien dan stabil.
  • Garis vertikal memberi kesan kekuatan dan maskulin sementara garis horizontal memberikan kesan lembut dan tenang.
  • Spiral, memberikan kesan pergerakan, termasuk didalamnya pertumbuhan dan transformasi.

Pertimbangan bentuk ini bisa dimasukkan saat akan membuat logo dan kemasan produk yang ada.

4. Grafik dan foto

Berbicara mengenai visual brand identity tidak lepas dari elemen grafik.  Sebuah gambar atau foto mampu menyampaikan kesan yang lebih dalam, jadi jangan sampai Anda melupakan elemen yang satu ini.

Pastikan untuk menggunakan gambar dan foto yang berkualitas. Foto yang berkualitas memberikan pesan bahwa brand Anda adalah brand yang berkualitas.

identitas produk untuk panduan

Jangan lupa untuk menerapkan semua elemen diatas kedalam setiap desain.  Jika Anda memilih warna merah sebagai warna  yang mampu menggambarkan kepribadian brand Anda, maka masukkan warna tersebut dalam logo, desain website, serta desain kemasan produk. Hal ini akan memperkuat citra merek brand tersebut. Para konsumen akan selalu mengasosiasikan brand Anda dengan warna merah dan begitu juga sebaliknya.

Khusus untuk logo brand, Anda perlu memastikan bahwa logo tersebut

  1. Memiliki gaya yang klasik dan tidak akan ketinggalan jaman. Jangan tergoda untuk mengikuti trend semata karena hal tersebut tidak akan bertahan lama. Bila trend berakhir, maka logo tersebut akan terlihat lucu dan tidak menjual.
  2. Mampu mengkomunikasikan dengan jelas mengenai brand itu sendiri. Sebagai contoh, perhatikan logo dari Disney berikut ini

disney logo

Desain yang sederhana dengan jenis font seperti itu memberikan kesan kegembiraan dan penuh kesenangan, persis seperti tujuan utama dari Disney.

  1. Sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Logo yang sederhana akan tampil hebat pada sebuah papan reklame berukuran besar ataupun saat ditampilkan menjadi sebuah icon. Sebuah logo yang rumit mungkin terlihat menarik di papan billboard, namun bisa terlihat kabur dalam bentuk sebuah ikon berukuran kecil.
  2. Meninggalkan kesan yang mendalam pada orang-orang yang melihatnya. Sekali lagi, desain logo yang sederhana membuka peluang yang lebih besar untuk meninggalkan kesan bagi semua orang.

Sekali lagi, ingatlah bahwa logo dan segala aspek visual brand identity bukanlah satu-satunya hal yang membangun citra merek, namun hal ini merupakan salah satu penunjang utama.

Mengingat bagian tersebut merupakan penunjang vital dari sebuah brand. Dan pembuatan logo bukanlah hal yang mudah, maka dari itu percayakan semua proses dengan menggunakan jasa pembuatan logo dari Sribulancer

Anda sudah mengetahui segala hal yang perlu dipersiapkan dalam membentuk dan membangun identitas brand. Selain itu, Anda juga sudah mengetahui elemen-elemen penting dalam membangun aspek visual dari citra merek.

Sekarang saatnya Anda menghindari jebakan yang bisa membuat semua usaha Anda sia-sia.

1. Tidak Konsisten

Konsistensi adalah kunci utama dalam membangun identitas brand. Bila Anda sudah memutuskan untuk membangun brand yang memiliki kepribadian yang menyenangkan dan berjiwa muda, pastikan untuk selalu menggemakan hal tersebut dalam setiap aspek, mulai dari cara Anda berkomunikasi, jenis bahasa yang dipergunakan, cara berpakaian, hingga cara mempromosikannya.

Bila Anda memilih beberapa jenis komponen untuk membangun brand identity seperti website, logo, kartu nama, dan kemasan produk, jangan sampai Anda terlalu terfokus pada salah satu komponen saja.

Bayangkan saja bila sebuah brand mengusung website yang tampak profesional namun logo cara komunikasi yang dipergunakan terlalu santai, pastinya akan menimbulkan konflik.

Tampilan sebuah brand yang terlihat berbeda pada media yang berbeda juga merupakan salah satu bentuk tidak konsistennya brand tersebut dalam membangun citra mereka.

desain website dan citra merek

Pastikan semua komponen memiliki nilai yang serupa. Konsistensi ini perlu dilakukan dalam semua aspek dan secara berkelanjutan.

2. Kurangnya Pengetahuan Internal

Jenis usaha seperti apa yang Anda kembangkan? Berapa banyak orang yang terlibat didalamnya? Apakah mereka semua paham mengenai konsep identitas merek yang Anda kembangkan?

Jangan sampai ada salah satu karyawan yang tidak mengetahui konsep yang sedang Anda kembangkan. Ingatlah bahwa setiap orang yang terlibat dalam bisnis Anda merupakan cerminan dari bisnis itu sendiri.

Jadi pastikan mereka semua mengetahui nilai-nilai seperti apa yang ingin Anda citrakan ke dunia luar agar mereka mampu untuk merefleksikan nilai tersebut.

3. Tidak Beradaptasi dengan Perubahan yang Ada

Konsep brand identity yang baik adalah konsep yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Selalu perbaharui konsep marketing yang Anda pergunakan agar tetap sesuai dengan perkembangan jaman, tanpa harus berkompromi dengan nilai dan kepribadian dari brand itu sendiri.

4. Terlalu Terpaku pada Kompetitor

Mengenal kompetitor merupakan sebuah keharusan namun jangan sampai Anda terlalu terpaku pada para pesaing Anda. Hal ini justru akan membawa Anda keluar dari jalur yang ada.

Sebagai contoh, brand saingan membuat iklan baru dan Anda merasa tersaingi untuk membuat iklan yang serupa. Apakah hal ini bijak untuk dilakukan?

Bersikap reaktif seperti ini justru bisa membuat Anda kehilangan identitas. Fokus pada upaya untuk membangun gaya Anda sendiri, jadilah sesuatu yang orisinil, dan dapatkan pengakuan dari para konsumen.

5. Melupakan Video

Sudahkan Anda mempergunakan video untuk membangun visual brand identity?

Menurut penelitan Forbes Insight, 59% Senior Eksekutif lebih memilih untuk menonton video daripada sekedar membaca teks.

kenapa harus menggunakan video

Sebuah video jauh lebih menghibur dan jauh lebih informatif dibandingkan teks, dan Anda perlu memanfaatkannya untuk perkembangan brand Anda.

Manfaatkan media seperti YouTube untuk membangun citra merek sekaligus sebagai salah satu upaya marketing brand Anda.

Bagaimana caranya?  Anda bisa membuat sebuah catatan singkat yang mampu menjawab semua pertanyaan berikut ini

  1. Apa jenis marketing yang dipilih? Website, iklan, atau kampanye email?
  2. Apa pesan yang akan disampaikan? Pilih pesan singkat namun mampu menyampaikan keunggulan utama brand tersebut.
  3. Siapa yang menjadi target pasar?
  4. Hal apa yang Anda harapkan dari strategi marketing ini?
  5. Apa yang membuat brand ini lebih baik dari para kompetitor? Apakah brand ini jauh lebih terjangkau, lebih berkualitas, atau memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh brand lain.Tonjolkan USP (Unique Selling Point) brand ini.
  6. Kontribusi seperti apa yang diberikan oleh strategi marketing ini bagi brand Anda? Pastikan setiap aspek memiliki keterkaitan dengan brand identity Anda
  7. Rambu apa yang tidak boleh dilanggar. Pastikan bahwa strategi ini tidak melanggar nilai brand identity yang sedang dibangun.

Untuk bisa membuat brand identity yang tepat, pastikan segala sesuatu yang Anda usung memang benar-benar sesuai dengan brand tersebut. Mulailah dengan membuat desain identitas brand yang mampu mencerminkan niai, komitmen, karakter, dan kepribadian brand Anda secara akurat.

Konsistensi adalah kuncinya. Konsisten dan mampu beradaptasi sesuai dengan perkembangan jaman adalah hal yang wajib dilakukan untuk mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan.

Jangan lewatkan Bab menarik lainnya:

Bab Sebelumnya

Perencanaan Produk Baru

Bab Selanjutnya

Membuat Perizinan Usaha

Rekomendasi Artikel Lainnya
segmentasi-pasar-versi-baru
Menentukan Segmentasi Pasar agar Lebih Efektif dalam Beriklan
peluang usaha
Apa Yang Bisa Dijual di Bisnis Online & Dimana Menjualnya?