“Saya Ingin Berbalas Budi. Saya Ingin Beli!”

ilustrasi hubungan timbal balik

Akhir-akhir ini saya mulai senang berlari pagi di akhir pekan.

Karena baru memulai kebiasaan ini, tidak membutuhkan waktu lama untuk saya berhenti ketika nafas mulai terengah-engah.

Terkait hal ini, saya mengalami sebuah keberuntungan yang sangat tepat waktu di minggu lalu.

Ketika sedang beristirahat, seorang sales promotion girl (SPG) menghampiri dan menawari produk minuman dingin X yang sedang ia jual untuk saya coba secara gratis.

Saya tentu menerimanya dengan senang hati.

Sejuk minuman tersebut yang kian menyegarkan tenggorokan, dan juga kebaikan sang SPG, membuat semangat saya untuk lanjut berlari pun kembali.

Sejak saat itu, saya tak pernah lupa untuk membeli minuman X ketika akan berlari.

Sejak saat itu, saya merasa berhutang budi pada minuman X.

MANUSIA SELALU INGIN MEMBALAS KEBAIKAN

Pernyataan di atas adalah sebuah fakta yang dirasakan oleh semua orang.

Sebagai makhluk sosial, kita mempunyai naluri untuk membalas perilaku positif yang diterima.

Dalam bidang psikologi dan norma sosial, sikap ini disebut sebagai efek reciprocity (timbal balik).

Efek ini adalah salah satu metode paling efektif jika Anda ingin memberi pengaruh persuasif terhadap seseorang.

Sebagai bukti, psikolog ternama Robert Cialdini telah membuktikannya dengan sebuah eksperimen nyata.

Woman Serving Beer at a Bar
Foto oleh ELEVATE di Pexels

Melibatkan seorang pramusaji, ia membandingkan 2 kasus menggunakan satu item pembantu: permen mint.

Pertama, sang pramusaji memberikan 1 buah permen mint ketika memberikan tagihan kepada pelanggan. Hasilnya, ia mendapatkan tip 3% lebih besar dari biasanya.

Tapi hal yang menarik terjadi ketika ia menambah jumlah permen mint menjadi 2: tip yang didapatkan kini menjadi 14% lebih besar. Lebih dari 4 kali lipat!

PENERAPAN DALAM DUNIA MARKETING

Seperti contoh pengalaman saya dengan brand minuman X di atas, produk tester adalah satu metode yang paling sering digunakan oleh bisnis-bisnis yang melakukan praktek strategi ini dalam mempromosikan produknya.

Jika Anda pernah menghadiri event-event besar, contoh lainnya pasti pernah Anda lihat secara langsung:

pocari sweat event booth
Foto dari @pocariID di Twitter

Seperti contoh dari brand Pocari Sweat di atas, brand-brand yang mempraktekkan prinsip ini mengerti bahwa pengunjung bisa tertarik menjadi pembeli bukan hanya ketika mereka menyukai produk, tapi juga karena ingin membalas kebaikan yang telah diterima.

Metode menawarkan produk di event seperti ini biasanya dilakukan oleh brand minuman atau rokok, tapi bukan berarti brand dari industri lain tidak bisa melakukannya.

Selain di event, kita juga seringkali melihat praktek pembagian produk tester di tempat-tempat seperti mall atau tempat pariwisata.

Ini akan membuat produk yang dibagikan memiliki nilai lebih dan dampak ekstra, karena pengunjung akan mengaitkan produk dengan perasaan positif yang sudah mereka rasakan dengan berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Tapi jika memberikan produk secara gratis tidak memungkinkan untuk dilakukan, Anda pun bisa mencoba untuk memberikan perasaan positif itu dengan berbagai cara lain.

Misalnya:

kaskus happy birthday mail

Ucapan ulang tahun!

Pesan dari Kaskus di atas adalah satu cara untuk membuat audiens merasa ingin berbalas budi yang sangat mudah untuk diterapkan.

Siapa yang tidak suka mendapat ucapan seperti itu? Dalam kehidupan sehari-hari pun kita akan merasa senang ketika ada yang mengucapkan selamat ulang tahun.

Setelah itu, kita pun akan dibuat merasa ingin membalas kebaikan mereka.

Ini adalah sifat alami manusia.

Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat konsumen Anda merasa bahagia sampai ingin memberi balasan yang sama.

Cari sebuah metode yang unik dan nyambung dengan produk yang ditawarkan, maka dampak dari efek reciprocity ini pun akan terasa lebih besar.


Sebagai pebisnis, Anda harus ingin membuat pelanggan mengaitkan produk Anda dengan emosi yang positif.

Efek reciprocity tidak hanya akan memberikan dampak ini, tapi juga bisa membuat mereka jadi pelanggan yang setia.

Ketika audiens melihat bisnis dan brand Anda sebagai “penebar” kebaikan, mereka pun akan merasa ingin membalasnya.

Dengan berbaik hati, audiens akan lebih tertarik untuk menjadi pembeli.
WhatsApp Consultation Button