15 Strategi Menghadapi Resesi 2023, Arti & Dampak Untuk Bisnis

strategi menghadapi resesi 2023
Businessman holding light bulb with losses on the stock market chart concept, market chart and Red arrows fall to the ground, indicating the economic recession that will occur in 2021

Sebagai pelaku bisnis, kamu perlu memikirkan strategi menghadapi resesi 2023.

Pasalnya, banyak ahli ekonomi yang memprediksi kemungkinan ancaman resesi ekonomi 2023 secara global.

Di tengah kondisi ekonomi tak menentu, strategi dan persiapan yang tepat bisa membawa bisnismu makin berkembang.

Selain berkaca dari tren bisnis digital yang terjadi di 2022, kita juga harus mempersiapkan diri supaya usaha bisa berkembang bahkan jika kondisi perekonomian tahun depan memburuk jika dibandingkan dengan saat ini.

Teruslah membaca artikel ini sampai akhir untuk mendapatkan ide bertahan dan strategi menghadapi resesi 2023 hingga tahun-tahun mendatang!

Pengertian Resesi Ekonomi Adalah 

Ancaman resesi ekonomi 2023 membuat banyak pelaku usaha ketar-ketir dan semakin memperketat kondisi keuangan. Namun, apa itu resesi ekonomi? 

Resesi ekonomi adalah suatu kondisi negara di mana arus keuangannya melambat dan memburuk.

Periode resesi ekonomi dapat berlangsung dalam hitungan bulan, dan bahkan tahun. 

Jika suatu negara ekonominya memburuk atau mengalami krisis, maka hal tersebut akan berdampak besar pada penghasilan masyarakat. 

Sebagai gambaran dampak resesi ekonomi di Indonesia adalah banyaknya PHK karyawan akibat pabrik ditutup, jumlah pengangguran meningkat, pasokan barang menipis, dan naiknya harga barang. 

Dampak Resesi Ekonomi

Resesi ekonomi adalah bagian dari siklus kehidupan ekonomi suatu negara. Pasalnya, ekonomi terkadang bisa naik dan turun. 

Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, ada beberapa dampak resesi ekonomi, antara lain:

1. Menurunkan Profit/ Laba

Resesi ekonomi membuat penjualan melambat, dan daya beli masyarakat menurun. Akibatnya, profit atau laba perusahaan menurun alias merugi. 

2. Kesulitan Modal Usaha

Selama resesi, pihak kreditur atau bank sering menerapkan kriteria pinjaman lebih ketat. Sehingga, beberapa usaha kesulitan mendapatkan dana modal yang sangat dibutuhkan. 

3. Arus Kas Berkurang

Arus kas yang lancar dapat menjadi nafas yang membantu kelangsungan hidup usaha.

Sayangnya, karena daya beli masyarakat menurun, arus kas perusahaan juga berkurang. Pada gilirannya, membuat perusahaan mem-PHK karyawan karena tidak bisa membayar gaji karyawan secara tepat waktu. 

4. Pemberhentian Kerja Karyawan

Pada saat resesi 2008, tingkat pengangguran meningkat dua kali lipat, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Nasional Amerika Serikat.

Umumnya, bisnis kecil cenderung melakukan PHK karyawan selama resesi untuk efisiensi bisnis. 

5. Perang Harga

Selanjutnya, dampak resesi ekonomi adalah terjadinya perang harga di antara pesaing. Perang harga mungkin menguntungkan pelanggan selama resesi.

Tapi, di sisi lain hal ini juga menciptakan kesulitan bagi perusahaan yang uang modalnya terbatas. 

6. Permintaan Menurun

Jumlah permintaan atau pesanan barang yang terus menurun adalah alasan utama mengapa banyak perusahaan yang gulung tikar selama resesi, menurut analisis Federal Reserve Bank of New York, dilansir dari laman Netsuite

Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang sulit, para pemilik bisnis juga harus memelihara loyalitas pelanggan dan meraih pangsa pasar. 

Karena itu, strategi menghadapi resesi 2023 yang paling memungkinkan adalah menawarkan diskon pembayaran untuk pelanggan tetap. 

Dengan begitu, bisnismu juga bisa mempertahankan arus kas dan basis pelanggan. Selain itu, bisnismu juga bisa mengumpulkan penghasilan lebih cepat. 

7. Perubahan Alur Kerja

Resesi seringkali menantang bisnis untuk berbuat lebih inovatif. Seringkali, kamu juga perlu membenahi dan meningkatkan sistem operasional usaha. 

Mulai dari pembenahan proses dan alur kerja, hingga mengotomasi pekerjaan administratif yang berulang. 

Perubahan operasional ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan meningkatkan laba. 

Sebagai contoh, daripada hanya menangani pembukuan atau akuntansi yang menyita waktu dan tenaga, lebih baik gunakan saja aplikasi atau software akuntansi yang lebih modern dan otomatis. 

Atau, bila kamu memiliki bisnis restoran, tawarkan menu paket makanan dan minuman dalam satu harga yang ekonomis. Sehingga, pelanggan bisa memesan menu lebih cepat dan hemat. 

8. Kendala Pemasaran

Dampak resesi ekonomi lainnya yang mungkin tidak terhindarkan adalah kendala pemasaran. 

Banyak perusahaan yang melakukan efisiensi biaya pengeluaran, termasuk memangkas biaya pemasaran selama resesi. 

Ada kemungkinan perusahaan sulit melakukan promosi atau menyiapkan materi iklan. Akan tetapi, masih banyak cara alternatif yang bisa diterapkan. 

Katakanlah misalnya kamu bisa merekrut jasa desainer atau jasa penulis SEO untuk membantu marketing bisnismu. 

Umumnya, pekerja lepas memasang tarif yang lebih rendah dan dapat disesuaikan budget perusahaan. 

Tentunya hal ini akan sangat membantu perusahaan menerapkan strategi menghadapi resesi 2023. Khususnya, dalam hal efisiensi biaya pemasaran. 

15 Strategi Menghadapi Resesi 2023

strategi menghadapi resesi 2023
Ilustrasi oleh Akarapong Chairuean

Tidak ada satupun bisnis yang ingin terkena dampak resesi ekonomi. Terlebih lagi, ketika kondisi keuangan negara juga sedang memburuk. 

Karena itu, kita perlu memahami dan mempersiapkan strategi menghadapi resesi 2023.

Apa saja? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!

1. Mempersiapkan Sejak Awal

Kamu mungkin sudah tahu mengenai resesi ekonomi 2023. Yang jadi pertanyaannya adalah, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengantisipasinya? 

Pertama, bersiaplah menghadapi resesi. Ini artinya, kamu perlu menghemat pengeluaran belanja dan menabung lebih banyak. 

Kamu perlu meningkatkan cadangan uang tunai, terutama tabungan darurat perusahaan dan melunasi semua hutang. 

Bahkan, industri yang biasanya kebal resesi, seperti industri periklanan atau konstruksi, masih bisa terkena dampak resesi ekonomi. 

Katakanlah klien tidak mampu membayar dalam waktu cepat. Itulah sebabnya, kamu perlu menjaga stabilitas keuangan menghadapi resesi ekonomi. 

2. Cermat Melihat Peluang

Sangat penting untuk berpikir cepat ketika iklim ekonomi memburuk. Cobalah menganalisis kondisi pesaing. Pasalnya, persaingan pasar akan semakin sengit selama resesi. 

Kemudian, lakukan riset sebelum terjun ke strategi pemasaran atau menjalin kemitraan baru. 

Cari tahu apa yang pelanggan butuhkan dalam masa resesi. Tanyakan pada pelanggan lewat survey, polling, atau bertanya langsung di media sosial. 

3. Menambah Arus Kas

Banyak usaha mengalami masalah arus kas selama resesi ekonomi. Tetapi, kalau aliran arus kas bisa diperbanyak, bisnis bisa bertahan lebih lama. 

Sebagai contoh, kamu bisa menawarkan layanan jasa atau produk yang tidak terkait secara langsung dengan bisnismu. 

Kalau kamu memiliki toko ritel, coba tambahkan fitur online delivery atau pesan-antar. Hal ini bisa mempermudah pelanggan memesan layanan dari internet. 

4. Mempertahankan Pelanggan 

Sebagai pelaku usaha, kamu mungkin ingin memberikan diskon atau penawaran khusus pada pelanggan selama resesi berlangsung agar meningkatkan jumlah pelanggan. 

Eitss, tapi tunggu dulu! Memberikan diskon bisa jadi bukan merupakan langkah terbaik untuk strategi menghadapi resesi 2023. 

Sebaliknya, kamu perlu fokus mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Pastikan mereka puas dengan layananmu selama ini. 

Sebab, hal ini yang akan membuat pelanggan tetap loyal dan tidak berpaling ke kompetitor. 

Misalnya, berikan diskon hanya bagi pelanggan yang sudah lebih dari setahun memakai layananmu. 

Atau, buat event pelanggan, program loyalitas, dll.

Pelanggan lama adalah bagian penting dari bisnis. Karena itu, mereka yang harus jadi prioritas utama perusahaan. 

5. Utamakan Kualitas 

Selama resesi, jangan mengorbankan kualitas demi produktivitas. Kalau kamu memiliki anggaran atau jumlah karyawan terbatas, sebaiknya pastikan si karyawan tersebut benar-benar profesional dan berpengalaman. 

Karyawan yang profesional dapat diandalkan dan menghemat uang perusahaan. Ketimbang mempekerjakan banyak pegawai tetapi banyak melakukan kesalahan dan membuat perusahaan rugi. 

Selain itu, Anda sebagai pemilik bisnis pun tidak boleh hanya diam dan mengandalkan tim.

Jadilah seorang entrepreneur yang haus akan ilmu-ilmu untuk mengembangkan bisnis.

Anda bisa belajar langsung dari pakar pengembangan bisnis, ataupun mencari inspirasi dari konten youtube maupun artikel.

6. Berinovasi dan Beradaptasi

Inovasi adalah kunci agar perusahaan bertahan selama krisis ekonomi. Resesi ekonomi adalah kondisi yang dapat memicu peningkatan pengangguran. 

Jangan terburu-buru lakukan PHK karyawan! Tetapi, gunakan resesi untuk membangun tenaga kerja yang lebih baik dan menemukan bakat baru. 

Meskipun, kamu mungkin tak tahu pasti apakah ancaman dampak resesi ekonomi 2023 benar-benar terjadi. Setidaknya, kamu sudah mempersiapkan diri. 

Buatlah produk, layanan, atau cara inovatif agar bisnismu lebih menonjol. Sekarang, waktunya untuk meluncurkan produk baru atau berekspansi ke pasar baru. 

7. Memperkuat Budaya Perusahaan

PHK karyawan adalah salah satu dampak resesi ekonomi yang paling terlihat. Namun, tahukah kamu, aset perusahaan yang paling berharga adalah karyawan? 

Ada ungkapan yang menyatakan, “karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif.”

Dalam buku “The Occupational Outlook Handbook” dijelaskan informasi tentang keterampilan dan kualitas karyawan yang dicari perusahaan. 

Jadi, daripada lakukan PHK karyawan, buatlah tim kerjamu merasa lebih bahagia.

Dalam jangka panjang, tenaga kerja yang bahagia akan membantumu melewati semua tantangan resesi ekonomi 2023. 

Ditambah lagi, perusahaanmu akan memiliki reputasi yang kuat dan menarik kandidat talenta terbaik lainnya di masa yang akan datang. 

Pada gilirannya, hal ini akan membantu retensi karyawan serta mencegah biaya turnover karyawan.

8. Temukan Mitra Terbaik

Banyak pelaku UKM atau bisnis kecil berkolaborasi dengan tenaga ahli seperti freelancer atau konsultan profesional untuk mengembangkan bisnis di masa resesi ekonomi. 

Meskipun kondisi ekonomi tak menentu, bermitra dengan tenaga ahli profesional akan bisa menghemat uang perusahaan. 

Pekerja lepas atau freelancer dapat membantu pelaku bisnis mendapatkan traffic ke media sosial, website, ataupun blog

Kamu bisa merekrut jasa penulis artikel untuk mendatangkan traffic ke blog, landing page, atau website melalui artikel ramah SEO

Kamu juga bisa bekerja sama dengan content creator untuk meningkatkan keterlibatan audiens di media sosial. Misalnya, dengan membuat konten video, mengunggah foto, mengadakan kuis, dan sebagainya. 

9. Memanfaatkan Teknologi

Kalau di masa lalu teknologi hanya bisa diakses perusahaan besar, saat ini teknologi sudah tersedia secara luas. 

Teknologi dapat membantu mengotomasi bisnismu lebih lanjut, membuat peluang bisnis makin besar dan mudah dikelola. 

Banyak perusahaan hebat telah menciptakan teknologi yang bisa dimanfaatkan UMKM atau usaha kecil. 

Otomasi bisa menyederhanakan dan menghemat waktu operasional bisnis. Otomasikan sejumlah kegiatan yang banyak menyita tenaga manual. Misalnya, gunakan software akuntansi untuk mengelola penggajian karyawan. 

10. Periksa Prioritas Keuangan

Pada saat resesi, kemungkinan harga barang naik dan negara mengalami inflasi. Karena itu, pengelolaan biaya bisnis akan semakin menantang. 

Ambil langkah proaktif untuk mengoptimalkan efisiensi dan penghematan anggaran. 

Sebagai contoh, periksa ulang kontrak dengan beberapa vendor. Kemungkinan akan ada beberapa layanan yang bisa dihapus untuk menghemat biaya. 

Semua bisnis berpotensi menghadapi tantangan finansial selama resesi. Karena itu, minta negosiasi ulang masalah harga dengan vendor atau mitra bisnis. 

Siapa tahu ada beberapa supplier atau vendor yang bisa menawarkan diskon atau pembayaran yang lebih fleksibel untuk mempertahankan bisnismu. 

Kemudian, tentukan prioritas keuangan mana yang harus dipertahankan, negosiasi ulang, atau dihilangkan. 

Bila perlu, minta bantuan ahli atau konsultan keuangan untuk membantu mengelola keuangan perusahaan sebelum resesi. 

11. Tingkatkan Tabungan Perusahaan

Menghadapi resesi keuangan, hal yang tak boleh terlewatkan adalah membangun dana cadangan usaha. 

Baik di sisi keuangan perusahaan maupun individu, setidaknya simpan dana darurat sebanyak pendapatan 6 bulan ke depan. 

Tabungan darurat ini dapat dimanfaatkan selama menghadapi masa keuangan yang sulit. 

Biasanya, perusahaan memiliki beberapa jenis pengeluaran dasar. Contohnya: pembayaran gaji karyawan, biaya sewa kantor, pembayaran tagihan bulanan (listrik, air, dll), biaya bahan baku, dan sebagainya. 

Hitunglah total pengeluaran bulanan perusahaan, dan pastikan kamu memiliki cukup uang untuk menutupi seluruh pengeluaran tersebut selama beberapa bulan mendatang. 

12. Mempersiapkan Bayar Pajak

Tak peduli apakah ancaman resesi terjadi atau tidak, yang jelas waktu bayar pajak akan tiba. 

Karena itu, sisihkan sejumlah uang setiap kali kamu mendapatkan penghasilan. 

Terlalu mudah untuk melupakan atau membelanjakan uang untuk hal yang tidak mendesak selama krisis ekonomi. Hal ini bisa membuatmu repot saat musim pajak tiba. 

Setidaknya, sisihkan uang sekitar 25% dari penghasilan untuk persiapan membayar pajak. 

13. Diversifikasi (Perbanyak) Sumber Aliran Pendapatan 

Selanjutnya, strategi menghadapi resesi 2023 yang bisa dilakukan adalah membuat bisnismu tetap beroperasi. 

Bagaimana caranya? Jangan simpan telur dalam satu keranjang.

Artinya, jangan mengambil risiko hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja.

Idealnya, pendapatanmu harus lebih variatif lagi dari beberapa sumber penghasilan.  

Sebagai contoh, kalau kamu seorang penulis lepas, tawarkan beberapa layanan baru yang lebih variatif.

Misalnya, kamu juga bersedia melakukan riset studi kasus, memposting blog, membuat desain gambar ilustrasi, dan sebagainya. 

Jadi, akan ada lebih banyak peluang baru dari berbagai layanan atau produk yang ditawarkan bisnismu. 

Selain itu, penting juga untuk mendiversifikasi produk atau jasa. Bagi pekerja lepas atau pemilik bisnis berbasis layanan, kamu bisa menjual produk dan jasa sekaligus. 

Misalnya, desainer grafis bisa menjual produk digital seperti ikon logo, atau template desain yang bisa menghasilkan pendapatan pasif. 

Secara bersamaan, kamu juga akan mempromosikan jasa desain ke klien potensial. 

14. Berikan Penawaran Khusus

Lakukan riset untuk memberikan penawaran yang lebih menarik bagi pelanggan selama resesi. 

Misalnya, kamu bisa mengubah produk atau jasa, mengubah harganya, atau menawarkan satu paket yang lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama ekonomi memburuk. 

Contoh yang paling mudah adalah kalau kamu menjual makanan, berikan penawaran spesial bagi pelanggan agar bisa memesan online via Whatsapp

Atau, tawarkan berbagai varian rasa, ukuran produk baru, atau menjual dalam bentuk paket ekonomis.

15. Merekrut Pekerja Lepas

Dilansir dari laman Cisin, menurut Biro Riset Ekonomi Nasional Amerika Serikat lebih dari 30 juta orang kehilangan pekerjaan selama resesi 2008 silam. 

Resesi ekonomi adalah kekhawatiran terbesar bagi karyawan. Pekerja ingin mendapatkan kepastian status sebagai imbalan atas kinerja mereka. 

Namun, dikutip dari laman Bloomberg, sekitar 78% pemimpin bisnis mengatakan mereka lebih cenderung mempekerjakan pekerja lepas atau freelance daripada karyawan penuh waktu saat resesi ekonomi . 

Akibat gelombang resesi, sekitar 85% perusahaan di Amerika berencana untuk lakukan PHK karyawan. 

Sebagai alternatif, perusahaan melirik pekerja lepas yang profesional dan bisa diandalkan untuk menyelesaikan sejumlah proyek. 

Freelancer atau pekerja lepas memungkinkan perusahaan bergerak dinamis seiring kondisi resesi ekonomi. 

Selain itu, perusahaan dapat menghemat biaya pengeluaran gaji karyawan tetap, sambil terus menjalankan proyek yang sedang diselesaikan.

Bahkan, bisa ada satu divisi yang terdiri 30% adalah pekerja kontrak, seperti divisi pemasaran atau divisi penjualan. 

Hal ini menunjukkan betapa besarnya peran pekerja lepas untuk mendukung kinerja perusahaan selama situasi ekonomi tak menentu. 

FAQ Strategi Menghadapi Resesi 2023

Setelah memahami strategi menghadapi resesi 2023 di atas, simak juga beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait resesi ekonomi, sebagai berikut: 

Bagaimana resesi bisa mempengaruhi bisnis?

Baik bisnis skala kecil, menengah, hingga skala besar, semuanya bisa terpengaruh resesi. Dampak resesi ekonomi yang umum adalah efisiensi atau pengetatan arus kas. 

Apa itu resesi dan apa dampaknya? 

Resesi ekonomi adalah situasi dimana kondisi ekonomi negara memburuk. Ciri-cirinya jumlah pengangguran meningkat, serta pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama 2 kuartal. 

Apa penyebab terjadinya resesi ekonomi?

Salah satu penyebabnya adalah pandemi virus COVID-19 yang menghentikan kegiatan masyarakat. Sehingga, terjadi guncangan ekonomi akibat dibatasinya aktivitas masyarakat. 

– Apa dampak resesi global? 

Inflasi menjadi salah satu dampak resesi ekonomi yang paling umum. Jumlah permintaan terus meroket, akan tetapi stok atau persediaan barang menipis, bahkan tidak ada sama sekali. 

Apa dampak resesi ekonomi terhadap sektor UMKM di Indonesia? 

Sektor UMKM kesulitan memutar arus kas. Sebab, para pelanggan lebih menghemat uang ketimbang berbelanja di masa resesi. 

Apa dampak resesi ekonomi 2023? 

Dampak resesi ekonomi 2023 pada tingkat perusahaan adalah penerapan PHK massal. Perusahaan tidak mampu membayar gaji pegawai, sehingga memilih merumahkan para pekerja. 

Apa jenis keterampilan yang penting dimiliki selama resesi? 

Pekerja perlu meningkatkan keterampilan di bidang teknologi, keterampilan berkomunikasi, serta keterampilan marketing. Beberapa keterampilan tersebut sangat dibutuhkan perusahaan selama resesi. 

Bagaimana cara menghasilkan uang dalam resesi ekonomi?

Bisnis bisa tetap mendapatkan profit selama resesi melalui perencanaan yang baik dan menerapkan strategi menghadapi resesi 2023. Teruslah fokus pada kualitas produk dan layanan, mengurangi jumlah hutang, serta mempersiapkan cadangan kas hingga 6 bulan ke depan. 

Apa saja bisnis yang tahan resesi?

Bisnis yang cenderung tahan resesi di antaranya: layanan kesehatan, makanan dan minuman, serta menjual produk sehari-hari. 

Bisnis apa yang berhasil dalam resesi?

Usaha yang menyediakan barang dan jasa sesuai permintaan pelanggan. Contohnya termasuk merek mewah tertentu, produk khusus, dan perawatan bayi.

Temukan Freelancer Profesional di Sribulancer untuk Dukung Kinerja Bisnis Selama Resesi

Nah, demikianlah ulasan kali ini tentang strategi menghadapi resesi 2023. Mempersiapkan dampak resesi ekonomi, tak jarang sebagian besar pemimpin bisnis lakukan PHK karyawan demi efisiensi anggaran. 

Akan tetapi, sebenarnya masih banyak solusi alternatif untuk menjaga kinerja bisnis, namun tetap efisien budget. 

Salah satunya dengan merangkul para pekerja lepas atau freelancer. Pekerja lepas memberikan tenaga ahli di bidang tertentu dengan budget yang ekonomis. Termasuk jasa marketing, jasa desain, jasa SEO, serta masih banyak lagi kategori jasa lainnya. 

Sebagai pemimpin bisnis, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat dengan merekrut freelancer. Kamu tak perlu menyewa ruang kantor fisik, dan tanpa membayar tagihan bulanan listrik. Hal ini akan sangat menghemat pengeluaran bisnismu. 

Pekerja lepas juga bisa bekerja secara remote atau jarak jauh. Jadi, bisa bekerja kapanpun dan dimanapun! Membantu perusahaanmu untuk lebih menghemat uang tunjangan bensin atau transportasi. 

Temukan freelancer profesional dan terpercaya hanya di Sribu, rumah para pekerja lepas handal di Indonesia. Butuh bantuan memilih freelancer yang tepat? Silakan hubungi kami melalui nomor Whatsapp: 6281311913596 untuk info selengkapnya!

Raski Santika
Raski Santika adalah Business Growth Consultant & Blog Writer dari Sribu.com. Melalui tulisannya, ia ingin bantu menginspirasi, mengedukasi, serta membantu para pemilik usaha dari berbagai kalangan untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital.