Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah Bisnis Anda Harus Ada di Tiktok?

Apakah Bisnis Anda Harus Ada di Tiktok?

Sudah punya akun Tiktok belum?

Pasti Anda berpikir kalau Tiktok hanya digunakan oleh remaja untuk joget-joget, padahal sekarang digunakan oleh pemilik bisnis yang ingin mereknya semakin terkenal.

Pengguna aktif Tiktok di Indonesia tercatat sebanyak 30.7 juta. Jumlahnya nyaris mendekati jumlah penduduk di Jawa Timur.

Wah, rame juga. Ini bisa jadi kesempatan emas untuk bisnis!

Jadi, apakah saya harus gunakan Tiktok sekarang?

Tunggu dulu!

Sebelum Anda terjun ke Tiktok, ada baiknya Anda jawab pertanyaan berikut ini:

Apakah konsumen Anda menggunakan Tiktok?

Jadi gini, pengguna Tiktok didominasi oleh remaja usia 16-24 tahun. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak menggunakan aplikasi ini.

Banyak juga kok konten Tiktok yang ditujukan untuk orang dewasa seperti promosi apartemen, mobil, dan tempat wisata.

Yah logika saja konsumtifnya remaja usia 16 tahun, masa iya mereka sanggup beli unit apartemen? (kecuali jika mereka bisa, tapi tidak banyak yang sanggup).

Oke, terus bagaimana cara tahu pelanggan saya di Tiktok atau tidak?

Ada cara yang bisa dilakukan, misalnya seperti:

  • Lihat kompetitor Anda. Coba lihat bisnis yang bidangnya sama dengan Anda, apakah mereka punya Tiktok atau tidak. Kalau mereka aktif dan ada peminatnya, kemungkinan besar target Anda gunakan Tiktok
  • Lakukan survey online. Ini bisa Anda lakukan lewat Instagram (jika punya). Gunakan fitur polling untuk tanyakan apakah mereka gunakan Tiktok atau tidak.

Mantap, Ini waktu yang tepat untuk buat akun Tiktok pertama saya!

Sabar, sabar. Belum selesai.

Pertanyaan berikut ini juga penting untuk Anda jawab jika memang siap terjun ke Tikok.

Apakah Anda siap untuk konsisten di Tiktok?

Konsistensi itu penting.

Anda tidak bisa masuk ke sebuah media sosial, posting 1 konten lalu ditinggal berharap jadi viral kecuali Anda punya strategi super matang dan terbukti berhasil.

Tanyakan kepada diri Anda, siapkah berkomitmen di Tiktok?

Komitmen ini meliputi pembuatan konten berkala, interaksi dengan followers dan mengelola akun secara rutin.

Tiktok kurang cocok untuk konten yang bersifat hard-selling. Jadi Anda harus kreatif dalam pembuatan konten.

Ada berbagai ide konten yang bisa diaplikasikan, paling gampang mengikuti trend yang ada. Namun ada cara lain yang juga bisa diterapkan, misalnya konten edukasi, tips, testimoni, atau behind the scenes produksi bisnis Anda sehingga customer lebih trust nantinya.

READ  15 Tips Memilih Jasa Iklan Facebook Agar Mendapatkan yang Berkualitas

Lalu, inspirasi konten lainnya bisa juga dengan menyimpan video dari kompetitor untuk dijadikan referensi di kemudian hari dengan fitur save video bawaan TikTok atau tools Tiktok Downloader.

Jika tidak bisa menjalaninya dengan konsisten, maka waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan untuk Tiktok akan menjadi tidak efektif.

Jadi, bagaimana keputusan Anda?

Jika Anda bisa menyanggupi pertanyaan-pertanyaan di atas, maka Anda siap untuk memperluas bisnis lewat Tiktok.

Namun jika pelanggan Anda jarang menggunakan Tiktok atau download video tiktok, Anda belum siap untuk aktif di Tiktok secara konsisten, sebaiknya Anda memfokuskan tenaga dan budget Anda ke media lainnya.

Anda juga bisa ketik pertanyaan Anda di Google dan tambahkan Blog Sribu di akhir pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan artikel terkait dari Blog Sribu, yang kualitasnya sudah tentu terjamin. Kami berharap artikel ini membantu Anda memutuskan apakah bisa bisnis Anda bisa masuk ke Tiktok, atau tidak.

Apakah Anda sedang mencari informasi lainnya?

Jasa Fotografi Makanan & Minuman

Jasa Fotografi Katalog

Jasa Fotografi Mode Busana

Jasa Fotografi Produk

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Inggris

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Inggris