Dapatkan Strategi Branding dan Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Usia 25 Tahun Harus Punya Apa? Dari Saya Yang Masih Berusaha

usia 25 tahun

Belakangan ini, berterbangan post dari suatu akun Instagram yang mendikte apa yang seharusnya orang punya di usia 25 tahun.

Mungkin Anda sempat melihat postingan orisinilnya, tapi jika belum, kira-kira begini isi postingannya:

usia 25 tahun punya apa

Tak ayal, postingan tersebut banyak membuat netizen gemas dan kesal.

Tak mengherankan menurut saya, pasalnya point-point yang ada pada postingan ini tidak jelas patokannya dan tidak jelas target demografinya seperti apa.

Maksud saya begini;

  • Apakah fair jika kita men-judge seseorang berusia 25 tahun dari pedalaman Papua/Afrika sebagai orang yang tidak ideal, hanya karena ia tidak punya kendaraan pribadi?
  • Apakah fair jika kita men-judge seorang child-abuse survivor berusia 25 tahun, yang sampai sekarang masih bergelut dengan gangguan mental; sebagai seorang yang tidak ideal hanya karena ia tidak punya uang 100 juta atau cicilan rumah yang hampir lunas.

Saya rasa sangat konyol jika kita mengaplikasikan kriteria ‘ideal’ dari postingan itu pada semua orang.

Sebab, setiap orang lahir yang ke dunia, ibaratnya berawal dengan garis start yang berbeda, garis finish serta jenis marathonnya berbeda pula.

Konyol jika kita megeneralisir semua orang dengan standard yang sama.

Selain konyol, saya rasa juga dangkal jika patokannya adalah uang, gaji atau kendaraan.

Sebab, tidak semua orang memprorititaskan hal-hal seperti uang atau kendaraan sebagai fokus utama dalam hidupnya.

Oke, kalau mau bahas kekonyolan dan kedangkalan postingan itu gak akan ada habisnya.

Maka dari itu, saya ingin memberikan list serupa yang mungkin kekonyolan serta dangkalnya setaraf.

Bedanya, pada list ini saya mau:

  • Membatasi target demografinya pada pekerja muda di kota besar.
  • List ini sifatnya subjektif dari sudut-pandang penulis dan hanya bersifat sebagai saran (good-to-have, bukan must-have).
  • Dengan membuat list ini bukan berarti bahwa saya pandai atau sudah menguasai semuaya. Seperti yang tertulis di Judul, saya yang masih berusaha.

1. Mendefinisikan apa yang penting bagi diri sendiri dan mulai melangkah untuk mencapainya

choices

Apa yang penting bagi Anda? Mengapa Anda bangun dan beranjak dari tempat tidur setiap pagi?

Bagi banyak orang, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah Arah dan tujuan mereka.

Menurut hemat saya, kemampuan untuk mendefinisikan hal apa yang penting bagi diri sendiri serta langkah nyata yang diambil untuk mencapainya adalah hal yang terbaik untuk dimiliki pekerja muda berusia 25 tahun.

Bentuk dari “arah” atau “tujuan” ini bebas, tak ada aturan tertentu dan sesuai dengan pribadi masing-masing.

“Saya ingin bisa pensiun usia 40 tahun dan jadi petani”

atau

“Saya ingin membahagiakan orang tua”

Semuanya sah-sah saja.

Di artikel ini saya tidak akan membahas nilai & moralitas dari sebuah arah atau tujuan seseorang.

Sekadar punya arah saja sudah cukup baik untuk seseorang usia 25 tahun, menurut saya. Tentunya, dengan langkah nyata untuk mencapainya.

Selanjutnya, langkah nyatanya pun tak perlu yang muluk-muluk seperti harus sudah punya tabungan xxx ratus juta bagi yang ‘ingin pensiun dini’. Atau harus sudah meng-umrah-kan orang tua di usia 25 tahun bagi yang bertujuan ‘ingin membahagiakan orang tua’.

Hal-hal kecil seperti konsisten bangun pagi untuk berangkat kerja, selalu bersedia belajar dan meningkatkan kualitas diri, atau selalu bersikap santun pada orang tua saja sudah merupakan langkah yang nyata, bagi saya.

Mulai yang dari hal yang kecil gak apa-apa. Setelah itu baru scaling-up menuju langkah yang lebih besar untuk mencapai tujuan.

Bagaimana jika tidak punya tujuan?

Jangan khawatir. Anda tidak sendiri.

Masih banyak yang struggling mencari arah dan tujuan hidup karena menurut saya ini memang hal yang sulit.

Saking sulitnya, banyak sekali filsuf yang memperdebatkan hal ini dan setahu saya, tak satu pun dari mereka menemukan jawaban yang eksak.

Saya punya dua saran:

  • Benar-benar kontemplasi dan melihat ke dalam diri sendiri. Apa sih yang sebenarnya Anda inginkan? Siapa tahu jika meluangkan waktu untuk bermeditasi untuk berpikir, Anda menemukan jawabannya.
  • Lihatlah mereka yang ‘berhasil’ mencapai tujuannya. Mungkin dengan begitu, Anda mendapatkan perspektif baru dan menginginkan apa yang mereka capai. Selain mendapat tujuan, dengan begini Anda juga bisa mempelajari langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Mengalami dan bangun dari kegagalan

Jika Anda berusia 25 tahun dan pernah mengalami kegagalan. Bagus!

Kegagalan adalah kesempatan emas untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri.

Jika kegagalan Anda disebabkan oleh faktor internal diri sendiri, Anda bisa gunakan kesempatan ini untuk merenung dan mengkoreksi diri.

Jika kegagalannya bukan disebabkan diri sendiri pun, ada pelajaran yang bisa diambil dari situ.

Jangan sampai kegagalan membuat Anda berpikir ‘semuanya telah berakhir’. Anda masih muda, hanya 25 tahun. Saya yakin Anda bisa memutar arah roda nasib dan bangun dari kegagalan ini.

Ingat kata-kata berikut ini:

Failing at 25 Years Old ≠ Game Over! Far from it!!

3. Selalu melatih disiplinitas

Inilah hal terakhir yang bagus banget jika dimiliki seorang pekerja muda berusia 25 tahun.

Sebab, menurut pemahaman saya, semua kemampuan baik yang teknis atau pun non-teknis, memerlukan sikap disiplin untuk menguasainya.

Mungkin terdengar seperti celoteh kosong atau kata-kata mutiara belaka, cuma sejauh pengamatan saya, memang ini adanya. Disiplin adalah kunci untuk menjadi master dari skill apapun.

Maka dari itu, bagus banget kalau 25 tahun sudah senantiasa melatih disiplin.

Akhir kata

Saya kira seperti itulah pendapat saya terhadap postingan viral tersebut. Dangkal dan konyol.

Oleh sebab itu saya menawarkan perspektif saya pribadi tentang apa yang sebaiknya dimiliki ketika berusia 25 tahun.

Tapi sekali lagi saya tegaskan, tiga hal di atas itu bersifat saran dan bukan berarti saya sudah menguasainya.

Jika ada yang kurang dari tulisan ini, atau Anda memiliki pendapat pribadi tentang apa yang harus dimiliki seseorang berusia 25 tahun, jangan segan untuk tinggalkan komentar di artikel ini.

Dengan senang hati, saya akan berdiskusi dengan Anda.

Akhir kata, keep on trying everyone and don’t go gentle into that good night!

Anda juga bisa ketik pertanyaan Anda di Google dan tambahkan Blog Sribu di akhir pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan artikel terkait dari Blog Sribu, yang kualitasnya sudah tentu terjamin.

Apakah Anda sedang mencari informasi lainnya?

Jasa Fotografi Makanan & Minuman

Jasa Fotografi Katalog

Jasa Fotografi Mode Busana

Jasa Fotografi Produk

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Inggris

Jasa Penulisan Artikel Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Indonesia

Jasa Penulisan Deskripsi Produk Bhs. Inggris