Ingin mulai dan mengembangkan usaha dengan cepat dan efektif       Ya, Saya Mau

Perhatikan! Inilah 8 Tren Sosial Media Marketing 2019 yang Akan Membantu

Sosial media merupakan sebuah lahan yang terus berkembang dan berubah setiap saat. Para pengguna sosial media memanfaatkan platform ini untuk berbagai tujuan mulai dari sekedar berkomunikasi, membangun koneksi, sharing perihal topik tertentu, dan pastinya juga untuk memasarkan produk mereka alias marketing.

Sebagai sebuah platform yang terus berubah, sangat penting bagi Anda para marketer untuk mengikuti tren yang ada.

Mengapa?

Untuk memastikan bahwa strategi sosial media marketing yang selama ini Anda pergunakan tetap efektif dalam menjangkau konsumen.

Pengertian Sosial Media Marketing

Tujuan Sosial Media Marketing

Photo doc: whizsolutions.co.uk

Sebelum kita melihat tren sosial media marketing seperti apa yang akan berkembang di tahun 2019 ini, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu sosial media marketing.

Secara sederhana bisa dikatakan bahwa sosial media marketing adalah upaya untuk memasarkan produk atau jasa melalui sosial media.

Pada awalnya, penggunaan sosial media terbatas hanya untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan info mengenai sebuah brand tertentu kepada masyarakat luas.

Namun saat ini, sosial media telah digunakan untuk memacu dan meningkatkan tingkat penjualan sebuah produk.

Internet Trends memuat sebuah hasil laporan dari Mary Meeker yang menyatakan bahwa pada tahun 2018, 55% responden membeli produk yang mereka temukan melalui sosial media.

Bisa dibayangkan, betapa besar potensi penjualan yang ditawarkan oleh sosial media.

Tren Sosial Media Marketing di 2019

Dunia sosial media yang terus berkembang membawa ide baru, tren, dan aturan-aturan tertentu setiap tahunnya.

Bagaimana dengan tahun 2019? Perubahan dan tren seperti apa yang perlu Anda antisipasi?

Berikut ini adalah 8 tren sosial media marketing di 2019 yang perlu Anda ketahui untuk membantu Anda mengembangkan strategi marketing yang efektif:

AI and Chatbot

Chatbot dalam sosial media

Photo doc: ignitesocialmedia.com

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan semakin merajalela penggunaannya dalam sosial media, khususnya dalam bentuk chatbot.

Penggunaan AI dalam bentuk chatbot akan lebih banyak ditemukan dalam hal pelayanan pelanggan alias customer service.

Apa peran chatbot dalam sebuah sosial media? Chatbor memungkinkan Anda untuk bisa berinteraksi lebih cepat dengan konsumen. Saat ini semakin banyak brand yang mengembangkan chatbot yang  terlihat benar-benar autentik dan mampu menjawab pertanyaan konsumen yang bersifat umum secara langsung.

Semakin cepat Anda bisa menjawab pertanyaan dari konsumen maka tingkat kepuasan konsumen akan semakin tinggi, yang pastinya akan berdampak positif bagi brand Anda.

Konten Video dan Podcast

Konten video dalam sosial media

Photo doc: hootsuite.com

Konten yang bersifat visual akan menjadi semakin popular di tahun 2019, termasuk didalamnya konten video dalam berbagai tipe.

Konten video terbilang jauh lebih menarik dan lebih menonjol sehingga jauh lebih disukai oleh para konsumen. Beberapa ahli online marketing termasuk Marcus Sheridan mengatakan bahwa 80% dari konten online yang dilihat oleh masyarakat adalah konten video.

Para marketer dapat memanfaatkan konten seperti ini untuk lebih lebih mendekatkan diri dengan target pasar mereka.

Jenis konten video yang ditampilkan juga sangat beragam mulai dari video pendek, video dengan durasi cukup panjang seperti YouTube, video vertikal seperti yang ada pada Snapchat dan Instagram Stories, dan juga live video.

Lalu bagaimana dengan podcast yang hanya mengandalkan audio?

Podcast menjadi salah satu bagian tren sosial media marketing di 2019 karena podcast pada umumnya masih memberikan konten yang benar-benar bermanfaat dan bukan hanya promosi semata.

Micro-influencer

Peran micro-influencer dalam marketing

Photo doc: tintup.com

Beberapa tahun belakangan ini, sosial media influencer menjadi sebuah tren tersendiri. Banyak brand yang berlomba-lomba menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan produk mereka.

Namun, tidak bisa disangkal bahwa biaya yang diperlukan untuk menggunakan jasa influencer ini terbilang cukup mahal, terutama bagi brand-brand kecil. Oleh karena itu, para marketer mulai berpaling dan menggunakan jasa micro-influencer.

Micro-influencer pada umumnya memiliki jumlah pengikut yang sedikit sekitar 10.000 hingga 40.000 pengikut namun bisa dikatakan bahwa micro-influencer ini memiliki hubungan yang erat dengan para followernya sehingga apapun yang mereka promosikan akan bisa lebih mengena di hati para konsumen.

Transparansi Data

Berkaca pada kasus skandal Facebook dalam hal transparansi data

Photo doc: analyticsindiamag.com

Kasus penyalahgunaan data yang menimpa Facebook di tahun 2018 ini membuat banyak pengguna sosial media yang merasa ragu untuk berbagi data pribadi mereka.

Persoalan privasi menjadi isu yang berkembang dan hal ini membuat platform sosial media yang lain berupaya untuk mengembangkan transparansi data terutama yang berkaitan dengan data pribadi para pengguna. Hal ini sangatlah penting untuk membangun rasa percaya dari para pengguna.

Transparansi data yang dimaksud disini bisa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari meminta ijin kepada para pengguna dalam hal pengambilan data, menggunakan metode yang lebih transparan dalam pengumpulan data, memberi pemberitahuan mengenai perubahan-perubahan dalam kebijakan perusahaan, dan lain sebagainya.

Organic Reach/Better Engagement

Di awal tahun 2018, Facebook mengumumkan perubahan besar pada sistem algoritma mereka, berupa upaya untuk lebih berfokus pada interaksi positif yang penuh makna.

Apa artinya?

Hal ini berarti bahwa Facebook akan lebih berfokus pada konten yang mampu menarik perhatian dan membuat orang-orang bereaksi terhadap konten tersebut (engaging content). Hal ini juga bisa berarti bahwa para pengguna akan lebih sering melihat konten yang berasal dari teman dan keluarga, dan bukan konten yang berasal dari sebuah brand.

Untuk itu, salah satu hal yang perlu menjadi fokus perhatian Anda berkaitan dengan tren sosial media marketing di 2019 ini adalah upaya untuk meningkatkan organic reach pada berbagai platform sosial media.

Tidak bisa dipungkiri bahwa upaya meningkatkan organic reach itu sendiri semakin sulit belakangan ini. Kunci utama dalam organic reach itu sendiri adalah dengan menciptakan konten yang menarik dan mampu mengajak para pembaca untuk lebih dekat dengan Anda.

Bagaimana dengan metode click bait? Metode ini mungkin masih membawa pengaruh yang signifikan, namun jangan salah. Sistem algoritma yang dipergunakan oleh sosial media saat ini semakin canggih dan mampu menekan penggunaan metode ini.

Jika Anda terus bergantung pada metode ini, bukan tidak mungkin Anda akan kehilangan jangkauan dan koneksi yang telah Anda bangun selama ini.

Akhir dari Fake Follower

Kebijakan Instagram dalam menghapus fake follower

Photo doc: theverge.com

Berapa banyak jumlah follower di akun sosial media Anda?

Apakah semua follower tersebut merupakan follower asli atau palsu?

Banyaknya jumlah follower seakan-akan menjadi sebuah ciri popularitas dan kredibilitas sebuah brand. Tidak heran bila beberapa akun sosial media di Instagram menggunakan jasa provider tertentu untuk menambah jumlah follower mereka.

Namun, tren sosial media marketing di 2019 akan merubah hal tersebut.Di akhir tahun 2018 kemarin, Instagram mengumumkan bahwa mereka telah membangun sebuah sistem yang akan menghapus komentar, like, ataupun follower palsu di berbagai akun Instagram yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk meningkatkan popularitas mereka.

Apa artinya?

Kebijakan yang diambil oleh Instagram ini menunjukkan bahwa jumlah follower tidak lagi menjadi hal yang paling relevan dalam hubungannya dengan tingkat popularitas dan pengaruh yang dimiliki oleh sebuah akun.

Untuk itu, sudah saatnya Anda lebih berfokus pada meningkatkan kualitas hubungan dengan para follower asli di akun sosial media Anda. Kualitas hubungan yang baik akan meningkatkan jumlah follower secara organik sehingga Anda tidak perlu mengkhwatirkan dampak dari kebijakan yang telah diambil oleh Instagram terhadap jumlah follower di akun Anda.

Bila Anda tidak memiliki waktu untuk membangun koneksi dengan follower Anda, mengapa tidak menggunakan provider atau penyedia jasa sosial media marketing untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Penyedia jasa profesional seperti Sribulancer mampu membantu Anda dalam meningkatkan visibilitas brand secara online, yang nantinya akan meningkatkan sales dan profit bisnis Anda.

Privasi dan Personalisasi

Personalisasi sosial media untuk tujuan marketing

Photo doc: wigzo.com

Permasalahan privasi dan pengumpulan data yang menimpa Facebook beberapa waktu belakangan telah mendorong sosial media untuk lebih transparan dalam metode pengumpulan data yang mereka lakukan.


Butuh Jasa Sosial Media Marketing Terupdate 2019, ke Sribulancer Aja :



Terlepas dari hal tersebut, data yang dikumpulkan oleh sosial media dipergunakan untuk meningkatkan kepuasan para penggunanya dalam hal personalisasi.

Postingan di sosial media, riwayat pencarian, link yang sering dikunjungi, hingga riwayat belanja online konsumen dapat dimanfaatkan untuk membangun strategi marketing yang lebih personal untuk masing-masing individu.

Sebagai contoh, iklan yang muncul di akun Facebook seorang pengguna akan disesuaikan dengan minat ataupun tema yang sering diposting oleh pengguna tersebut. Hal yang sama dapat Anda temukan di tempat lain.

Para marketer percaya bahwa personalisasi dalam bidang marketing akan meningkatkan kualitas hubungan dengan para konsumen. Oleh karena itu tidak heran bila personalisasi akan menjadi tren sosial media marketing di 2019 yang perlu diadaptasi dalam upaya meningkatkan penjualan.

Fokus pada Platform Sosial Media Tertentu

Platform media sosial yang tepat untuk bisnis

Photo doc: medium.com

Persaingan dalam penggunaan sosial media sebagai media marketing semakin ketat belakangan ini. Tidak ada brand yang tidak menggunakan sosial media untuk memasarkan produk/jasa mereka.

Para profesional di bidang marketing menyadari bahwa mereka perlu lebih memfokuskan diri pada platform sosial media tertentu saja dan tidak menggunakan semua platform yang ada.

Fokus utama para marketer saat ini adalah menggunakan platform sosial media yang tepat untuk bisnis dan benar-benar menyasar target pasar mereka. Tidak masalah bila Anda hanya menggunakan 2 platform media sosial bila Anda melihat bahwa kedua platform tersebut lebih mampu meningkatkan jumlah ROI.

Kesimpulan

Tren sosial media marketing di 2019 pada dasarnya berkembang dari tren yang ada di tahun 2018. Tren yang ada lebih berfokus pada ROI, penggunaan teknologi baru, dan tentu saja upaya membangun hubungan yang lebih solid antara sebuah brand dengan para konsumen.

Fokuslah pada ketiga hal tersebut dan jangan lupa untuk beradaptasi dengan tren yang ada untuk memastikan bahwa brand Anda tetap mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan pasar saat ini. Untuk menjalankan semua strategi itu sendiri, Anda bisa melakukannya sendiri atau dengan menggunakan jasa freelancer sosial media marketing yang telah berpengalaman di bidangnya. Dengan begini, Anda bisa lebih berfokus pada aspek lain dari bisnis Anda.

Rekomendasi Artikel Lainnya
Apa Itu Buzzer? Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Bisnis?
4 Iklan Online yang Dipercaya Sanggup Meningkatkan Penghasilan