Percayalah, Tips Copywriting Berusia 2.000+ Tahun Ini Masih Berlaku!

Pada jaman dulu kala… sekitar abad ke-5 Sebelum Masehi di Yunani Kuno, ada sekelompok orang yang sangat suka berbicara bernama Sophist.

Sebenarnya, bukan hanya bicara. Mereka senang mengajari orang cara berdebat dan mengemukakan argumen persuasif untuk memengaruhi pendapat dan keyakinan orang lain melalui penggunaan retorika.

Retorika adalah seni menggunakan bahasa untuk tujuan persuasif.

Para Sophist ini berpetualang dari kota ke kota, mereka sangat populer. Seorang profesional bergaji tinggi yang tahu persis cara mengesankan dan membujuk orang lain.

Terlepas dari popularitas mereka, ada seorang pria yang khawatir bahwa metode persuasi mereka sedikit terlalu emosional, sedikit terlalu berbunga-bunga bahasanya dan sedikit terlalu kurang bukti.

Orang itu adalah Aristoteles.

Sebenarnya, dia juga berpengalaman dalam retorika dan persuasi, tapi dia berpikir bahwa beberapa Sophist menggunakan retorika untuk memanipulasi dan dengan mudah mengubah fakta. Dia percaya ada cara yang lebih baik untuk membujuk orang tanpa terlalu banyak bahasa puitis dan fantastis.

Jadi, Aristoteles datang dengan aturan persuasinya sendiri. Meskipun aturan ini berusia lebih dari 2.000 tahun, ketika Anda terapkan pada copywriting, Anda memiliki sesuatu yang bisa meyakinkan dan memiliki integritas sendiri.

Aristoteles menetapkan bahwa persuasi terdiri dari 3 (tiga) hal, yaitu:

  • Ethos
  • Logos
  • Phatos

Ambil minum, duduk santai dan baca artikel berisi wahyu dari filsuf Yunani terkenal ini dengan seksama.

Ethos (kepemilikan kredibilitas oleh pembicara)

Aristoteles cukup banyak mengatakan bahwa memiliki moral yang baik dan karakter yang jujur saja tidak cukup; Anda harus menetapkan hal ini kepada audiens Anda.

Dengan kata lain, tidak peduli betapa hebat dan etis Anda, jika Anda tidak pernah mengomunikasikannya. Anda bisa mengungkapkan karakter ini dengan cara seperti:

  • Berbagi pengalaman pribadi, buktikan bahwa Anda tahu masalah apa yang audiens Anda alami
  • Hindari bahasa yang sulit dipahami, lupakan jargon
  • Tunjukkan Anda punya keinginan yang tulus untuk membantu, misalnya tawarkan garansi uang kembali
  • Tunjukkan Anda memiliki keahlian yang terbukti oleh orang lain, misalnya seperti pemberian testimonial
  • Ceritakan bahwa Anda pernah berada di posisi audiens

Ethos adalah kekuatan persuasif yang kuat. Jangan abaikan itu!

Logos (penyusunan pesan dengan fakta)

Sederhananya, logos berarti jika Anda ingin menegaskan sesuatu, sebaiknya Anda mendukunganya dengan bukti. Anda tidak bisa pergi keluar dan mengucap janji-janji manis.

Itulah yang benar-benar membedakan Aristoteles dari kaum Sophist. Dan itu dapat membedakan Anda sebagai copywriter juga jika Anda:

  • Hindari ambiguitas, beritahu audiens Anda soal manfaat dan hasil yang bisa mereka dapatkan lewat jasa Anda
  • Tidak berlebihan, jangan bilang bahwa hidup mereka akan berubah luar biasa setelah membaca ebook. Tapi beri tahu apa yang mereka pelajari dan apa yang bisa dilakukan dari pengetahuan tersebut
  • Berikan setiap poin yang Anda buat dengan bukti, hati-hatilah dengan kalimat “Kita semua tahu bahwa….”, lakukan riset dan buktikan!

Phatos (memanfaatkan aspek emosional)

Pathos adalah bagian yang sangat dikuasai oleh kaum Sophist karena itu berarti membangkitkan emosi.

Aristoteles adalah segalanya untuk menggerakkan orang secara emosional untuk membantu persuasi, selama itu didasarkan pada Ethos yang sehat dan didukung oleh Logos yang kuat.

Untuk memicu poin emosional tersebut dalam copywriting persuasif, Anda harus:

  • Gunakan cerita untuk visualisasi. Bersikaplah deskriptif tentang masalah pembaca Anda dan gunakan contoh yang jelas tentang seperti apa kehidupan mereka nantinya.
  • Ajukan pertanyaan untuk ajak pembaca terlibat. Ini berguna ketika sebuah tanggapan bisa mengartikulasi masalah mereka.
  • Buat tulisan Anda mengalir alami. Tulis dengan suara Anda dan tarik perhatian pembaca.
  • Simpan akhir dari argumen Anda untuk dorongan emosional yang besar dan bisa menggerakkan audiens untuk ambil tindakan.

Saya yakin jika Aristoteles menjadi seorang copywriter di era ini, akan menjadi kekuatan persuasif yang besar dan seluruh perusahaan rela membayar tinggi untuk merekrutnya.

Saya juga yakin bahwa dia akan menggunakan bujukannya dengan integritas dan tidak memanipulasi demi melakukan penjualan.

Jadi, jika Anda ingin mengikuti jejak Aristoteles (berjenggot dan berpakaian tunik menjadi opsional), periksa copywriting Anda dan pastikan bahwa Anda cukup menampilkan karakter yang kuat, didukung dengan banyak bukti dan cukup menggerakkan emosi pembaca Anda untuk mengambil tindakan.

Anda juga bisa ketik pertanyaan Anda di Google dan tambahkan Blog Sribu di akhir pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan artikel terkait dari Blog Sribu, yang kualitasnya sudah tentu terjamin.

Exit mobile version