Minat Akan “Ganas”, Ketika Pembeli Berpikir Seperti Penjelajah Mars

Gray and White Robot
Foto oleh Pixabay

Halo Sobat Sribu! Selamat datang kembali di series artikel 7 Emosi Marketing.

Di series ini, saya akan bahas mengenai 7 perasaan dan sifat manusia yang bisa dimanfaatkan untuk membuat brand & produk Anda lebih menarik bagi para calon pembeli.

Di artikel terakhir, saya sudah membahas bagaimana penjual harus bisa bertindak seperti dokter.

Maksud saya dengan “seperti dokter” pada kalimat di atas adalah: penjual harus bisa menjadi pemberi solusi akan isu atau “kesakitan” yang sedang pembeli rasakan!

Silahkan baca artikel tersebut jika Anda tertarik mempelajari lebih lanjut.

Sekarang, kembali ke pembahasan minggu ini..


Rasa keingintahuan atau penasaran, adalah sebuah emosi yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.

Saking kuatnya emosi ini, sepertinya tidak ada “batas” dalam upaya yang akan kita lakukan demi mendapat sebuah jawaban.

Buktinya, pada tahun 2020 sekelompok peneliti dari Amerika Serikat rela mengeluarkan biaya hingga 2,4 miliar US Dollar (sekitar 36 trilyun Rupiah) untuk membuat Perseverance, sebuah mesin penjelajah yang saat ini sedang mengelilingi planet Mars, 54.6 juta KM dari planet Bumi.

Ketika memiliki pertanyaan, manusia selalu ingin mendapatkan jawaban.

Sebagai pebisnis, fakta ini harus Anda sadari dan manfaatkan ketika mempromosikan produk.

TRIK MARKETING DENGAN RASA PENASARAN

Anda pasti pernah melihat iklan atau promosi produk dengan slogan seperti,“Coba produk kami dan buktikan sendiri manfaatnya!”

Ini adalah satu contoh bagaimana beberapa pembeli menggunakan rasa keingintahuan audiens untuk menarik perhatian.

Metode ini sendiri cukup efektif dan banyak digunakan untuk menarik pembeli, karena rasa penasaran akan membuat audiens secara aktif mengambil langkah untuk mendapat jawaban.

Jika kita gunakan analogi memancing ikan..

Ini artinya pembeli hanya perlu melempar umpan, dan audiens akan otomatis berenang ke arah mereka dengan sendirinya tanpa harus melakukan usaha apapun!

Foto oleh Thirdman di Pexels

Banyak metode yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan strategi marketing ini.

Salah satunya, coba Anda lebih dulu jawab pertanyaan ini:

“Pertanyaan apa — terkait solusi yang diberikan penawaran Anda — yang bisa muncul di benak audiens?”

Misalnya jika Anda menjual produk handphone:

  • Solusi untuk isu pembeli: Daya baterai yang lebih awet, maka pertanyaan terkait yang mungkin muncul di benak konsumen adalah..
  • “Seberapa awet baterai produk ini dibanding handphone yang sekarang saya gunakan?”

Maka, jika menggunakan contoh sebelumnya, cara Anda membuat audiens penasaran bisa dengan mengiklankan produk seperti: “Baterai 3 kali lebih awet dari standar pasaran. Buktikan sendiri!”

Berkaca dari contoh tersebut, bisa kita simpulkan bahwa satu cara yang efektif untuk menerapkan prinsip ini adalah: dengan memberikan kesempatan mencoba untuk konsumen.

Kita semua tahu bahwa klaim keunggulan suatu produk seringkali bisa tidak dipercaya oleh audiens.

Oleh karena itu.. mereka pasti akan tertarik jika diberi kesempatan membuktikan dengan melakukan uji coba secara langsung.

Foto oleh cottonbro di Pexels

Kemudian Anda pun bisa mencoba membuat calon konsumen penasaran dengan klaim itu sendiri.

Penggunaan kata-kata kunci seperti “bahan rahasia”, “khusus member”, dan “tersembunyi” bisa secara tidak disadari membuat audiens bertanya, karena ada unsur misterius yang tersirat di sana.

Contoh yang pasti akan membuat audiens langsung merasa penasaran

Dari contoh ini, kita juga bisa pelajari bahwa metode lain yang bisa efektif membuat penasaran adalah: tidak memberi tahu semua informasi secara bersamaan/sekaligus!

Misalnya:

  • “xxx hanyalah 1 dari berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan penawaran kami.”
  • “Produk inovatif terbaru akan diluncurkan pada xxxx. Jangan lewatkan!”

Penggunaan teaser seperti ini akan menciptakan sebuah antisipasi dan, seperti yang sudah kita pelajari, akan menimbulkan pertanyaan di pikiran audiens.

“Apa lagi keunggulan lain produk ini?”

“Inovasi baru seperti apa yang dijanjikan produk ini?”

Secara tidak disadari, munculnya pertanyaan-pertanyaan ini berarti audiens sudah memperhatikan dan tertarik kepada produk Anda.

Artinya, rasa penasaran yang Anda tanam telah berhasil menarik perhatian calon konsumen!

Contoh iklan teaser (karya Brian Naylor)

KETIKA ADA PERTANYAAN, JAWABAN AKAN SANGAT DIIDAMKAN

Sekarang, mari kita bahas bagaimana emosi penasaran bisa bermanfaat untuk konten.

Mungkin Anda ingin meningkatkan brand awareness atau engagement di media sosial, tapi merasa kesulitan melakukannya.

Di sini lah rasa keingintahuan bisa menjadi senjata jitu untuk menarik perhatian.

Praktek clickbait memang jadi sesuatu yang sudah sangat umum saat ini.

Jika dilakukan secara tidak berhati-hati, ini bisa jadi malah membuat konten dan brand Anda dibenci oleh audiens.

Padahal, metode clickbait bisa menjadi sebuah penarik perhatian yang efektif cukup dengan memperhatikan satu hal saja:

Kesesuaian antara “janji” di awal dan isi konten yang diberikan.

Ya, 1 poin ini bisa menjadi alasan apakah konten Anda berhasil menarik audiens atau tidak!

Jika audiens sudah merasa dibohongi ketika mengkonsumsi konten karena clickbait yang tidak sesuai, tentu brand pun akan merasakan dampak negatifnya karena mereka akan lebih sulit untuk mempercayai Anda.

Tapi..

Ketika clickbait Anda berhasil membuat audiens puas dengan yang mereka pelajari, tentu ketertarikan mereka untuk menjadi konsumen di masa yang akan datang pun akan jadi lebih besar.

Oleh karena itu, coba buat audiens penasaran dan selalu berikan mereka kepuasan dengan materi yang Anda sampaikan!


Hingga saat ini, peneliti di NASA — dan banyak masyarakat awam — masih menunggu jawaban-jawaban mengenai planet Mars yang akan terjawab oleh Perseverance.

Hal ini membuktikan bahwa sifat manusiawi kita memang selalu ingin semua pertanyaan yang dimiliki bisa mendapat kesimpulan.

Begitu pun dengan audiens bisnis dan brand Anda.

Ketika penawaran berhasil membuat penasaran, mereka akan melakukan berbagai upaya supaya rasa tersebut hilang.

Mulai dari membeli, mencoba, mencari testimoni dari konsumen lain, dan hal apapun yang Anda ingin calon konsumen lakukan, rasa penasaran akan membuat mereka mengambil tindakan tanpa perlu adanya dorongan apapun.

Buat audiens merasa seperti penjelajah Mars ketika memikirkan penawaran Anda, niscaya ketertarikan pun pasti tidak akan hilang di benak mereka.

Exit mobile version