Yuk belajar membangun startup dari 0 langsung dari CEO nya!  Info Selengkapnya, GRATIS!

(Terlengkap) Panduan Membuat Perizinan Usaha untuk Bisnis

Persiapan dokumen, persyaratan administrasi, isi formulir, mengantri…

Sepertinya ribet banget ya membuat SIUP untuk izin usaha? Tapi ini wajib untuk setup company, gimana dong?

Ini salah satu yang seringkali bikin malas. Tapi sebenarnya tidak sesusah itu kok!

Kan sayang Anda sudah susah untuk menemukan ide bisnis, melakukan riset pasar. Tapi pada saat pelaksanaan malah ada kendala dengan izin usahanya.

Di artikel ini, Anda akan menemukan langkah-langkah mudah mulai dari awal supaya Anda tahu harus ngapain dan kemana untuk membuat Perizinan Usaha.

membuat perizinan usaha pembuatan siup

Emang penting ya membuat perizinan usaha dan melakukan pendaftaran merek?

Setup company memang tidak hanya mendirikan sebuah bisnis lalu dijalankan.

Perlu ada surat ijin resmi dari pemerintah supaya kedepannya, saat kita mengurus pajak dan lain-lain jadi lebih mudah.

Aspek hukum yang kuat akan memudahkan Anda untuk menjalankan aktifitas bisnis. Ibaratnya, memiliki SIUP adalah stepping stone supaya ada legalitas dari usaha Anda. Jadi, semisal terjadi penggusuran, atau konflik tanah, Anda punya landasan hukum yang kuat.

Jangan sampai dianggap perusahaan illegal

Sebagai wirausaha, memenuhi kewajiban ini tidak hanya semata-mata untuk data negara tapi juga bermanfaat untuk diri sendiri. Memang mengurus administrasi pendaftaran merek tidak bisa instan. Tapi sesuai kata pepatah, “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Lebih baik repot di depan supaya masalah perizinan ini beres.

perusahaan legal dan pasti

“Nanti lah, tunggu perkembangan bisnisnya gimana ke depan…”

Banyak para pengusaha yang memikirkan urusan perizinan usaha belakangan karena malas padahal jika nanti ada petugas dinas yang tiba-tiba datang dan menanyakan legalitas bisnis Anda, Anda sendiri yang akan repot karena dianggap perusahaan illegal.

Memiliki SIUP artinya mendapat pengakuan dari pemerintah – sekecil apapun UKM yang Anda kembangkan.

Apalagi pemerintah lewat Kemendag sudah memberikan kemudahan dengan mengeluarkan peraturan baru yang menyatakan bahwa SIUP tidak perlu diperpanjang.

Sebelum membahas cara-cara membuat perizinan usaha, Anda perlu tahu kalau SIUP itu dibagi menjadi 4 jenis berdasarkan skalanya seperti berikut ini:

4 Jenis SIUP Berdasarkan Skala Usaha

1. SIUP Mikro

Skalah mikro adalah skalah usaha yang terkecil dan diberikan untuk perusahaan yang modal dan kekayaan netto-nya tidak lebih dari 50 juta.

2. SIUP Kecil

Bagi Anda yang memiliki modal dan kekayaan netto 50 juta sampai 500 juta, berarti perizinan usahanya masuk di jenis pertama.

3. SIUP Menengah

Surat izin usaha tingkat menengah wajib bagi perusahaan yang memiliki modal dan kekayaan netto 500 juta sampai 10 M.

4. SIUP Besar

Perizinan usaha skalah besar adalah untuk perusahaan yang modal kekayaan netto-nya lebih dari 10 M. Bagi pengusaha ekspor impor, keberadaan surat izin usaha sangat membantu proses pengiriman barang dari dan ke luar negeri.

Perlu diingat bahwa jumlah modal dan kekayaan netto ini tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, ya!

Siapa yang TIDAK butuh SIUP?

Info penting untuk Anda. SIUP dikhususkan bagi perusahaan yang berbadan hukum atau persekutuan. Jadi perusahaan kecil perorangan tidak perlu membuat perizinan usaha. Begitu juga dengan pembukaan kantor cabang perusahaan yang sudah menggunakan surat izin usaha dari kantor pusatnya.

siapa yang tidak butuh siup

Termasuk juga pedagang kaki lima atau pedagang asongan. Jadi jika memang bisnis Anda termasuk salah satu di atas, artinya Anda tidak perlu membuat perizinan usaha.

Untuk prosedur pembuatan SIUP umumnya dikerjakan di kantor Dinas Perindustrian serta Perdagangan daerah tingkat II atau mungkin satu tingkat dengan kabupaten/kota setempat.

Cara membuat SIUP bisa dilakukan sendiri atau dengan meminta orang lain sebagai kuasa dengan catatan, ada pernyataan resmi kalau memang diwakilkan, ya! Mendaftarnya di Kantor Dinas Perindustrian serta Perdagangan di daerah Anda masing-masing.

cara membuat siup Sumber: http://pontianak.tribunnews.com[/caption]

1. Ambil Formulir SIUP di Kantor Dinas Perdagangan

Pertama-tama, Anda harus mengambil form pendaftaran SIUP. Mengisinya dan membubuhi materai serta tanda tangan. Kemudian jangan lupa untuk memfotokopi formulir tersebut sebanyak dua rangkap.

Biasanya saya selalu memfotokopi dokumen lebih banyak dari yang diminta supaya berjaga-jaga. Mungkin Anda juga bisa menerapkan hal serupa untuk form SIUP ini.

2. Ajukan Permohonan ke Kantor Dinas Perdagangan

Saat mengajukan formulir permohonan membuat perizinan usaha, pastikan kelengkapan dokumen berikut ini sebelum menyerahkan ke petugas.

3. Membayar Biaya Permohonan SIUP

Siapkan juga biaya pembuatan SIUP karena di tiap-tiap daerah memiliki tariff yang berbeda. Ada baiknya menanyakan dahulu kepada petugas.

4. Pengambilan SIUP

Lama proses membuat perizinan usaha bisa memakan waktu hingga dua minggu dan biasanya pihak petugas akan menghubungi Anda jika surat izin sudah bisa diambil di kantor.

Bergantung dari bentuk badan usaha yang dimiliki, saya sudah membagi persyaratan berdasarkan jenisnya.

Jadi formulir pendaftaran SIUP yang Anda isi dan tanda tangani, harus disertai dengan dokumen-dokumen lain sesuai bentuk badan usahanya.

Kelengkapan Dokumen Berdasarkan Badan Usahanya :

1. Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya
  • Fotokopi NPWP
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) jika penanggung jawabnya seorang perempuan
  • Fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
  • Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM
  • Surat Izin Gangguan (HO)
  • Izin Prinsip
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Materai Rp6.000
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta*
  • Neraca perusahaan

*Izin terkait ini bisa bermacam-macam bentuknya. Misal, bisnis Anda akan menghasilkan limbah, otomatis perlu memiliki surat izin AMDAL yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah setempat.

2. Koperasi

  • Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi NPWP
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang telah disahkan instansi berwenang
  • Materai senilai Rp6.000
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta
  • Neraca koperasi

3. Perusahaan Perseorangan

  • Fotokopi NPWP
  • Surat keterangan domisili atau SITU
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  • Neraca perusahaan
  • Materai senilai Rp6.000
  • 2 lembar Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta

4. Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka (diterbitkan oleh Departemen Hukum dan HAM)
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir
  • 2 lembar foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm

Setelah beres dengan SIUP, Anda bisa lanjut dengan mendaftarkan merek dagang.

Saya teringat terakhir kali saya ke Surabaya dan makan di salah satu depot khas yang menjual rawon. Namanya Rawon Setan dan di sana tertulis jelas, “Tidak buka cabang.”

Tapi menurut saudara saya, di tempat lain ada yang memiliki depot dengan nama yang sama. Bagi para pendatang, tentu akan susah mengidentifikasi mana si pionir dan mana si peniru. Apalagi kalau rasanya sama-sama enak.

Sama seperti ilustrasi di atas. Merek dagang penting untuk didaftarkan, agar Anda tidak perlu lagi khawatir kalau ada yang meniru bahkan menjiplak brand yang sudah menjadi hak milik Anda.

Ah, tapi saya cuma UKM yang jual keripik singkong!

Lagi-lagi alasan yang tidak bisa diterima …

Produk UKM justru rentan ditiru dan oleh sebab itu, akan lebih baik jika mendaftarkan merek dagang sebelum keripik Anda jadi booming. Bayangkan, sudah susah-susah membuat logo, akhirnya dijiplak habis-habisan?

oerizinan usaha untuk brand identity

Usaha sendiri yang dibuat dari nol tentu beda dengan usaha franchise yang brand-nya sudah ditetapkan oleh pemiliknya dan tinggal dijalankan saja.

Bagi pengusaha UKM, penting untuk memikirkan pendaftaran hak paten merek Anda di tahap awal.

“Jalani dulu saja, daftar merek nanti.”

Nah, ini pemahaman yang sebenarnya keliru. Menunggu usaha laris dulu baru mendaftarkan merek adalah cara yang membahayakan. Mengapa?

Saat ini, para kompetitor Anda sedang memikirkan jualan apa yang menarik dan laris. Jadi, jangan tunggu mereka melihat brand Anda dan mendaftarkan brand tersebut jadi hak milik mereka.

Hak Merek adalah…

Hak yang diberikan secara ekslusif pada pemiliknya, untuk digunakan dalam usaha/bisnis sesuai kelas yang terdaftar di Dirjen HKI.

Siapa saja yang meniru atau menggunakan merek tersebut tanpa seizing pemiliknya, maka dapat dituntut oleh si empunya jika ketahuan.

membuat perizinan usaha facebook logo Sumber: static-news.moneycontrol.com[/caption]

Tulisan seperti Facebook dan Google sudah didaftarkan hak mereknya. Tetapi Merek tidak melulu soal tulisan. Tapi juga bisa berupa logo. Contohnya, logo Pertamina. Begitu juga dengan bentuk-bentuk pada alphabet Facebook atau McDonald’s.

Selain ada merek yang bisa didaftarkan, ada juga merek yang tidak bisa didaftarkan. Contohnya, merek yang melanggar agama dan susila. Atau, merek yang bisa mengecoh orang karena punya singkatan yang sama. Contohnya, Kakak Fried Chicken yang disingkat jadi KFC padahal bukan Kentucky Fried Chicken.

Jadi sebelum memikirkan merek-merek yang keren, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan larangan-larangan tersebut supaya tidak ada pembatalan hak merek. Gambar-gambar umum seperti palang merah (tanda larangan) atau ornamen tengkorak.

1. Pastikan Nama Brand Belum Diklaim oleh Orang Lain

Anda pasti sudah punya beberapa calon nama brand, kan?

Coba ditelusuri dulu apakah nama-nama tersebut belum ada yang mengklaim. Bisa langsung mengintip di www.dgip.go.id.

Penelusuran ini hukumnya wajib, karena website tersebut memiliki database merek-merek dagang yang sudah terdaftar atau yang sedang diproses. Hal ini meminimalisir kemungkinan merek Anda tertolak karena sudah ada yang daftarin.

2. Siapkan Dokumen Pengajuan

Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan supaya pengajuan merek dagang Anda berjalan mulus.

  • 2 rangkap formulir pendaftaran merek yang sudah diisi dan ditandatangani oleh si pemohon atau pihak kuasa.
  • Barang atau jasa yang dimohonkan
  • 3 Lembar merek dengan ukuran minimal: 2×2 Cm dan maks: 9 x 9 Cm
  • Biaya: Rp. 2.000.000,00;
  • Surat Pernyataan Hak : Surat ini menyatakan bahwa pemohon punya hak untuk mendaftarkan merek dagang tersebut.
  • Surat Kuasa : Surat kuasa hanya diberikan jika pemohon mewakilkan pengurusan pendaftaran ini kepada orang lain yang dipercaya.
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi NPWP

3. Lihat hasil Pengumuman pada Jangka Waktu Tertentu

  • 15 hari : Permohononan Anda akan diumumkan paling lambat 15 hari setelah dokumen-dokumen masuk.
  • 60 hari : Selain itu, merek dagang Anda akan masuk ke Berita Resmi Merek selama 2 bulan agar diketahui oleh khalayak umum dan bagi pihak-pihak lain yang merasa keberatan dengan pengajuan merek Anda dapat melapor.
  • 150 hari : Setelah melewati masa 2 bulan pengumuman, maka merek dagang siap diperiksa dari segi substantif. Tahap penentuan ini nantinya akan diputuskan bahwa merek tersebut bisa didaftar atau tidak dan keputusan final tersebut diumumkan selambat-lambatnya 150 hari sejak pemeriksaan substantif.

4. Perpanjang Setiap 10 Tahun Sekali

Hak Merek wajib diperpanjang setiap 10 tahun. Tapi Anda tidak perlu khawatir karena caranya sangat gampang. Anda bisa mengajukan permohonan 6 bulan sebelum masa perlindungan berakhir.

Anda juga bisa meminta bantuan konsultan HKI yang sudah disediakan oleh pemerintah. Menurut website resmi HKI, konsultan HKI adalah satu-satunya kuasa yang menangani bidang hukum HKI secara professional karena tugas mereka juga membantu masyarakat agar dapat memahami apa itu perlindungan HKI dan bagaimana cara mendapatkannya.

apa itu siup

Bagi Anda, para calon usahawan, yang akan mendaftarkan merek dagang dan membutuhkan jasa konsultan di wilayah Anda, bisa dicek daftarnya di sini.

Kemudahan yang diberikan pemerintah untuk izin usaha dan merek dagang haruslah kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Apalagi kini dengan transparansi proses, kita tidak perlu lagi memakai jasa calo yang harganya bisa jadi lebih mahal ketimbang mengurus sendiri. Selain mengurangi pengeluaran, toh dokumen-dokumen pribadi juga kita sendiri yang menyiapkan, kan?

Jadi, setelah membaca panduan lengkap ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengurus perizinan usaha bagi bisnis Anda. Semoga tahap-tahap pengurusan dokumen penting ini bermanfaat untuk Anda!

Selamat berwirausaha!

Rekomendasi Artikel Lainnya
8 Langkah Lengkap Ciptakan Ide Bisnis Kreatif Jadi Kenyataan
Apa Yang Bisa Dijual di Bisnis Online & Dimana Menjualnya?