Ingin mulai dan mengembangkan usaha dengan cepat dan efektif       Ya, Saya Mau

30 Menit Mahir SEO Off Page, Backlinks, dan Building Link

Sebelum kita melanjutkan membahas tentang optimasi SEO off page lebih jauh, adakah kalian yang disini belum mengerti apa itu SEO? Jika ada, lebih baik kalian membaca dulu artikel kita yang membahas apa itu SEO, pengertian, serta dasar SEO. Setelah itu baru kita dapat melanjutkan pembahasan tentang SEO off page.

Pengertian SEO off page secara singkat bisa diartikan sebagai suatu usaha yang diambil untuk pengoptimalan sebuah website dari luar. Caranya ada banyak, salah satu yang paling sering digunakan adalah lewat jalur backlink.

Backlink itu sendiri merupakan link dari website lain yang mengarah ke website kalian. Mudah kan?

Tapi tunggu dulu…

Ternyata tak semudah itu, karena tak semua backlink itu memiliki nilai yang sama. Ada beda kualitas antara link satu dan link lain. Masalahnya, cuma yang punya internet, sebut saja Google, yang tahu persis mana backlink berkualitas dan yang tidak. Sedang kalian cuma bisa berasumsi.

Ini senada dengan apa yang ditulis Neil Patel dalam kolomnya berjudul Not All Links Are Equal.

Kita percaya bahwa backlink bisa membantu optimasi SEO off page, tapi ini hanya berlaku jika mendapat backlink berkualitas. Tapi backlink juga bisa menurunkan peringkat website jika tak berkualitas, misalnya dari situs yang dilarang seperti perjudian dan pornografi.

Kalau masih belum yakin, studi Ahrefs tentang backlink mengkonfirmasi kalau laman yang memiliki banyak backlink cenderung mendapat traffic dari Google.

Lalu, apa yang membuat backlink jadi begitu krusial untuk off-page SEO?

Kenapa tiap website harus memiliki backlink?

Pengaruh Backlink dengan Ranking Keyword

pengarung seo off page backlink ke peringkat

Pengaruh backlink ke peringkat Google Sumber: bloggerjet.com

Mari amati penjelasan berikut…

Backlink termasuk satu diantara parameter penilaian suatu website di mesin pencari. Itulah kenapa, backlink mutlak kalian perlukan supaya website bisa duduk manis di halaman satu hasil pencarian. Lebih-lebih ada di urutan pertama.

Oleh Googlebot, semacam mesin yang bertugas mengindeks website, suatu laman akan diindeks lewat link. Begitu link ditemukan, Googlebot selanjutnya memindai apapun yang ada di dalam laman. Baik buruknya buruknya suatu laman website kalian ditentukan dari sini.

Tahap selanjutnya, penilaian didasari seberapa banyak laman yang dijadikan link rujukan website lain. Dalam arti sempit, dijadikan backlink. Ini karena Googlebot bergerak memindai berdasar link. Jadi hitung-hitungan link begitu penting di sini.

Semisal laman website kalian dipakai rujukan banyak website, itu berarti website kalian punya kualitas dan layak jadi prioritas. Makin banyak baklink yang kalian dapat, otomatis peringkat website kalian akan meroket. Dengan catatan, itu terjadi secara alami, alias organik.

Jadi, ini bukan cuma soal seberapa banyak backlink yang bisa kalian dapat, tapi juga menyangkut kualitas dan cara mendapat backlink tersebut. Untuk soal satu ini, kalian bisa baca uraian selanjutnya.

Dari urutan tadi, sudah jelas bukan bagaimana peran backlink di dunia per-website-an.

Ini dipertegas lewat studi yang dilakukan Moz tentang pengaruh backlink ke Google. Bahwa, 99,2% dari 50 hasil pencarian teratas Google setidaknya memiliki satu backlink.

google rank dengan backlink

Ini bukti betapa krusialnya backlink di mesin pencari.

Kesalahan lalu terjadi, terutama pada newbie yang terlalu semangat membangun website. Berharap hasil instan, langkah apa saja ditempuh supaya dapat banyak backlink.

Optimasi SEO off page memang seperti keharusan. Masalahnya, saat menerapkan teknik SEO off page, caranya agak kurang etis. Apalagi saat berurusan dengan backlink, apapun halal rasanya.

Ini yang harus diluruskan. Mengacu penjelasan sebelumnya, backlink yang kalian dapat harus terjadi secara organik dan berkualitas.

Ingat, kualitas bukan kuantitas!

Salah-salah, website kalian bisa kena pinalti dan hilang dari peredaran.

Perhatikan Aturan Backlink Berikut Ini

aturan dari seo off page backlink

Sumber: wordpress.com

Kalau kalian belum tahu, ada semacam aturan mengenai backlink dari Google. Saat membangun website dan mencari backlink, kalian baiknya menghindari:

10 Cara jadul yang harus DILUPAKAN saat mencari backlink

  1. Website direktori. Metode ini sempat ampuh dan terbukti memberi backlink berkualitas. Sayangnya, cara ini sudah usang seiring algoritma Google yang silih ganti. Kalau kalian pernah familiar algoritma panda, ada juga algoritma penguin yang fokusnya di SEO off page.
  2. Submit ke media sosial. Merupakan satu jurus paling populer yang banyak diadopsi. Untuk urusan mendatangkan traffic, boleh lah media sosial diandalkan. Tapi soal backlink berkualitas, media sosial baiknya kalian lupakan.
  3. Submit ke social bookmarking. Polanya mirip dengan media sosial, bedanya website sejenis social bookmarking memang dikhususkan untuk submit laman website. Tujuannya, jelas untuk dapat backlink. Tapi trik ini tak lagi relevan, dan justru bisa menurunkan tingkat kredibilitas website di mata mesin pencari.
  4. Kalian pasti sudah familiar istilah ini, bahkan sesekali mungkin pernah kalian terapkan. Praktiknya bisa beragam, tapi intinya menyebar link website secara tak tentu arah.
  5. Mesin pencari. Berharap website cepat dapat indeks, kalian lalu mendaftarkan website di banyak mesin pencari. Masalahnya adalah, tiap mesin pencari punya algoritma khusus sendiri, dan trik ini sudah tak lagi mempan. Dan jelas, ini sia-sia!
  6. Promo via forum. Tak semua forum menerima live link website, bagaimanapun bentuknya. Kalau pun ada yang menerima, itu cuma beberapa. Ada langkah bijak lain yang bisa kalian ambil selain menghabiskan waktu di forum. Jadi kenapa masih melakukannya?
  7. Guest post. Ini adalah metode tingkat rendah yang, masalahnya, sering dilakukan. Tapi kalau mengacu kualitas backlink, ini tak memberi manfaat apapun. Googlebot tahu kalau link kalian ada di kolom komentar, bukan di laman utama website.
  8. Beli backlink. Trik ini memang bisa mengangkat website dalam hitungan hari, tapi kondisi berlawanan juga bisa terjadi dalam sekian hari. Entah bagaimana, Googlebot tahu tindak curang ini. Konsekuensinya, pinalti berupa de-index atau ban siap dijatuhkan.
  9. Tukar link. Polanya sudah terbaca. Kalian memberi link, sebagai gantinya link kalian dimuat. Bukan sesuatu yang terjadi secara alami bukan?
  10. Private blog network. Mudahnya, kalian punya banyak website. Tiap website kalian beri link website lain, dan begitu seterusnya. Lupakan cara ini kalau kalian tak mau mendapat surat cinta dari Google.

Tambahan: Google bahkan tak menganggap suatu backlink itu benar-benar backlink kalau website ternyata ada di satu server yang sama, IP address sama, atau perangkat komputer yang sama.

Apa tak ada lagi yang bisa dilakukan?

Ada, pasti ada.

Coba kalian amati lagi sejumlah larangan itu. Kalau kalian sadar, semua poin itu tak memenuhi unsur organik dan kualitas yang diminta Google. Jadi, pertama yang harus kalian lakukan yaitu…

Cara Menciptakan Backlink Organik dalam SEO Off Page

Organik? Apa maksudnya?

Macam sayuran saja.

Memang benar, konsepnya hampir serupa.

Seperti yang kalian tahu, menumbuhkan sayuran organik pasti tak mudah, dan harganya pun kadang kelewat mahal. Ini kurang lebih sama dengan backlink yang tumbuh sendiri, tanpa dibuat-buat.

Sederhananya, tiba-tiba saja ada website lain yang memasukkan link website kalian ke salah satu lamannya. Kurang lebih seperti ini backlink organik, seolah tumbuh sendiri.

Kalian tak perlu punya banyak backlink, cukup satu tapi yang organik. Jaminan mutu, kalau peringkat website kalian naik dan aman dari segala macam bentuk pinalti.

Susah?

Sangat!!

Tidak ada proses yang instan untuk membuat backlink organik. Butuh strategi di atas normal untuk bisa mendapat backlink macam ini. Website kalian harus spesial, dan itu butuh konten super. Di sinilah kuncinya: konten.


#1. Konten


organik backlink

Sumber: bestengagingcommunities.com

Agak sedikit tricky saat membahas bagaimana konten yang berkualitas itu. Konten apapun tak ada yang salah sebetulnya, hanya ada baik atau buruk.

Google sendiri tak pernah memberi detil seperti apa konten yang berkualitas itu, sementara para praktisi SEO sibuk berasumsi dengan subjektivitas masing-masing.

Tulisan ini tak ingin berlaku subjektif dengan memberi saran ke kalian bahwa artikel bagus harus seperti ini itu. Tidak!

Setidaknya sampai tulisan ini berakhir.

Kalau kalian sedikit jeli, Google sudah coba memberi tahu lewat Tool Analytic. Ada banyak parameter di sini, yang selanjutnya bisa kalian manfaatkan untuk mengukur kualitas konten.

Misalnya, kalian bisa bandingkan antara visitor, page/visit, session duration, time spent on page, juga sejumlah fitur lain.

Katakanlah ada satu visitor, membuka lima laman, dan waktu yang dihabiskan di tiap laman cuma 3 detik. Padahal, 2 menit adalah waktu ideal yang dihabiskan pengunjung menurut survey Nielsen Group.

Kalau seperti itu, pasti ada yang salah dengan konten website.

Penjelasannya mudah.

Semisal konten website kalian bermutu, pengunjung pasti betah berlama-lama di satu laman website. Di lain sisi, semisal pengunjung tak menemukan apa dicari, tak butuh waktu lama bagi pengunjung untuk menutup laman.

Sesederhana itu!


#2. Link building


Selalu ingat, backlink punya efek baik dan buruk. Baik jika bisa mendongkrak reputasi website kalian, tapi buruk jika membuat website kalian kena banned. Kembali lagi, ini bergantung cara kalian mendapat backlink tersebut.

Masalahnya, kecil kemungkinan suatu website akan mendapat peringkat bagus dari Google tanpa ada backlink.

Begitu pendapat dari Moz tentang studi backlink.

Coba amati aturan backlink. Kalau cermat, kalian bisa menemukan celah untuk memanfaatkannya.

Ide dasarnya yaitu meminta backlink, tapi jelas tak asal minta. Sudah pasti bakal ada penolakan dan, mungkin, cacian kalau kalian asal minta backlink. Coba lebih elegan dan bermartabat.

Kalian harus punya sesuatu yang berkualitas yang bisa ditawarkan, dan itu mengarah ke poin sebelumnya: konten berkualitas.

jasa seo profesional

Selanjutnya, kalian harus punya bargaining position yang kuat. Ini bisa beberapa hal. Misalnya, website kalian punya reputasi bagus dalam urusan kualitas, atau mereka kenal siapa kalian. Lebih bagus lagi kalau kenal secara personal.

Membuat relasi seperti ini pasti tak mudah, dan butuh proses yang lumayan memakan waktu. Mulanya, temukan website sejenis dan beri komentar bermutu. Kalau perlu, share konten mereka dan mulailah membuka percakapan dengan mereka.

Sederhananya, berawal dari relationship building, berakhir di link buiding.

Ingat, data dari Baclinko menyebut bahwa rata-rata website yang ada di urutan satu hasil pencarian sekurangnya memiliki 350 backlink!

Luar biasa, bukan!


#3. Human sense


Agak relatif susah untuk menjelaskan apa itu human sense. Paling mendekati, ya manusiawi.

Kaitannya dengan backlink, semua harus terjadi secara alami, manusiawi, dan bukan robot.

Kembali ke beberapa tahun lalu, website berjenis autoblog begitu marak. Google merasa tercurangi lewat teknik semacam ini.

Itulah kenapa, aspek human sense mulai banyak terdengar belakangan.

harus berguna untuk bacaan manusia

Sumber : giphy.com

Bagaima tidak, cuma perlu beberapa jam membuat autoblog, biaya murah, dan rasio konversi iklan tinggi.

Dari segi pembaca, alasannya beda. Human sense dimaksudkan untuk menggugah emosi lewat beragam cara. Metode paling populer yang dipakai seperti link bait, click bait, juga ego bait. Semua bermuara di satu tujuan, yaitu membuat pengunjung penasaran.

Link bait, mudahnya, seperti membuat konten viral. Tujuannya mendapat backlink. Misalnya:

Click bait hampir sama, cuma tujuannya yang beda, yaitu mendapat klik banyak. Untuk bisa seperti ini, click bait umumnya dicirikan dengan konten kontroversial. Kurang lebihnya seperti:

Ego bait lebih spesifik, mengulas subjek tertentu yang diangkat dalam tulisan. Bisa seseorang, organisasi, atau apapun. Tujuannya membuat mereka bangga lalu secara suka rela mencantumkan website kalian sebagai salah satu rujukan. Contohnya:

Suka rela, inilah poin penting dari backlink organik. Tak ada paksaan, dan semua mengalir begitu saja. Hasil akhirnya, backlink yang didapat berkualitas tinggi.

Saat teknik di atas sudah kalian lakukan, imbalan berupa backlink adalah sesuatu yang wajar.

Meski begitu, tak jarang keraguan muncul.

Apakah backlink yang didapat benar-benar berkualitas?

Untuk menjawab ini, mari bergeser ke uraian selanjutnya, tapi masih dalam wadah yang sama. Berhasil tidaknya cara SEO off page sangat dipengaruhi oleh…

Pahami Apa itu Kualitas Backlink dalam SEO Off Page

seo off page mempengaruhi peringkat di google

Semakin banyak backlink berkualitas yang didapat, peringkat makin naik.
Sumber: backlinko.com

Apa parameternya?


#1. Umur backlink


Di ranah digital, umur adalah sesuatu yang tak bisa dipalsukan. Semisal kalian punya sejumlah backlink berumur lama dan selalu terawat, itu merupakan sinyal baik karena website kalian jadi lebih dipercaya.

Teorinya, link bagus pasti tak akan diubah atau dibuang meski laman diperbarui terus. Beda jauh saat membeli backlink, karena dalam dua bulan biasanya sudah dihapus.


#2. Keaktifan website


Googlebot secara periodik datang untuk crawler, termasuk di laman yang ada backlink-nya. Dengan catatan, website selalu aktif di-update. Semisal tak aktif, website akan turun kredibilitasnya dan lambat laun Googlebot malas berkunjung.

Nah, kualitas backlink dari website semacam ini jelas tak terlalu fungsional. Jangan membuang waktu berurusan dengan website jenis ini.


#3. Kesamaan bahasa


Fitur Google berupa personalized search membawa dampak ke kualitas backlink. Faktor ini sangat dipengaruhi aspek personal pengguna, seperti bahasa, negara, lokasi, juga lainnya.

Maksudnya, kalau kalian mendapat backlink dari website dengan bahasa yang sama itu lebih bagus. Dibanding backlink dari website beda bahasa, kualiltasnya jelas jauh beda.


#4. Jenis backlink


Idealnya, backlink yang didapat secara organik lokasinya ada di laman website, biasa disebut contextual link. Bukan di header, footer, sidebar, atau kolom komentar.

Selain itu, backlink dari website direktori atau di profil juga tak masuk kriteria backlink berkualitas. Meski begitu, supaya lebih beragam, sesekali kalian harus membuat beberapa jenis backlink tersebut. Ini memberi bukti kalau website kalian aktif di mata mesin crawler.


#5. Anchor text


Rupanya, anchor text juga pengaruh ke kualitas backlink. Mesin crawler akan mengidentifikasi anchor text sebagai bagian kata kunci dari website. Dan ini berarti poin lebih untuk website yang dijadikan rujukan.

Karena dianggap bagian dari kata kunci, kebanyakan anchor text adalah pengulangan. Padahal ini tak efektif. Sebaiknya, buat anchor text berbeda, meski link tujuannya sama.

Misalnya, jika di satu laman kalian mendapat backlink dua kali dengan anchor text yang sama, maka Google hanya menghitung yang pertama saja. Itu sebabnya kalian harus membuat keragaman backlink.


#6. Reputasi website


Mengenai reputasi, Google melihatnya dari beberapa parameter. Misalnya dari aktivitas sosial juga sentimen yang berkaitan dengan website.

Aktivitas sosial bisa diukur dari sejauh mana website kalian di-share ke media sosial oleh akun yang berlainan.

Contohnya, semisal ada yang komentar negatif tentang website kalian, algoritma Google akan memberi cap yang sama. Sebaliknya, kalau yang kalian dapat berupa komentar positif, itu bagus untuk perkembangan website ke depannya.


#7. Relevansi website


Secara logis, backlink yang kalian dapat pasti dari website sejenis yang punya kesamaan topik. Akan jadi seperti setingan kalau website kalian tiba-tiba dapat backlink dari website beda niche. Agak tak masuk akal, bukan!

Inilah yang dikatakan Neil Patel dalam tulisannya berjudul Backlink Quality vs. Quantity.

Ada maksud tersembunyi dibalik relevansi, yaitu membatasi bertukar link dengan website berkategori dilarang, seperti judi atau pornografi.

Backlink semacam ini jelas merugikan, bisa-bisa website bisa ikut kena pinalti meski itu bukan ulah kalian. Sebab itu, penting buat kalian untuk mengontrol jenis backlink yang kalian terima.

Kesimpulannya, cara SEO off page, khususnya backlink, sangat penting. Tak masalah jenis website apa yang kalian kembangkan, SEO off page merupakan komponen utama website yang tak boleh kalian lupa.

Bagaimanapun juga, untuk mendapat backlink berkualitas, pasti tak bisa menghindari on-page SEO. Itu sebabnya, kalian harus membuat konten bermutu, layout dan navigasi yang ramah, untuk mendapat backlink berkualitas.

Akhirnya, selamat berburu backlink!

Belajar SEO, Apa Itu SEO, Pengertian dan Dasar SEO – Belajar Bisnis Online

Panduan belajar SEO lengkap dengan berbagai dasar-dasar teknik optimasinya agar website dan blog bisa berada di peringkat pertama Google search engine dan mendapatkan banyak pengunjung organik.



Rekomendasi Artikel Lainnya
10 Kunci Sukses Buat Toko Online Anda Peringkat Satu Google
5 Alasan Kenapa Kalian Perlu Foto Editing