Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Panduan Strategi Social Media Marketing Terlengkap Untuk Bisnis Anda

strategi social media marketing

Apakah saat ini Anda berencana membuat strategi social media marketing campaign yang sangat menguntungkan bisnis?

Memang betul, Anda bisa mencari informasi seputar social media marketing di mana saja.

Tetapi wacana tentang strategi social media marketing kali ini akan dibahas dari sudut pandang berbeda.

Penasaran?

Mari kita mulai.


Apa itu Social Media Marketing?

strategi social media marketing

Saat ini, bisnis secara besar – besaran terbukti berhasil memanfaatkan strategi social media marketing.

Tentu saja, yang saya maksud adalah melakukan strategi social media marketing yang tepat.

Ada banyak pilihan dalam menentukan strategi social media marketing, oleh karena itu Anda harus benar – benar menguasainya.

strategi social media marketing

Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin menyingkirkan beberapa kesalahpahaman tentang social media marketing, menjelaskan kepada Anda apa arti dari strategi social media marketing dan mengapa Anda perlu mempelajarinya.

Seperti pada kalimat – kalimat berikut:

“Saya menggunakan Facebook setiap hari, jadi saya adalah seorang ahli social media marketing. Itu mudah.”

Social media marketing itu tidaklah mudah.

Apalagi, jika dikerjakan sendiri.

Seringkali, dibutuhkan seluruh tim untuk menerapkan strategi social media marketing yang tepat bagi bisnis Anda dan mengelola satu channel social media.

“Perusahaan harus meng-hire anak-anak yang memposting meme lucu di Twitter dan tahu cara menggunakan filter paling keren di Instagram Stories untuk menjalankan strategi social media marketing mereka.”

Menjadi ahli dalam social media berbeda dengan menjadi ahli strategi social media marketing.

Faktanya, banyak influencer social media dengan ribuan follower masih saja berjuang menghasilkan uang.

“Tugas seorang social media marketer adalah membuat konten menjadi viral di social media.”

Menjadi viral, jumlah follower, like, retweet adalah metrik menyombongkan diri.

Banyak bisnis sangat sukses dalam social media marketing tanpa pernah menjadi viral atau mengumpulkan follower secara besar-besaran.

Pada kenyataannya, social media marketing adalah proses menggunakan social channel secara strategis untuk menghasilkan dampak yang berarti dan terarah untuk bisnis.

TIDAK SEHARUSNYA ANDA MENGGUNAKAN SOCIAL MEDIA KARENA KEREN ATAU SEDANG TREN.

Anda seharusnya menggunakan social media karena ini adalah channel strategis yang dapat Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis apa pun.

Panduan ini dirancang untuk mengajari Anda cara melakukannya dengan tepat.


Cara Membuat Strategi Social Media Marketing Campaign Yang Kuat

strategi social media marketing

Tahukah Anda, mengapa sebagian besar perusahaan gagal di social media?

Semua itu terjadi karena tidak memiliki strategi social media marketing yang tepat

Ketika Anda melihat kehadiran social media pada sebagian besar perusahaan, Anda pasti berpikir:

“Hanya perusahaan di akun social media.”

Apakah Anda tahu, sebenarnya kebanyakan dari mereka mengikuti pola yang sama seperti:

  1. Mereka pikir mereka “perlu berada di social media”
  2. Mereka mencari waktu terbaik untuk memposting di social media 
  3. Mereka mencari jumlah yang tepat untuk memposting konten di social media 
  4. Mereka pikir mereka bisa hack pertumbuhan akun mereka dengan follow banyak orang secara otomatis
  5. Mereka memposting combo “teks + gambar + hashtag + link” di setiap social media channel
  6. Postingan mereka banyak mendapatkan engagement seperti ini:

strategi social media marketing

Oh.

Ternyata untuk menjadi sukses, Anda harus mempunyai strategi social media marketing dan menghindari menjadi “perusahaan yang hanya ada di dalam social media.”

Perusahaan yang berhasil sebenarnya menggunakan strategi social media marketing seperti yang dimaksudkan dan berusaha untuk memiliki salah satu akun terbaik di setiap channel — titik.

Perusahaan terbaik di Twitter memulai percakapan menarik atau lucu dengan follower mereka (bahkan pada brand lain).

strategi social media marketing

Perusahaan terbaik di Instagram biasanya memiliki strategi social media marketing yang bagus dan selalu menerbitkan konten menginspirasi dan menarik minat follower mereka.

strategi social media marketing

Anda sudah mengerti, bukan?

Untuk membuat strategi social media marketing kelas dunia, Anda perlu mengikuti kerangka kerja sederhana berikut:

  1. Pahami dan tangani 3 komponen utama dalam membuat strategi social media marketing: Monitoring, engagement, dan conversion.
  2. Pilih channel yang tepat untuk berpartisipasi dan pelajari cara kerja setiap channel.
  3. Buat konten kelas dunia untuk social media yang benar-benar mendorong engagement dan action.

Mari kita bahas masing-masing poin di atas.


3 Komponen Strategi Social Media Marketing

Jika Anda berencana menjadi social media marketer, Anda harus memiliki strategi social media marketing yang bagus dan melakukan hal yang lebih dari sekadar membuat konten untuk di posting.

Strategi social media marketing yang komprehensif mencakup tiga komponen: Monitoring, engagement, dan conversion.

Mari kita mulai strategi social media marketing yang pertama yaitu monitoring (pemantauan).

Terlepas dari apakah Anda memutuskan untuk berpartisipasi di social media, orang-orang akan membicarakan Anda dengan akun sosial mereka.

Dalam beberapa kasus, pengguna akan berbicara tentang seberapa besar mereka menyukai produk Anda — hal itu dapat Anda gunakan untuk keuntungan Anda dan membangun bukti sosial di sekitar brand Anda.

strategi social media marketing

Pelanggan potensial akan memiliki pertanyaan tentang produk atau layanan Anda — Anda dapat menjawab pertanyaannya dan menghilangkan keraguan mereka untuk membeli.

Ini juga merupakan salah satu strategi social media marketing yang bisa Anda terapkan.

strategi social media marketing

Di lain waktu, pengguna akan memiliki beberapa pertanyaan, keluhan, permintaan support, atau feedback sederhana — menjawab tepat waktu membantu Anda menjaga tingkat kepuasan yang tinggi terhadap produk atau layanan Anda. 

strategi social media marketing

Semua percakapan ini terjadi, baik Anda hadir atau tidak — kecuali Anda memiliki strategi social media marketing “monitoring strategy in place (strategi pemantauan di tempat)”, percakapan akan terjadi tanpa Anda.

Tujuan melakukan monitoring social media adalah untuk mengatasi semua penyebutan brand Anda atau istilah terkait (misalnya produk tertentu) dengan cara  membuat orang yang membicarakan brand Anda merasa didengarkan dan diperhatikan.

Untuk memulai strategi social media marketing yang pertama yaitu monitoring, Anda perlu:

  1. Menggunakan alat yang tersedia untuk melacak dan menggabungkan penyebutan brand Anda serta istilah terkait di social media — hal ini dikenal sebagai “social listening”.
  2. Menerapkan proses mengklasifikasikan sebutan berdasarkan jenisnya (pujian, pertanyaan produk, dan permintaan support) langkah-langkah yang harus diikuti untuk setiap jenis (misalnya membagikan atau memperkuat, mengarahkan ke halaman support, meneruskan ke tim penjualan).

Gunakan link ini untuk memulai:

Komponen selanjutnya dari strategi social media marketing adalah engagement.

Perlu Anda ketahui bahwa ini merupakan komponen yang paling mudah dalam strategi social media marketing dan penggunaan social media, tetapi juga merupakan salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh sebagian besar perusahaan.

Sebagai contoh.

Anda menggunakan social media channel untuk membangun audience dengan berbagi konten yang menarik dan relevan.

Ini bukan berarti Anda harus terus-menerus menyiarkan betapa hebatnya produk Anda.

Tidak ada yang menginginkan itu.

Social media engagement (keterlibatan social media) sangat terkait dengan strategi social media marketing konten Anda.

Daripada berpikir seperti pengiklan, Anda perlu berpikir seperti penerbit atau perusahaan media.

Itu berarti tujuan engagement Anda adalah membuat dan membagikan konten yang benar-benar disukai dan ingin dikonsumsi orang.

Tidak ada formula yang cocok untuk semua orang.

Anda harus mengabaikan siapa pun yang mengklaim memiliki “trik” atau “hack” keren ini untuk membuat konten social media yang menarik.

Untuk mengetahui strategi social media marketing apa yang berhasil pada perusahaan Anda, Anda perlu:

  • Memahami siapa target persona Anda. Seperti contoh, strategi social media marketing yang dilakukan oleh Airbnb yaitu memfokuskan upaya LinkedIn pada calon karyawan dan Instagram tamu.

  • Menentukan peran utama setiap social media channel dalam digital marketing funnel Anda. Seperti contoh berikut, daripada membagikan konten tentang fitur-fitur pada kamera mereka (middle-of-funnel), strategi social media marketing GoPro lebih memilih untuk menggunakan akun Instagram mereka untuk menginspirasi audiens dengan video dan fotografi yang luar biasa (top-of-funnel).

Supaya pikiran Anda refresh lagi, baca panduan digital marketing funnel berikut ini.

strategi social media marketing

  • Sesuaikan pesan Anda dengan social media channel yang Anda ikuti. Contohnya, strategi social media marketing Mailchimp memilih untuk menyesuaikan campaign asetnya dengan memanfaatkan kekuatan dari setiap channel.

strategi social media marketing

Untuk mempersiapkan strategi engagement, Anda harus mengerjakan strategi content marketing Anda terlebih dahulu.

READ  Inilah Cara Efektif Menjalankan Facebook Marketing Untuk Bisnis Anda

Komponen terakhir dari strategi social media marketing Anda adalah conversion.

Inilah yang membedakan influencer social media dengan social media marketer.

Penting untuk diingat.

Memiliki ribuan atau jutaan follower di akun Anda tidak membantu bisnis Anda kecuali Anda bisa mendapatkan sebagian dari mereka menjadi pelanggan Anda.

Social media merupakan sarana yang bagus membangun audiens tetapi memiliki critical limitation/batasan kritis untuk bisnis.

Meskipun Anda memiliki profil social media, follower Anda tetap “dimiliki” oleh social channel tersebut.

Faktanya, sebagian besar social media channel sengaja dibuat agar pengguna tidak meninggalkan platform, itulah alasannya kenapa:

  • Tidak ada cara mudah memindahkan semua follower Anda dari satu platform ke platform lainnya
  • Anda tidak memiliki informasi kontak yang dapat Anda gunakan untuk menghubungi mereka secara langsung
  • Visibilitas konten Anda tunduk pada algoritma social media channel
  • Anda harus bersaing mendapatkan perhatian terhadap setiap koneksi lain yang dimiliki setiap follower Anda

Itulah alasannya mengapa tujuan akhir Anda adalah mengubah social audiens Anda menjadi pengunjung situs web, leads, dan pelanggan.

Anda dapat mengubah social media audiens melalui direct conversion atau indirect conversion.

Direct conversion adalah strategi social media marketing yang dilakukan dengan cara langsung meminta follower Anda untuk melakukan tindakan yang mengubah mereka menjadi leads atau pelanggan.

Contohnya, Anda bisa melihat laju direct conversion yang dimiliki oleh Under Armour:

Disisi lain, indirect conversion terjadi dengan cara mudah.

Yaitu dengan membuat social audiens Anda mengunjungi situs web Anda tanpa harus meminta mereka membeli atau mengirimkan informasi kontak.

Sebaliknya, jika Anda hanya ingin mereka mengunjungi situs Anda sehingga mereka menjadi bagian dari remarketing audiens Anda, hal ini memungkinkan Anda mentargetkan mereka dengan iklan Anda di kemudian hari.

Sebagai contoh, lihat laju indirect conversion oleh Airtable:

strategi social media marketing

Ingat, conversion bukan satu-satunya tujuan social media channel Anda.

Ketika Anda berusaha terlalu keras untuk mengubah social audiens, Anda dapat merusak keseluruhan strategi social media marketing Anda.

Anda perlu menyeimbangkannya dengan monitoring dan engagement, jika tidak, Anda akan dianggap terlalu berjualan.

Setelah Anda mengembangkan rencana untuk setiap komponen strategi social media marketing Anda, sekarang saatnya memilih channel yang akan Anda gunakan untuk diterapkan.

1. PEMILIHAN SOCIAL MEDIA CHANNEL

Strategi social media marketing selanjutnya adalah pemilihan social media channel. Langkah ini adalah tentang pengendalian diri lebih dari apapun.

strategi social media marketing

Ketika Anda melihat artikel berita seperti ini…

strategi social media marketing

… Anda perlu menahan perasaan FOMO (fear of missing out / takut ketinggalan) yang mendesak Anda membuat akun bisnis pada [masukkan tren social media terbaru].

Social channel baru muncul setiap saat dan mendapatkan jutaan pengguna dalam semalam — bukan berarti Anda sebaiknya terjun ke sana.

Sebaliknya, Anda harus bersikap strategis dalam memilih social channel yang akan Anda ikuti.

Dalam strategi social media marketing, ada 3 kriteria pemilihan social channel sederhana yang dapat Anda gunakan:

Apakah target persona Anda berpartisipasi dalam channel ini?

Ini cukup jelas. Pastikan orang yang ingin Anda jangkau sebenarnya adalah pengguna  social channel yang Anda rencanakan untuk berpartisipasi.

Apa peran yang akan Anda mainkan di channel tersebut? Apakah Anda akan menggunakannya untuk monitoring, engagement, atau conversion?

Seperti contoh, pengguna Twitter cenderung mengharapkan perusahaan memberikan beberapa tingkat dukungan.

Terlepas dari apakah Anda berencana mendukung orang melalui Twitter atau tidak.

Jika perusahaan Anda berencana untuk berpartisipasi di Twitter, Anda perlu menyertakan strategi social media marketing monitoring/pemantauan dalam strategi channel Anda.

Jenis konten apa yang dikonsumsi pengguna dan bagaimana mereka mengkonsumsinya? Apakah Anda memiliki skill dan bandwidth untuk membuat konten ini?

Setiap social channel telah dirancang dengan “format keystone”.

Contohnya, Instagram penuh dengan fotografi dan video berkualitas tinggi.

Jika Anda memutuskan membuat akun Instagram, Anda biasanya tidak bisa hanya menggunakan gambar stok dengan hamparan teks.

Anda mungkin perlu menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk menghasilkan konten yang terlihat profesional.

Selain itu, channel yang berbeda memiliki perilaku konsumsi yang berbeda: Active vs. Passive.

Active channels adalah channel di mana pengguna memiliki “intent/niat”.

Mereka tahu apa yang ingin mereka lihat dan secara aktif mencarinya — ini biasanya terjadi di Pinterest dan YouTube.

Strategi social media marketing yang dapat diterapkan untuk active channels, dapat Anda lakukan dengan membuat konten, mengoptimalkannya untuk channel mesin telusur, dan mendapatkan penayangan serta keterlibatan dari waktu ke waktu.

Ini berarti, Anda tidak perlu terus-menerus mempublikasikan konten baru.

Anda dapat membuatnya sekali dan terus mendapatkan views, engagement, dan conversion untuk tahun-tahun mendatang.

Namun, ini tidak berarti channel yang tidak aktif menjadi lebih mudah.

Anda perlu menginvestasikan banyak waktu mengoptimalkan dan membuat konten Anda berada di puncak pencarian tersebut.

Di sisi lain, Passive channels adalah channel di mana pengguna tidak memiliki niat tertentu — mereka hanya browsing.

Contoh, Instagram, Facebook, dan Twitter adalah sebagian besar channel yang tidak aktif.

Strategi social media marketing dapat diterapkan untuk berpartisipasi dalam channel yang tidak aktif, dapat Anda lakukan dengan terus memasukkan konten baru ke feed orang-orang untuk terus mendapatkan views, engagement, dan conversion.

Membuat konten untuk passive channel mengharuskan Anda selalu mengikuti percakapan relevan yang terjadi di social channel dan mampu menjaga kalender konten yang tidak pernah berakhir (never-ending content calendar).

Memilih channel yang tepat untuk bisnis Anda merupakan salah satu strategi social media marketing penting, dan mengharuskan Anda memahami setiap channel.

Untuk mempermudah, kami membuat cheat sheet/lembar contekan untuk social channel paling populer.

Cukup klik di sini untuk mendapatkan cheat sheet di atas.

2. MEMBUAT SOCIAL MEDIA CONTENT KELAS DUNIA

Sudah saya jelaskan beberapa kali dalam panduan ini, tetapi penting untuk saya tegaskan lagi.

Lupakan tentang combo “teks + image/ gambar + hashtag + link”.

Jika hanya itu saja yang Anda lakukan….

…Saya yakin, itu tidak akan berhasil.

Tidak ada “formula rahasia” yang dapat digunakan perusahaan mana pun untuk membuat social media content yang hebat.

Jika Anda ingin audiens like & share, lalu membicarakan konten Anda, terapkan strategi social media marketing dan pahami cara pengguna abad ke-21 menggunakan konten secara online.

Kabar baiknya adalah, Anda adalah salah satunya.

Apakah Anda ingat, kapan terakhir kali Anda menonton seluruh video Instagram tanpa scroll? 

Apakah Anda memeriksa ponsel ketika menonton Netflix?

Jawabannya pasti “tidak”.

Strategi social media marketing yang diterapkan di sini adalah membuat rentang perhatian audiens online lebih pendek dari sebelumnya dan tidak ada kekurangan persaingan untuk  mendapatkan perhatian mereka.

Membuat social media content kelas dunia tidak berbeda dengan membuat strategi social media marketing content kelas dunia, yang perlu Anda lakukan adalah:

  1. Dapatkan pemahaman mendalam tentang siapa target pelanggan Anda (termasuk hasrat, keinginan, dan kebutuhan mereka) —ini disebut menciptakan target persona.
  2. Buat pesan sederhana untuk setiap target persona Anda di setiap tahap funnel — ini disebut juga dengan membuat proposisi nilai berpikiran tunggal (single-minded value propositions – SMVP).
  3. Sesuaikan pesan Anda dengan format tepat untuk setiap social channel — dengan kata lain, pilihlah jenis konten Anda.
  4. Buat konten yang ingin dikonsumsi orang DAN membantu Anda mencapai tujuan bisnis — ini disebut membuat konten yang menarik perhatian.

3. MENDISTRIBUSIKAN SOCIAL MEDIA CONTENT ANDA

Mari, rekap kembali apa yang telah Anda capai sejauh ini dengan strategi social media marketing Anda:

  1. Anda memahami komponen utama strategi social media marketing dan membuat rencana yang mencakup tiap-tiap komponen
  2. Anda telah memilih social media channel terbaik untuk menerapkan strategi social media marketing Anda
  3. Anda memahami audiens Anda dan menemukan strategi social media marketing untuk membuat konten yang benar-benar ingin mereka konsumsi, yang pastinya sesuai dengan setiap channel

Sekarang, Anda hanya memiliki satu langkah lagi dalam penerapan strategi social media marketing.

Tetapi itu menjadi langkah besar:

  • Anda perlu memastikan bahwa Anda benar-benar menjangkau target audiens Anda

Perlu Anda ketahui, ada tiga metode distribusi utama strategi social media marketing: Owned/milik, paid/berbayar, dan earned/diperoleh.

Owned distribution (distribusi milik) dilakukan dengan mengirimkan konten Anda ke audiens yang ada.

Anda tidak dapat hanya mengandalkan distribusi yang Anda miliki, kecuali Anda memiliki basis follower yang besar.

Paid distribution (distribusi berbayar), persis seperti namanya — Anda membayar untuk menampilkan konten Anda di depan target audiens Anda.

Sebagai contoh, Anda dapat memanfaatkan social channel advertising platform.

Atau, Anda bisa membayar seseorang yang memiliki audiens sesuai dengan target Anda untuk mempromosikan pesan Anda.

 

READ  6 Pedoman Belajar Pemasaran Media Sosial yang Wajib Diketahui

Terakhir, earned distribution (distribusi yang diperoleh).

Ini bisa dilakukan dengan membuat orang lain membagikan konten Anda (tanpa perlu melakukan pembayaran).

Langkah pertamanya adalah membuat konten yang sangat disukai orang-orang sehingga mereka ingin membagikannya.

Setelah selesai melakukannya, Anda harus mendorong orang untuk berbagi.

Sebagai contoh, Anda dapat menjangkau influencer yang sudah Anda mention di konten Anda untuk memberitahu mereka bahwa mereka juga terlibat.

Beberapa dari mereka mungkin membagikannya dengan audiens mereka sendiri.

Anda dapat memasukkan tombol berbagi social sharing di konten Anda.

Atau, Anda bisa langsung meminta audiens untuk berbagi dengan network mereka sendiri.

Strategi social media marketing yang komprehensif harus mencakup distribusi yang dimiliki (owned), dibayar (paid), dan diperoleh (earned).


Metrik Strategi Social Media Marketing

strategi social media marketing

Tahukah Anda, apa sebenarnya arti social media?

Social media adalah salah satu channel yang paling sulit dilacak dan diukur pengaruhnya.

Sangat mudah untuk melakukan kesalahan.

Bukan karena kurangnya metrik atau hal-hal yang harus dilacak.

Hal ini terjadi karena:

  1. Metrik di seluruh social platform (bahkan di berbagai format konten dalam satu platform) sama sekali tidak standar — yang membuatnya sulit untuk dibandingkan secara wajar (contohnya, bagaimana Anda membandingkan reaksi pada Instagram Stories vs. Retweet?)
  2. Orang-orang cenderung fokus melacak metrik yang salah — terkadang menggunakan metrik yang tidak membantu mereka membuat keputusan yang mengubah bisnis mereka.

Avinash Kaushik, seorang pakar analisis web, mengusulkan kerangka kerja sederhana yang dapat Anda gunakan untuk menghindari masalah ini.

 

1. APPLAUSE RATE 

Applause rate adalah proksi untuk seberapa sukses konten social media Anda dalam menghasilkan reaksi dari audiens Anda.

Applause rate dapat dihitung sebagai jumlah total like, favorit, upvotes, reactions, atau tindakan serupa selama periode waktu tertentu, dibagi dengan jumlah audiens Anda.

Sebagai contoh:

Applause rate Halaman Facebook = (Jumlah total reaksi di Post Facebook Anda) / (Jumlah penggemar halaman Facebook Anda).

Peningkatan applause rate Anda berarti Anda berhasil membuat audiens bereaksi terhadap konten Anda.

 

2. AMPLIFICATION RATE

Amplification Rate adalah ukuran seberapa banyak audiens Anda membagikan konten Anda dengan network mereka.

Amplification Rate dapat dihitung sebagai jumlah total retweet, share, repost, repins, atau tindakan setara selama periode waktu tertentu, dibagi dengan jumlah audiens Anda.

Sebagai contoh:

Amplification Rate Twitter = (Jumlah total retweet pada tweet Anda) / (Jumlah follower akun Twitter Anda).

Ini adalah proksi yang bagus untuk berapa banyak pendapatan distribusi yang Anda peroleh (earned distribution) untuk social content Anda.

 

3. CONVERSATION RATE

Conversation rate adalah metrik yang mengukur seberapa banyak audiens Anda menanggapi konten Anda.

Conversation rate dapat dihitung sebagai jumlah total komentar, balasan, atau tindakan yang setara selama periode waktu tertentu, dibagi dengan jumlah audiens Anda.

Sebagai contoh:

Conversation rate posting Instagram = (Jumlah total komentar di posting Instagram Anda) / (Jumlah follower akun Instagram Anda).

Conversation rate yang tinggi berarti audiens Anda memberikan feedback pada konten Anda (baik positif atau negatif).

Anda dapat memanfaatkan social channel dengan conversation rate yang tinggi untuk berinteraksi lebih dekat dengan audiens Anda.

4. BUSINESS METRICS 

Semua metrik sejauh ini terkait dengan strategi social media marketing, yaitu keterlibatan pengguna dalam social media channel.

Semuanya penting, tapi tidak kritis.

Metrik bisnis, bagaimanapun, adalah kritis.

Sebagai pengingat singkat, saya tidak berinvestasi dalam social media marketing karena sedang tren.

Saya berinvestasi di dalamnya, hanya jika itu memiliki pengaruh terukur pada keuntungan bisnis saya.

Anda dapat melakukan strategi social media marketing ini dengan cara melacak traffic ke situs web Anda yang dirujuk oleh social media channel.

Lihat beberapa contoh berikut:

  • Keberhasilan strategi social media marketing dan social media campaign yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung ke postingan blog (top-of-funnel) dapat diukur dengan memeriksa traffic yang dirujuk oleh postingan milik campaign tersebut.
  • Keberhasilan strategi social media marketing social media campaign untuk penjualan Black Friday dapat diukur dari jumlah penjualan (sales) atau pendapatan (revenue) yang dihasilkan oleh social media traffic.

Untuk melakukan ini, Anda dapat menggunakan parameter pelacakan UTM di URL yang Anda sertakan dalam social media campaign.

Ini akan memungkinkan Anda untuk melacak kinerja campaign Anda dalam Google Analytics.

 


Tools Terbaik Untuk Membuat Strategi Social Media Marketing

strategi social media marketing

Apakah Anda merasa terkadang seperti ada tools social media baru yang muncul setiap hari?

Dalam menjalankan strategi social media marketing, Anda membutuhkan tools terbaik untuk kelancaran bisnis Anda.

Jika Anda terlalu banyak mengikuti influencer dan blog, Anda akan segera mulai merasa perlu memiliki semuanya.

Jangan biarkan FOMO mempengaruhi Anda.

Terutama karena beberapa tools menjanjikan membantu Anda mengembangkan kehadiran social media Anda secara dramatis.

Jangan perhatikan ini.

Strategi Anda jauh lebih penting daripada tools yang Anda gunakan, dan tidak ada satupun tools yang akan membuat atau menghancurkan strategi social media marketing Anda.

Akan tetapi, jika Anda baru memulai, tidak ada salahnya mengetahui beberapa tools rekomendasi saya.

1. SOCIAL MONITORING TOOLS

Meskipun strategi social media marketing memiliki peran penting dalam menghasilkan keuntungan, Anda juga tidak seharusnya mengabaikan peran tools.

Tools ini akan memudahkan pengumpulan social mentions dari berbagai channel.

Beberapa bahkan akan membantu Anda menanggapinya secara langsung.

  • Google Alerts: Meskipun ini bukan tools yang dirancang khusus untuk social media, Anda dapat menggunakan Google Alerts untuk mendapatkan pemberitahuan rutin tentang penyebutan keyword tertentu yang muncul di Google’s index. Klik di sini untuk mengetahui tentang Google Alerts.
  • Hootsuite: Di antara banyak fiturnya, Hootsuite memungkinkan Anda membuat stream untuk menggabungkan penyebutan keyword tertentu di beberapa social channels. Selain itu, Anda dapat dengan mudah membalas sebutan (mentions) dan menetapkan ke anggota tim yang berbeda. Cek Hootsuite sekarang dengan klik di sini.
  • Buffer: Social media management tools komprehensif lainnya. Produk Buffer’s Reply menggabungkan sebutan di media sosial (social media mention) dan memudahkan kolaborasi tim untuk merespons. Lihat Buffer dengan klik di sini.

2. SOCIAL CONTENT TOOLS

Tools berikut akan membantu Anda membuat dan mendistribusikan social content Anda.

  • BuzzSumo: Membuat konten yang disukai orang jauh lebih mudah setelah Anda tahu konten terpopuler apa yang sudah ada. BuzzSumo memudahkan  menemukan konten mana yang dibagikan secara besar – besaran di social  media dan influencer mana yang  membantu mencapainya. Cek BuzzSumo di sini.
  • Canva: Jika Anda bukan seorang desainer, Canva dapat membantu Anda dengan cepat mengumpulkan aset desain yang indah untuk postingan sosial Anda. Perpustakaan template mereka memudahkan Anda membuat desain jika Anda, seperti saya, kurang memperhatikan desain. Cek Canva di sini.
  • Hootsuite: Menawarkan platform canggih untuk mengelola perpustakaan konten (content library) Anda dan menjadwalkannya ke Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, Pinterest, dan YouTube. Cek Hootsuite di sini.
  • Buffer: Termasuk platform yang sangat user-friendly untuk menjadwalkan konten seperti Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan Pinterest. Cek Buffer di sini.
  • MeetEdgar: Tools penjadwalan lain dengan pembeda besar — ​​MeetEdgar menyertakan fitur mengotomatiskan “pengeposan berkelanjutan (continuous posting)” untuk terus berbagi konten yang selalu menarik di social channel Anda, bahkan jika Anda mencapai akhir antrian konten. Tools ini juga dapat sekaligus menghemat waktu Anda dengan cara mencoba terus menambahkan pos baru untuk dibagikan. Cek MeetEdgar di sini.
  • Sumo: Meskipun bukan social media tool eksklusif. Sumo adalah tool hebat untuk menambahkan tombol berbagi sosial dengan mudah ke situs web manapun — memudahkan pengunjung Anda berbagi konten Anda di social media. Cek Sumo di sini.
READ  Cara Promosi di Instagram dan 10 Contohnya untuk Bisnis (+ Bonus Tips!)

Ahlinya Strategi Social Media Marketing & Blog Yang Wajib Diikuti

strategi social media marketing

Sayangnya, semua orang mengaku sebagai “guru social media marketing” saat ini.

Namun banyak dari mereka tidak mampu menggunakan social media dan tidak mampu menerapkan strategi social media marketing yang tepat untuk mengembangkan bisnis.

Kami telah mengumpulkan daftar orang dan blog yang benar-benar dapat Anda percayai dan dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi saat mempelajari strategi social media marketing:

  • MELYSSA GRIFFING

Melyssa berhasil membangun bisnis sukses dengan memanfaatkan blog dan social media. Dia adalah pakar Pinterest & Instagram yang biasanya berbagi taktik hebat tentang cara sukses di channel tersebut.

Cek blog milik Melyssa di sini

 

  • FOUNDR

Meskipun ini adalah situs yang berfokus pada kewirausahaan dan bisnis online, tim Foundr telah mengumpulkan beberapa sumber daya cemerlang tentang Instagram marketing.

Cek blog milik Foundr di sini

 

  • SOCIAL MEDIA EXAMINER

Social media berubah lebih cepat daripada digital marketing channel lainnya. Dengan Social Media Examiner, Anda dapat terus mengetahui semua yang terjadi.

Cek website milik Social Media Examiner di sini

 

  • SUMO BLOG

Blog ini membahas banyak topik digital marketing dan membangun bisnis. Termasuk beberapa studi kasus tentang strategi social media marketing yang paling komprehensif dan aksional.

Cek Sumo blog di sini

Selain itu, sebagai aturan umum, sebaiknya Anda mengikuti perusahaan dengan kinerja yang sangat baik di social media serta mencoba merekayasa balik strategi dan taktik mereka.

Inilah beberapa yang menjadi favorit saya:

  • AIRBNB (INSTAGRAM)

Upaya mereka di Instagram telah memberi mereka beberapa penghargaan, termasuk “brand terbaik di Instagram” selama beberapa tahun.

Follow Airbnb di Instagram

 

  • AUSTEN ALLRED (TWITTER)

Contoh bagus dari pendiri (founder) startup yang memanfaatkan kehadiran Twitter-nya untuk membangun brand perusahaannya dan memperkuat kasus kesuksesan.

Follow Austen Allred di Twitter

 

  • SCOTT’S CHEAP FLIGHTS (TWITTER)

Perusahaan kecil ini berhasil terus-menerus membuat konten yang disukai follower mereka — ini bukan prestasi kecil.

Follow Scott’s Cheap Flights di Twitter

 

  • BUZZFEED (FACEBOOK)

Contoh klasik sebuah brand yang berkembang pesat di social media. Suka atau tidak suka konten mereka, kesuksesan Buzzfeed di Facebook tidak perlu lagi dipertanyakan.

Cek Buzzfeed di Facebook


Meluncurkan Strategi Social Media Marketing Pertama Anda

strategi social media marketing

Seperti halnya skill digital marketing apa pun, latihan adalah satu-satunya cara untuk menjadi benar-benar ahli dalam strategi social media marketing.

Selain itu, memiliki portofolio social media campaign yang sukses memudahkan Anda untuk mencari pekerjaan, klien, dan mengembangkan industri.

Saat Anda menjadi pemula, Anda memiliki tiga opsi untuk mendapatkan pengalaman langsung:

  • Gunakan strategi social media marketing dalam bisnis Anda sendiri. Jika Anda sudah memiliki bisnis, Anda dapat menggunakan yang telah Anda pelajari untuk mengembangkannya.
  • Mulai social media account Anda sendiri, dan coba gunakan untuk mencapai tujuan bisnis (sales, traffic, user dll.) – Anda tidak perlu memulai bisnis, tetapi Anda bisa menjadi afiliasi dan merujuk traffic untuk menghasilkan komisi. Ini adalah cara bagus untuk memulai karena Anda memiliki kebebasan bereksperimen sebanyak yang Anda inginkan.
  • Selain itu, alternatif yang bagus adalah menemukan bisnis yang dapat Anda bantu dengan strategi social media marketing dan yang memberi Anda akses untuk mempublikasikannya di akun sosial mereka. Dengan opsi ini, Anda akan memiliki lebih sedikit kebebasan bereksperimen, tetapi Anda mungkin tidak perlu mulai membangun audiens dari awal.

Setelah Anda mengetahuinya, pahami poin-poin kerangka kerja berikut untuk memulai:

Selesaikan membaca panduan ini, tentu saja.

Hasil: Anda akan memiliki dasar yang kuat tentang bagaimana social media marketing pada dasarnya bekerja — terlebih, bagian terakhir dari section ini akan membantu Anda menghindari beberapa kendala umum bagi social media marketer pemula.

Siapkan social listening (pendengaran sosial) untuk nama brand Anda dan istilah terkait (seperti kesalahan eja yang umum, nama produk, brand pesaing, nama pendiri) menggunakan Google Alerts dan paket gratis Hootsuite.

Hasil: Anda akan memiliki cara sederhana mengumpulkan dan menanggapi mention relevan di social media. Ini adalah hal minimum yang harus Anda lakukan untuk strategi social media marketing apa pun.

Pilih 1 atau 2 channel untuk memulai. Jangan memilih lebih dari itu — gunakan social media channel selection cheat sheet.

Hasil: Memulai dengan fokus yang sempit akan membuatnya lebih mudah berkembang dan melibatkan audiens.

Teliti target audiens Anda, rancang strategi komunikasi (lihat Panduan Strategi Content Marketing), buat kalender konten social media, dan jadwalkan konten Anda menggunakan Hootsuite atau Buffer.

Hasil: Anda dapat membuat konten yang benar-benar ingin dikonsumsi dan digunakan oleh social audiens Anda.

Secara berkala, cobalah ubah social audiens Anda menjadi pengunjung situs web, leads, pengguna, atau pelanggan. Ingatlah untuk menggunakan URL dengan tag UTM sehingga Anda dapat melacak traffic dalam Google Analytics dan mengkaitkan konversi kembali ke social campaign Anda.

Hasil: Anda akan belajar bagaimana memanfaatkan kehadiran social media Anda untuk mendapatkan hasil bisnis.

Lacak applause, amplifikasi, tingkat konversi setiap minggu atau bulan. Sekaligus, analisis kinerja bisnis social media traffic.

Hasil: Anda akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang jenis konten yang bekerja paling baik dalam menghasilkan keterlibatan dan konversi.


Perangkap: Hindari Kesalahan Strategi Social Media Marketing Ini

strategi social media marketing

Ada beberapa kesalahan yang selalu saya lihat dilakukan oleh sebagian besar social media marketer baru dalam menerapkan strategi social media marketing.

Hal ini dapat membuat Anda mundur atau memperlambat kemajuan Anda dan mencegah Anda mencapai hasil bisnis yang signifikan.

Saya membuat panduan cepat strategi social media marketing, yang akan menuntun Anda menghindari beberapa hal berikut:

Terlalu Khawatir Tentang “Waktu Terbaik untuk Memposting” atau “Hashtag Terbaik”

Terkesan sepele.

Tapi sebenarnya sangat umum, dan ini layak mendapatkan tempat pada panduan kami..

Pemula cenderung terlalu khawatir tentang memposting pada waktu terbaik atau menggunakan hashtag yang tepat untuk mendapatkan lebih banyak visibilitas.

Hal ini akan menghabiskan banyak waktu untuk meneliti hal-hal yang tidak penting.

Saya akan sangat berterus terang di sini:

Konten biasa-biasa saja tetap biasa-biasa saja terlepas dari kapan Anda mempostingnya dan hashtag yang Anda gunakan.

Waktu Anda jauh lebih baik dihabiskan untuk memiliki strategi social media marketing yang solid dan menghasilkan konten yang bagus.

1. VANITY METRICS 

Social media channel dirancang agar penggunanya menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk menggunakan aplikasi.

Mereka menggunakan banyak taktik dan strategi social media marketing untuk melakukan ini.

Di antaranya, adalah pembuatan metrik yang membuat penggunanya bersemangat.

Anda harus menghindari jatuh cinta pada metrik ini sebagai social media marketer.

Vanity metrics adalah metrik yang tampaknya membuat Anda merasa nyaman dengan diri sendiri, tetapi tidak terlalu penting dalam hal mendapatkan hasil bisnis.

Beberapa contoh umum vanity metrics dalam strategi social media marketing mencakup jumlah follower, memiliki akun terverifikasi, dan “Reddit gold”.

2. FOMO TERHADAP SOCIAL CHANNEL BARU

Saya telah membahas hal ini di bagian pemilihan channel dalam panduan strategi social media marketing di atas, tetapi perlu saya  ulangi.

Anda akan melihat munculnya channel social media baru dan mendapatkan jutaan unduhan dan pengguna dalam semalam.

Kemudian Anda akan dibombardir oleh entri blog tentang mengapa Anda benar-benar PERLU berpartisipasi dalam channel social media ini dan bagaimana Anda akan ketinggalan jika tidak berpartisipasi.

Yang perlu Anda lakukan adalah Anda harus menahan keinginan untuk langsung berpartisipasi dalam channel baru tersebut.

Menurut panduan strategi social media marketing, Anda harus melakukan kebalikannya, berhentilah sejenak untuk berpikir, apakah masuk akal bagi bisnis Anda untuk terjun di dalamnya.

Apakah Anda sedang mencari informasi lainnya?

Jasa Fotografi Makanan & Minuman

Jasa Fotografi Katalog

Jasa Fotografi Mode Busana

Jasa Fotografi Produk

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Inggris

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Inggris

Ryan Gondokusumo
Ryan is the CEO of Sribu and Sribulancer. Has over 7 years experience in team building, product development, strategic marketing, digital marketing and retail.