Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Strategi Digital Marketing: Panduan Membuat Iklan dengan ROI Positif!

Berbicara tentang strategi digital marketing, tentu saja akan melibatkan digital advertising.

Karena, secara tidak langsung, baik digital marketing maupun digital advertising sangat erat hubungannya dan tidak dapat dipisahkan.

Anda tidak perlu sepenuhnya percaya dengan statement di atas.

Ada baiknya, Anda terus membaca artikel ini untuk membuktikan engagement antara keduanya.


Apa Itu Strategi Digital Marketing?

Mari bernostalgia dan kembali ke masa lalu.

Dulu, dalam dunia periklanan tradisional, perusahaan besar menghabiskan anggaran untuk membuat strategi digital marketing mereka, mulai dari papan iklan, iklan TV dan radio, majalah, sampai dengan sponsorship.

Jika Anda tidak memiliki uang banyak, Anda bisa terjebak dengan iklan di koran lokal atau majalah tertentu.

Atau bahkan, hanya dari mulut ke mulut.

Sekarang, kita dapat melihat hal-hal seperti ini:

Area pengiklanan telah merata.

Hal ini berarti, strategi digital marketing yang telah Anda terapkan membawa kebaikan bagi banyak orang.

  • Perusahaan kecil dapat menjangkau target audiens mereka dan menyampaikan pesan mereka tepat berdampingan dengan perusahaan besar, bahkan dengan anggaran terbatas.
  • Perusahaan besar menjadi lebih pintar dalam mengatur pengeluaran iklan mereka dan menjangkau orang-orang yang tepat.

Hal ini sangat mungkin dalam strategi digital marketing karena model periklanan telah berubah drastis dari berbasis jangkauan menjadi pay per click (atau berbasis PPC).

Dalam strategi digital marketing, model iklan tradisional berbasis jangkauan, pengiklan membayar untuk menempatkan iklan yang akan dilihat oleh sekelompok orang yang relatif besar, sebagian kecilnya adalah bagian dari target audiens mereka.

Itulah jangkauan iklan mereka.

Begini cara kerja strategi digital marketing:

Misalkan, sebuah produsen sepatu wanita kelas atas memasang iklan di koran yang dibaca oleh sekitar 10.000 orang per hari.

Surat kabar tersebut akan memberi tahu pabrik bersangkutan bahwa sekitar 20% orang yang membaca surat kabar itu adalah wanita dimana mereka memperoleh cukup uang untuk dapat membeli sepatu yang Anda iklankan.

Iklan khusus itu akan menjangkau 2.500 orang dalam jangkauan target audiens (tanpa tahu apakah mereka benar-benar tertarik dengan sepatu kelas atas saat ini).

Namun, surat kabar biasanya akan mengenakan biaya untuk penempatan iklan berdasarkan total 10.000 orang.

Tentu saja, ini adalah contoh yang ekstrem dan disederhanakan, tetapi Anda pasti sudah paham, bagaimana cara strategi digital marketing bekerja. Anda pun sudah menduga, betapa tidak efisiennya model pengiklanan seperti ini.

Apalagi jika kita membandingkannya dengan cara kerja model PPC (pay per click).

Dalam strategi digital marketing model PPC, pengiklan memilih untuk menampilkan iklan hanya kepada target audiens mereka dan hanya membayar sejumlah orang yang mengklik iklan mereka.

Begini cara kerja strategi digital marketing:

Misalkan, produsen sepatu kelas atas yang sama ingin menempatkan beberapa iklan penelusuran menggunakan Google Ads.

Mereka dapat menggunakan strategi digital marketing dengan menampilkan iklan kepada orang-orang yang menelusuri “sepatu desainer” di Google.

Jika iklan dilihat oleh 100.000 orang dan 2,5% dari orang-orang tersebut mengklik iklan, itu berarti 2.500 orang dalam target audiens mereka.

Dalam kasus ini, produsen sepatu hanya akan membayar 2.500 klik dari orang-orang yang sangat mungkin menjadi bagian dari target audiens mereka, yaitu orang yang tertarik dengan sepatu desainer.

ITULAH KEKUATAN DIGITAL MARKETING

Strategi digital marketing pada iklan digital, sengaja menggunakan platform digital dengan tujuan untuk menarik orang-orang dalam target audiens Anda dengan biaya lebih rendah.


Cara Membuat Strategi Digital Marketing Yang Kuat

Sayangnya, ada berita kurang menyenangkan.

Hanya ada satu cara untuk menjadi ahli dalam periklanan digital dengan strategi digital marketing.

Caranya adalah dengan melakukannya sendiri.

Untuk mengiklankan iklan Anda sendiri, untuk mengacaukannya… Bahkan, untuk belajar dari kesalahan Anda.

Maaf! Tetapi Anda tidak boleh malas untuk melakukan hal yang satu ini.

Seperti halnya channel strategi digital marketing mana pun, pengalaman mengalahkan teori.

Tantangannya adalah, untuk mendapatkan pengalaman strategi digital marketing, Anda membutuhkan uang untuk dibelanjakan pada iklan.

Tetapi perusahaan dengan anggaran iklan berbayar menginginkan orang-orang berpengalaman untuk menjalankannya.

Ini sudah saya pelajari dengan baik.

Kesalahan dalam strategi digital marketing bisa jadi mahal.

Saya pernah menghabiskan cukup banyak uang hanya dalam 18 jam karena kesalahan kecil yang tidak terkendali.

(Tapi itu cerita masa lalu.)

Masalahnya, iklan digital adalah tentang coba-coba.

Dalam strategi digital marketing, tidak ada jalan lain.

Bahkan digital advertiser yang paling berpengalaman pun biasanya akan kehilangan sejumlah uang pada percobaan pertama mereka dan menyesuaikan hingga mereka memperoleh keuntungan.

Perbedaan antara seseorang dengan dan tanpa pengalaman adalah seberapa cepat mereka dapat membuat iklan mereka menguntungkan.

Para pemula biasanya berkecil hati atau panik sebelum mereka mencapai titik itu (dan membuat kesalahan seperti yang saya lakukan ketika mempraktekkan strategi digital marketing.)

Jika kita adalah seorang pemula, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah memulai dari hal kecil dan mengikuti kerangka kerja yang berulang dan terbukti untuk meluncurkan iklan yang menguntungkan.

  • Pahami platform periklanan
  • Rencanakan iklan untuk setiap funnel stage
  • Targetkan audiens yang tepat untuk setiap iklan
  • Buat iklan dengan konversi tinggi
  • Memperkirakan anggaran untuk iklan kita

Mari kita bahas langkah selanjutnya!


Pahami Platform Digital Advertising yang Utama

Meskipun kita dapat menempatkan iklan di Twitter, LinkedIn, Quora, Snapchat, Amazon, Tinder, dan banyak platform lainnya…

… Sebagian besar digital advertiser fokus hanya pada dua: Google dan Facebook.

Itulah mengapa strategi digital marketing mereka mengakumulasi 58% dari total digital ad market.

Ada alasan menarik di balik itu:

  1. Mereka memiliki audience terbesar
  2. Mereka menawarkan kemampuan penargetan terbaik
  3. Mereka telah mengembangkan fitur paling canggih untuk pengiklan dalam platform mereka

Namun, strategi digital marketing di atas bekerja secara fundamental, berbeda satu sama lain.

1. GOOGLE SANGAT FOKUS

Google menawarkan berbagai strategi digital marketing kepada pengiklan untuk menargetkan dan menampilkan iklan mereka, tetapi yang utama adalah tetap mencari iklan.

Itulah yang muncul di bagian atas hasil pencarian.

Dalam hal ini, pengiklan menggunakan strategi digital marketing dengan cara “menawar” pada kata kunci tertentu (alias frasa yang dicari orang) untuk menampilkan iklan mereka di hasil pencarian.

Ini konsep yang sangat sederhana namun kuat.

Orang-orang yang menelusuri istilah tertentu, tertarik dengan istilah tersebut pada momen waktu tertentu.

Ini memberi kita sebagai pengiklan dan pembuat strategi digital, peluang sempurna untuk menampilkan produk atau pesan kita di depan orang-orang itu.

Bayangkan betapa berbedanya strategi digital marketing itu dari iklan TV, di mana kita disela oleh iklan selama jeda acara favorit kita.

Iklan tradisional menggunakan interupsi, sedangkan iklan penelusuran menggunakan maksud.

Ketika Anda menggunakan strategi digital marketing dengan facebook ads, ingatlah bahwa:

2. FACEBOOK LEBIH FOKUS PADA MINAT

Di sisi lain, Facebook menggunakan pendekatan strategi digital marketing yang berbeda.

Mereka telah mengumpulkan banyak sekali data tentang setiap penggunanya: apa yang mereka suka, siapa yang mereka kenal, di mana mereka pernah berada, apa yang mereka minati.

Bahkan, apa yang mereka lakukan di situs web selain Facebook.

Mereka mungkin tidak tahu apa yang Anda cari sekarang.

Tetapi mereka dapat melakukan strategi digital marketing menggunakan triangulasi data demografis dan psikografis Anda, dan membuat tebakan yang tepat tentang apa yang Anda minati…

… Ya, jujur saja, hal ini sedikit menyeramkan, tapi sangat ampuh sebagai pengiklan.

Facebook menggunakan data itu untuk menampilkan iklan yang sangat relevan kepada penggunanya.

Pengiklanan di Facebook juga sangat berbeda dari iklan tradisional.

Dengan iklan TV, kita meluncurkan iklan ke audiens yang sangat besar dengan harapan, mereka mungkin tertarik dengan produk kita.

Sedangkan pada iklan Facebook, kita lebih berhati-hati memilih iklan yang akan kita buat, berdasarkan banyak data, dan orang-orang yang sangat mungkin tertarik dengan produk kita.

Itulah mengapa strategi digital marketing Facebook ads didasarkan pada minat.

Sekarang, mari kita belajar cara menggunakan Google ads dan Facebook ads secara strategis untuk meningkatkan penghasilan bisnis kita.


Petakan Campaign Periklanan Anda dengan Digital Marketing Funnel

Kesalahan yang saya buat ketika memulai strategi digital marketing dengan digital advertising adalah berpikir saya bisa membuat iklan yang mengarah ke halaman penjualan dan itu akan menghasilkan penjualan.

Saya telah melihat banyak orang melakukan kesalahan yang sama.

Jika Anda melakukan hal ini, Anda akan kehilangan 90% dari potensi pertumbuhan yang terdapat dalam digital advertising.

Metode yang lebih baik adalah menyusun strategi digital advertising Anda dengan cara meningkatkan seluruh funnel Anda.

(Untuk mempelajari lebih lanjut tentang digital marketing funnel, baca panduan berikut ini.)

Tugas kita sebagai digital advertiser adalah merancang pengiklanan kita untuk mencapai sasaran di setiap tahap funnel:

  • Top of Funnel: Mendapatkan traffic yang lebih relevan
  • Middle of Funnel: Mendapatkan lebih banyak prospek
  • Bottom of Funnel: Mendapatkan lebih banyak penjualan
  • Retensi, Monetisasi, dan Love: Meningkatkan lifetime value pelanggan

Dengan meluncurkan campaign strategi digital marketing yang memiliki sasaran sederhana dan jelas, kita dapat dengan mudah mengoptimalkan hal-hal seperti penargetan, perpesanan, pengeluaran budget, dan bahkan platform yang kita gunakan untuk setiap tahap funnel.

Mari, pelajari lebih dalam setiap bagiannya:

1. Top of Funnel Campaign

Campaign strategi digital marketing ini ditujukan untuk menarik traffic yang relevan ke aset top-of-funnel.

Iklan digital ini memiliki persamaan dengan “billboard di sisi jalan raya”.

Dengan kata lain, strategi digital marketing ini bisa mengarahkan traffic ke postingan blog, video YouTube, Podcast, atau bahkan postingan media sosial.

Menggunakan campaign ini sebenarnya hanya bertujuan untuk menciptakan kepedulian (awareness) perusahaan Anda dengan membagikan konten yang bermanfaat, menarik, atau menghibur.

Untuk mengetahui apakah strategi digital marketing ini menguntungkan, Anda  perlu melakukan beberapa perhitungan.

Contoh sederhananya begini:

Misalkan kita  mengarahkan traffic ke entri blog.

  • Anda tahu sekitar 10% orang yang membuka postingan blog akhirnya menjadi leads
  • Sekitar 5% dari leads tersebut menjadi pelanggan yang membayar
  • Pelanggan rata-rata menghabiskan sekitar Rp 450,000 per pembelian

Dengan menggunakan strategi digital marketing di atas, Anda dapat memperkirakan berapa nilai setiap pengunjung postingan blog Anda.

Rp 450,000 x 5% x 10% = Rp 2,250

Jika Anda adalah orang yang menjalankan campaign contoh ini, pastikan Anda membayar kurang dari Rp 2,250 per klik (dikenal sebagai biaya per klik atau CPC) pada ads Anda — apa pun di bawah ini akan menjadi campaign top-of-funnel yang menguntungkan.

2. Middle of Funnel Campaign

Campaign ini dirancang untuk memperoleh leads.

Berarti Anda menemukan cara untuk menghubungi calon customer.

Dalam strategi digital marketing, ini berarti, membuat orang memberi kita alamat email mereka, dengan cara bervariasi tergantung dari bisnis Anda.

Misalnya, campaign yang dapat mengarahkan traffic ke lead magnet, mini course, free trials, demo, produk dengan harga rendah (alias tripwires), atau giveaway.

Menggunakan strategi digital marketing ini berarti Anda sudah melacak tindakan lebih dari sekedar mengklik iklan dan menuju ke sebuah halaman berjudul: Anda ingin orang-orang menjadi leads.

Dalam kasus ini, biasanya Anda akan mengoptimalkan cost per leads (CPL) .

Perhitungannya mirip dengan yang sudah Anda lakukan sebelumnya:

  • Jika Anda tahu sekitar 25% dari leads yang Anda dapatkan akhirnya menjadi pelanggan yang membayar
  • Dan rata-rata pelanggan menghabiskan sekitar Rp 250,000 di situs kita

CPL maksimum Anda adalah: Rp 250,000 x 25% = Rp 62,500.

Jika Anda menjalankan strategi digital marketing ini, pastikan Anda menjaga CPL di bawah Rp 62,500 agar tetap menguntungkan.

3. Bottom of Funnel Campaign

Campaign ini dirancang untuk menghasilkan penjualan bagi bisnis. That’s it!

Misalnya, Anda dapat menjalankan campaign untuk flash sale, holiday sale, atau hanya mengingatkan orang bahwa mereka meninggalkan sesuatu di keranjang belanja.

Strategi digital marketing ini akan mengoptimalkan biaya akuisisi pelanggan (CAC).

Ini lebih mudah dari campaign sebelumnya.

Jika pelanggan Anda membelanjakan rata-rata Rp 450,000 per pembelian, Anda harus mengeluarkan uang lebih sedikit dari itu agar menguntungkan.

4. Retensi, Monetisasi, dan Love

Tahap funnel ini adalah tentang bagaimana meningkatkan nilai hidup pelanggan Anda, mengurangi churn, dan membuat pelanggan kita mereferensikan teman mereka.

Beberapa strategi digital marketing yang termasuk dalam tahap ini adalah penawaran upsell / cross-sell, program loyalitas, atau program rujukan.

Ketika menjalankan campaign ini, pastikan Anda menentukan tindakan yang bernilai dan mengoptimalkannya.

Sebagai contoh, jika Anda mengetahui bahwa pelanggan yang bergabung dengan program loyalitas menghabiskan rata-rata Rp 1,000,000 lebih banyak untuk bisnis Anda.

Anda pun akan mengetahui jumlah maksimum yang dapat dibayarkan untuk konversi ini.

Selama Anda tetap menjalankan strategi digital marketing di bawah angka itu, campaign Anda akan menguntungkan.

Google Ads dan Facebook Ads menyediakan berbagai macam tujuan dan sasaran untuk dipilih. 

Selanjutnya, mari kita bahas berbagai metode strategi digital marketing untuk menampilkan campaign terbaik kepada audiens Anda.


Target Pengiklanan

Targeting merupakan langkah terpenting dalam meluncurkan campaign advertising — bahkan lebih dari sekadar membuat ads Anda.

Satu-satunya cara untuk melihat hasil campaign Anda adalah dengan menampilkannya kepada orang yang tepat.

Setelah kita memetakkan strategi digital marketing campaign untuk setiap tahap funnel, sekarang saatnya untuk mengerjakan targeting.

Pada level yang sangat tinggi, Anda dapat menargetkan campaign dengan dua cara:

  • Mencari prospek (prospecting): Ini adalah proses menargetkan audiens baru untuk campaign Anda — ini adalah orang-orang yang tidak ada di daftar email Anda atau belum pernah mengunjungi situs web Anda.
  • Pemasaran ulang (remarketing): adalah tentang menargetkan  audiens yang telah berhubungan dengan bisnis Anda— ini bisa jadi orang-orang yang pernah ada di situs Anda atau sebelumnya bergabung dengan daftar email Anda.

Kabar baiknya adalah, masing-masing memiliki kekuatannya sendiri.

Mencari prospek memungkinkan Anda menjangkau orang-orang yang sebelumnya tidak pernah mendengar tentang bisnis Anda.

Pemasaran ulang adalah cara terbaik untuk mengonversi orang yang telah menjadi bagian dari funnel Anda.

Sebagai aturan umum, mencari prospek lebih cocok untuk strategi digital marketing campaign top of funnel atau middle of funnel, sementara pemasaran ulang berfungsi sangat baik, untuk tahapan middle-of-the-funnel, bottom-of-the-funnel, dan monetisasi.

Seperti yang telah saya bahas, penargetan bekerja secara berbeda pada platform yang berbeda. Mari kita bahas lebih lanjut.

1. PENARGETAN GOOGLE ADS

Dalam kasus ini, saya hanya akan membahas penargetan untuk Search Ads. (Google Ads juga menyertakan format lain seperti YouTube dan Display Network.)

Cara kerja dasar penargetan di Google Search adalah:

  • Anda meneliti kata atau frasa (kata kunci) yang digunakan orang untuk mencari informasi, produk, atau layanan yang terkait dengan bisnis Anda — ini disebut keyword research (riset kata kunci).
  • Anda memilih sekelompok kata kunci tersebut untuk ditargetkan.

Secara umum, strategi digital marketing untuk menargetkan Google Search Ads, kita akan menggunakan tiga lapisan:

  1. Searcher intent
  2. Keyword matching
  3. Prospecting vs. retargeting

Mari, kita bahas masing-masing.

Misalnya, kita menjalankan ads Penelusuran Google untuk bisnis pengiriman bunga dan ingin tahu apa yang ditelusuri orang-orang, berkaitan dengan “flower delivery“.

Dengan menggunakan Google’s Keyword Planner, Anda akan menemukan strategi digital marketing seperti ini:

Catatan: Kecuali jika Anda sudah memilih strategi digital marketing ini dan sudah menghabiskan sejumlah uang untuk Google Ads, Anda akan melihat kisaran — misalnya 10K-100K — di bawah volume penelusuran, bukan nilai rata-rata sebenarnya.

Langkah pertama adalah mengklasifikasikan kata kunci ini menurut searcher intent.

Untuk melakukan strategi digital marketing ini, Anda perlu memetakan kata kunci tersebut pada tahapan funnel.

Di Top of funnel, orang-orang belum tentu mengetahui bisnis Anda dan bahkan mungkin tidak ingin melakukan transaksi komersial. Mereka biasanya hanya mencari informasi umum tentang suatu topik.

Di Middle of funnel, orang sudah tahu apa yang mereka inginkan dan membandingkan opsi yang tersedia di pasar.

Di Bottom of funnel, orang-orang telah mengambil keputusan dan siap untuk melakukan pembelian.

Terakhir, pada tahap monetisasi, retensi, dan cinta funnel, orang yang sudah menjadi pelanggan, akan mencari informasi untuk melanjutkan relationship mereka dengan bisnis Anda (misalnya status pembelian, pembelian lagi, atau mendapatkan dukungan pelanggan).

Strategi digital marketing bisnis pengiriman bunga dan kumpulan kata kunci pada contoh di atas, mungkin akan terlihat seperti:

  • Top of funnel: Flowers, mother’s day flowers, birthday flowers, funeral flowers
  • Middle of funnel: Flower delivery
  • Bottom of funnel: Flower shop, order flowers, send flowers, same day flower delivery
  • Monetisasi, retensi, dan love: Tidak ada kata kunci untuk tahap marketing funnel di atas, tetapi kata kunci ini dapat menyertakan kata kunci seperti “kartu hadiah [nama bisnis]” atau “pelacakan pesanan [nama bisnis]”.

Selanjutnya, Anda perlu memilih keyword matching type (jenis pencocokan kata kunci) Anda.

Pencocokan kata kunci memungkinkan Anda untuk memutuskan seberapa ketat atau longgar Google Ads saat memutuskan penelusuran mana yang akan menyertakan iklan Anda.

Google Ads menawarkan empat jenis pencocokan yang paling baik dijelaskan dengan penjelasan singkat ini:

Dengan Broad Match, strategi digital marketing ads Anda akan ditampilkan pada penelusuran kata kunci yang belum tentu kita pilih (salah eja, penelusuran terkait, dll.)

Misalnya, jika Anda menelusuri “bunga hari ibu” dengan pencocokan lebih luas, mungkin akan muncul “keranjang hadiah hari ibu” meskipun Anda tidak menawarkan produk tersebut.

Trade-off dalam hal ini adalah:

  • Audiens yang lebih besar, mencakup penelusuran yang mungkin tidak Anda bayangkan
  • Tidak terlalu spesifik, jadi Anda mungkin harus membayar klik dari orang yang bukan merupakan target audiens Anda

Di sisi lain, dengan Exact Match, ads Anda hanya akan ditampilkan bila kata kunci tepat telah Anda pilih atau variasi yang mirip dengan arti yang dicari.

Contohnya, jika Anda menelusuri “bunga hari ibu” dengan pencocokan tepat, iklan Anda akan ditampilkan untuk kueri seputar itu saja dan tidak untuk kueri lain seperti “bunga hari ibu terbaik”.

Trade-off dalam hal ini adalah:

  • Audiens yang jauh lebih kecil, yang berarti Anda hanya akan kehilangan beberapa peluang dalam kata kunci yang tidak disertakan dalam rencana Anda
  • Sangat mungkin orang yang mengklik ads Anda akan menjadi bagian dari target audiens Anda

Broad match modified dan phrase match berada di antara kedua hal ekstrem di atas.

Terakhir, Anda dapat memilih dua pilihan strategi digital marketing, apakah akan menampilkan iklan kepada orang-orang yang pernah mengunjungi situs Anda (remarketing) atau tidak (prospecting).

Dengan melakukan strategi digital marketing ini, Anda dapat lebih mempersempit dan mencapai hal-hal seperti hanya menampilkan pengiklanan tertentu kepada pengguna yang ada.

Atau meningkatkan tawaran Anda untuk orang-orang yang telah mengunjungi situs (untuk mencoba dan membuat ads Anda memiliki rate lebih tinggi di halaman web).

2. PENARGETAN FACEBOOK ADS

Anda dapat menargetkan Facebook ads Anda menggunakan tiga metode:

  1. Core audiences
  2. Custom audiences
  3. Lookalike audiences

Setip metode memanfaatkan semua data strategi digital marketing yang dikumpulkan Facebook tentang penggunanya dengan cara yang berbeda.

Dengan core audiences, Anda akan menggunakan data Facebook untuk membuat profil penargetan ads Anda secara manual, yang meliputi lokasi, demografi, minat, perilaku, atau koneksi.

Anda menggunakan core audiences saat Anda baru memulai strategi digital marketing dan tidak memiliki data pengguna yang tercatat di Facebook Pixel yang digunakan untuk pemasaran ulang atau audiens serupa.

Sebaliknya, Anda dapat mengandalkan kumpulan data Facebook untuk menemukan audiens yang cocok dengan profil tertentu.

Jika Anda berencana menggunakan core audiences, lakukan beberapa penelitian tentang pelanggan target ideal Anda dan yang paling ideal dalam membangun persona pelanggan.

Dengan custom audience, Anda dapat menargetkan pelanggan yang sudah Anda kenal — alias menjalankan iklan pemasaran ulang.

Seperti contohnya, orang-orang yang telah mengunjungi situs web Anda, orang-orang di daftar email Anda, atau pengguna aplikasi seluler Anda.

Ini adalah cara yang sangat ampuh untuk mengonversi orang yang sudah berada di berbagai tahapan funnel Anda.

Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan custom audiences untuk meluncurkan campaign dengan target orang-orang yang mengunjungi halaman pembayaran tetapi tidak menyelesaikan pembelian mereka (disebut sebagai campaign keranjang yang diabaikan).

Jika Anda ingin menjalankan campaign yang menargetkan pengunjung situs web, Anda juga perlu memasang Facebook Pixel di situs Anda.

Terakhir, lookalike audiences adalah metode penargetan dalam strategi digital marketing yang memungkinkan Anda menemukan orang yang mirip dengan pelanggan atau pengguna Anda yang sudah ada.

Ada sebuah lelucon di Silicon Valley, daripada mengerjakan self-driving cars atau menjajah Mars, beberapa engineer terbaik dunia mengerjakan fungsi Facebook untuk menganalisis lookalike audiences.

Alih-alih memilih atribut strategi digital marketing yang cocok dengan pelanggan ideal Anda (seperti ketika Anda ingin membuat audiens inti), dengan lookalike audiences, Anda bisa memberi Facebook daftar atau segmen pelanggan sebenarnya, dan software mereka akan menemukan segmen orang yang serupa di antara semua penggunanya — berdasarkan ratusan atau ribuan titik data yang mustahil dianalisis oleh manusia.

 

Misalnya, Anda dapat mengupload daftar email yang berisi pelanggan Anda yang paling bernilai dan membuat 1% lookalike audiences.

Artinya, Facebook akan memilih 1% orang dalam populasi tertentu yang paling menyukai segmen yang kita pilih.

Kabar baiknya, Anda juga dapat menggunakan lookalike audiences untuk meluncurkan campaign pencarian calon pembeli yang efektif.

Setelah Anda membuat target audiens, kini saatnya membuat ads.


Praktik Terbaik untuk Digital Ads

Di era dulu, Anda harus membayar puluhan ribu dolar kepada biro iklan besar untuk membuat iklan yang bagus.

Dengan menggunakan strategi digital marketing berupa iklan digital, siapa pun dapat meluncurkan iklan kelas dunia.

Alasan utamanya adalah bahwa iklan digital memiliki lebih banyak kendala daripada iklan TV atau majalah tradisional — setiap orang harus bermain dalam batasan strategi digital marketing yang sama.

Dengan mengikuti beberapa praktik terbaik, kita akan memiliki dasar yang baik pula untuk ditingkatkan.

1. LEBIH AKRAB DENGAN FORMAT IKLAN

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk iklan paling ideal dalam strategi digital marketing adalah memahami cara menggunakan berbagai tool yang disediakan oleh platform periklanan.

Berikut anatomi iklan Teks Google:

Dan berikut ini gambar dasar iklan di Facebook feed :

Anda harus mempelajari apa saja komponen strategi digital marketing ads dan menggunakan semuanya saat membuat iklan Anda.

2. MENULIS COPYWRITE YANG FOKUS PADA KONVERSI

Menulis copywrite yang berfokus pada konversi adalah salah satu cara pengoptimalan strategi digital marketing terpenting. Anda hanya memiliki sedikit ruang untuk mengirim pesan, jadi pastikan Anda membuat setiap kata diperhitungkan dengan baik.

Ini adalah beberapa tip untuk menulis salinan yang bisa mengkonversi:

  • Gunakan sudut pandang orang kedua dan suara yang aktif. Misalnya, tulis “Dapatkan diskon 50% untuk sepatu desainer baru Anda”, bukan “Diskon 50% untuk semua sepatu desainer”.
  • Gunakan angka atau data jika memungkinkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa menggunakan angka dalam strategi digital marketing, cenderung meningkatkan rasio klik-tayang (clickthtough rate).
  • Cantumkan kata kunci di headline iklan (khusus untuk Google Search Ads).
  • Tulislah tentang keunggulan produk Anda daripada fitur-fiturnya.
  • Sertakan “power words untuk membangkitkan emosi atau rasa penasaran.

3. MEMILIKI CALL-TO-ACTION YANG JELAS

Saya terkejut betapa banyak perbedaan yang dibuat oleh call-to-action  dalam periklanan.

Banyak pengiklan pemula yang tidak jelas saat membuat iklan pertama karena takut dianggap terlalu agresif atau menjual.

Satu-satunya strategi digital marketing paling ampuh dalam periklanan digital untuk membuat orang melakukan sesuatu adalah, beri tahu mereka untuk melakukan tindakan itu.

Jika iklan dirancang untuk membuat orang membeli, sertakan ajakan bertindak “beli sekarang”. Jika tujuannya adalah membuat mereka mendownload panduan, sertakan “download panduannya” di iklan Anda.

4. SERTAKAN VISUAL YANG EYE-CATCHING (MENARIK)

Dalam strategi digital marketing, beberapa format dan penempatan Facebook ads memungkinkan Anda menyertakan visual dalam iklan — mereka menyebutnya dengan “kreatif ads”.

Praktik terbaik di sini dapat bervariasi tergantung pada industrinya.

Dalam beberapa kasus, kita pasti ingin memiliki fotografi berkualitas super — misalnya, jika kita tergabung dalam industri seperti wisata, mode, atau makanan.

Gambar-gambar ini membantu menonjolkan kualitas produk atau menginspirasi audiens.

Namun, di beberapa industri, lebih baik menyertakan materi iklan buatan sendiri atau asli — ini sepertinya lebih berhasil pada industri seperti produk info atau kebugaran.

Aspek “nyata” dari gambar-gambar ini membantu audiens memahami pesan di iklan.

Terlepas dari jenis materi iklan yang Anda pilih, pastikan menargetkannya agar dapat menarik seseorang, sehingga dia berhenti scroll dan hanya melihat iklan Anda — stok foto yang klise hanya akan diabaikan oleh sebagian besar audiens.

Sebelum Anda mulai mengerjakan kreatif ads, pastikan untuk memeriksa apa yang dilakukan kompetitor Anda:

  1. Buka halaman Facebook mereka
  2. Klik “Info & Ads”
  3. Lihat semua iklan yang sedang mereka jalankan di Facebook Ads

5. PASTIKAN LANDING PAGE SESUAI DENGAN ADS ANDA

Terakhir, saya ingin mengingatkan, penting sekali dalam strategi digital marketing agar halaman yang dibuka audiens setelah mengklik iklan Anda (dikenal dengan landing page) benar-benar cocok dengan apa yang dijanjikan di iklan tersebut.

Jika Anda membuat iklan yang menargetkan kata kunci “jaket kulit pria”, jangan arahkan orang-orang ke landing page pakaian pria — sebagai gantinya, arahkan mereka ke bagian tertentu di situs Anda yang memang dikhususkan untuk jaket kulit pria.

Jika landing page Anda tidak sesuai dengan maksud iklan, Anda akan mendapatkan bounce rate yang tinggi (persentase orang yang menutup halaman web Anda tanpa melakukan tindakan apa pun) — hal ini akan berdampak negatif pada kinerja iklan Anda, bahkan meningkatkan biaya per klik ads Anda.

Sekarang, Anda hampir siap meluncurkan strategi digital marketing untuk pengiklanan Anda. Mari kita lanjutkan:


Memperkirakan Anggaran untuk Promosi Anda

Jika iklan digital bekerja dengan cara yang sama seperti iklan tradisional, tidak akan ada tempat bagi orang kecil. Begitulah rumus strategi digital marketing bekerja.

Perusahaan kecil tidak mungkin bersaing dengan perusahaan besar dan anggaran multi-miliar dolar mereka.

Untungnya, bukan begitu cara kerja periklanan digital!

Dalam strategi digital marketing, platform periklanan digital menggunakan model bid dan telah mengembangkan cara untuk menyamakan kedudukan.

Mereka melakukan hal ini dengan memperkenalkan kualitas dan relevansi ke dalam bid.

Nama metrik strategi digital marketing ini bervariasi, tergantung pada platform, tetapi prinsipnya hampir sama. Untuk Google Ads, ini disebut Quality Score. Untuk Facebook Ads, ini disebut Relevance Score.

Intinya, begini:

  1. Pengiklan (Anda) memilih berapa banyak nominal yang bersedia untuk Anda bayarkan untuk setiap klik iklan
  2. Platform periklanan memeriksa tawaran, penargetan, iklan, dan landing page Anda
  3. Platform periklanan membandingkan informasi Anda dengan informasi penawar lainnya
  4. Platform periklanan memilih iklan mana yang akan ditampilkan berdasarkan kombinasi terbaik dari tawaran dan relevansi dengan audiens
  5. Platform periklanan memeriksa kinerja iklan dan menyesuaikan berdasarkan metrik keterlibatan (misalnya klik, RKT, rasio pentalan)

Artinya, Anda tidak perlu menjadi penawar terbesar — ​​jika Anda membuat iklan yang relevan dan menarik, Anda bahkan dapat mengalahkan perusahaan terbesar di dunia.

Berikut cara memulai budgeting untuk ads Anda:

Cara terbaik untuk melakukan strategi digital marketing ini adalah bekerja mundur dari data yang sudah Anda miliki (atau seharusnya) dari bisnis Anda.

Misalnya, anggaplah Anda mencoba mendapatkan penjualan eBook senilai Rp 500.000 yang Anda promosikan melalui webinar dan Anda membuat iklan untuk mendorong pendaftaran ke webinar tersebut:

  • Jika Anda tahu ~ 20% orang yang mendaftar ke webinar Anda, akhirnya membeli ebook Anda— Anda pun tahu bahwa setiap pendaftar bernilai ~ Rp 100.000 (Rp 500.000 x 20%).
  • Jika Anda tahu ~ 45% orang yang mengunjungi landing page akhirnya mendaftar untuk webinar — Anda akan tahu bahwa biaya maksimum per klik Anda adalah ~ Rp 45.000 (Rp 100.000 x 45%).
  • Jika Anda ingin mendorong 100 pendaftaran setiap bulan, anggaran Anda untuk campaign ini harus ~ Rp 4.500.000 / bulan (Rp 45.000 x 100).

Anda dapat menggunakan estimasi awal strategi digital marketing ini untuk meluncurkan campaign dan menyesuaikan kapan campaign Anda benar-benar aktif.


Metrik Iklan Pada Strategi Digital Marketing

Mari berbicara tentang angka.

Metrik periklanan digital cukup standar di seluruh platform, beberapa di antaranya mungkin memiliki nama atau definisi berbeda, padahal, intinya sama.

Jika Anda adalah pengiklan pemula dalam strategi digital marketing, berikut ini beberapa hal terpenting yang perlu diketahui:

1. Cost-per-Click (CPC)

CPC adalah metrik periklanan digital paling mendasar.

Seperti namanya, ini mewakili jumlah yang harus Anda bayar sebagai pengiklan, untuk setiap kali iklan diklik.

Anda dapat menggunakan nilai CPC untuk memperkirakan anggaran iklan atau untuk menentukan, apakah iklan kita menguntungkan atau tidak. Anda juga dapat menganalisis variasi CPC untuk mengetahui apakah iklan Anda perlu dioptimalkan (atau apakah pengoptimalan sebelumnya berhasil).

2. Click-Through-Rate (CTR)

Dalam strategi digital marketing, CTR adalah persentase orang yang mengklik iklan Anda relatif terhadap semua orang yang melihatnya.

Ini adalah indikator relevansi iklan Anda:

  • Rasio klik-tayang yang tinggi berarti audiens Anda terlibat dengan iklan Anda
  • Klik-tayang yang rendah, berarti Anda perlu menyesuaikan penargetan atau pesan Anda

Jika Anda menguji berbagai variasi iklan, Anda dapat menggunakan CTR untuk menentukan mana yang berkinerja terbaik dalam menghasilkan klik.

3. Quality Score (QS) & Relevance Score (RS)

Model bisnis Google dan Facebook bergantung pada mereka yang menampilkan konten paling relevan kepada pengguna — itulah keunggulan kompetitif mereka.

Alasan mengapa iklan tidak (sepenuhnya) merusak pengalaman pengguna Google dan Facebook adalah karena kedua perusahaan tersebut telah menerapkan aturan dan pedoman yang memaksa pengiklan untuk menyajikan konten relevan kepada pengguna mereka.

Google membuat Quality Score (QS) dan Facebook membuat Relevance Score (RS).

Tidak ada orang di luar Google dan Facebook yang tahu persis bagaimana metrik ini dihitung, tetapi prinsipnya sama:

  • Relevansi teks iklan penting untuk skor. Konten yang sangat relevan akan menghasilkan skor yang lebih tinggi.
  • Keterlibatan pengguna dengan iklan penting untuk skor. Keterlibatan tinggi dengan iklan akan menghasilkan skor yang lebih tinggi.
  • Keterlibatan pengguna dengan halaman landing page juga penting untuk skor. Keterlibatan yang tinggi dengan landing page akan menghasilkan skor yang lebih tinggi.

Platform periklanan strategi digital marketing menggunakan skor ini untuk menentukan seberapa sering iklan Anda ditampilkan, berapa banyak orang yang menerimanya, dan bahkan berapa banyak kita akan membayar untuk setiap klik.

4. Cost Per Lead (CPL) / Cost Per Acquired Customer (CAC)

Seperti Anda ketahui, periklanan digital adalah permainan profitabilitas.

Oleh karenanya, Anda perlu memperoleh traffic, leads, dan pelanggan dengan biaya lebih rendah daripada pendapatan yang akan Anda peroleh dari mereka.

Selama Anda dapat melakukannya, Anda pun dapat meningkatkan pengeluaran iklan untuk memperoleh keuntungan lebih besar.

Itulah mengapa biaya dalam strategi digital marketing adalah metrik yang penting untuk periklanan digital.

Selain CPC, dua metrik terkait biaya yang paling penting adalah cost per lead (CPL) dan cost per acquired customer yang diperoleh (CAC)

Seperti namanya, CPL adalah jumlah rata-rata yang harus dikeluarkan pengiklan untuk mendapatkan satu lead.

Di sisi lain, CAC adalah jumlah rata-rata yang harus dikeluarkan pengiklan untuk mendapatkan satu pelanggan.

Anda  dapat menggunakan metrik ini untuk membuat perhitungan profitabilitas atau budgeting.


Tools Terbaik Untuk Membuat Strategi Digital Marketing

Ada banyak tool ads yang menjanjikan dapat mengurangi beban dalam menyiapkan, mengoptimalkan, atau melacak kinerja iklan Anda.

Namun, saran terbaik untuk Anda sebagai pemula adalah, mengabaikan sebagian besar tool ini dan tetap berpegang pada dasar strategi digital marketing.

Ini adalah tumpukan iklan digital yang kami rekomendasikan untuk Anda:

1. Platform Periklanan Digital

PR Anda adalah, Anda harus memahami platform yang akan Anda gunakan untuk menjalankan iklan Anda.

Masing-masing sangat besar dan memiliki banyak fitur untuk dimainkan, tetapi jangan merasa kewalahan — Anda tidak perlu menguasai semuanya sekaligus.

Tetaplah berpegang pada fitur dasar dan Anda akan baik-baik saja. Saat Anda menjadi lebih baik, Anda pun akan mulai terbiasa dengan strategi digital marketing ini dan memanfaatkan hal-hal yang lebih canggih.

  • GOOGLE ADS

Dengan Google Ads, Anda dapat meluncurkan iklan penelusuran (yang dibahas dalam panduan ini) dan iklan bergambar. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menyiapkan akun, pastikan untuk skip pada bagian panduan setup, dan jangan ikut serta dalam AdWords Express!

Klik di sini untuk melihat Google Ads

  • FACEBOOK ADS

Di sinilah Anda akan meluncurkan semua iklan Facebook dan Instagram. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menggunakan Facebook ads, sebaiknya Anda mulai dengan membuat akun Manajer Bisnis terlebih dahulu dan akun iklan kedua. (Ini akan membuat segalanya lebih mudah!)

Klik di sini untuk melihat Facebook Business Manager / Facebook Ads

2. Pelacakan dan Analisis

Strategi digital marketing pada platform periklanan menawarkan fitur analitik yang solid untuk mengoptimalkan kinerja iklan Anda.

Namun, tantangannya adalah bagaimana menautkan klik pada iklan dengan kebiasaan yang ada di situs atau hasil bisnis (misalnya, Pendapatan).

Di situlah tools ini berperan:

  • GOOGLE ANALYTICS

Tool analisis web paling populer di dunia. Anda dapat menggunakan Google Analytics untuk melacak lalu lintas iklan berbayar Anda dan menganalisis bagaimana pengunjung tersebut berperilaku di situs Anda (di antara banyak hal lainnya).

Klik di sini untuk melihat tampilan Google Analytics

  • GOOGLE TAG MANAGER

Ini adalah tool penting untuk digital advertiser. Anda dapat menggunakan Google Tag Manager untuk menerapkan kode pelacakan dengan mudah (yaitu Facebook Pixel dan Google Ads Global Site Tag) dan menyiapkan pelacakan konversi di situs Anda tanpa perlu lagi mengedit kode.

Klik di sini untuk melihat tampilan Google Tag Manager

3. Tool Copywriting dan Desain

Membuat aset untuk lusinan iklan bisa jadi sulit. Tools di bawah ini akan membuat strategi digital marketing yang Anda lakukan menjadi lebih mudah:

  • CANVA

Jika Anda bukan seorang desainer, Canva dapat membantu Anda dengan cepat mengumpulkan aset desain yang indah untuk iklan Anda. Perpustakaan template mereka memudahkan Anda membuat desain, tentunya jika Anda kurang memperhatikan desain.

Klik di sini untuk melihat tampilan Canva

  • COSCHEDULE’S HEADLINE ANALYZER

Tool sederhana yang menganalisis kekuatan berita utama Anda berdasarkan data tentang apa yang menghasilkan klik, engagement, dan share. Anda akan mendapatkan skor sederhana untuk membandingkan variasi judul yang berbeda.

Klik di sini untuk melihat tampilan CoSchedule’s Headline Analyzer

4. Tool Landing Page

Jika Anda membutuhkan fleksibilitas untuk bisa dengan mudah membuat custom landing page yang dioptimalkan untuk iklan berbayar Anda, pengedit landing page dapat membantu.

  • INSTAPAGE

Pembuat halaman arahan yang sangat dapat disesuaikan dengan sistem integrasi ekstensif, platform penerbitan, analitik dan pengoptimalan. Baik untuk pengujian A / B dan membuat halaman arahan dengan konversi tinggi.

Klik di sini untuk melihat tampilan Instapage


Ahlinya Strategi Digital Marketing & Blog Yang Wajib Diikuti

Sayangnya, dalam iklan digital ada sejumlah orang yang curang, tool yang meragukan, serta produk dan skema “cepat kaya”.

Selain itu, platform periklanan dalam strategi digital marketing akan terus berubah, menambah, dan menghapus fitur — sulit untuk mengikutinya.

Berikut adalah orang dan blog favorit yang dapat membantu Anda memahami semuanya:

  • JON LOOMER

Jon adalah sumber pilihan kami untuk semua hal yang berhubungan dengan iklan Facebook. Dia secara teratur menerbitkan tutorial iklan Facebook dan posting blog yang menjelaskan perubahan penting pada platform.

Follow Jon di Twitter

  • GOOGLE ADS BLOG

Ini adalah blog resmi untuk Google Ads. Anda dapat mengikutinya untuk mendapatkan berita terbaru tentang platform ini.

Lihat blog Google Ads

  • BLOG WORDSTREAM

Salah satu blog PPC terbesar di luar sana. Mereka secara teratur menerbitkan tutorial baru dan tip berguna untuk Google Ads dan Facebook Ads.

Lihat blog Wordstream

  • HANAPIN MARKETING RESOURCES

Agensi yang berfokus pada PPC ini memiliki perpustakaan studi kasus, panduan, dan laporan yang menarik. Ini adalah sumber informasi yang ideal jika Anda ingin menghindari dibombardir dengan entri blog baru setiap minggu.

Lihat Hanapin Marketing’s Resources


Meluncurkan Strategi Digital Marketing Pertama Anda

Latihan adalah cara terbaik untuk mempelajari periklanan digital dengan cepat.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan pengalaman langsung saat Anda baru memulai:

  • Buat strategi digital ads untuk bisnis Anda sendiri. Jika Anda sudah memiliki bisnis, gunakan apa yang telah Anda pelajari untuk mengembangkannya.
  • Temukan bisnis yang dapat Anda bantu dengan periklanan digital dan yang akan memberi Anda sejumlah anggaran untuk meluncurkan campaign (mungkin bisnis ini ada di tempat kerja Anda, perusahaan teman, atau bisnis kecil di tempat tinggal Anda).
  • Jika Anda tidak dapat menemukan bisnis yang ada untuk membantu, Anda juga dapat memulai situs web Anda sendiri dan meluncurkan campaign untuk bisnis tersebut dengan uang Andai. Jika Anda melakukannya dengan cara ini, pastikan Anda memiliki sasaran bisnis yang sebenarnya (leads, penjualan, pendapatan, dll.) – jangan hanya meluncurkan campaign untuk traffic.

Setelah Anda mengetahuinya, gunakan kerangka kerja berikut untuk memulai:

Selesai membaca panduan ini, tentu saja.

Hasil: Anda akan memahami cara kerja periklanan digital — sekaligus, bagian terakhir dari panduan ini akan membantu Anda menghindari beberapa kendala umum bagi pengiklan pemula.

Pasang kode tracking di situs web Anda (jika belum dipasang). Anda dapat menggunakan panduan ini untuk Facebook Pixel dan yang ini untuk Google Ads Global Site Tag.

Hasil: Anda dapat mulai membuat daftar pemasaran ulang dan menyiapkan pelacakan konversi di situs Anda.

Tentukan sasaran untuk campaign pertama Anda. Cukup lakukan satu iklan dan raih sasaran yang jelas seperti leads, pendaftaran webinar, pendaftaran uji coba gratis, penawaran harga yang diminta, atau penjualan.

Hasil: Dengan satu sasaran, penting untuk fokus tanpa henti dan melakukan apa saja untuk mencapai profitabilitas.

Pilih audiens untuk ditargetkan. Jika bisa, mulailah dengan audiens pemasaran ulang (dari piksel pelacakan atau daftar email), yang akan meningkatkan peluang keberhasilan Anda.

Hasil: Setelah Anda mengidentifikasi audiens, akan lebih mudah membuat pesan untuk mereka. Audiens yang sempit juga membantu Anda tetap mengontrol anggaran.

Memata-matai Facebook Ads kompetitor. Bahkan, jika Anda tidak menjalankan Facebook Ads, lihat beberapa iklan kompetitor Anda untuk mempelajari jenis pesan yang mereka gunakan di iklan mereka (ingat, Anda dapat melakukannya dengan membuka halaman Facebook mereka dan mengklik “Info dan Iklan ”).

Hasil: Anda akan mendapatkan petunjuk strategi digital marketing tentang jenis pesan yang berhasil pada kompetitor Anda. Ini dapat digunakan untuk membuat iklan Anda sendiri.

Buat 2 variasi iklan. Jangan membuat lebih dari 2 pada awalnya, karena akan butuh waktu lebih lama untuk mengetahui dengan pasti variasi mana yang unggul. Selain itu, ingatlah untuk hanya mengubah satu variabel (mis. Judul, gambar, ajakan bertindak) pada satu waktu.

Hasil: Anda akan memiliki dasar kinerja untuk dikalahkan dan mulai membangun pengetahuan tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak.

Luncurkan iklan, periksa kinerja setiap hari, cari tahu apa yang berhasil, apa yang tidak, dan bagaimana cara meningkatkan strategi digital marketing ke depannya.

Hasil: Menjalankan iklan berbayar adalah proses berulang dari peluncuran dan pengoptimalan. Inilah yang akan sering Anda lakukan sebagai digital advertiser.


Perangkap: Hindari Kesalahan Strategi Digital Marketing Ini

Jika Anda baru memulai, sangatlah normal untuk terjebak di perangkap ini.

Namun, saat menjalankan strategi digital marketing dalam iklan digital, beberapa kesalahan dapat menghabiskan banyak uang atau dapat berdampak jangka panjang.

Saya membuat panduan singkat ini, agar Anda dapat menghindari hal ini seperti seorang profesional.

1. MELANGGAR KEBIJAKAN  PERIKLANAN

Sejak skandal Cambridge Analytica, platform periklanan telah memperketat aturan dan kebijakan mereka untuk pengiklan.

Yang perlu digarisbawahi adalah, mereka sengaja dibuat tidak jelas, dengan tujuan agar platform bisa membuat keputusan tentang apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Namun, Anda harus membiasakan diri dengan mereka dan mencoba untuk tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan mereka (ini bisa berakhir dengan akun iklan Anda diblokir secara permanen).

2. MENJADI TERLALU MANIS DENGAN FORMAT IKLAN

Setiap platform periklanan menawarkan beberapa format iklan yang tidak sya sertakan dalam panduan ini.

Itu saya sengaja lakukan.

Sangat mudah untuk membuat format iklan agar tampak keren, dan berpikir bahwa itu akan jauh lebih berhasil daripada format iklan basic (dengan hanya menggunakan teks atau gambar + teks).

Tidak perlu berpikir lebih sering tentang ini, karena ini bukanlah masalahnya.

Saat Anda memulai, lebih baik tetap menggunakan format iklan sederhana dan berusaha menguasai aspek yang lebih penting seperti penargetan atau pengoptimalan.

3. LUPA TETAPKAN BATASAN ANGGARAN

Kesalahan bisa jadi bernilai mahal, tetapi batasan anggaran dalam strategi digital marketing ini adalah jaring pengaman Anda terhadap kesalahan ini.

Ketika saya pertama kali memulai, saya lupa menetapkan batas anggaran dan akhirnya menghabiskan puluhan juta dari uang saya hanya dalam 18 jam.

Jangan menjadi masa lalu saya. Tetapkan batas anggaran.

4. MEMULAI TERLALU AMBISIUS

Prospek untuk membuat dan melihat iklan Anda di dunia nyata sangatlah menarik.

Banyak orang menjadi begitu bersemangat sehingga mereka akhirnya melakukan hal sulit di luar batasan mereka seperti: Meluncurkan beberapa iklan, lusinan variasi iklan, dan menggunakan anggaran yang besar.

Saat Anda memulai proyek yang menarik dengan cepat, bisa jadi itu menjadi hal berat dan membebani.

Jika menyangkut periklanan digital, kecuali Anda memiliki banyak pengalaman, lebih baik memulai dari yang kecil: Luncurkan satu iklan, targetkan satu audiens, fokus pada satu tujuan, dan pertahankan anggaran yang kecil.

Ryan is the CEO of Sribu and Sribulancer. Has over 7 years experience in team building, product development, strategic marketing, digital marketing and retail.
Exit mobile version